cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
PENGARUH PEMAKAIAN BREASTFEEDING PILLOW TERHADAP KENYAMANAN IBU DAN KEPUASAN BAYI DALAM PROSES MENYUSUI DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR Fitriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.217

Abstract

Breastfeeding pillow atau bantal menyusui merupakan salah satu kunci keberhasilan program ASI. Penelitian ini bertujuan (1) Menilai pengaruh pemakaian Breastfeeding Pillow terhadap kenyamanan ibu dalam proses menyusuidi Puskesmas Batua Makassar. (2) Menilaipengaruh pemakaian Breastfeeding Pillowterhadap kepuasan bayi dalam proses menyusui di Puskesmas Batua Makassar (3) Menilai perbedaan pengaruh pemakaian Breastfeeding Pillow dengan bantal biasa terhadap kenyamanan ibu dan kepuasan bayi dalam proses menyusui.Lokasi peneltian di Puskesmas Batua Makassar.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, Sampel dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dan bayinya dengan jumlah40 ibu menyusui dengan 20 kelompok perlakuan dan 20 kelompok kontrol dengan pembagian 7 bayi usia 0-2 bulan, 7 bayi usia 3-4 bulan, 6bayi usia 5-6 bulan dan diobservasi selama 2 bulan. Analisis data dilakukan dengan analisis distribusi, analisis perbedaan dan pengaruh dengan uji statistic uji Fisher’s Exact dan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian breastfeeding pillow berpengaruh terhadap kenyamanan ibu dan kepuasan bayi dalam proses menyusui (p < 0,05) dimana sebanyak 20 ibu (100%) dengan kategori nyaman dengan memakai breastfeeding pillow pada proses menyusui dan sebanyak 19 bayi (95%) dengan kategori puas dengan memakai breastfeeding pillow pada proses menyusui. Untuk itu, Perlu sosialisasi pada ibu menyusui tentang pemakaian alat bantu seperti breastfeeding pillow untuk memudahkan ibu sehingga ibu dan bayinya merasa nyaman dan puas selama proses menyusui berlangsung.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR9 Rosmina Situngkir
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.218

Abstract

Rasa takut untuk bergerak setelah 2 jam pasca melahirkan pada ibu nifas karena mereka khawatir gerakan yang dilakukan akan menimbulkan dampak seperti nyeri dan perdarahan. Apabila ibu nifas melakukan mobilisasi setelah bersalin, bisa mempercepat proses involusi uteri. Salah satu bentuk mobilisasi stelah bersalin adalah dengan melakukan senam nifas yang bermanfaat untuk mengembalikan kondisi kesehatan dan memperbaiki regangan otot-otot setelah kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap kecepatan involusi uteri pada ibu post partum di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Pre Eksperimental Design. Jumlah sampel 30 responden kelompok ibu post partum normal yang dibagi menjadi 2 kelompok 15 responden diberi perlakuan senam nifas dan 15 responden tidak diberi perlakuan senam nifas. Sampel dipilih dengan cara non probability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diobservasi pada hari ke 7 setelah dilakukan senam nifas pada kelompok kasus dan pada kelompok kontrol dilakukan observasi untuk melihat perbedaan kecepatan involusi uteri. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda Mann-Whitney dengan kemaknaan α = 0,05 didapatkan nilai p=0,001, hal ini menunjukkan nilai p < 0,05 maka dapat disimpulkan hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak artinya ada pengaruh senam nifas terhadap kecepatan involusi uteri pada ibu nifas di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak ibu post partum yang mengalami perubahan kecepatan involusi uteri dalam kategorik cepat. Oleh karena itu, bagi petugas kesehatan disarankan untuk meningkatkan lagi motivasi kepada ibu post partum untuk melaksanakan senam nifas baik melalui penyuluhan atau melalui leaflet dan poster.
GAMBARAN PELAKSANAAN SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERI DAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PUSKESMAS BARA-BARAYA PERIODE MARET – APRIL TAHUN 2017 Armiyati Nur
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.219

Abstract

Masa nifas merupakan masa setelah persalinan. Ibu yang habis melahirkan akan menjalani masa nifas. Masa nifas ini merupakan masa yang bermula dari beberapa jam setelah plasenta bayi lahir dan akan berakhir 6 minggu setelah ibu melahirkan. Involusi uterus pada ibu post partum merupakan proses yang sangat penting karena ibu memerlukan perawatan yang khusus, bantuan dan pengawasan demi pulihnya kesehatan seperti sebelum hamil. Salah satu indikator dalam proses involusi adalah tinggi fundus uteri. Faktor yang mempengaruhi involusi adalah mobilisasi (senam nifas), paritas, umur, status gizi dan menyusui.Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran kejadian senam nifas dengan kejadian involusi uteri.Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei/observasional,. Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum dengan jumlah 30 kasus. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling, jadi sampel peneliti adalah 30 kasus.Hasil penelitian adalah umur 20 – 30 tahun yaitu sebanyak 24 responden (80%), tingkat pendidikan paling banyak SMP sebanyak 11 responden 36.7%, jenis pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 30 responden (100%), danparitas ibu sebanyak 14 responden (46.7%). Involusi uteri yang cepat penurunannya sebanyak 22 responden (73.3%), luka perineum yang lebih cepat kering sebanyak (66.77%),Dari hasil penelitian ini, maka disarankan ibu post partum agar bisa atau melakukan senam nifas yang sudah di ajarkan oleh petugas kesehatan. Untuk meningkatkan atau menghindari perdarahan pada ibu post partum atau pasca persalinan. Senam ini juga dapat mempercepat proses pemulihan uterus dan luka perineum secara cepat.
EFEKTIFITAS DAUN MINT TERHADAP HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RUMAH SAKIT DAERAH HAJI MAKASSAR TAHUN 2017 Imelda Iskandar
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.220

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan mual muntah berlebihan pada wanita hamil sampai menganggu pekerjaan sehari-hari. Pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian daun mint terhadap rasa mual dan muntah dengan hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Daerah Haji Makassar tahun 2017.Distribusi frekuensi umur responden yang mengalami mual muntah paling tinggi adalah responden yang berumur 20-35 tahun sebanyak 10 (66,7%) responden, responden yang mengalami mual muntah terbanyak berpendidikan SD yaitu sebanyak 9 (60%) responden, responden yang mengalami mual muntah yang bekerja sebagai IRT sebanyak 9 (60%) responden, responden yang mengalami mual muntah paling tinggi adalah responden yang hamil trimester I sebanyak 11 (73,3%), responden yang mengalami mual muntah terbanyak adalah ibu hamil yang multigravida sebanyak 8 (53,3%) responden.Berdasarkan distribusi frekuensi mual dengan hiperemesis gravidarum yang paling tinggi responden yang mualnya berhenti sebanyak 5 (33,7%) responden.Frekuensi muntah dengan hiperemesis gravidarum yang paling tinggi adalah responden yang muntahnnya berhenti sebanyak 3 (20%) responden.Berdasarkan uji chi square di simpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian daun mint dengan hiperemesis gravidarum.Diharapkan ibu hamil lebih memperhatikan makanan yang di konsumsinnya yang menimbulkan mual muntah supaya tidak mengkonsumsi makanan tersebut agar bisa mengurangi mual muntah. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait penyuluhan penanganan hiperemesis gravidarum.Meningkatkan penelitian yang serupa dengan menambahkan variabel penelitian sehingga didapatkan hasil penelitian yang lebih sempurna.
DROP OUT PEMBERIAN IMUNISASI LENGKAP PADA ANAK BALITA (Studi Analitik Di Puskesmas Batua Makassar) Nurhayati
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.221

Abstract

Disadari bahwa program imunisasi merupakan kegiatan terhadap penyakit-penyakit menular tertentu yang dapat dicegah dengan pemberian Imunisasi. Dengan kegiatan ini diharapkan angka kesakitan dan angka kematian pada bayi /anak dapat diturunkan. Salah satu jenis imunisasi yang sudah lama dilaksanakan di Indonesia sejak dirintis , pengembangan program imunisasi yaitu imunisasi DPT dengan sasaran bayi/anak yang berumur 3-14 bulan.Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang menmpengaruhi pelaksanaan program imunisasi dengan tingginya kejadian drop out di Puskesmas Batua Makassar.Berdasarkan tujuan penelitian maka jenis penelitian yang sesuai adalah jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional study yaitu suatu rancangan yang mempelajari hubungan antara kejadian drop out pemberian imunisasi dengan variabel penelitian yaitu pengetahuan ibu tentang imunisasi, keaktifan petugas imunisasi dan jarak tempat pelayanan kesehatan khususnya imunisasiHasil penelitian ini adalah Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian drop out imunisasi (p value (0,012 ) < α (0,05), Ada hubungan antara keaktifan petugas dengan kejadian drop out imunisasi (p value (0,005) < α (0,05), hal ini berarti yang memahami program imunasasi baik sedangkan yang lain kurang, Ada hubungan antara jarak tempat pelayanan kesehatan dengan kejadian drop out imunisasi (p value (0,012) < α (0,05), yang merupakan faktor penyebab yakni transport, waktu menunggu sehingga hubungan antara jarak tempat pelayanan kesehatan dengan kejadian drop out imunisasi adalah hubungan yang kuat.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, keaktifan petugas kesehatan, tempay pelayanan kesehatan dengan kejadian droup out imunisasi. Diharapkan petugas terkait yang memberikan penyuluhan tentang program imunisasi lebih menjelaskan tentang pengertian imunisasi kepada masrayakat, terutama wanita usia subur ( WUS ) dan ibu-ibu.Diharapkan petugas dan kader kesehatan yang memberikan penyuluhan/ sosialisasi tentang imunisasi kepada masyarakat, terutama wanita usia (WUS ) subur dan ibu-ibu.Diharapkan petugas terkait yang mendatangi masyarakat melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memberikan pengertian tentang imunisasi kepada masyarakat.
HUBUNGAN KINERJA DOSEN DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI-S1 KEPERAWATAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS MAKASSAR Matilda Martha Paseno
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.222

Abstract

Kinerja dosen adalah kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas yang dimiliki dosen dalam menyelesaikan suatu pekerjaannya. Prestasi kerja atau penampilan kerja (performance). Di Institusi perguruan tinggi bukan hanya memiliki tenaga dosen yang mempunyai pendidikan yang tinggi tapi juga harus memiliki kinerja dosen yang baik untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa sehingga mampu mencapai tujuan atau perencanaaan pembelajaran yang diharapkan. Tujuan peneletian ini adalah untuk mengetahui hubungan kinerja dosen dengan motivasi belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasi (hubungan) dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi-S1 Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar yang terdiri dari 406 orang mahasiswa. Metode pengambilan sampel dengan tekhnik sampling Proportionate Stratified Random Sampling dan memiliki responden sebanyak 198 orang.Instrumen yang digunakan dalam peneltian ini adalah kuesioner yang berisi data karakteristik mahasiswa, kinerja dosen dengan 20 pernyataan, dan motivasi belajar mahasiswa dengan 10 pernyataan. Analisa data dengan menggunakan SPSS for windows versi 19 dengan uji alternatif dari chi square yaitu uji pearson chi square. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai X2hitung= 34,441 dan X2tabel=5,591 sehingga nilai X2hitung > X2tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan kinerja dosen dengan motivasi belajar mahasiswa program studi-S1 keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar. Kinerja dosen dapat mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar harus sesuai dengan kriteria kinerja dosen seperti, penampilan, kemauan dan kemampuan mengajar, dan kemampuan beradaptasi yang baik.
GAMBARAN LAMA PENGGUNAAN KB SUNTIK DEPO PROGESTIN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN IBU DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU MAKASSAR PERIODE MEI – JUNI 2017 Pratiwi Bayuningrum
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.223

Abstract

KB Suntik Depo Progestin adalah jenis suntikan KB yang mengandung hormon Depo Medroxyprogesterone Acetate (Hormon Progestin) dengan volume 150 mg. Alat kontrasepsi ini diberikan setiap 3 bulan atau 12 minggu. Suntikan pertama diberikan 7 hari pertama saat periode menstruasi anda, atau 6 minggu setelah persalinan. Suntikan KB ini ada yang dikemas dalam cairan 1 ml atau 3 ml.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lama penggunaan KB suntik depo progestin terhadap peningkatan berat badan ibu di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar tahun 2017.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah populasi 61 akseptor dan jumlah sampel 40 akseptor.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akseptor KB yang menggunakan KB suntik depo progestin sebanyak 61 (68,54%) akseptor, umur 20-35 tahun sebanyak 29 (72,5%) akseptor, lama penggunaan >1 tahun sebanyak 40 (100%), peningkatan berat badan ibu sebanyak 40 (100%) akseptor.Kesimpulan bahwa akseptor KB banyak ditemukan yang menggunakan KB suntik depo progestin, umur 20-35, lama penggunaan >1 tahun, kenaikan berat badan ibu bertambah 1 kg. Maka disarankan bagi akseptor harus mengetahui KB yang cocok dan mengetahui semua efek samping dari jenis KB yang akan diapakai, terutama KB suntik yang sering digunakan oleh masyarakat.
DROP OUT IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL (Studi Analitik Di Puskesmas Pekkae Kabupaten Barru) Syarah Wahyuni Syamsir
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.224

Abstract

Tetanus neonatarom yang terjadi pada bayi disebabkan adanya infeksi melalui tali pusat. Penyakit ini disebabkan karena clostridium tetani yang bersifat anaerob dimana kuman tersebut berkembang tanpa adanya oksigen. Tetanus pada bayi ini dapat disebabkan karena tindakan pemotongan tali pusat yang kurang steril, untuk penyakit ini masa inkubasinya antara 5-14 hari.Angka Kematian Bayi (AKB) disebabkan oleh tetanus neonatorum di Indonesia masih tinggi pada tahun 2013, dilaporkan terdapat 78 kasus Tetanus Neonatorum dengan jumlah meninggal 42 kasus. Dengan demikian, Case Fatality Rate (CFR) Tetanus Neonatorum pada tahun 2013 sebesar 53,8%, meningkat dibandingkan tahun 2012 yang sebesar 49,6%. Kasus yang meninggal tersebut dilaporkan dari 11 provinsi. (Depkes RI, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor determinan drop out imunisasi Tetanus Toxoid (TT) ibu hamil di Puskesmas Pekkae Kabupaten Barru.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, Yaitu suatu rancangan yang mengkaji hubungan variable independen (petahuan, akses pelayanan kesehatan, efek samping, dukungan keluarga, dan paritas) dengan variabel dependen (drop out imunisasi tetanus toxoid ibu hamil).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara efek samping dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara paritas dengan drop out imunisasi TT ibu hamil.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan, akses pelayanan kesehatan, efek samping, dan paritas dengan droup out imunisasi TT ibu Hamil. Disarankan perlunya peningkatan pengetahuan ibu akan informasi kesehatan khususnya imunisasi baik yang dilakukan oleh kader kesehatan ataupun petugas kesehatan, diharapkan kepada petugas kesehatan memberikan pelayanan sayang ibu agar pada saat imunisasi ibu tidak terlalu merasakan efek samping dari pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT), dan diharapkan kepada ibu hamil yang sudah berpengalaman melahirkan agar tetap mendapatkan imunisasi TT agar dapat terhindar dari penyakit tetanus dan bagi anaknya tidak menderita tetanus neonatorum.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP REDUKSI NYERI ARTHRITIS DI PUSKESMAS PADONGKO KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU Andi Arniyanti
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.225

Abstract

Pada tahun 2013 diseluruh dunia jumlah lanjut usia diperkirakan 500 juta usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar. Penyakit yang sering terjadi pada lansia salah satunya yaitu gangguan persendian seperti arthritis dan di Indonesia, diperkirakan 360.000 orang menderita penyakit ini, salah satu penanganan yang bisa diberikan yaitu senam lansia.Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Senam Lansia Terhadap Reduksi Nyeri Arthritis Di Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru.Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain one group Pre-test and Post-test. Dengan Populasi penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru dengan jumlah 154 orang dan Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang baru mengikuti senam lansia yang memenuhi kriteria dengan jumlah 14 orang dan penelitian ini menggunakan uji statistik uji t.Dari hasil uji statistik uji t didapatkan hasil pemberian perilaku senam lansia dan reduksi nyeri diperoleh nilai signifikansi pada pertemuan pertama nilai p=0,019 < α 0,05 dan pada pertemuan kedua nilai p = 0,000 < α 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh senam lansia terhadap reduksi nyeri arthritis.Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh senam lansia terhadap reduksi nyeri arthritis di Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Kepada lansia yang menderita arthritis dapat melakukan senam lansia untuk penunurunan sensasi nyeri dan kepada peneliti selanjutnya yang berminat untuk meneliti tentang pengaruh senam lansia terhadap reduksi nyeri arthritis diharapkan lebih memperdalam penelitian untuk memperoleh hasil yang lebih memuaskan.
GAMBARAN EVALUASI PROGRAM PENGAWASAN MINUM OBAT (PMO) PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI PUSKESMAS KABUPATEN KOLAKA UTARA Muhammad Hatta; Renaldi M; Verawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.226

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. Tuberkulosis menyebabkan 5000 kematian per hari, atau hampir 2 juta kematian per tahun di seluruh dunia. Masih ditemukan banyak kendala dalam pelaksanaan program penanggulangan TB dalam pengawasan minum obat di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kolaka Utara.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Program Pengawasan Minum Obat (PMO) Pada Pasien Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2015.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana Informan ditentukan sebanyak 11 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik indepth interview (wawancara mendalam) selanjutnya dianalisis dengan metode content analysis.Input (masukan) pelaksanaan program penanggulangan TB dalam pengawasan minum obat (PMO) sudah berjalan dengan baik dan terjadi karena ketersedian tenaga PMO dan ketersediaan dana yang saling mendukung. Proses dalam hal ini pelaksanaan program Pengawas Minum Obat (PMO) dilaksanakan dengan baik karna petugas kesehatan terlibat langsung dalam melaksanakan PMO. Outputnya adalah berkurangnya pasien TB karena PMO berhasil dalam menjalankan tugasnya dimana semua pasien patuh dalam meminum obat.Saran diberikan kepada petugas TB diharapkan untuk lebih meningkatkan kunjungan, pemantauan, dan penyuluhan kepada PMO supaya PMO lebih memahami tugas dan fungsinya, diantaranya mengingatkan dan mengawasi penderita dalam meminum obat sehingga membantu proses penyembuhan penderita TB.