cover
Contact Name
Yunika Purwanti
Contact Email
jtfp@umus.ac.id
Phone
+6289618559484
Journal Mail Official
jtfp@umus.ac.id
Editorial Address
Jalan Diponegoro KM 2, Pesantunan Brebes
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Technology and Food Processing (JTFP)
ISSN : -     EISSN : 2775247     DOI : https://doi.org/10.46772/jtfp.v1i02
Fokus and Scope Fokus dan ruang lingkup dari Journal of Technology and Food Processing (JTFP) terkait dengan ilmu dan teknologi pangan sebagai berikut. a. Pengolahan dan distribusi pangan b. Sanitasi dan keamanan pangan c. Bioteknologi pangan d. Manajemen dan mutu pangan e. Pangan fungsional f. Pengemasan dan penyimpanan pangan g. Microbiologi pangan h. Diversifikasi pangan i. Nanoteknologi j. Analisa organoleptik
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 02 (2024): Juli" : 5 Documents clear
FORMULASI TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP DAYA KEMBNAG DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PADA FUDGY BROWNIES. Nur hidayat, Rizki Nur hidayat; Nurwati; Purwanti, Yunika
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i02.1517

Abstract

Fudgy brownies merupakan produk bakery yang didominasi cokelat dan memiliki tekstur yang padat. Pembeda utama brownies dari fugdy brownies lainnya adalah penggunaan cokelat yang banyak, tidak memiliki pengembangan yang signifikan, dan teksturnya yang unik (Hyslop, 2022). Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perbedaan daya kembang  dan karakteristik organolaptik fudgy brownies yang berbeda dari berbagai formulasi tepung tempe dan tepung terigu, serta mendapatkan formulasi tepung tempe dan tepung terigu yang menghasilkan fudgy brownies dengan daya kembang dan organolaptik terbaik. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0(100%:0%), P1 (90%:10%), P2 (85%:15%), P3 (80%:20%). Data yang diperoleh dari analisis daya kembang dan karakteristik organolaptik (hedonik) dianalisis menggunakan metode ANOVA (Analysis of Varians) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Semua analisis data dihitung dengan bantuan komputer program SPSS 20.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa formula terbaik yang diperoleh pada fudgy brownies tepung tempe dengan persentase 10% (P1) , nilai hasil penelitian mutu hedonik dan daya kembang fudgy brownies tepung tempe 10% (P1) menunjukkan daya kembang 19,5 -25,2(P0 dan P1)(nilai daya kembang terbaik), nilai mutu 4.07 (aroma coklat dan sedikit aroma tempe), nilai mutu tekstur 4.10 (agak lembut), nilai mutu warna 4.37 (agak cokelat kehitaman). Sifat hedonik rasa 4.30 (suka), sifat hedonik tekstur 4.10  (suka) dan sifat hedonik warna 4.37 (suka).
KAJIAN KEAMANAN PANGAN INDUSTRI TAHU KALIPUTIH BERDASARKAN HYGIENE DAN SANITASI DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR Faizah; Erawati, Rara; Raharditya, Carantia; Rini, Poppy Ambar; Hafizhi, Alif; Fauziyyah, Yumna Nurul; Muzakiyah, Lukvinda Asfi; Latifasari, Nurul
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i02.1539

Abstract

Tofu is a staple food in Indonesia, widely consumed and produced by small and medium-scale industries using simple methods. However, these industries face significant food safety challenges, primarily due to producers' limited knowledge and skills in hygiene and sanitation practices. This study was conducted in a small-scale tofu industry in Kaliputih Village, Banyumas Regency, to assess food safety practices related to personal hygiene, food hygiene, sanitation, raw material quality, processing room layout, and waste management. The findings revealed inadequate personal hygiene practices, including handwashing and the use of clean clothing. Equipment and raw material washing processes did not meet hygiene standards, and the processing room layout increased the risk of cross-contamination. The use of unsafe well water and improper wastewater treatment practices contributed to environmental pollution. Additionally, the tofu industry lacked a valid business license, raising legal and operational risks. Proposed solutions include implementing stricter sanitation practices, using clean water, improving wastewater treatment, and obtaining official permits to enhance food safety standards and protect consumer health. This study aims to contribute to improving tofu industry practices and ensuring the safety of its products for consumption.
LIMBAH UDANG SEBAGAI KALDU BUBUK: ANALISIS KADAR AIR, AKTIVITAS AIR, DAN EVALUASI ORGANOLEPTIK DENGAN METODE PENYANGRAIAN Diah Eka Maulina; Nurwati; Muhamad Hasdar
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i02.1542

Abstract

Limbah udang (kulit dan kepala) dapat dimanfaatkan untuk membuat kaldu bubuk yang sering digunakan sebagai penambah rasa pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah udang dalam pembuatan kaldu bubuk dengan memperhatikan kadar air, aktivitas air, dan aspek organoleptik. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan berbeda dalam proses pengeringan dan tiga kali pengulangan. Keempat perlakuan tersebut melibatkan variasi waktu penyangraian, yaitu K1 (30 menit), K2 (40 menit), K3 (50 menit), dan K4 (60 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air yang sesuai standar terdapat pada perlakuan K4 (3,93). Aktivitas air (Aw) kaldu bubuk berkisar antara 0,4 hingga 0,52. Dalam uji organoleptik, perlakuan terbaik pada parameter kenampakan adalah K1 (dengan skor 6,48), sedangkan pada parameter aroma, perlakuan terbaik adalah K2 (dengan skor 6,25). Nilai tertinggi pada parameter rasa ditemukan pada perlakuan K3 (dengan skor 6,30). Selain itu, perlakuan K4 memberikan tekstur terbaik (dengan skor 6,87), dan parameter warna terbaik ditemukan pada perlakuan K1 (dengan skor 6,57). Dengan demikian, berbagai waktu penyangraian dapat digunakan untuk menghasilkan kaldu bubuk dengan kualitas yang seimbang dan sesuai dengan preferensi konsumen.
ANALISIS NILAI ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN TENGGIRI (Scomberamorus sp.) DENGAN PENAMBAHAN DAN TANPA PENAMBAHAN TEPUNG BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) Wibowo, Tri Adi; Untari, Desy Sasri; Hadiqurodin, Dayu; Rahmawati, Suci Hardina
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i02.1543

Abstract

Nugget ikan tenggiri adalah produk olahan yang umumnya digemari karena cita rasanya yang khas dan teksturnya yang lezat. Selain itu, nugget ikan tenggiri juga merupakan sumber protein hewani yang kaya gizi dan rendah lemak, sehingga sangat baik untuk kesehatan. Olahan nuget dari bahan dasar tenggiri perlu diolah dengan cara dan bahan pendukung yang juga sehat dan tidak merusak atau mengurangi kadar kandungan yang terdapat pada ikan tenggiri. Namun dalam pembuatan nuget tentu membutuhkan pewarna untuk memberikan kesan dan tampilan yang estetik pada hasil akhir. Pewarna alami, khususnya bunga telang, telah menjadi subjek penelitian yang menarik dalam pengembangan pangan. Bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung pigmen alami yang dapat memberikan warna biru atau ungu pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap produk nugget ikan tenggiri dengan penambahan tepung bunga telang dan tanpa tepung bunga telang melalui uji organoleptik pada masyarakat Desa Tanjung Harapan kecamatan Seputih Banyak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa uji organoleptik pada nugget ikan tenggiri dengan penambahan bunga telang menunjukan hasil selang kepercayaan yaitu 7,19 < m < 8,17, sedangkan nugget iken tenggiri tanpa penambahan bunga telang menunjukan hasil selang kepercayaan . 6,49 < m < 8,47 . Dari hasil tersebut menunjukan bahwa nugget ikan tenggiri dengan penambahan bunga telang lebih dalam uji organoleptik menunjukan nilai yang lebih layak dari pada nugget ikan tenggiri dengan tanpa penamabahan tepung telang.
Pengaruh Subtitusi Tepung Talas (Colocasia Esculenta L. Schott) Terhadap Kualitas Uji Organoleptik Nugget Ayam Kampung: Pengaruh Subtitusi Tepung Talas (Colocasia Esculenta L. Schott) Terhadap Kualitas Uji Organoleptik Nugget Ayam Kampung Anwar, Rohmatu; Wibowo, Tri Adi; Untari, Desy Sasri
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i02.1544

Abstract

Nugget ayam merupakan salah satu produk olahan dari daging ayam yang digiling halus dan diberi berbagai bumbu serta dicampur dengan bahan pengisi (filler) dan bahan pengikat (binder), serta dilapisi dengan tepung roti (breadcrumb). Proses pembuatan nugget antara lain pengukusan dan penggorengan. Daging ayam mengandung gizi yang tinggi, protein pada ayam yaitu 18,2 gr, sedangkan lemaknya berkisar 25gr, kadar air daging ayam sebesar 68-75% dan zat mineral 3,2%. Daging didefinisikan sebagai semua jaringan hewan dan semua produk hasil pengolahan jaringan tersebut yang sesuai untuk dimakan serta tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang memakannya. Laju pertumbuhan subsektor peternakan pada tahun 2016 sebesar 4,03%, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 sekitar 3,57%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung talas (Colocasia esculenta (L.) schott) terhadap uji organoleptik nugget ayam kampung. Metode penelitian inii menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dengan SPSS atas 3 perlakuan 3 ulangan dan hasil data penelitian dianalisis dengan menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Perlakuan penelitian meliputi prosentase penggunaan tepung talas yaitu T0 (100% Tepung tapioka), T1 (50% Tepung Tapioka, 50% Tepung Talas), T2 ( 70% Tepung Talas, 30% tepung Tapioka). Variabel yang diukur meliputi : uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) nugget ayam kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung talas pada nugget ayam kampung dengan level 70% berpengaruh nyata (P0,05) terhadap rasa Kesimpulan pada penelitian ini ialah penambahan tepung talas 70% pada nugget ayam kampung memberikan hasil terbaik terhadap aroma, rasa, tekstur dan warna.

Page 1 of 1 | Total Record : 5