cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
FAKTOR YANG BERUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SUPIR BUS PO MEGA MAS MAKASSAR Andi Tenriola Fitri Kessi; Ade Wira Listrianti Latief; Fitri Fadhilla
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.663

Abstract

Kelelahan (fatigue) merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan derajat kesehatan tenaga kerja, ditandai dengan penurunan kemampuan fisik dan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Kondisi ini dapat meningkatkan kesalahan kerja serta risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada sopir Bus PO Mega Mas Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara singkat terhadap responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan untuk menguji hubungan kualitas tidur, waktu istirahat, dan durasi mengemudi dengan tingkat kelelahan kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p = 0,005) dan antara durasi mengemudi dengan kelelahan kerja (p = 0,035). Sementara itu, waktu istirahat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,334). Berdasarkan temuan ini, disarankan perusahaan menyediakan fasilitas ruang tidur pengemudi yang bersih, sehat, nyaman, dan memiliki suhu yang sesuai. Perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi mengenai pentingnya waktu istirahat serta cara memanfaatkannya secara optimal untuk memulihkan energi dan mengurangi kelelahan. Sopir diharapkan memperhatikan durasi mengemudi, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, serta melakukan peregangan atau latihan ringan setiap kali berhenti. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kekakuan otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan menurunkan risiko kelelahan kerja.
GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA DI SMAN 5 MAROS Esse Puji Pawenrusi; Husnul Arbma Burhan; Hardianti; Iskandar Zulkarnaen; Sitti Nurhadijah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.665

Abstract

Latar belakang: Data World Health Organization menyebutkan lebih dari 350 juta orang di dunia mengalami stres. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia melaporkan 80% kasus bunuh diri remaja tahun 2022 berkaitan dengan kegagalan hubungan percintaan. Observasi di SMA Negeri 5 Maros menunjukkan 373 dari 611 siswa pernah mengalami putus cinta dalam setahun terakhir, dengan dampak seperti sulit tidur, hilang semangat, hingga menyakiti diri sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada remaja yang mengalami putus cinta di SMA Negeri 5 Maros. Metode: Survei deskriptif dengan sampel terdiri dari 193 siswa SMA Negeri 5 Maros yang pernah mengalami putus cinta dalam satu tahun terakhir, dipilih menggunakan teknik proportional systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS-14) dan Breakup Distress Scale (BDS). Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Menunjukkan bahwa Sebanyak 76,7% mengalami putus cinta ringan dan 55,4% mengalami stres berat. Mayoritas responden perempuan (63,2%) dan mulai pacaran usia 9–14 tahun (83,2%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas remaja (55,4%) dari total kasus mengalami stress berat dan menggambarkan putus cinta ringan sebanyak (76,7%) dari total kasus. Intervensi dari guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk membantu remaja mengelola stress akibat hubungan romantis.
EFEK SAMPING PEMBERIAN IMUNISASI DPT DENGAN KECEMASAN IBU PADA ANAK: LITERATUR REVIEW Aminullah; Dewi Purnama Windasari; Agustha Telaubun
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.668

Abstract

Latar belakang: Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak. Efek samping pasca imunisasi ini sering kali menjadi sumber kecemasan bagi sebagian ibu. Dalam beberapa kasus, kecemasan ibu terhadap efek samping imunisasi bahkan menyebabkan penolakan imunisasi, yang berdampak buruk pada cakupan imunisasi nasional dan upaya pencegahan penyakit menular. Berdasarkan data dari Kemenkes RI tahun 2023, cakupan imunisasi DPT3 nasional mencapai 88,6%. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana kecemasan ibu atas efek samping pemberian imunisasi DPT pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review yang bertujuan untuk meringkas berbagai bukti penelitian yang tersedia dalam metode yang beragam, mengidentifikasi kesenjangan penelitian dalam literatur sehingga dapat membantu perencanaan dan pelaksanaan penelitian di masa depan. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 jurnal. Hasil: Dari beberapa jurnal yang diambil dalam penelitian ini, banyak dari ibu yang mengalami kecemasan ringan akibat dari efek samping imunisasi DPT. Kesimpulan: Tingkat kecemasan ibu akibat efek samping dari imunisasi DPT mayoritas mengalami kecemasan ringan. Disarankan kepada peneliti selanjutnya agar memperhatikan faktor pendidikan dan pengalaman ibu dengan kejadian kecemasan akibat efek samping imunisasi DPT.
HUBUNGAN FLEXIBLE WORKING ARRANGEMENT DAN KEPUASAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PLN NUSANTARA POWER UP PUNAGAYA Andi Ayumar; Ilham Syam; Gatriyani; Kasma, Andi Yulia; Sulaiman
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.670

Abstract

Latar belakang: Flexible Working Arrangement adalah sistem kerja yang memberi keleluasaan karyawan menentukan waktu dan lokasi kerja sesuai kebutuhan, tanpa harus mengurangi produktivitas maupun kinerja. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis hubungan penerapan FWA dan kepuasan kerja dengan tingkat produktivitas karyawan di PT PLN Nusantara Power UP Punagaya. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif desain analitik cross-sectional. Lokasi penelitian di PT. PLN Nusantara Power UP Punagaya. Populasi penelitian seluruh karyawan tetap, dengan jumlah sampel 63 orang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dianalisis dengan uji alternatif Fisher’s Exact Test. Hasil: Penelitian menunjukkan ada hubungan antara Flexible Working Arrangement (FWA) dengan produktivitas kerja diperoleh nilai (p = 0,000). Begitu pula, ada hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja diperoleh nilai (p = 0,000). Hal ini berarti terdapat hubungan Flexible Working Arrangement (FWA) dan kepuasan kerja dengan produktivitas kerja karyawan PT. PLN Nusantara Power UP Punagaya. Kesimpulan: Penelitian menyimpulkan hubungan antara Flexible Working Arrangement (FWA) dan kepuasan kerja dengan produktivitas karyawan. Disarankan agar perusahaan mengembangkan sistem kerja fleksibel terstruktur dan memperhatikan faktor kepuasan kerja, guna meningkatkan kinerja serta kesejahteraan karyawan secara menyeluruh dan untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperbanyak sampel dan memasukkan variabel lain, seperti motivasi kerja, stres kerja, serta gaya kepemimpinan.
IMPLEMENTASI SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI Nur Fadilah; Magdalena Limbong; Ricky Zainuddin; Yantimala Mahmud
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.672

Abstract

Latar belakang: Nyeri pasca operasi apendiktomi merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien dan dapat menghambat pemenuhan kebutuhan dasar. Upaya non-farmakologis yang telah terbukti bermanfaat dalam mengurangi nyeri adalah teknik Slow Deep Breathing (SDB), yaitu latihan pernapasan dalam secara perlahan yang menstimulasi sistem saraf parasimpatis serta menekan aktivitas simpatis tubuh. Tujuan: Mengimplementasikan slow deep breathing untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien laki-laki berusia 20–50 tahun yang menjalani tindakan apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar. Intervensi SDB diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit setiap sesi. Data dikumpulkan melalui observasi tingkat nyeri menggunakan skala NRS, baik sebelum maupun sesudahintervensi. Hasil: Temuan menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada kedua subjek setelah diberikan intervensi SDB. Pada subjek I, skala nyeri berkurang dari 6 menjadi 3, sedangkan pada subjek II dari 5 menjadi 2. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah dan frekuensi nadi, yang mengindikasikan adanya relaksasi fisiologis. Kesimpulan: Penerapan teknik Slow Deep Breathing terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pascaoperasi apendiktomi. Metode ini dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, sederhana, serta mendukung proses pemulihan pasien.
DEWASA MUDA DI AMBANG HIPERTENSI: ANALISIS PENGARUH GAYA HIDUP DI PUSKESMAS SUDIANG RAYA MAKASSAR Fadliyah; Hasliani; Andi Sri Reski Wulandari
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.673

Abstract

Latar belakang: Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol dan kafein terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Perilaku gaya hidup tidak sehat termasuk salah satu faktor resiko dari timbulnya hipertensi. Meningkatnya kejadian hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian Hipertensi pada usia dewasa muda. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian observational analatik dengan pendekatan Retrospektif. Sampel sebanyak 75 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2024 di Puskesmas Sudiang Raya Makassar dengan menggunakan lembar kuesioner sebagai alat ukur. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji statistic didapatkan nilai ρ=0.016 yang berarti ρ<α yang menunjukkan ada hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di Puskesmas Sudiang Raya Makassar. Kesimpulan: Penelitian inii yaitu ada hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di Puskesmas Sudiang Raya Makassar. Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi petugas kesehatan diperlukan untuk mengimplementasikan intervensi yang efektif dalam mengubah gaya hidup terutama pada usia dewasa muda.
PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HAZOP PADA TEKNISI LISTRIK DI PLN UP3 TUAL Sri Syatriani; Chitra Dewi; Gloria Maria Rahandekut
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.674

Abstract

Latar belakang: Hazard adalah sesuatu yang berpotensi menjadi insiden yang berakibat pada kerugian bagi pekerja maupun perusahaan. Tahun 2022 - 2023 terdapat 17 kasus kecelakaan di PLN UP3 Tual yang terjadi akibat tersengat listrik, kecelakaan mekanis dan pekerja jatuh dari ketinggian. Manajemen risiko membantu perusahaan mengidentifikasi dan menganalisis risiko sejak awal sehingga dapat mengatasi risiko tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja dengan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode: Penelitian merupakan studi observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi dan sampel melibatkan seluruh teknisi listrik di PLN UP3 Tual sebanyak 50 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan metode observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil: Semua responden adalah laki- laki sebanyak 50 orang (100%), pendidikan terbanyak adalah SMA/SMK sebanyak 31 orang (62%). Terdapat 4 kategori bahaya dari 50 jenis pekerjaan yang telah diklasifikasikan berdasarkan kombinasi nilai likelihood dan consequence sesuai standar Australia, yaitu pekerjaan dengan kategori tertinggi adalah high risk sebanyak 21 (42%) dan kategori terendah adalah extreme risk sebanyak 3 (6%). Kesimpulan: Pekerjaan yang dilakukan teknisi tertinggi pada kategori high risk. Pekerjaan kategori high risk harus menjadi prioritas utama dalam tindakan pengendalian, baik dalam rekayasa teknik, alat pelindung diri, maupun prosedur kerja.
HUBUNGAN PENGALAMAN BULLYING DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA SMP Andi Wahyuni; Kamariana; Irma Yunita
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.676

Abstract

Latar belakang: Bullying merupakan masalah psikososial yang kerap dialami oleh remaja dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan mental, termasuk menurunnya rasa percaya diri. Remaja yang menjadi korban biasanya menunjukkan perilaku menarik diri, mengalami hambatan dalam bersosialisasi, serta merasa takut untuk menyampaikan pendapat. Menurut catatan WHO pada tahun 2020, kasus perundungan di kalangan remaja masih tergolong tinggi, di mana lebih dari sepertiga remaja Perempuan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pengalaman bullying dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja yang berada di jenjang SMP. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan statistik berjenis kuantitatif melalui desain observasi analitik yang dilaksanakan pada satu waktu pengambilan data (cross-sectional). Populasi 705 orang dan sampel 226 orang sebagai responden penelitian dengan metode pemilihan sampel secara purposif. Hasil: Uji Chi-Square pada analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya keterkaitan bermakna antara perilaku bullying dengan tingkat kepercayaan diri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang signifikan antara perilaku bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Dengan demikian, dukungan dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya bullying serta membantu memperkuat kepercayaan diri siswa melalui pendampingan psikososial.