cover
Contact Name
Andi Agussalim
Contact Email
agussalim@fs.unhas.ac.id
Phone
+6285255275226
Journal Mail Official
agussalim@fs.unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.10, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 29860504     DOI : -
The aim of Jurnal Sarjana Ilmu Budaya is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: Language Literature Culture Educational Technology History Archeology
Articles 99 Documents
النعت في اللغة العربية و اللغة الإنجليزية Fitriani
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (Januari) (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explains about comparative between na’t in Arabic and adjective in English. The study was conducted because of fundamental differences in the grammatical system of the two languages, including in classification of word, especially adjective. And the purpose of this study is to explain about adjective structure in Arabic, adjective structure in English, and to analyze adjective similarities and differences of the two languages. And the method of the study is library research. And the data collection method used is listening and analyzed with contrastive analysis or comparative analysis, so the data will be classified in two kinds, they are similarities data and differences data. As the result of this study, adjective structure in Arabic is classified into category (type and former), inflection (form, number, and type), position (after and before noun), and comparative word (Ism at-tafdhil). And adjective structure in English is classified into category (Limiting Adjective and Descriptive Adjective), inflection (form, number, and type), and comparative word (comparison). And the similarties of the two languages are based on: category (descriptive adjective), form (ma’rifah/nakirah and definite/indefinite), position (after and before noun), and comparative word by the level, whereas the differences are based on: category (limiting adjective), number, type, and comparative word on the additional word of adjective and irregular adjective. Keywords: Adjective, Language, Comparative
PERAN YAYASAN JAMIATUL ITTIHAD WAL MUAAWANAH (JIWA) SEBAGAI ORGANISASI KETURUNAN ARAB DI KOTA MAKASSAR DALAM PEMERTAHANAN BAHASA ARAB (SUATU TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK) Fathul Khair Tabri
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (Januari) (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul Peran Yayasan Jamiatul Ittihad wal Muaawanah (Jiwa) Sebagai Organisasi Keturunan Arab di Kota Makassar dalam Pemertahanan Bahasa Arab (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik). Skripsi ini menjelaskan bagaimana peran Yayasan Jiwa dalam mempertahankan bahasa Arab dan bagaimana sikap anggota Yayasan Jiwa dalam penggunaan bahasa Arab. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan peran Yayasan Jiwa dalam pemertahanan bahasa Arab bagi anggotanya dan mendeskripsikan sikap anggota Yayasan Jiwa dalam penggunaan bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Yayasan Jamiatul Ittihad wal Muaawanah. Sedangkan sampel menggunakan purposif atau memilih 15 orang dari anggota Yayasan Jiwa secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Jamiatul Ittihad wal Muaawanah dalam pemertahanan bahasa Arab pada Yayasan Jamiatul Ittihad wal Muaawanah (Jiwa) tidak memiliki peran di dalamnya dengan hasil persentasi penggunaan bahasa Arab lebih rendah dibandingkan bahasa Indonesia. Serta faktor profesi yang menyebabkan pemakaian bahasa berubah, sehingga sikap anggota Yayasan Jiwa dalam penggunaan bahasa Arab mengalami pergeseran bahasa.
الظروف واستعمالاتها في القرآن الكريم ( دراسة تحليلية نحوية ) Awal Wahyudi
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (Januari) (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

إن هذا البحث يبحث عن الظروف واستعمالاتها فى القرآن الكريم بدراسة تحليلية نحوية ، و الهدف من هذا البحث بيان أنواع الظروف المستعملة في آيات القرآن الكريم . والمنهج العلمي الذى يستحدم به الباحث فى تحليل المسائل المتعلقة بالظروف واستعمالها اللغوى هو المنهج الوصفى الاستقرائى للعبارات الموجودة من القرآن الكريم بنموذجها سورة البقرة و الدّخّان و المرسلات . والنتيجة من هذا البحث ، أولا : أن في سورة البقرة و الدّخّان و المرسلات توجد 88 الآية تستعمل الظروف التي تتكون من نوعان ، و هما : 1) من حيث وقوع الفعل ، وهي ظرف الزمان و ظرف المكان ، 2) من حيث وظائفها ، وهي ظرف متصرف و ظرف غير متصرف . ثانيا : أن استعمال الظروف في سورة البقرة و الدّخّان و المرسلا ينقسم إلى 21 وظائفها، وهي مفعول فيه ، مفعول به ، تمييز ، مستثنى ، اسم إنّ ، مبتدأ ، خبر ، فاعل ، جار و مجرور ، إضافة ، بدل ، عطف و معطوف . الكلمات المفتاحية : القرآن ، النحو ، الظروف
ANALISIS STRUKTURALISME DALAM NOVEL MUZAKKARAT TABIBAH KARYA NAWAL AL-SA’DAWI Athiyyah Rahmah Zamrud
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (Januari) (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Strukturalisme Dalam Novel Muzakkarat Tabibah karya Nawal Al-Sa’dawi”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur pembangun (unsur intrinsik) dan menganalisis hubungan antar berbagai unsur di dalam Novel Muzakkarat Tabibah karya Nawal Al-Sa’dawi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan mengikuti prosedur penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat dengan cara mengumpulkan bahan/literatur lalu membaca secara cermat, menandai data, kemudian dipindahkan, sedangkan analisis data menggunakan teknik pembacaan secara holistik/terpadu dan menyeluruh serta teknik pembacaan hermeneutik, yaitu pembacaan bolak-balik pada novel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tema yang terkandung dalam Novel Muzakkarat Tabibah adalah tema perjuangan seorang perempuan; (2) tokoh utama dalam novel ini adalah tokoh “Aku” yang digambarkan sebagai seorang perempuan yang sejak kecil mendapatkan perlakuan yang berbeda dari keluarganya atas saudara lelakinya; (3) di sepanjang cerita, alur dikisahkan secara berurutan/maju, dimana tokoh “Aku” berjuang untuk mencapai apa yang diinginkannya, yaitu mendapatkan pengakuan dan perlakuan yang sama di keluarga dan masyarakat sekitarnya; (4) latar tempat dan latar waktu disebutkan dengan jelas, sedangkan latar sosial menunjukkan keadaan, pola pikir, dan tradisi masyarakat penganut budaya patriarki yang mengakibatkan tokoh “Aku” sejak kecil sering mengalami tindak pelecehan dari laki-laki, dan merasa tidak adil dengan kondisi di lingkungannya yang menempatkan perempuan sebagai sosok yang rendah; (5) selain itu, unsur-unsur di dalam Novel Muzakkarat Tabibah juga saling berhubungan erat satu sama lain, yaitu hubungan antara latar dan penokohan, alur dan latar, alur dan penokohan, serta hubungan antara tema dengan penokohan, alur, dan latar. Kata Kunci: Novel, strukturalisme, tema, penokohan, alur, latar.
MAKNA KATA WALI DAN AWLIYA DALAM AL-QUR’AN (SUATU TINJAUAN SEMANTIK) Andi Sofyan Muang
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (Januari) (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang “Makna Kata Wali dan Awliya dalam al-Qur’an” (Suatu Tinjauan Semantik) dalam penelitian ini yaitu kata apa saja yang terkait dengan kata “wali dan awliya” dalam al-Qur’an dan bagaimanakah makna kata “wali dan awliya” dalam al-Qur’an dengan menggunakan analisis semantik. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengklasifikasi kata “wali dan awliya” dalam al-Qur’an dan untuk menganalisis makna kata “wali dan awliya” dalam al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk memaparkan dan mendeskripsikan suatu fenomena pengumpulan data secara detail. Dengan tujuan untuk menganalisis makna kata “wali dan awliya” tersebut. Akan tetapi penulis terlebih dahulu mengumpulkan data yang terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an serta mengandung makna kata “wali dan awliya”, kemudian menganalisis ayat-ayat dalam al-Qur’an yang di dalamnya terdapat kata-kata “wali dan awliya” dengan menggunakan metode semantik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata “wali dan awliya” yang bermakna pelindung terdapat 29 ayat, bermakna penolong terdapat 6 ayat, bermakna pemimpin terdapat 6 ayat, bermakna kawan terdapat 7 ayat, bermakna wali terdapat 4 ayat, bermakna kekasih 1 ayat, bermakna saudara terdapat 1 ayat, dan yang bermakna sembahan 1 ayat dalam al-Qur’an kemudian peneliti analisis dengan menggunakan metode semantik kontekstual atau Dalalah Siyaqiyyah untuk mengungkap konteks kalimat pada kata “wali dan awliya” tersebut baik dari aspek bahasa maupun sastra.
معاني الحرف " قَدْ " و استعمالاتها في القرآن الكريم ( دراسة تحليلية دلالية ) Andi Hawaisah Putri
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (Januari) (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

هذا البحث يتحدث عن معاني الحرف " قَدْ " و استعمالاتها في القرآن الكريم دراسة تحليلية دلالية . و الهدف من هذا البحث معرفة أنواع معاني الحرف " قَدْ " في القرآن الكريم و المختارات النموذجية فهي سورة " الأنعام و الأعراف” و المعلومات العلمية التي تتعلق بها و تفريق البيانات التي تحتوى على معانيها ثمّ تحليلها باستخدام المنهج النوعي و التفسيري. استنتجت الباحثة يعني في سورة الأنعام توجد ثلاثة معانى و هي 18 آية تستعمل بمعنى التّحقيق ، و آياتان تستعمل بمعنى التّكثير و آياتان بمعنى التقريب . و في سورة الأعراف توجد معنيان و هي 22 آيات تستعمل بمعنى التّحقيق ، و آية واحدة تستعمل بمعنى التقريب. و لا توجد فيهما معنى للتّقليل.
حرف الفاء واستعمالاتها في سورة الأنعام ( دراسة تحليلية نحوية ) Ahmad Hizkil
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (Januari) (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

إن هذا البحث يبحث عن حرف الفاء واستعمالاتها في سورة الأنعام بدراسة تحليلية نحوية. يختار الباحث هذا البحث بسبب عدة أنواع حرف الفاء في اللغة العربية ولذلك كانت وظيفة حرف الفاء في آيات القرآن الكريم مختلفة. والهدف من هذا البحث بيان أنواع حرف الفاء واستعمالاتها في سورة الأنعام . ونوع البحث هي البحث المكتبي بالطريقة الاستماعية في جمع البيانات. وأما منهج تحليل البيانات الذي يستخدم في هذا اليحث هو المنهج الوصفي. والنتائج من هذا البحث : أن في سورة الأنعام ، عدد حرف الفاء الموجودة في سورة الأنعام هي ثمانية وثمانون (88) حرفا في تسعة وخمسين (59) آية، و أنواع حرف الفاء التي توجد فيها تنقسم إلى ستة أنواع. وهي الفاء العاطفة 30 حرفا ، الفاء الاستئنافية/الابتدائية 14 حرفا ، الفاء السببية 5 حروف ، الفاء التعليلية 5 حروف ، الفاء الفصيحة 13 حرفا ، الفاء لجواب الشرط 21 حرفا . ولا توجد فيها الفاء الزائدة . واستعمال حرف الفاء في سورة الأنعام :(1) الفاء العاطفة، تَوَجَّبَ أن الثاني بعد الأول وإن الأمر بينهما قريبٌ. (2) الفاء الاستئنافية، حرف الابتداء فى الأول الجملة. تستانف ما بعدها بكلام لا علاقة له بالكلام السابق. (3) الفاء السببية، أن الفاء السببية تدخل على الفعل المضارع فتنصبه. وهى تفيد أن ما قبلها سبب لما بعدها. (4) الفاء التعليلية، قريبة من حيث المعنى من الفاء السببية . وذلك إذا كان بعدها سببا وعلة لما قبلها، ولكنها لا تكون مقترنة بالفعل المضارع . (5) الفاء الفصيحة، تكون الفاء جوابا لشرط مقدر . (6) الفاء لجواب الشرط، يقع فى جواب الشرط وجوبا. الكلمات المفتاحية : القرآن ،النحو، الحرف، الفاء
STRUKTUR KALIMAT TUNGGAL BAHASA BUGIS DIALEK BULUKUMBA Awal Wahyudi
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur fungsi kalimat tunggal dalam bahasa Bugis Dialek Bulukumba (BBDB), dan variasinya yang gramatikal, serta kategori kata yang mengisi fungsi sintaksis BBDB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan lisan yang diperoleh dari informan penutur BBDB. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat, sedangkan metode analisis data menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur fungsi BBDB terdiri atas predikat, subjek, dan objek (P/S/O), dan secara lengkap yaitu predikat, subjek, objek dan keterangan (P/S/O/K). Selain itu, terdapat delapan macam variasi struktur kalimat tunggal BBDB , yaitu P/S, P/O/S, P/S/K, P/O/S/K, P/O, K/O/P, K/P/S, P/K. Adapun pengisi fungsi sintaksis dalam BBDB ditemukan bahwa; (1) fungsi subjek diisi oleh kategori nomina, pronomina, dan deminstrativa; (2) fungsi predikat dapat diisi oleh kategori verba, adjektiva, dan nomina; (3) fungsi objek dapat diisi oleh katgori nomina; (4) serta fungsi keterangan dapat diisi oleh kategori frasa preposisi dan adverbial.
Tanda dalam Ritual Ziarah Makam Leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros (Suatu Tinjauan Semiotika Pierce) Nurul Fadilah Idrus; Haeriyyah; Andi Agussalim
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran ritual ziarah makam leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros dan menganalisis bentuk tanda pada benda dalam ritual ziarah makam leluhur di Kampala menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapatkan data berupa gambaran ritual dan makna benda-benda yang digunakan dalam proses ziarah kubur tersebut. Data yang didapatkan kemudian dianalisis melalui reduksi data untuk diklasifikasikan berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Pierce dan disajikan dalam bentuk gambar yang dilengkapi deskripsi lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian ziarah makam leluhur di Kampala terdiri atas tiga tahap yaitu appasabbi, appanaung dan ziarah kubur. Kuburan yang diziarahi juga terdri atas tiga lokasi berbeda yaitu (1) makam Karaeng Kampala atau Karaeng Buraneya, (2) makam Karaeng Baineyya dan (3) makam Toa Boe serta Bissu Kampala. Terdapat delapan belas benda yang digunakan dalam rangkaian proses ziarah makam ini. Semua benda tersebut memiliki ciri tanda yang berbeda-beda berdasarkan klasifikasi trikotomi Pierce. Pada tataran objek didominasi oleh indeks dan simbol. Pada tataran representamen didominasi oleh legisign. Sedangkan pada tataran interpretan didominasi oleh dicisign. Kata Kunci: Tanda, Ziarah Makam Leluhur, Semiotika Charles Sanders Pierce Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran ritual ziarah makam leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros dan menganalisis bentuk tanda pada benda dalam ritual ziarah makam leluhur di Kampala menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapatkan data berupa gambaran ritual dan makna benda-benda yang digunakan dalam proses ziarah kubur tersebut. Data yang didapatkan kemudian dianalisis melalui reduksi data untuk diklasifikasikan berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Pierce dan disajikan dalam bentuk gambar yang dilengkapi deskripsi lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian ziarah makam leluhur di Kampala terdiri atas tiga tahap yaitu appasabbi, appanaung dan ziarah kubur. Kuburan yang diziarahi juga terdri atas tiga lokasi berbeda yaitu (1) makam Karaeng Kampala atau Karaeng Buraneya, (2) makam Karaeng Baineyya dan (3) makam Toa Boe serta Bissu Kampala. Terdapat delapan belas benda yang digunakan dalam rangkaian proses ziarah makam ini. Semua benda tersebut memiliki ciri tanda yang berbeda-beda berdasarkan klasifikasi trikotomi Pierce. Pada tataran objek didominasi oleh indeks dan simbol. Pada tataran representamen didominasi oleh legisign. Sedangkan pada tataran interpretan didominasi oleh dicisign. Kata Kunci: Tanda, Ziarah Makam Leluhur, Semiotika Charles Sanders Pierce
RELASI MAKNA VERBA BAHASA ARAB DALAM KAMUS MAHMUD YUNUS (Tinjauan Semantik) Zuhriah Zuhriah; Nurul Ishlah Maulida; Andi Agussalim
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan hubungan makna verba dalam kajian semantik, khususnya makna leksikal yang berkaitan dengan persamaan dua fonem dalam kamus Mahmoud Yunus. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengklasifikasikan verba-verba yang memiliki makna yang berhubungan dalam Kamus Mahmoud Yunus dan menganalisis makna umum dari verba-verba yang memiliki makna terkait dalam Kamus Mahmoud Yunus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori relasi makna. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode simak dengan teknik catat dalam pengumpulan datanya. Data yang didapatkan kemudian dianalisis melalui reduksi data untuk diklasifikasikan berdasarkan teori dan disajikan dalam bentuk tabel yang dideskripsikan secara lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua kata kerja yang sama pada dua huruf pertama dalam kamus Mahmoud Yunus memiliki relasi makna. Terdapat 50 kelompok kata kerja yang diambil dari 110 data kata kerja yang ada, dan setiap kelompok kata kerja memiliki arti umum. Arti umum dari setiap kelompok kata kerja adalah تحرك، رئيس، قطع، جاهل، فرح، بخل، ابتدأ، شر، حسن، بصر، أخرج، تجمّع، حفظ، جمع، حرّ، ثقب، أذل، لمع، فك، ضرب، صمت، بعد، رمى، إشتدّ، سكن، غطّ، إنكسر، إنقطع، تكبّر، غزير، أظهر، إلتصق، أضاء، مسح، لمس، مشط، خرج، شمّ.

Page 5 of 10 | Total Record : 99