cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 343 Documents
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI MAKASSAR Andri Syamsurrizal
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.36

Abstract

Kepuasan pasien menjadi salah satu tolok ukur untuk menilai layanan profesional dari suatu rumah sakit, Kepuasan pasien tergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan. Suatu pelayanan dikatakan baik oleh pasien, jika pelayanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan atau harapan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional studi dengan jumlah sampel 208 pasien dengan teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan chi square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kehandalan (reliability p= 0.000), jaminan (assurance p= 0.000), bukti fisik (tangibles p= 0.010), day tanggap (responsiveness p= 0.000), perhatian (empathy p= 0.001), kenyamanan (amenities p= 0.001), dan keamanan (security p= 0.000), dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa keamanan (security) adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Diharapkan pelayanan kesehatan dapat dipertahankan dan dioptimalkan agar kepuasan pasien dapat meningkat. Penelitian ini menyarankan kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar agar tetap mempertahankan pelayanan yang diberikan guna untuk mendapatkan kepuasan yang optimal kepada seluruh pasien yang menjalankan perawatan di Ruang rawat Inap Rumah Sakit Labuang Baji Makassar.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANGSUNGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DEPOMEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DAN CYCLOFEM PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS KASSI KASSI KOTA MAKASSAR Andi Rizky Amaliah
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelangsungan pemakaian suntik DMPA dan cyclofem berdasarkan umur, paritas, sumber informasi, tingkat pendidikan dan dukungan suami. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar dengan desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Cross Sectional Study. Dalam desain penelitian ini akan digunakan studi analisis kelangsungan (Survival Analysis). Jumlah sampel sebanyak 176 responden (119 DMPA dan 57 cyclofem). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji logrank, multivariat dengan uji Regresi Cox Proportional Hazards Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kelangsungan pemakaian yaitu : paritas (p = 0,011) dan sumber informasi (p = 0,030). Disarankan bagi masyarakat khususnya ibu yang ingin menjadi akseptor untuk lebih efektif dalam menggunakan dan menjadi akseptor KB suntik.
PENGARUH MEDIA VIDEO DAN METODE DISKUSI TERHADAP PERILAKU REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE ORGAN GENETALIA DI PONDOK PESANTREN DARUL ABRAR DAN PESANTREN HIDAYATULLAH KABUPATEN BONE Ernawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.39

Abstract

Menurut WHO bahwa sekitar 75% perempuan remaja di Dunia pasti akan mengalami keputihan paling tidak sekali seumur hidupnya,Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian terutama karena merupakan masalah yang sejak lama menjadi persoalan dan belum banyak diketahui kaum wanita.Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis pengaruh media video dan metode diskusi terhadap perilaku remaja putri tentang personal hygiene organ genetalia di pondok pesantren Darul Abrar dan pesantren Hidayatullah Kabupaten Bone. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment dengan rancangan pretest dan posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah Total sampling yaitu 83. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik t-testdengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penggunaan media video dan metode diskusi dengan P-value 0,000 (<0,05), terdapat perbedaan sikap sebelum dan sesudah penggunaan media video dan metode diskusi dengan P-value 0,000 (<0,05) dan terdapat perbedaan praktek sebelum dan sesudah penggunaan media video dan metode diskusi dengan P-value 0,000 (<0,05). Hasil uji independent t-test pada tingkat pengetahuan diperoleh t-test pada tingkat pengetahuan diperoleh nilai t-test=3,309 dengan P-value=0,001 (<0,05), sikap diperoleh nilai t-test=4,285 dengan P-value=0,000 (<0,05) dan praktek diperoleh nilai t-test=1,370 dengan P-value=0,174 (>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pengguanaan media video dan metode diskusi terhadap perilaku personal hygiene organ genetalia remaja putri. Kesimpulan, terdapat pengaruh signifikan penggunaan media video dan metode diskusi terhadap peningkatan perilaku personal hygiene organ genetalia remaja putri. Saran, diharapkan remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek agar lebih hidup sehat terkhusus dalam personal hygiene organ genetaia.
SAFETY SIGN (Studi Analitik pada Pekerja Bagian Coal Handling di Unit PLTU Barru Tahun 2018) Zulfikar Sulaiman
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.40

Abstract

Safety sign atau rambu keselamatan adalah peralatan yang bermanfaat untuk membantu melindungi keselamatan dan kesehatan parapekerja dan pengunjung yang berada di lingkungan produksi. Safety sign memang bukan pengendalian yang utama dan tidak dapat mengeliminasi atau mengurangi bahaya dan tidak dapat mencegah terjadinya kecelakaan. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan budaya K3, peraturan dan pengawasan dalam bekerja sesuai safety sign di bagian coal handling Unit PLTU Barru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara budaya dengan Safety Sign pada pekerja bagian coal handling di Unit PLTU Barru ρ-value 0.000, ada hubungan antara peraturan dengan safety sign pada pekerja bagian coal handling di Unit PLTU Barru ρ-value 0,000, ada hubungan antara pengawasan dengan safety sign pada pekerja bagian coal handling di Unit PLTU Barru ρ-value 0,000. Disarankan kepada pekerja bagian coal handling di Unit PLTU Barru untuk lebih meningkatkan penggunaan budaya APD, disarankan kepada setiap pekerja bagian coal handling di Unit PLTU Barru untuk selalu mentaati peraturan-peraturan yang ada di area coal handling, disarankan kepada pengawas K3 untuk memperhatikan atau mengingatkan karyawan agar menggunakan APD sebelum bekerja.
KEPATUHAN PERAWAT MEMAKAI APD SARUNG TANGAN Compliance with Nurses Using Personal Protective Equipment Rahma Yulis
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.42

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang rentan tertular penyakit dari pasien. Pemakaian APD merupakan sah satu upaya untuk mencegah penularan tersebut. Tujuan penelitian: melihat gambaran kepatuhan perawat memakai APD. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional yang dilakukan di IGD salah satu rumah sakit tipe A di Jakarta Timur pada tahun 2015. Populasi terjangkau adalah seluruh perawat yang bekerja di IGD. Sampel berjumlah 20 perawat dipilih dari populasi terjangkau secara accidental sampling. Peneliti melakukan observasi langsung tindakan perawat, mulai dari pemilihan APD, proses pemasangan sampai pelepasan. Hasil penelitian dari 20 responden, 7 responden (35%) patuh memakai APD sarung tangan dan 13 responden (65%) kurang patuh. Hasil lainnya menggambarkan bahwa responden laki-laki (25%) lebih patuh memakai APD dibanding perempuan (10%). Hasil lainnya menggambarkan bahwa responden dengan masa kerja 6-10 tahun (20%) lebih patuh memakai APD dibanding masa kerja < 6 tahun (15%) dan > 10 tahun (0%). Hasil lainnya adalah dalam bekerja 100% perawat berkuku pendek, cuci tangan sebelum tindakan, Tindakan yang paling sering ditinggalkan adalah perawat tidak melepas sarung tangan setelah tindakan/ sebelum keluar ruangan pasien serta perawat terkadang menyentuh pegangan pintu, telepon, dokumen ketika memakai sarung tangan. Kesimpulan: perawat masih kurang patuh memakai APD serta masih ada beberapa tindakan dalam memakai APD yang sering diabaikan sehingga berisiko terjadinya penyebaran penyakit.
PEMETAAN KELUARGA SEHAT BERDASARKAN 12 INDIKATOR DI PUSKESMAS SEWO KABUPATEN SOPPENG TAHUN 2018 Mustika
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.43

Abstract

Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Program ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pembangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dimana setiap Puskesmas melakukan pendataan di masing-masing wilayah kerja. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sewo Kabupaten Soppeng. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 2132 anggota keluarga dengan metode kuantitatif. Data dikumpulkan dengan mengisi kuesioner dari criteria ke 12 indikator program indonesia sehat dan menggunakan analisis multifariat atau uji hubungan sebagai teknik analisis data,dilaksanakan sejak bulan November hingga Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya Program Indonesia Sehat ada beberapa indikator yang menyebabkan status kesehatan rendah adalah indikator Merokok, indikator Hipertensi, dan indikator KB. Sedangkan indikator yang menyebabkan status kesehatan Sehat adalaha indikator JKN, indikator Air bersih, indikator Faskes, indikator imunisasi lengkap, dan indikator pertumbuhan balita. Dapat disimpulkan bahwa meskipun ditemui kendala, PIS-PK dapat tetap berjalan. Keterlibatan lintas sektor sangat penting dalam menggerakkan aparat pemerintahan untuk kelancaran kegiatan pendataan PIS-PK.
PEMANFAATAN REKAM MEDIS SEBAGAI SUMBER INFORMASI UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI RUANG RAWAT INAP RSI FAISAL MAKASSAR Faujia Risqi Touwe
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.44

Abstract

Sistem informasi pelayanan kesehatan pada upaya kesehatan perorangan terdiri dari sistem informasi klinis, sistem administrasi pelayanan kesehatan, sistem penunjang pelayanan kesehatan, dan sistem pendukung keputusan pelayanan kesehatan. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat membuat fatalnya penentuan diagnosa dokter terhadap pasiennya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis kontribusi informasi rekam medik dalam pengambilan keputusan di ruang rawat inap RSI Faisal Makassar. Desain penelitian ini mengggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah informan penelitian sebanyak 11 orang, teknik yang digunakan observasi dan wawancara, analisa data dengan menggunakan metode triangulasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi yang diperoleh dari data rekam medis yaitu berupa identitas pasien, anamneses, pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnosia serta semua jenis pelayanan dan tindakan medis yang di berikan kepada pasien, dan pengobatan baik yang di rawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat. Pengambilan keputusan selain didasarkan dari rekam medis juga dari pertimbangan hasil diskusi antara petugas kesehatan kemudian disampaikan kepada Kepala Unit dan Ketua tim dalam ruang keperawatan. Kualitas informasi yang bisa didapatkan dari rekam medis pasien cukup akurat namun kondisi tempat penyimpanan rekam medis yang belum terkoordinir dengan baik sehingga terkadang pasien lama memakai rekam medis baru. Data rekam medis yang berulang dapat menimbulkan pendataan yang berulang seperti penentuan jumlah dan jenis penyakit sehingga dapat mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU BERSALIN DI RS. TK II PELAMONIA MAKASSAR Hikmawati Basri Laita
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.45

Abstract

Berdasarkan hasil pemantauan Status Gizi (PSG) di Indonesia tahun 2016, persentase bayi 0-5 bulan yang masih mendapatkan ASI eksklusif sebesar 54,0% dan bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif sampai usia enam bulan adalah sebesar 29,5%. Sedangkan target nasional cakupan pemberian ASI esklusif sebesar 80%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bersalin di RS. TK II Pelamonia Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 426 orang dan sampel sebanyak 128 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,000, ada hubungan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,000, ada hubungan IMD dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,000, ada hubungan budaya dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai P=0,027, ada hubungan paparan informasi dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p=0,027 dan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian pemberian ASI Eksklusif (p=0,237). Simpulan penelitian ini adalah faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif antara lain pengetahuan, pekerjaan, IMD, budaya dan paparan informasi dan faktor yang tidak berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah dukungan keluarga.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 6 - 24 BULAN DI DESA ANDOWENGGA KECAMATAN POLI-POLIA KABUATEN KOLAKA TIMUR TAHUN 2017 Aisyah
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.46

Abstract

Secara spesifik kondisi anak umur 6-24 bula membutuhkan perhatian untuk dipenuhi kebutuhan gizi karena keperluan gizi anak akan sangat menentukan kualitas mereka jika menginjak dewasa kelak. Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia / WHO ada tahun 2013 yaitu 13,5% untuk wasrzrtgdan 36,4% untuk stunting. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui hubungan pemeberian ASI dengan status gizi anak umur 6-24 bulan di desa Andowengga, 2) untuk megetahui hubungan pemberian ASI dengan status gizi anak umur 6-14 bulan di desa Andowengga, 3) untuk mengetahui hubungan pola pemberian MP-ASI dengan status gizi anak umur 6-24 bulan di desa Andowengga. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel penelitian ini adalah 53 anak yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan dngan menggunakan kusioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) ada hubungan yang signifikan antara pemegtahuan dengan status gizi anak umur 6-24 bulan di desa Andowengga kecamatan poli- polia kabupaten kolaka timur. 2) ada hubungan signifikan antara pemberian ASI dengan status gizi anak umur 6-24 bulan di desa Andowengga kecamatan poli:-polia kabupaten kolaka timur. 3) ada hubungan yang siginifikan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi anak umur 6 - 24 bulan di desa Andowengga kecamatan Poli-polia kabupaten Kolaka Timur.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN STATUS EKONOMI DALAM PENCEGAHAN ISPA DENGAN KEKAMBUHAN ISPA PADA ANAK DI PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR Akbar
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.47

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan olehvirus, jamur, dan bakteri. Cakupan penemuan kematian pada balita akibat ISPA pada tahun 2016 berkisar 551 kasus. Untuk wilayah Sulawesi Selatan prevalensi ISPA tahun 2017 mencapai 19,27%. Di kota Makassar prevalensi ISPA tahun 2015 sebanyak 45.569 kasus, kemudian tahun 2016 sebanyak 44.819 kasus, dan meningkat di tahun 2017 yaitu 53.074 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan status ekonomi dalam pencegahan ISPA dengan kekambuhan ISPA pada anak di Puskesmas Mangasa. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua diwilayah Puskesmas Mangasa yang memiliki anak menderita ISPA. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55. Hasil penelitian analisis statistik dengan menggunakan uji chi square di peroleh nilai untuk peran orang tua yaitu p = 0,001 < ɑ = 0,05 dan untuk status ekonomi di peroleh nilai p = 0,002 < ɑ = 0,05, hal ini menunjukkan bahwa dari nilai yang di dapatkan antara peran orang tua dan status ekonomi menunjukkan nilai p < dari nilai ɑ, artinya hipotesis di terima. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara peran orang tua dan status ekonomi dalam pencegahan ISPA dengan kekambuhan ISPA pada anak di Puskemas Mangasa. saran untuk instansi kesehatan khususnya Puskesmas Mangasa agar lebih meningkatkan lagi pemberian penyuluhan atau promosi kesehatan kepada para ibu terutama yang memiliki balita, dan anak.

Page 2 of 35 | Total Record : 343