cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN UMUM INSTALASI RAWAT INAP RSUD LA TEMMAMALA SOPPENG TAHUN 2018 Kasnaini; Sukri Palutturi; Reza Aril Ahri
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.205

Abstract

Rumah Sakit mempunyai berbagai macam jenis pelayanan kesehatan yang dapatdiunggulkan untuk mempertahankan loyalitas pasien. Salah satunya yaitu pelayanan rawatinap. Dalam pola interaksi sosial, persepsi pasien sangat berperan dalam menggambarkantingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Berdasarkan persepsi ini akantimbul kesan pasien terhadap rumah sakit, yang selanjutnya dapat disebut sebagai kualitaspelayanan rumah sakit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatanmeliputi kompetensi teknik, akses terhadap pelayanan, efektifitas pelayanan, hubungan antarmanusia, efisiensi pada pelayanan, kelangsungan pelayanan, keamanan pelayanan, dankenyamanan pelayanan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayananterhadap kepuasan pasien umum rawat Instalasi inap di RSUD La Temmamala Soppengtahun 2018Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross sectional.Pengumpulan data menggunakan kuisioner, dimana populasinya sebanyak 1503 orang dansampel penelitian ini adalah sebanyak 56 orang dengan cara pengumpulan sampelmenggunakan rumus Slovin. Uji statistik pada analisis bivariat menggunakan uji chi-squaredan analisis multivariat menggunakan uji statistik regresi logistik.Hasil penelitian memperlihatkan tidak ada hubungan antara akses layanan dengankepuasan pasien, yaitu p= 0.470 < = 0,05, selanjutnya tidak ada hubungan antaraefektivitas dengan kepuasan pasien, yaitu p= 0.929 > = 0,05, kemudian ada hubunganantara hubungan antar manusia dengan kepuasan pasien, yaitu p= 0.011 < = 0,05, dantidak ada hubungan antara kelangsungan pelayanan dengan kepuasan pasien, yaitu p= 0.929< = 0,05 serta ada hubungan antara kenyamanan dengan kepuasan pasien yaitu p= 0.021< = 0,05. Selanjutnya variabel hubungan antar manusia paling berpengaruh terhadapkepuasan pasien dengan nilai signifikan 0.006 yang berarti hipotesis diterima karena nilai sig< p value 0.05.Penelitian ini menyarankan agar pihak rumah sakit dapat menambah SDM,khususnya dokter spesialis jantung dan anak. Dan menindaklanjuti masalah mengenai kamarmandi yang kurang bersih dan ketersediaan air bersih.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN RUMAH TUNGGU KELAHIRAN DI PUSKESMAS LAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR TAHUN 2018 Nunung Nur Musdahliani M; Muh. Khidri Alwi; Andi Nurlinda
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.206

Abstract

Program rumah tunggu kelahiran bertujuan mencegah terjadinya keterlambatanpenanganan pada ibu bersalin sehingga dapat menurunkan kematian ibu dan bayi.Pemanfaatan rumah tunggu kelahiran di puskesmas lambandia kabupaten kolaka Timur 49 %(55 dari 82) ibu bersalin yang dianjurkan. tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yangberhubungan dengan pemanfaatan rumah tunggu kelahiran di Puskesmas LambandiaKabupaten Kolaka Timur Tahun 2018.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Observasional Analitik denganrancangan Cross Sectional Study untuk melihat faktor determinan yang berhubungan denganpemanfaatan rumah tunggu kelahiran. Subjek penelitian ini sebanyak 82 ibu yang telahbersalin yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisisdilakukan dengan uji chi square dan multivariat dengan regresi logistik.Hasil penelitian ini menunjukkan 51% responden tidak memanfaatkan rumah tunggukelahiran. Pengetahuan responden tentang rumah tunggu baik 76,8%, umur responden yangtidak berisisko 64,1 %, pendidikan responden yang rendah 82,4%, responden yang tidakbekerja 81,6%. Ada hubungan pengetahuan (p= 0,006), tingkat pendidikan (p= 0,013),pekerjaan (p= 0,001). Tidak ada hubungan umur (p= 0,274) dengan pemanfaatan rumahtunggu kelahiran.Disarankan bagi Pihak puskesmas dan petugas kesehatan lebih memberikaninformasi berupa penyuluhan terkait rumah tunggu kelahiran khususnya manfaat dan fungsidari rumah tunggu kelahiran agar masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan rumahtunggu kelahiran dengan baik
PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP MINAT KEMBALI PASIEN NON ASURANSI DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA KOTA MAKASSAR Muhammad Ayyub Amin; Anwar; Haeruddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.207

Abstract

Pemasaran adalah upaya menyinergikan sejumlah kegiatan, yaitu perancanganpelayanan, penetapan tarif/harga, komunikasi atau promosi, dan penyediaan tempat untukpenyelenggaraan pelayanan, dalam satu perangkat yang disebut bauran pemasaran.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap minatkembali pasien non asuransi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daya Kota Makassar.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Analitik denganrancangan Cross Sectional Study populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukankunjungan berulang sebanyak 170 pasien dengan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu119 pasien. Penelitian ini diolah menggunakan program Komputerisasi SPSS. Dengananalisis data yang digunakan adalah analisis, univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian yang diperoleh adalah ada pengaruh produk dengan nilai p=0,000,tidak ada pengaruh price dengan nilai p=0,199, ada pengaruh process dengan nilai p=0,012,ada pengaruh people dengan nilai p=0,023, ada pengaruh physical evidence dengan nilaip=0,007, tidak ada pengeruh place dengan nilai p=0,830, tidak ada pengaruh promotiondengan nilai p=0,566, tidak ada pengaruh public relation dengan nilai p=0,172, ada pengaruhpressure dengan nilai p=0,012, tidak ada pengaruh professional dengan nilai p=0,567 denganminat kembali pasien.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara produk, process, people,physical evidence, dan pressure terhadap minat kembali pasien sedangkan price, place,promotion, public relation, dan professional tidak berpengaruh terhadap minat kembali pasien,peneliti menyarankan untuk memperhatikan produk, physical evidence, process, dan pressuresebagai variabel yang paling berpengaruh.
PENGARUH PEMBERDAYAAN TERHADAP AMBIGUITAS PERAN DAN KELELAHAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN DG RAJA BULUKUMBA Rahmad; Sukri Palutturi; Suharni A. Fachrin
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan ; (1).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran, (2).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja,(3) Untuk mengetahui pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerja, (4) Untukmengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap pemberdayaan pegawai.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectionalstudy. Sampel penelitian adalah pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg RajaBulukumba berjumlah 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakankuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (2) adapengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja perawat di Rumah Sakit Umum DaerahSultan Dg Raja Bulukumba, (3) ada pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerjaperawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (4) variabelpemberdayaan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja perawatdi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba.Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba diharapkan untuk lebihbanyak memberikan kegiatan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan sehingga dapat menyesusaikan dengan pekerjaan yang ditugaskan dan menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi.
FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI REMUNERASI RSUD LA TEMMAMALA KABUPATEN SOPPENG Sri Wahyuni; Sukri Palutturi; Reza Aril Ahri
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.209

Abstract

Rumah sakit pemerintah merupakan unit kerja dari instansi pemerintah yangmemberikan pelayanan publik di bidang kesehatan kepada masyarakat yang didukungdengan sarana, prasarana, dana, maupun tenaga sesuai kebutuhan. Pengelolaan keuanganBadan Layanan Umum Daerah dapat diberikan fleksibilitas untuk menerapkan praktik-praktikbisnis yang sehat termasuk remunerasi. Implementasi remunerasi di RSUD La TemmamalaSoppeng dapat menjadi sebuah perubahan awal dalam pemberian insentif, namun padakenyataanya hal tersebut belum diterapkan. Faktor-faktor yang menghambat implementasiremunerasi meliputi kebijakan komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor penghambatimplementasi remunerasi di RSUD La Temmamala SoppengPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Adapunteknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber datautama dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara atau pengamatan pada unsurmanajemen sebanyak 4 orang sebagai informan kunci dan unsur yang mewakili pelayananyaitu komite-komite sebagai informan pendukungHasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dari implemetasi sistem remunerasihanya terkait kurangnya komitmen dari pemberi layanan dan juga koordinasi dari pimpinanyang masih perlu ditingkatkan.Kesimpulan penelitian, menunjukkan bahwa pada aspek komunikasi, pimpinanmaupun pegawai di RSUD La Temmamala Soppeng telah memahami tujuan, manfaat dandampak dari remunerasi. Namun dari sisi SDM belum ada tenaga yang disiapkan untukmenangani sistem remunerasi. Aspek disposisi dapat terlihat pada komitmen seluruh pegawaidi RSUD La Temmamala Soppeng terhadap remunerasi yang masih sangat kurang. Padaaspek sistem birokrasi menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Permendagri 79 Tahun2018 khususnya penerapan sistem remunerasi masih lemah karena tidak ada konsekuensiterhadap pelaksanaannya.
FAKTOR RISIKO RIWAYAT MENYUSUI PADA KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR DAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MAKASSAR Ardhanary; Nadjib Bustan; Fatmah Afrianty Gobel
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.210

Abstract

Menyusui merupakan salah satu faktor reproduktif yang dapat dimodifikasi danberhubungan dengan penurunan risiko kanker payudara. Tujuan Penelitian ini untukmenentukan berapa besar riwayat pemberian ASI/menyusui dengan risiko kejadian kankerpayudara di RS Ibnu Sina Makassar dan RSUD Kota Makassar.Penelitian ini menggunakan metode menggunakan case control study retrospektifKelompok kasus dan kelompok kontrol yaitu 1 : 1 sehingga besar sampel pada penelitian inisebanyak 106 orang. Tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara danobservasi kemudian dianalisis dengan menggunakan uji analisis logistik regresi denganbantuan program SPSS.Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar danRSUD Makassar .Wanita yang memiliki riwayat tidak pernah menyusui berisiko 1,015 kali dibandingkandengan wanita yang pernah menyusui setelah dikontrol oleh variable usia pertama menyusui,lama menyusui anak pertama, dan jumlah anak yang disusui.Usia pertama menyusui ,lama menyusui pertama ,dan jumlah anak yang disusuibukan faktor risiko terhadap kejadian kanker payudara.Meskipun pada penelitian ini tidakditemukan hubungan antara Usia pertama menyusui ,lama menyusui pertama ,dan jumlahanak yang disusui dengan kejadian kanker payudara, namun menyusui bisa menjadi protektifpada wanita untuk menghambat pertumbuhan sel kanker pada jaringan payudara.Memberikan pendidikan kesehatan atau lebih meningkatkan sosialisasi pada wanita untukmemberikan ASI pada anaknya secara ekslusif karena manfaat yang diberikan bukan hanyauntuk anak tetapi sebagai protektif untuk ibu pencegahan kanker payudara.
FAKTOR RISIKO STATUS MENOPAUSE PADA KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR DAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MAKASSAR Hj.Risnawati; Nadjib Bustan; Arman
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.211

Abstract

Pada wanita yang mengalami awal menopause pada usia yang lebih tua berarti lebihlama terpapar dengan tingginya kadar hormon estrogen dalam darah. Sedangkan peranhormon estrogen pada wanita menopause adalah tingkat estrogen yang lebih tinggi padaseorang wanita akan menghambat terjadinya menopause sehingga mengembangkan risikoterjadinya kanker payudara Tujuan penelitian ini menganalisis besar risiko status menopausedengan kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar dan RSUDkota MakassarPenelitian ini menggunakan metode menggunakan kasus kontrol retrospektifKelompok kasus dan kelompok kontrol masing–masing sebanyak 53 orang. Tekhnikpengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi kemudian dianalisisdengan menggunakan uji analisis logistik regresi. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit IbnuSina Makassar dan RSUD Kota Makassar .Status menopause merupakan faktor risiko terhadap kejadian kanker payudara.Wanita yang belum mengalami menopause berisiko 2,440 kali dibanding wanita yang sudahmengalami menopause.Penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan faktor risiko lainnya yang terhadapkanker payudara perlu dikaji lebih dalam.
FAKTOR RISIKO PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT IBNU SINA UMI MAKASSAR DAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR TAHUN 2018 Eny Ariani; Nadjib Bustan; Fatmah Afrianty Gobel
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.212

Abstract

Kanker Payudara merupakan masalah kesehatan di dunia, kejadian dan kematianakibat kanker payudara terus meningkat di semua negara, baik negara maju, berkembang,maupun negara dengan tingkat ekonomi rendah. Data WHO tahun 2013, memperkirakanlebih dari 7 juta orang terdiagnosa menderita kanker payudara setiap tahun dan 5 jutameninggal karena kanker payudara. Sampai saat ini, banyak faktor risiko yang diidentifikasidapat mempengaruhi kejadian kanker payudara, yaitu : faktor risiko yang tidak dapatdimodifikasi, seperti usia, mutasi BRCA1 dan gen BRCA2, riwayat kanker payudara padakeluarga, pernah menderita kanker payudara non-kanker, riwayat reproduksi, dan tinggipaparan radiasi ke dada. Sedangkan faktor lainnya yang dapat dimodifikasi adalah,penggunaan estrogen endogen tinggi, hormon terapi, obesitas (untuk pascamenopausekanker payudara) dan konsumsi alkohol, bahan kimia (Hulka & Moorman, 2001).Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar risiko antara kanker payudaradengan penggunaan kontrasepsi hormonal di Rumah Sakit Ibnu Sina UMI Makassar danRumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Tahun 2018.Penelitian yang digunakan adalah case control study retrospektif dengan besarsampel sebanyak 106 orang terdiri dari 53 kelompok kasus dan 53 kelompok kontrol denganperbandingan 1:1. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat danmultivariat.Hasil analisis bivariat menunjukkkan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal (OR =2.325), jenis penggunaan kontrasepsi hormonal Pil(OR = 3,645)dan suntik (OR=1.615), usiaawal penggunaan kontrasepsi hormonal ≤ 22 tahun (OR= 19.500) dan > 22 tahun(OR=1.421), lama penggunaan kontrasepsi hormonal > 5 tahun (OR= 2,850) dan ≤ 5 Tahun(OR= 1.800) dan terakhir menggunakan kontrasepsi hormonal ≤ 5 tahun (OR = 8.500) dan >5Tahun (OR=1.235). Dengan hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistic gandamenunjukkan bahwa usia awal penggunaan kontrasepsi hormonal dan terakhir kalimenggunakan dengan nilai sig 0.025 < 0,05 memberikan pengaruh signifikan terhadapkejadian kanker payudara.Penelitian menyarankan kepada wanita untuk menghidari atau mencegahpenggunaan kontrasepsi hormonal terlalu dini dan menyarankan untuk menggunakankontrasepsi non hormonal. Melakukan deteksi dini kanker payudara serta melakukan polahidup sehat dengan makan sayur dan buah serta olah raga yang teratur
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA Andi Yulia Kasma; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar; Yulianti
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.214

Abstract

Lansia sangat rentan terhadap gangguan pola tidur (insomnia), keluhan tidur biasanya terjadi adalah kesulitan untuk tertidur, kesulitan untuk tetap tertidur, terbangun lebih awal, terbangun di malam hari dan mengantuk yang berlebihan. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan. Gangguan mental yang erat hubungannya dengan gangguan tidur adalah kecemasan, kecemasan pada lansia memperkirakan antara 10%-20% yang berusia lebih dari 65 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 lansia. Instrument penelitian pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan yang cemas sebanyak 35 responden, lansia yang mengalami insomnia sebanyak 25 responden (71,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 10 responden (29,6%), sedangkan lansia yang tidak cemas sebanyak 27 responden, lansia yang mengalami insomnia 12 responden (44,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 15 responden (55,6%).Pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square, maka diperoleh nilai ρ = 0,032, Artinya, lebih kecil nilai α = 0,05. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada lansia tetap melakukan aktivitas fisik dan menjalankan ibadah untuk mencegah terjadinya kecemasan supaya terhindar dari risiko insomnia.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM POSYANDU LANSIA DI PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR Andi Yulia Kasma; Andi Ayumar; Kartina Nur
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.215

Abstract

Indonesia (2015) merupakan negara ke empat dengan jumlah lansia 24 juta. Sulawesi selatan tahun 2015 sebanyak 9,05 % lansia dan di Puskesmas Batua (2017) jumlah lansia sebanyak 3.867 lansia. Tujuan umum penelitian yaitu untuk mengetahui Pelaksanaan Program Posyandu Lansia di Puskesmas Batua Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Jumlah responden 28 orang yaitu 1 pemegang program dan 27 kader posyandu. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 08-23 Agustus 2018. Hasil; ketersediaan input: SDM semua responden menilai baik sebanyak 28 orang (100%), petunjuk pelaksanaan: responden menilai baik sebayak 21 orang (75%) dan menilai kurang sebanyak 7 orang (25%), pada sarana dan prasarana menilai baik sebanyak 15 orang (53,6%) dan menilai kurang sebanyak 13 orang (46,4%). Proses: pelaksanaan program yang menilai baik sebanyak 21 orang (75%) dan menilai kurang sebanyak 7 orang (25%). Output: pencapaian/hasil menilai baik sebanyak 22 orang (78,6%) dan menilai kurang sebanyak 6 orang (21,4%). Kesimpulan; secara keseluruhan ketersediaan input: SDM, sarana dan prasarana, serta petunjuk pelaksanaan tersedia. Proses: SDM, sarana dan prasarana dan petunjuk plaksanaan telah diterapkan Output: SDM, sarana dan prasarana, serta petunjuk pelaksanaan dapat mndukung pelaksanaan posyandu lansia berjalan dengan baik. Saran; perlu adanya monitoring dan evaluasi dari kepala puskesmas, menyediakan sarana dan prasarana, dan melaksanakan posyandu sesuai dengan SOP.

Page 11 of 36 | Total Record : 358