cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
GEOLOGI DAN STUDI FASIES FORMASI LEMAT DAERAH TANJUNG BOJO, KECAMATAN BATANG ASAM, KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT, PROVINSI JAMBI Xavieria Monica Borges
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Lokasi penelitian secara administratif terletak di daerah Tanjung Bojo Kecamatan Batang Asam, KabupatenTanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, secara geografis daerah telitian terletak di daerah Tanjung Bojo, KecamatanBatasang Asam, Kabupasten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi dengan sistem geografis UTM (UniversalTranverse Mercator) datum WGS84 zona 48. Daerah penelitian memiliki luas 9 km (3km x 3km) dengan skala 1:10.000. Geomorfologi daerah penelitian dapat dibagi menjadi 5 satuan bentuk lahan, antara lain : (1) Satuan bentuklahan perbukitan bergelombang kuat (S1), (2) Perbukitan Homoklin (S2), (3) Bukit Homoklin (S3) ,(4) LembahHomoklin, dan (5) Tubuh sungai (F1) dengan pola pengaliran berupa pola pengaliran ubahan Subdendritik dan FaultTrellis. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi empat, antara lain : (1) Satuan metapsamit Mentulu yang berumurPra- Tersier, (2) Satuan batupasir Lemat yang berumur Oligosen bawah, (3) Satuan batupasir- tufan Benakat yangberumur Oligisen bawah, (4) Satuan batulempung Benakat yang berumur Oligosen bawah. Struktur yang berkembang pada daerah telitian berupa kekar dan sesar. Kekar dengan tegasan baratlaut- tenggara dantimurlaut- baratdaya. Sesar Lubuk Lawas 1 berupa sesar mendatar kanan berarah baratlaut- tenggara, sesar Lubuk 2berupa sesar mendatar kanan berarah baratlaut- tenggara, sesar Tanjung Bojo 1 berupa sesar mendatar kiri dengan arahtimurlaut- baratdaya dan sesar Tanjung Bojo 2 berupa sesar mendatar kanan dengan arat timurlaut- tenggara.Potensi pada daerah telitian , antara lain (1) potensi negatif berupa gerakan massa (2) potensi positif berupa tambangbatu split. Pada daerah telitian didominasi oleh material berukuran halus. Hal tersebut dapat diinterpretasikan bahwabagian ini merupakan endapan overbank. 3 elemen- arsitektural yang dijumpai di daerah telitian berupa : FloodplainFines (FF), Crevasse channel (CR), dan Levee (LV). Jika melihat ukurannya yang halus endapan overbank inidiendapkan pada lingkungan dengan energi yang lebih rendah.Kata-kata kunci : Fasies, overbank, Anggota Benakat, Formasi Lemat2
STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAN MINERALISASI ENDAPAN PORFIRI Cu-Au BERDASARKAN ANALISIS DATA CORE PADA SECTION 040 DAERAH TAMBANG TERBUKA BATU HIJAU, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, NUSA TENGGARA BARAT Septian Aldrin
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v6i2.5274

Abstract

Sari - Daerah penelitian berada di Batu Hijau, yang merupakan salah satu lokasi tambang terbuka yang di kelolaoleh PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Secara administratif Batu Hijau berada di Kecamatan Sekongkang,Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi geologi,penyebaran zona alterasi, zona mineralisasi dan korelasi hubungannya dengan persebaran kadar Cu-Au padaSection 040 (timurlaut-baratdaya) tambang terbuka Batu Hijau. Penelitian dilakukan menggunakan datapemboran inti batuan dari 10 sumur bor yaitu, SBD293, SBD654, SBD257, SBD229, SBD183, SBD566,SBD002, SBD270, SBD009, dan SBD467. Metode penelitian yang dilakukan berupa detail core logging,analisa petrografi, analisa mineragrafi, dan melakukan analisis statistik untuk mengetahui hubungannya dengansebaran grade Cu-Au. Stratigrafi pada daerah penelitian terdiri atas 4 satuan berurutan dari tua ke muda, antaralain, Satua breksi vulkanik; intrusi diorit kuarsa; intrusi tonalit porfir 1; dan intrusi tonalit porfir 2. Alterasi padadaerah penelitian di bagi menjadi 4 zona alterasi yaitu, zona biotit + magnetit + k-feldspar (tipe potasik); zonabiotit + k-feldspar + klorit (tipe potasik); zona klorit + epidot + kuarsa (tipe propilitik); dan zona serisit + klorit + kuarsa (tipe filik). Sedangkan zona mineralisasi dibagi berdasarkan banyaknya kandungan mineral sulfidadominan antara lain, zona bornit (bornit ± kalkopirit ± pirit); zona kalkopirit (kalkopirit ± bornit ± pirit); zonapirit (pirit ± kalkopirit ± bornit). Berdasarkan analisis statistik diagram Boxplot sebaran kadar Cu–Au dibagimenjadi 3 zonasi yaitu, zona low grade;, zona medium grade; dan zona high grade. Hasil analisis menunjukanzona alterasi dan mineralisasi di daerah penelitian dikontrol oleh kemunculan intrusi tonalit porfir 1. Zona lowgrade Cu (0,01-0,5%) berasosiasi dengan semua zona alterasi, mineralisasi zona kalkopirit dan pirit. Mediumgrade Cu (0,5-1%) berasosiasi dengan zona alterasi biotit+magnetit dan zona serisit+klorit, mineralisasi zonabornit dan zona kalkopirit. High grade Cu (>1%) berasosiasi dengan zona alterasi biotit+magnetit, mineralisasizona bornit dan zona kalkopirit. Low grade Au (0,00-0,5g/t) berasosiasi dengan semua zona alterasi,mineralisasi zona kalkopirit dan zona pirit. Medium grade Au (0,5-1g/t); zona alterasi biotit+magnetit, zonaalterasi serisit+klorit, mineralisasi zona bornit dan zona kalkopirit. High grade Au (>1g/t); zona biotit+magnetit,mineralisasi zona bornit dan zona kalkopirit. Kata-kata kunci: Alterasi, Mineralisasi, Zonasi Grade Cu-Au, Section 040.
GEOLOGI DAN STUDI BATUBARA PADA FORMASI SEMILIR DAERAH TERBAH, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI D.I.YOGYAKARTA Suntoro Roy Habibie
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1947.64 KB)

Abstract

SARI - Daerah telitian secara administratif terletak di daerah Terbah dan sekitarnya, Kecamatan Patuk,Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis berada pada koordinat 448000mE – 454000mE dan 9132000mN – 9136000mN yang tercakup dalam lembar Jabung,Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi D. I. Yogyakarta, lembar peta nomor 1408-313 dengan skala 1 : 12.500dengan zona UTM 49, dengan luas daerah telitian 6 x 4 km.Secara geomorfik, daerah telitian dibagi menjadi tiga satuan bentuk asal, yaitu bentuk asal fluvial SatuanBentuklahan Tubuh Sungai (F1), bentuk asal denudasional Satuan Bentuklahan Perbukitan Terkikis (D1),bentuk asal struktural Satuan Bentuklahan Perbukitan Homoklin (S1) dan bentuk asal struktural SatuanBentuklahan Lembah Homoklin (S2). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu subpararel.Stratigrafi daerah telitian terdiri dari tiga satuan batuan, dari tua ke muda adalah satuan batupasir Kebo-Butakberumur Oligosen Akhir (N1-N3) dengan litologi Batupasir zeolit dan sisipan batulanau, diendapkan padalingkungan pengendapan laut mempunyai hubungan yang selaras dengan satuan batupasir vulkanik Semiliryang berumur Miosen Awal (N4-N6) dengan litologi yang dominan adalah batupasir vulkanik dengan sisipanbatulempung dan batubara yang diendapkan pada zona transisi - neritik (Barker, 1960). Penyebaran batubaradari data lintasan dan analisa profil ditemukan tersebar dihampir seluruh daerah penelitian, dengan lingkunganpengendapan creavase splay, kalori batubara yang terdapat di daerah telitian bervariasi yaitu 1.351, 2.941 dan4.326 cal/g (ASTM). Selanjutnya diatas satuan Semilir diendapkan secara selaras satuan breksi Nglanggranberumur Miosen Awal (N7) yang diendapkan pada zona neritik.Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa sesar mendatar pada satuan batupasir FormasiKebo-Butak dan sesar turun yang berada pada satuan batupasir Formasi Semilir.Kata-kata Kunci : creavase splay, kalori, batubara2
GEOLOGI DAN STUDI FASIES BATUGAMPING FORMASI CAMPURDARAT DAERAH JATIREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PAKISREJO, KABUPATEN TULUNGAGUNG, PROVINSI JAWA TIMUR Muhammad Azen Ansony
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v7i2.5221

Abstract

SARI – Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lokasi penambanganbatugamping. Hal itu dikarenakan besarnya persebaran batugamping di selatan Kabupaten Tulungagung yangberasal dari Formasi Campurdarat. Batugamping cenderung memiliki heterogenitas fasies yang cukup tinggi,sehingga perlu dilakukan analisa fasies dan lingkungan pengendapan untuk mengetahui perkembangan batuankarbonat penyusun Formasi Campurdarat. Berdasarkan aspek geomorfologi, daerah telitian terbagi menjadiSatuan Lereng Struktural (S1), Satuan Perbukitan Struktural (S2), Satuan Perbukitan Struktural Terkikis (S3),Lereng Homoklin (S4), dan Satuan Dataran Aluvial (F1). Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi 6 satuanbatuan, yaitu Satuan breksi-vulkanik Mandalika, Satuan intrusi-andesit, Satuan kalkarenit Campurdarat, Satuanbatugamping-terumbu, Satuan kalsirudit Campurdarat, Satuan endapan-aluvial. Hubungan stratigrafi antaraSatuan breksi-vulkanik Mandalika dengan Satuan kalkarenit Campurdarat adalah tidak selaras, Satuan intrusiandesitmemiliki hubungan memotong Satuan breksi-vulkanik, Satuan batugamping terumbu Campurdaratmemiliki hubungan selaras menjari dengan Satuan kalsirudit Campurdarat, sedangkan Endapan Aluvial secaratidak selaras menutup semua satuan pada daerah telitian. Struktur geologi pada daerah telitian berupa sesarmendatar kiri turun (Normal left slip fault). Lingkungan pengendapan batugamping pada darah telitian berupafasies pengendapan platform interior dan patch reef pada Satuan kalkarenit Campurdarat, platform margin reef pada Satuan batugamping-terumbu Campurdarat, dan foreslope pada Satuan kalsirudit Campurdarat. Polasedimentasi batugamping menunjukkan adanya silkus retrogradasi dengan arah sedimentasi timur laut-baratdaya.Kata-kata Kunci: Formasi Campurdarat, fasies batugamping, fasies pengendapan karbonat
GEOLOGI DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEBAL LAPISAN BATUBARA DI DAERAH CINTAPURI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SIMPANG EMPAT PENGARON, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Hendri Rusmarwanto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.405 KB)

Abstract

Sari - Secara geografis, daerah telitian terletak pada Zona UTM 50 dengan X : 0276499 – 0278700 dan Y : 9640200 –9645000, yang secara administratif berada pada Desa Cintapuri, Kecamatan Simpang Empat Pengaron,Kabupaten Banjar,Propinsi Kalimantan Selatan. Luas daerah penelitian adalah 12 km2 dengan ukuran 3,5 km x 4,5 km2. Geomorfologi daerah telitian dibagi berupa satuan bentuk asal Denudasional (D), Fluvial (F) dan Lahan Bekas Tambang(H). Masing-masing satuan bentuk asal tersebut dibagi menjadi 1 sub satuan geomorfik. Satuan Perbukitan BergelombangLemah (D1) yang menempati 74% dari lokasi penelitian, Rawa (F1) menempati 8% dari lokasi penelitian dan Lahan BekasTambang (H1) menempati 23% dari lokasi penelitian.Lokasi ini masuk di dalam Cekungan Barito yang masuk ke dalam Sub Cekungan Asam-asam. Stratigrafi daerah telitian terdiri dari 2 satuan batuan, berikut ini urut –urutan satuan batuan dari tua ke muda, Satuan Batupasir Warukin terdiri darilitologi batupasir silikaan, batulanau, dan batulempung, umur Miosen tengah – akhir (5,3 jtyl – 16,2 jtyl). Satuan initerendapkan pada lingkungan Upper delta plain - fluvial. Satuan Konglomerat Dahor, terdiri dari litologi konglomerat,batupasir silikaan, lanau dan dengan sisipan lempung. Umur satuan Konglomerat Dahor Miosen akhir – Pliosen (1,6 jtyl –5,3 jtyl). Satuan ini terendapkan pada lingkungan Upper delta plain - fluvial.Faktor-faktor yang mempengaruhi variasi ketebalan lapisan batubara di daerah ini dipengaruhi oleh splitting yang terbentukpada saat proses pengendapan batubara (syn depositional) dan erosional yang terjadi setelah proses pengendapan batubara(post depositional) yang mengakibatkan penipisan pada lapisan batubara pada daerah penelitian.Kata – kata kunci : splitting, pengendapan, batubara. 
GEOLOGI DAN STUDI FASIES GUNUNG API PURBA GUNUNG BUDEG KECAMATAN CAMPURDARAT, KABUPATEN TULUNGAGUNG Wulang Winudharta
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Lokasi penelitian secara administratif terletak pada koordinat X: 597725 - 604525 dan Y: 9095158 –9102605 yaitu pada Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur dimana secarageografis lokasi penelitian berada pada UTM 49 S dengan luas area seluas 6800 m X 7447 m. Studi fasiesgunung api ini dilakukan mengingat di daerah penelitian terdapat indikasi bahwa lokasi ini dahulu merupakansebuah gunung api purba, ini ditunjukkan dengan melimpahnya singkapan batuan hasil gunung api di areapenelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati singkapan yang ada di lapangan kemudian darisingkapan-singkapan tersebut didapatkan data-data geologi daerah penelitian dan juga asosiasi batuan yangmencirikan fasies gunung api tertentu. Geomorfologi daerah telitian terbagi menjadi 5 satuan bentuklahan,yaitu: dataran fluvio vulkanik (V1), perbukitan struktural (S1), perbukitan karst (K1), bukit terkikis (D1),bukit intrusi (D2). Susunan stratigrafi daerah penelitian dengan urutan dari tua ke muda adalah satuan breksiMandalika (Oligosen Akhir-Miosen Awal), satuan andesit Budeg (Oligosen Akhir-Miosen Awal), dan satuanbatugamping Campurdarat (Miosen Tengah, N13). Kemudian fasies gunung api yang berkembang di daerahpenelitian terbagi menjadi 3 yaitu fasies sentral, fasies proksimal, dan fasies medial, ketiga fasies tersebutdidapatkan dari hasil asosiasi batuan yang berkembang di daerah telitian dimana setiap fasies akan mencirikanasosiasi batuan tertentu.Kata-kata kunci : Geologi, Fasies gunung api, Gunung api purba, Kabupaten Tulungagung
GEOLOGI DAN KENDALI SIFAT FISIK - MEKANIK TANAH TERHADAP POTENSI BENCANA GERAKAN TANAH DAERAH TANJUNGANOM, KECAMATAN SALAMAN, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH Muhammad Ferdian Nuur
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2296.356 KB)

Abstract

SARI - Daerah penelitian secara administratif terletak di daerah Desa Tanjunganom, Kecamatan Salaman, KabupatenMagelang, Provinsi Jawa Tengah. Zona UTM (Universal Transverse Mercator) termasuk pada zona 49M pada koordinat400000mE-405000mE dan 9163000mN–9168000mN. Luas daerah telitian 5 km x 5 km atau 25 m dengan skala peta1:15.000. Pola pengaliran berupa subdendritik.satuan geomorfik daerah penelitian adalah Satuan Perbukitan VulkanikBerlereng Curam (V1), Satuan Perbukitan Vulkanik Berlereng Miring (V2), Satuan Dataran Aluvial (F1), dan TubuhSungai (F2). Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan batuan tidak resmi. Urutan dari tua ke mudasebagai berikut: Satuan breksi monomik Kaligesing (Oligosen Akhir – Miosen Awal), satuan breksi laharik Sumbing Tua(Kuarter), satuan breksi piroklastik Sumbing Muda (Kuarter) dan satuan endapan aluvial (Holosen). Lingkunganpengendapan daerah telitian merupakan lingkungan darat dengan fasies vulkanik medial. Struktur geologi yang ditemukanpada daerah telitian berupa sesar mendatar kanan naik sempu dan nama reverseright slip fault yang berpola utara –selatan, dan kekar gerus berpasangan Kranjang Lor dengan arah tegasan utama barat daya – timur laut. Lingkunganpengendapan daerah telitian merupakan lingkungan darat dengan fasies vulkanik medial.Hasil analisis kestabilan lereng pada lereng 1 Kranjang Lor diperoleh hasil kondisi lereng labil dengan FK 0,315 padalereng bagian atas, kondisi lereng kritis dengan FK 1,083 pada lereng bagian tengah, dan kondisi lereng labil dengan FK0,742 pada lereng bagian bawah.Padalereng 2 Klimbangan diperoleh hasil kondisi lereng labil dengan nilai FK 1,007.lereng 3 Planden diperoleh hasil kondisi lereng labil dengan FK1,03, lereng 4 Dukuh Lor diperoleh hasil kondisi lerenglabil dengan FK1,034, lereng 5 Manggoran diperoleh hasil kondisi lereng labil dengan FK1,008, dan lereng 6 Sempudiperoleh hasil kondisi lereng kritis dengan FK1,21.Kata-kata kunci: kestabilan lereng, gerakan tanah. 2
GEOLOGI DAN STUDI GRANULOMETRI ENDAPAN PIROKLASTIK GUNUNGAPI LAMONGAN DAERAH RANU PAKIS DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KLAKAH, KABUPATEN LUMAJANG, PROVINSI JAWA TIMUR Ramonda Taruna Perwira
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari – Daerah penelitian secara administratif terletak di Desa Ranu Pakis dan sekitarnya, Kecamatan Klakah,Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Pada skripsi ini dibahas tentang geologi dan studi granulometriendapan piroklastik Gunungapi Lamongan. Metode yang digunakan menggunakan pemetaan permukaan denganmelakukan pengecekan dilapangan, sampling contoh batuan dan endapan, serta analisa laboratorium maupunanalisa yang dilakukan saat dilapangan.Pola pengaliran yang berkembang yaitu pola aliran radial yang khas berasoisasi dengan tubuh gunungapi,dikontrol kelerengan landai-agak curam. Geomorfologi daerah telitian terdiri dari Satuan parasitic cones (V1),maar (V2), lereng vulkanik bawah (V3), lereng vulkanik tengah (V4), bocca (V5), padang lava (V6), dan aliranlava (V7). Stratigrafi daerah telitian dari tua ke muda terdiri dari Satuan endapan piroklastik Tarub, Satuan endapan maarTarub, Satuan endapan piroklastik letusan luar pusat Tarub, Satuan lava tua Lamongan, Satuan lava letusansamping tua Lamongan, Satuan endapan piroklastik Lamongan, Satuan lava letusan samping muda Lamongan,dan Satuan endapan alluvial yang secara keseluruhan berumur kuarter.Ada 2 analisa granulometri yaitu pada Gumuk Gunung Tarub dan Gunung Lamongan. Penulis melakukananalisa pada litologi berukuran lapilus dan debu pada masing-masing Gumuk. Gumuk Gunung Tarub padaukuran lapilus mempunyai karakteristik yang skewnessnya near symetrical-strongly fine skewed dengan kurtosisplatikurtik dan sortasi buruk. Ukuran debu skewnessnya near symetrical-strongly coarse skewed dengankurtosis platikurtik-leptikurtik dan sortasi buruk. Pada Gumuk Gunung Lamongan pada ukuran lapilus dengankarakteristik skewness strongly fine skewed dengan kurtosis leptikurtik dan sortasi buruk. Ukuran debuskewnessnya fine skewed-strongly fine skewed dengan kurtosis platikurtik dan sortasi buruk.Kata-kata kunci: Granulometri, Lamongan, Piroklastik, Gunungapi
GEOLOGI DAN KUALITAS AIR TANAH BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN KIMIA DAERAH PUTAT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Shobhi Rafif Rizqullah
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v6i2.5269

Abstract

SARI - Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan kualitas airtanah diDaerah Putat yang terletak ± 15 km ke arah timur dari kota Yogyakarta, secara administrasi terletak di DesaPutat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara geografis terletak padazona 49 X: LS 7°51’0” – LS 7°53’30”, Y: BT 110°30’0” – BT 110°32’30”, dan berada pada koordinat X:444000 – 450000 dan Y: 9127000 – 9133000 pada zona UTM 49s. Metode penelitian adalah dengan pemetaangeologi permukaan, kemudian dilakukan analisis laboratorium dan studio untuk menghasilkan peta lintasan,peta geomorfologi, peta geologi serta peta hidrogeologi kaitannya dengan parameter fisik dan kimia untukmengetahui kualitas air tanah daerah penelitian. Secara Geomorfologi daerah penelitian dibagi atas 3 bentuk asalyaitu bentuk asal struktural, vulkanik, fluvial yang dibagi menjadi 4 bentuk lahan berupa Perbukitan Homoklin(S1), Lereng Homoklin (S2), Perbukitan Breksi (V1), Tubuh Sungai (F1). Pola pengaliran yang berkembangpada daerah telitian yaitu subdendritik, merupakan pola aliran dasar yang didominasi oleh proses erosi danpengangkutan material lepas. Cabang sungai yang berkelok menyerupai cabang pohon, dicerminkan denganresistensi dan homogenitas batuan seragam dan dipengaruhi proses pelapukan. Stratigrafi daerah telitian dibagimenjadi 3 satuan, urutan satuan batuan dari yang paling tua adalah Satuan breksi Nglanggeran (Miosen awal), Satuan batupasir Sambipitu (Miosen awal – Miosen Tengah), dan Satuan batugamping Wonosari (MiosenTengah). Analisa hidrogeologi berdasarkan parameter fisik dan kimia yang didapat dari BBTKLPP Yogyakarta,disimpulkan unsur kation (Na, K, Mg, Ca) dan anion (Cl-, SO42 -, HCO3-, CO2) didapatkan bahwa pada LP 9,LP 42, LP 45 memiliki nilai DHL dan TDS diatas nilai normal, namun masih dalam kondisi normal (air tawar).Untuk kebutuhan sehari – hari seperti mencuci, mandi, dan lainnya masih layak, namun kurang layak untukdigunakan sebagai air konsumsi Sedangkan, nilai kation dan anion berasal dari material sumber air tanahtersebut mengalir. Unsur kation – anion pada breksi berasal dari kandungan andesit. Pada batupasir karbonatandan batugamping-berlapis berasal dari kandungan karbonat.Kata-kata kunci : Hidrologi, Stiff, Piper, Gunungkidul
ANALISA FASIES DAN STUDI PALEOGEOGRAFI FORMASI NGRAYONG LAPANGAN „STARK‟ CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA MENGGUNAKAN SIKUEN STRATIGRAFI BERDASARKANDATA WIRELINE LOG, CUTTING, SWC, BIOSTRATIGRAFI DAN PETROGRAFI Muhammad Rabbani
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.471 KB)

Abstract

ABSTRACT - The researches area are located in one of the PT. Pertamina exploration field in North East JavaBasin. Fields "STARK" included in the North East Java Basin, Central Java, where the focus of the research wasthe determination of facies and depositional environment Ngrayong Formation. The study was conducted usingdata owned by PT. Pertamina EP., Including seismic and well log data as the main data and Sidewall Core data,mud log, petrographic section, and biostratigraphy as additional data. The well data that we used for this researchis well M-001 445-771 TVD, well M-002 860-1253 TVD and well M-003 1584 – 1835 TVD. Stratigraphicfeatures of this researches are the top Ngrayong Formation above by an unconformity underlying the BuluFormation and the bottom of Ngrayong Formation unconformably the Tawun Formation. The geologicalstructure is evolving STARK Field anticline and inversion fault. Based on data biostratigraphic age NgrayongFormations are N9-N13. Lithology in Ngrayong Fromation comprises predominantly by clastic limestonewackestone - packestone, shale, calcareous sandstone, and siltstone. Facies and depositional environment thatdeveloped in Ngrayong Formation, Fields "STARK" consists of carbonate mixture of sediments onshore or mixcarbonate terrigenous shorline facies whcih is Skeletal Limestone, laminated limestone and interlaminatedlimestone facies and the paleoenvironment that develops is lagoon, tidal flats, tidal channels, offshore bars.Ngrayong Formation through 3 sequences phases. The first sequence developed LST 1, TST 1 and HST 1.Second, developing TST 2 and HST 2. And final phase LST3, TST3 and HST 3. Keywords : sequence stratigraphy, wireline log, biostratigraphy, Ngrayong Formation

Page 7 of 22 | Total Record : 219