cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
PENYEBARAN TOTAL SULFUR PADA MATERIAL PAF/NAF DAN ASOSIASINYA TERHADAP LINGKUNGAN PENGENDAPAN PEMBAWA LAPISAN BATUBARA DI DAERAH MABU’UN, KECAMATAN WARA, KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Eduardus Bonar Luseno
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1809.53 KB)

Abstract

Sari - Daerah penelitian secara adminitrasi berada di daerah Mabu’un, Kecamatan Wara, Kabupaten Tabalong,Provinsi Kalimantan Selatan. Secara geografis daerah penelitian berada di 115°26'30'' BT - 115°29'15'’ BT dan2°12'30''LS - 2°10'45''LS UTM WGS 1984 (Universal Transverse Mercator), sedangkan secara astronomis beradakoordinat UTM N 9754250 – N 9759750 dan E 326500 – E 332500. Luas daerah telitian 3 km x 3,5 km dengan skala1:12.500.Metode penelitian yang digunakan adalah berupa pemetaan geologi permukaan (Surface Mapping) denganpengambilan data langsung di lapangan. Beberapa analisis yang dilakukan antara lain: struktur geologi, profil,Measured Section serta analisa petrografi yang ditunjang oleh analisa PIMA (Portable Infra red Mineral Analyser)didukung oleh data sekunder dari perusahaan berupa data kualitas batubara (data kalori dan data total sulfur).Pola pengaliran yang berkembang pada daerah penelitian adalah subdendritik yang di kontrol oleh strukturhomoklin dengan topografi landai - miring. Satuan bentukasal pada daerah penelitian diklasifikasikan menjadi empatbentukan asal yaitu antropogenik terdapat bentuklahan lahan tambang (H1), bentukasal Denudasional terdapatbentuklahan lahan rusak (D1), bentukasal Fluvial terdapat bentuklahan Dataran Fluvial (F1) dan Rawa (F2) danbentukasal struktural terdapat bentuklahan Perbukitan Homoklin Bergelombang Lemah (S1). Stratigrafi daerahpenelitian dikelompokkan menjadi empat satuan batuan tak resmi. Dari tua ke muda yaitu Satuan batupasir-karbonanWarukin atas, Satuan batupasir-kuarsa Warukin atas, Satuan batulempung Warukin atas dan Endapan takterkonsolidasiendapan aluvial. Struktur geologi daerah penelitian berupa kekar cleat batubara, kekar pada batupasir-kuarsa yangsemua berarahkan relatif Baratlaut – Tenggara, serta struktur homoklin.Daerah telitian disusun oleh Satuan batupasir-karbonan Warukin atas diendapkan di lingkungan Upper DeltaPlain-Fluviatil dengan sublingkungan channel, Satuan batupasir-kuarsa Warukin atas diendapkan di lingkungan UpperDelta Plain-Fluviatil dengan sublingkungan channel yang berangsur menjadi levee dan serta Satuan batulempungWarukin atas diendapkan di lingkungan Transisional Lower Delta Plain dengan sublingkungan Interdistributary bay. Kata – kata kunci : Subdendritik, Analisa PIMA, total sulfur, struktur homoklin, cleat batubara, kekar, channel, levee,interdistributary bay. 
ANALISIS POTENSI LONGSOR DENGAN METODE FELLENIUS DI DAERAH WONOTOPO, KECAMATAN GEBANG, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH Delvianus Kaesmetan
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi pada lereng-lereng alami, seringmenjadi ancaman bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pada kawasan yang rawanbencana seperti halnya daerah Wonotopo dan sekitarnya, Kecamatam Gebang, Kabupaten Purworejo, ProvinsiJawa Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan jenis gerakan tanah, menentukan zonasi potensilongsor dan tipenya, mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kestabilan lereng, serta mengusulkancara penanggulangannya.Metode yang diterapkan dalam penelitian adalah pemetaan geologi, analisis geologiteknik, selanjutnyamenentukan faktor keamanan lereng.Untuk mengantisipasi terjadinya gerakan tanah, makadibuatlah peta zonasi potensi longsordengan mempertimbangkan tujuh aspek penting yang berperan meliputi:kemiringan lereng, kondisi tanah, batuan penyusun lereng, curah hujan, tata air lereng, kegempaan dan Vegetasi. Setelah dilakukan analisis, Zona berpotensi longsor daerah Wonotopo dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe Bdan C. Zona berpotensi longsor tipe B terdiri dari tingkat kerawanan tinggi dan tingkat kerawanan sedang.Sementara itu zona berpotensi longsor tipe C terdiri dari tingkat kerawanan tinggi dan tingkat kerawananrendah.Kata-kata Kunci :potensi longsor, lereng, kondisi geologi, Daerah Wonotopo
Geologi dan Studi Analisis Potensi Shale Gas Formasi Lower Baong Shale di Lapangan ”Mahakam”, Cekungan Sumatra Utara Doni Satria Ardhi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Cekungan Sumatra Utara merupakan cekungan busur belakang yang terbentuk akibat subduksiyang terjadi antara Lempeng Indian-Australian yang bergerak dibawah Lempeng Eurasia pada Kala EosenAkhir – Oligosen. Secara umum Cekungan Sumatera Utara pada bagian baratdaya berbatasan denganPegunungan Bukit Barisan yang terangkat pada Miosen Tengah, pada bagian tenggara berbatasan dengan BusurAsahan, sedangkan pada bagian timurlaut berbatasan dengan Semenanjung Malaysia, dan pada bagian utaracekungan ini terbuka kearah Laut Andaman.Terdapat formasi serpih (yang sangat tebal dan kaya akan organic matter di Formasi Lower Baongyang berumur Miosen Tengah. Mineralogi Formasi Lower Baong menunjukkan kualitas berpotensi shale gascukup baik dengan memperlihatkan batuan yang disusun oleh batuan lempung dengan mineral lempungdijumpai dalam jumlah yang cukup besar berupa smectite, illite dan kaolinit, mineral karbonat dijumpai dalamjumlah yang sedang berupa kalsit dan siderite serta terdapat oleh kuarsa, disertai sejumlah kecil feldspar,plagioklas, pyrite dengan dan tingkat kerapuhan (Brittleness Index) yang cukup rapuh hingga rapuh sebesar 0.51hingga 0.77.Formasi Lower Baong secara umum mengandung TOC cukup tinggi (0.63 - 1.4%) dengan tingkat kematangan umumnya dikategorikan sebagai mendekati matang (Tmax 426 - 437oC) dan HI=81 - 146 mg HC/g TOC dengan type kerogen II/III. Komposisi kerogen yang terkandung pada seluruh sampel umumnyamengandung 80-90% kerogen vitrinitik (terdiri dari vitrinite dan Non Fluorescence Amorphous yang berasaldari vitrinite yang terdegradasi), kerogen tipe III ini merupakan material organic pembentuk gas.Dari hasil pemodelan sejarah pematangan yang dilakukan di daerah penelitian memperlihatkan bahwapembentukan gas (gas window) berada pada kedalaman 2300 m dengan tebal 552 m pada Formasi lower Baongyang terbentuk pada sekitar 4 juta tahun yang lalu (Miosen Akhir).Perhitungan sumber daya shale gas pada Formasi Lower Baong dengan menggunakan Rumus Jarviedan Lewis, didapatkan volume 1216245135,95 acree.feet menghasilkan adsorb gas sebesar 187,23 TCF danfree gas sebesar 250,11 TCF dengan total dari adsorb gas dan free gas adalah 437,34 TCF. Kata-kata kunci: shale gas, formasi lower Baong, sumber daya
STUDI GEOLOGI DAN KUALITAS AIRTANAH DAERAH PAGUTAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN MANYARAN, KABUPATEN WONOGIRI, PROVINSI JAWA TENGAH Rahajeng Ayu Sari
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.13 KB)

Abstract

SARI - Lokasi penelitian berada di Desa Pagutan dan sekitarnya, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, ProvinsiJawa Tengah. Menurut koordinat UTM terletak pada koordinat 476324mE – 482324mE dan 9131163mN –9135163mN dan secara geografis berada di 110° 47' 6.8127" E - 110° 50' 22.8040" E dan 7° 49' 26.0776" S - 7° 51'36.4211" S. Geomorfologi daerah penelitian dapat dibagi menjadi satuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat (D1),punggungan tererosi kuat (D2), lereng tererosi sedang (D3), perbukitan tererosi sedang (D4), satuan bentuklahanlembah sinklin (S1) lembah homoklin (S2), satuan bentuklahan tubuh sungai (F1) dan satuan bentuklahan dataranaluvial (F2), dengan pola pengaliran yang berkembang adalah subdendritik. Susunan stratigrafi daerah penelitian daritua ke muda yaitu satuan breksi Nglanggran yang berumur Miosen Awal-Miosen Tengah bagian bawah, satuanbatupasir Semilir yang berumur Miosen Awal (N4-N5), satuan batugamping Oyo yang berumur Miosen Akhir (N15N16),danendapanaluvialyangberumurHolosen.Strukturgeologiyangberkembangdidaerahpenelitianyaitulipatanberupasinklin dan sesar mendatar Reverse Right Slip Fault. Potensi airtanah daerah penelitian tidak tergolong baikkarena didominasi sistem akuitar, akan tetapi kualitas airtanah pada daerah penelitian tergolong baik dan aman untukdikonsumsi yang disarankan oleh Permenkes nomor 492/Menkes/Per/IV/2010, hanya saja beberapa sumur di daerahpenelitian memiliki pH yang asam. Airtanah daerah penelitian termasuk ke dalam area 5 yaitu kekerasan karbonat(alkalinitas sekunder) lebih dari 50%, airtanah didominir oleh alkali tanah dan asam lemah. Diagram Stiff menunjukkanairtanah di daerah penelitian masuk dalam tipe CaHCO3 yang berarti dominannya kehadiran kation Ca dan anion HCO3dan tipe MgHCO3 yang berarti dominannya kehadiran kation Mg dan anion HCO3.Kata-kata kunci: air tanah, akuitar, alkali tanah.
FASIES FLUVIAL FORMASI KIKIM, DAERAH BUNGINCAMPANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SIMPANG, KABUPATEN OKU SELATAN, PROVINSI SUMATRA SELATAN Daryono Daryono
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Formasi Kikim merupakan salah satu formasi yang mempunyai peranan penting dalam persoalan tentangsejarah pembentukan dan evolusi stratigrafi batuan sedimen berumur Paleogen pada Cekungan Sumatra Selatan sebabkehadirannya sebagai endapan pre-rift yaitu endapan yang terjadi sebelum atau bersamaan dengan terbentuknyacekungan. Dilakukan studi mengenai analisis fasies dan interpretasi lingkungan pengendapan dari Formasi Kikim yangberlokasi pada Perbukitan Garba dapat memperjelas sejarah pembentukan dan evolusi stratigrafi batuan sedimenberumur Paleogen pada Cekungan Sumatra Selatan. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi 7 satuan batuandari tua ke muda yaitu satuan Filit Tarap, saruan rijang Garba, Satuan Lava-andesit Kikim, Satuan BatupasirkonglomeratanKikim,SatuanBatupasirTalangakar,SatuanBatugampingBaturaja,SatuanSerpihGumai.Hubunganstratigrafisatuan Filit Tarap dan rijang Garba dengan Satuan Lava-andesit Kikim adalah ketidakselarasan(noncomformity). Satuan Lava-andesit Kikim dengan Satuan Batupasir-konglomeratan Kikim adalah selaras. SatuanLava-andesit Kikim dan Satuan Batupasir-konglomeratan Kikim dengan Satuan Batupasir Talangakar yaituketidakselarasan (noncomformity dan disconformity). Satuan Batupasir Talangakar dengan batugamping Baturajaadalah selaras dan Satuan Batugamping Baturaja dengan Satuan Serpih Gumai adalah selaras.Berdasarkan hasil analisisfasies pada Satuan Batupasir-konglomeratan Kikim diperoleh kesimpulan dijumpai elemen arsitektural berupaSedimentary Gravity Flows (SG), Gravel Bars (GB), Sandy Bedforms (SB) dan didapatkan lingkungan pengendapannyaberupa Alluvial Fans gravel bed proximal Braided rivers menurut klasifikasi Miall, 1985. Kata - kata kunci : Kikim, Fasies, Fluvial.
GEOLOGI DAN ANALISIS GEOMETRI BATUPASIR 6000 FORMASI PEMATANG UNTUK IDENTIFIKASI PERANGKAP HIDROKARBON BERDASARKAN DATA SEISMIK DAN LOG SUMUR DI DAERAH “RAA”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Rara Ayunda
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.824 KB)

Abstract

SARI - Lokasi penelitian merupakan salah satu daerah operasional PT. Chevron Pacific Indonesia, yang beradadi Sub Cekungan Rangau, Cekungan Sumatera Tengah yang terletak di Daerah “RAA” berjarak sekitar + 100km2 ke arah barat laut dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dimana penelitian ini difo kuskan pada Kelompok Pematang bagian Upper Red Bed pada Batupasir 6000. Secara regional, daerah penelitian terbentuk pada perioderifting Paleogen yang terendapkan pada lingkungan shallow lacustrine hingga fluvial. Penelitian dilakukandengan mengunakan data primer berupa data seismik 3D, log sumur, data batuan inti, serta data sekunder berupadata petrofisik dan well report. Jumlah sumur yang digunakan sebanyak 20 sumur. Analisis yang dilakukandalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis litologi beserta fasies pengendapan, kandungan hidrokarbondan tipe-tipe geometri perangkap dari Batupasir 6000 pada Formasi Upper Red Bed - Pematang, mengetahuikerangka struktur dan jumlah cadangan hidrokarbon yang terdapat pada daerah penelitian. Berdasarkan hasilanalisis dan interpretasi data seismik 3D, menunjukkan bahwa terdapat tiga arah struktur yang berkembang padaKelompok Pematang, yaitu sesar normal (half graben) yang berarah timurlaut-baratdaya terjadi pada Eosen-Oligosen, sesar mendatar menganan yang berarah utara-selatan yang terjadi pada periode akhir syn-rift dansesar-sesar naik yang berarah baratlaut-tenggara dan yang berarah timurlaut-baratdaya terbentuk akibat terjadiproses reaktifasi pada saat periode kompresi (F3). Secara umum Batupasir 6000 yang terdapat pada FormasiUpper Red Bed-Pematang tersusun oleh litologi batupasir dengan fasies pengendapan berupa braided channel.Berdasarkan analisis peta struktur kedalaman Batupasir 6000 dengan melihat pola-pola tutupan (closure) yangada pada daerah penelitian, ditemukannya 13 tutupan (closure) yang tersebar di lokasi yang sudah dilakukanpemboran maupun yang belum dilakukan pemboran. Dari tutupan(closure) kita dapat mengetahui tipe geometriperangkapnya berupa tiga arah (three way dip-closure) atau perangkap struktur berupa kombinasi sesar danlipatan serta empat arah (four way dip-closure) atau perangkap struktur antiklin. ada jumlah cadangan yangterdapat di Daerah “RAA” senilai 381,84 MMSTB. Dan sumber daya hidrokarbon daerah telitian 11,84MMSTB. Kata kunci : upper red bed, rifting, shallow lacustrin, fluvial, well report, half graben, syn-rift, braided channel,closure, three way dip-closure, four way dip-closure 
GEOLOGI DAN STUDI TRACE ELEMENT UNTUK MENENTUKAN DAMPAK LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA SEAM P3, B2, DAN PR PIT INUL MIDDLE – INUL EAST, KECAMATAN BENGALON, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Eudita Suryani
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.557 KB)

Abstract

Sari - Lokasi penelitian berada di wilayah konsesi PT. Kaltim Prima Coal. Secara administratif terletak didaerah Sangatta, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Secarageografis lokasi penelitian terletak pada koordinat X: 203500 N - 207500 N dan Y: 101500 E - 107000 E yangterletak di area Pit Inul Middle – Inul East. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui kondisi danperkembangan geologi daerah telitian yang meliputi aspek geomorfologi, geologi, stratigrafi, karakteristiklingkungan pengendapan di daerah penelitian serta pengaruh uji kualitas batubara dan trace element terhadaplingkungan pengendapan. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, terdapat bentuk lahan struktural (S1),dataran aluvial (F1), daerah pembuangan lapisan penutup (dumping area) (H1), lereng agak curam hasilpenambangan (H2), dan kolam pengendapan (settling pond) (H3). Pola pengaliran yang berkembang padadaerah telitian yaitu subdendritik. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas satuan batupasir-kuarsa Pulaubalang(Miosen Awal), satuan batulempung Balikpapan (Miosen Tengah-Miosen Akhir), satuan batupasir-kuarsaBalikpapan (Miosen Tengah-Miosen Akhir), satuan Mud Diapir dan satuan endapan aluvial. Strukturgeologi yang berkembang pada daerah telitian berupa sesar naik A yang berada pada satuan batupasir-kuarsaBalikpapan. Lingkungan pengendapan satuan batupasir-kuarsa Pulaubalang yaitu Lower-Upper Delta Plain(Allen, 1998), Satuan batulempung Balikpapan yaitu Lower- Upper Delta Plain (Allen, 1998), Satuanbatupasir-kuarsa Balikpapan yaitu Lower-Upper Delta Plain (Allen, 1998). Kandungan sulfur P3 dan B2memiliki kriteria sulfurnya relatif sedang (0,55-1) (Hunt,1984). Sedangkan kandungan sulfur pada seam PRmenunjukkan hasil kriteria sulfur yang relatif tinggi (>1) (Hunt, 1984). Kandungan abu pada seam P3 dan B2termasuk ke dalam kategori rendah, sedangkan seam PR masuk kedalam kategori tinggi (Hunt, 1984). UnsurTrace Element dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok I, Unsur yang sensitif terhadap lingkungan : As,Hg dan Se. Kelompok II, Unsur yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan : B, Cr, Cu, F, Ni, Vdan Zn. Kelompok III, Unsur yang kurang berdampak terhadap lingkungan : Co.Kata - kata kunci : Geomorfologi, Lingkungan pengendapan, Sulfur, Abu, Trace element
ANALISI PEMODELAN CEKUNGAN LAPISAN BATUAN INDUK PADA LAPANGAN “Y” CEKUNGAN SUMATRA UTARA Yovi Wisnu Wicaksono
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Lokasi penelitian analisis permodelan cekungan lapisan batuan induk berada di daerah Lapangan “Y”Cekungan Sumatra Utara milik daerah PT. Pertamina.Dalam proses penelitian, digunakan data yaitu data geokimia (Total Organic Carbon (TOC), VitriniteReflectance (%Ro), Hydrogen Index (HI), dan Potential Yield (PY)), data biostratigrafi dan umur lapisan, dandata mudlog sumur yang menghasilkan model 1D sejarah penimbunan. Stratigrafi daerah telitian berdasarkandata 4 sumur terdiri atas empat formasi, yaitu Formasi Belumai dengan komposisi batupasir sisipan serpih danbatugamping berumur Miosen awal, Formasi Baong dengan komposisi batulempung dan serpih sisipanbatupasir berumur Miosen tengah, Formasi Keutapang dengan komposisi batupasir dan serpih sisipankonglomerat berumur Miosen akhir, dan Formasi Seurula dengan komposisi batupasir dan konglomerat sisipanserpih berumur Miosen akhir – Pliosen awal yang kemudian secara tidak selaras diatas Formasi Seurula yaituEndapan Alluvial.Lapisan batuan induk menjadi tujuan utama dari hasil permodelan ini. Lapisan Formasi Belumai – FormasiBaong (Miosen awal- Miosen tengah) menunjukkan tipe kerogen III dan II/III dari nilai HI yang berkisar 50240mgHC/gTOC,potensipetroleumsedang-baikyangdilihatdarinilaiTOCantara0,5-1,8wt%danPY2,53,1kg/t, dan tingkat kematangan blum matang – puncak matang dengan Ro 0,45-0,72%Ro di kedalamanberkisar >2000mdpl. Pada sumur WS-5 kematangan didapat hingga puncak matang pada kedalaman 2143mdplyang kemungkinan di sumur WS-5 memiliki total kedalaman pemboran lebih dalam dibanding sumur lainsehingga menunjukkan potensi lapisan batuan induk lebih baik dari sumur lain.Kata-kata Kunci : Cekungan Sumatra Utara, Burial History, Lapisan batuan induk
Geologi dan Studi Formasi Nglanggran, Daerah Patuk – Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Ferry Anggriawan
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Secara administratif lokasi Patuk berada di Kecamatan Patuk. Bagian utara berbatasan denganDesa Srimartani, bagian selatan berbatasan dengan Desa Semoyo, bagian barat berbatasan dengan DesaSitimulyo, Bagian timur berbatasan dengan Desa Ngoro oro dan Desa Nglanggeran. Perkembangan pemukimanumumnya menempati daerah lembah atau dataran di kaki perbukitan. Metodologi penelitian yang digunakanadalah pengambilan data dengan melakukan surface mapping pengambilan contoh batuan (analisis petrografi dananalisa mikropaleontologi), foto singkapan, pengukuran struktur dan deskripsi batuan. Daerah telitian terdiri dari2 satuan bentukan asal, yaitu bentuk asal struktural yang terdiri dari bentuk lahan Perbukitan homoklin (S1),Lembah homoklin (S2), Kuesta (S3), bentuk asal Fluvial yang terdiri atas Dataran Alluvial (F1), Tubuh sungai (F2). Pola pengaliran daerah telitian adalah Subdendritic, Subparallel dan Trellis. Stratigrafidaerah telitian dari tua ke muda yaitu satuan batulapili Formasi Semilir yang berumur Miosen awal, satuanbatupasir tufan Formasi Semilir yang berumur Miosen awal (N5), satuan breksi Formasi Nglanggran yg berumurMiosen Awal. Pada kala Plistosen diperkirakan muncul gunungapi “baru” yang menghasilkan endapan tuf yangmemiliki hubungan tidak selaras dengan satuan breksi Formasi Nglanggran dengan sisipan batupasir. Faseterakhir pengendapan adalah endapan alluvial yang merupakan hasil pelapukan batuan asal. Terdapat struktursesar pada daerah telitian yaitu Normal Left Slip Fault. Dari hasil penelitian, satuan breksi Formasi Nglanggaranmerupakan hasil sedimentasi yang berada di laut, pola sebaran breksi Formasi Nglanggran menempati sebagianbesar daerah telitian pada bagian tengah dengan pola timur laut – barat daya. Kata-kata kunci: Formasi Nglanggran, lingkungan pengendapan, pemetaan
GEOLOGI DAN STUDI FASIES KARBONAT FORMASI KALIPUCANG, DAERAH ROGODADI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BUAYAN, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH Denny Hermawan
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3309.185 KB)

Abstract

SARI - Daerah telitian secara administratif termasuk dalam daerah Rogodadi dan sekitarnya, KecamatanBuayan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada 109° 26' 48.5621" - 109°29' 32.3030" BT dan 7° 39' 35.3445" - 7° 42' 18.6898" LS, sedangkan dalam proyeksi UTM (UniversalTransversal Mercator) WGS 1984 terletak pada 328700-333700 dan 9148000-9153000. Geomorfologi daerahpenelitian dapat dibagi menjadi enam satuan bentuklahan, yaitu: bentuklahan perbukitan karst (K1) dan uvala(K2), satuan bentuk lahan Lereng Homoklin (S1), satuan bentuk lereng sisa vulkanik (V1), satuan bentuklahandataran aluvial (F1) dan satuan bentuklahan tubuh sungai (F2). Pola Pengaliran yang berkembang pada daerahtelitian dapat dibagi menjadi dua pola pengaliran, yaitu: dendritik, subdendritik, paralel, dan multibasinal.Stratigrafi daerah telitian dapat dibagi menjadi empat satuan batuan, dengan urutan dari tua ke muda, yaitu:satuan breksi Gabon, satuan batugamping Kalipucang, satuan batupasir-karbonatan Halang dan endapan aluvial.Struktur geologi berupa sesar naik pada daerah Kalisari pada Satuan batugamping Kalipucang dengan arahpergerakan relatif ke selatan. Dari hasil analisis stereonet, sesar ini termasuk dalam kategori Thrust Slip Fault.Satuan batugamping Kalipucang terdiri dari litologi benthic forams wackestone, corals wackestone, benthicforams packstone, large forams packstone, corals packstone, benthic forams grainstone, large foramsgrainstone, stromatoporoid boundstone, dan red algae boundstone. Litologi batugamping Kalipucang dapatdikelompokan menjadi empat satuan litofasies, yaitu: satuan wackestone Kalipucang, satuan packstoneKalipucang, satuan grainstone Kalipucang, dan satuan boundstone Kalipucang. Formasi Kalipucangterendapkan pada lingkungan interreef lagoon, reef dan reef flat lagoon. Kata-kata kunci: batugamping, litofasies, reef, lagoon.

Page 6 of 22 | Total Record : 219