UNESA Journal of Chemical Education
UNESA Journal of Chemical Education is Online Journal for communicating and reviews covering all chemical education research which published articles in three times a year by Chemistry Department, Chemical Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Surabaya. This Journal provides readers or authors to present learning development in chemical education through publication research articles. Scope and focus in this journal are: 1. Philosophy and curriculum of Chemical education 2. Innovation and Theory of Learning 3. Media of Chemistry Learning 4. Assessment of Chemistry Learning 5. Missconception in Chemistry UNESA Journal of Chemical Education publishes research articles which are reviewed by expert lecturers. This journal is open access which can used reader to update new issues in chemistry learning.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 13 No. 1 (2024)"
:
10 Documents
clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMK
El-Haqq, Wildan Takhis;
Mitarlis, Mitarlis
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p30-37
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran, kegiatan siswa, kemampuan siswa dalam literasi sains, hasil belajar siswa mengenai perlakuan pembelajaran dengan inkuiri terbimbing pada materi laju reaksi. Rancangan penelitian ini ialah One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menggunakan sasaran 25 siswa di kelas XI penjurusan Kimia Analis di salah stau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan pengamatan, tes dan kuesioner. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Pembelajaran terlaksana dengan nilai rata-rata 96,7% maka tergolong pada kategori sangat baik. (2) Kegiatan siswa yang sesuai yaitu diperoleh angka 92,2% dan 95 % kategori sangat baik. (3) Hasil belajar siswa 100% telah tuntas memenuhi standart KKM. (4) Hasil kemampuan literasi sains siswa menunjukkan peningkatan pada kategori sedang sebesar 16% dan kategori tinggi 84% dengan rata rata skor N-Gain 0,7 termasuk kategori tinggi (5) Siswa merespon baik terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan literasi.
PENGEMBANGAN WEBSITE KEARIFAN LOKAL JAMU MADURA PADA MATERI ZAT ADITIF
Amanda, Tasya Yulianita;
Yasir, Mochammad;
Rakhmawan, Aditya;
Sutardja, Maria Chandra;
Putera, Dwi Bagus Rendy Astid
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p1-8
Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal masih jarang diterapkan akibat kurangnya sarana dan prasarana dalam pengintegrasian informasi dengan materi IPA. Siswa lebih tertarik dengan pembelajaran berbasis digital. Solusi yang diberikan melalui penelitian ini yaitu melalui pengembangan website kearifan lokal jamu Madura pada materi zat aditif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan, keterbacaan, dan respons siswa terhadap media website kearifan lokal jamu Madura. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Aanalyze, Design, Development, Implementation, and Evaluate). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Kamal dengan subjek penelitian kelas IX-H dan IX-I yang berjumlah 44 siswa semester genap tahun ajaran 2022-2023. Teknik pengumpulan data melalui angket validasi ahli media, ahli materi, keterbacaan siswa, dan respons siswa terhadap media. Hasil penelitian mendapatkan data bahwa : (1) Pengembangan website kearifan lokal jamu Madur layak digunakan dengan persentase kelayakan dari ahli media sebesar 97 % dalam kategori sangat valid, dan persentase dari ahli materi sebesar 86 % dalam kategori sangat baik. (2) Keterbacaan siswa terhadap media mendapat nilai rata-rata sebesar 83,5 % dalam kategori sangat baik. (3) Respons siswa terhadap media mendapat nilai rata-rata sebesar 82 % dalam kategori sangat baik.
EFFECT THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL ON ABILITY MULTIPLE REPRESENTATIONS OF XI-GRADE STUDENTS ON ACID-BASED TOPIC
Datul, Ifa;
Ardhana, Ivan Ashif
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p25-29
It takes the ability to conceive at three different levels of representation, macroscopic, sub microscopic, and symbolic to comprehend acid-base material. Still, most students are unable to make the connection between the three levels of representation. As a result, instruction that helps students connect various representations in acid-base content is required. The PBL model is one appropriate learning paradigm that can be used. The purpose of this study is to determine whether PBL models and conventional models differ in their capacity to support numerous representations. A quantitative experiment using a quasi-experimental study design is the research methodology employed. A post-test-only control group design is used in this study. The samples of this study were XI MIPA 3 as a control group of 34 students and XI MIPA 4 as an experimental group of 33 students. Simple random sampling was used to get the research samples. A post-test consisting of multiple-choice questions was the instrument utilized. With a reliability score of 0,802 across 20 items, the empirical validation results indicate that all instruments are appropriate for use as research measures. methods for gathering data through tests. Data collection techniques in the form of tests. The data analysis technique in this study is descriptive and inferential statistics with hypothesis testing in the form of the Independent Sample t-Test. With a sig value of 0,000 < 0,05, the results demonstrated that there is a difference in the ability of multiple representations between those taught using the PBL model and those taught using the conventional model.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION BERBANTUAN MEDIA PhET PADA SISWA SMA
Tukan, Maria Benedikta;
Lawung, Yustina D.;
Komisia, Faderina;
Leba, Maria A. U.
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p38-45
Riset ini bertujuan: (1) Mengetahui validitas perangkat yang dikembangkan yakni LKPD berbasis model Auditory Intellectually Repetition berbantuan media PhET; (2) Mengetahui bagaimana aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran menggunakan LKPD berbasis model Auditory Intellectually Repetition berbantuan media PhET materi Asam Basa; (3) Mengetahui bagaimana perolehan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis model Auditory Intellectually Repetition berbantuan media PhET. Riset ini memiliki luaran yakni deskripsian validitas LKPD; Mengetahui aktivitas peserta didik dan juga hasil belajar siswa. Adapun sumbangsih dari pelaksanaan riset ini adalah media perangkat pembelajaran yang dikembangkan yakni LKPD berbasis model Auditory Intellectually Repetition berbantuan media PhET ini bisa digunakan dalam proses pengajaran di kelas. Selain itu, dari penelitian ini menghasilkan juga publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi. Penelitian atau riset ini memiliki tipe riset pengembangan yakni tipe pengembangan 4-D. Tempat dilaksanakannya penelitian ini adalah di SMAN 12 Kota Kupang-NTT. Riset ini memfokuskan pada mendeskripsikan validitas perangkat LKPD yang dikembangkan, aktivitas siswa dan perolehan hasil belajar siswa. Variabel yang diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi validitas, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian ini yakni perangkat berupa LKPD yang dikembangkan tergolong dalam kategori sangat valid sehingga dapat digunakan dan diimplementasikan di lapangan; Aktivitas siswa mengalami peningkatan serta hasil belajar peserta didik tuntas.
ANALISIS KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH PADA MATERI REAKSI REDOKS DI MA AL-BALAGH BULUTIGO
Arianti, Putri Eka;
Yuliana, Ika Farida;
Fatayah, Fatayah
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p46-51
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik yang masih kurang aktif dalam belajar dan kurang memahami materi pembelajaran sehingga mengakibatkan peserta didik kurang mampu dalam menyampaikan gagasan atau berargumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan argumentasi ilmiah. Argumentasi ilmiah merupakan kegiatan yang memberikan penjelasan berdasarkan teori dan data yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep-konsep ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes berupa lembar kerja praktikum. Teknik analisis data yang digunakan yakni Miles and Huberman. Hasil penelitian keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik dalam menjawab soal di lembar kerja praktikum dikategorikan dalam level 1(klaim), level 2 (data), dan level 3 (dukungan), dengan jumlah persentase level 1 sebesar 21,32%, level 2 sebesar 30,88%, level 3 sebesar 47,79%, sementara pada level 4 peserta didik tidak ada yang mampu untuk mencapainya.
ANALYSIS OF MULTIPLE REPRESENTATION ABILITIES OF MALE AND FEMALE GRADE STUDENT AT SMAN 1 TANJUNGANOM IN ACID-BASE MATERIAL
Hidayah, Rahayu Nur;
Ardhana, Ivan Ashif
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p52-59
The field of chemistry has become one of the abstract sciences, particularly in the context of acid-base materials, thus requiring the integration of multiple representations. Incomplete multiple representation abilities in students can lead to difficulties in understanding acid-base materials. Therefore, this research aims to analyze (1) the level of students' multiple representation abilities in acid-base materials and (2) the differences in the levels of multiple representation abilities between male and female students. The research method used is a comparative ex-post facto approach with a quantitative approach. The research instruments include test questions based on the DAC framework and interview sheets. The results of this research are as follows: (1) the average level of multiple representation abilities is 20%, categorized as very poor. The percentages of multiple representation abilities based on the DAC framework are 29% for definition, 18% for algorithmic, and 20% for conceptual. The highest percentage in the DAC framework indicators is D-R at 32%, while the lowest percentage is C-O at 11%. (2) There is a difference in the levels of multiple representation abilities between male and female students, as evidenced by the results of the Mann-Whitney U test, with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 ≤ 0.05.
PENERAPAN ETNOKIMIA YANG KONTEKSTUAL PADA MATERI KOLOID MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
Di Amora, Saldhyna;
Novita, Dian;
Wiyati, Arni
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p9-15
Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK) ini bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menerapkan konsep Etnokimia yang kontekstual pada materi koloid melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Objek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-IPA 6 SMA Negeri 6 Surabaya yang berjumlah 26 orang. Proses pembelajaran yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari tiga siklus pembelajaran yang meliputi pra-siklus, siklus 1, dan siklus 2. Variabel tetap pada ketiga siklus pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran PBL. Adapun variabel berbeda yang ingin diamati adalah penerapan Etnokimia yang kontekstual. Pada pembelajaran pra-siklus, penulis hanya menerapkan model pembelajaran PBL tanpa memasukkan konsep Etnokimia untuk membahas materi sifat koloid koagulasi dan adsorpsi. Sedangkan pada pembelajaran siklus 1, penulis mengintegrasikan unsur budaya Ludruk untuk mempelajari materi sifat koloid efek Tyndall. Kemudian pada pembelajaran siklus 2, penulis mengintegrasikan unsur kuliner cincau untuk membahas materi pembuatan koloid secara dispersi. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu lebih dari 75% peserta didik pada pembelajaran siklus 1 dan 2 memiliki persentase kemampuan berpikir kritis di atas 71% (kategori tinggi dan sangat tinggi) dan hasil belajar yang memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu ? 80.
KELAYAKAN LEMBAR PENUGASAN TERSTRUKTUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Yumansyah, Calvin Andana;
Suyono, Suyono
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p16-24
Penelitian LPT-KBKi bertujuan untuk menghasilkan Lembar Penugasan Terstruktur Keterampilan Berpikir Kritis yang memiliki kelayakan sebagai perangkat pembelajaran kimia pada materi laju reaksi dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis. LPT-KBKi dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D). 15 peserta didik SMAN 1 Tarik yang memperoleh materi laju reaksi sebagai sasaran uji efektivitas LPT-KBKi . Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar telaah, lembar validasi, lembar angket respons peserta didik, dan lembar tes keterampilan berpikir kritis. Tahapan penelitian antara lain: (1) mengumpulkan penelitian pendahuluan; (2) merumuskan masalah dan potensi harapan; (3) merancang desain LPT-KBKi; (4) validasi LPT-KBKi; (5) revisi desain LPT-KBKi; (6) uji coba LPT-KBKi; (7) revisi LPT-KBKi. Hasil kevalidan LPT-KBKi untuk tiap soal dengan nilai Mo ≥ 4. Hasil respons peserta didik terhadap komponen indikator keterampilan berpikir kritis sebesar 100% (sangat praktis). Pengujian efektivitas berdasarkan hasil tes berbentuk desain one group pretest-posttest. Berdasarkan hasil uji-t satu pihak diperoleh hasil thitung > ttabel, yaitu 37,25 > 1,76. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan LPT-KBKi. Simpulan berdasarkan hasil tersebut Lembar Penugasan Terstruktur Keterampilan Berpikir Kritis (LPT-KBKi) menjadi perangkat pembelajaran yang layak untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA
Afiyanti, Eka Nur;
Rusmini, Rusmini
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p60-69
Penelitian bertujuan mendeskripsikan kelayakan LKPD berbasis problem posing pada materi kesetimbangan kimia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Kelayakan LKPD meliputi validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model 4-D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas pada aspek isi mendapatkan kriteria valid dengan persentase 80,90%, sedangkan aspek penyajian, kebahasaan, dan kegrafisan mendapatkan kriteria sangat valid dengan persentase sebesar 92,49%; 85%; dan 83,33%. Kepraktisan mendapatkan kriteria sangat praktis ditinjau dari hasil respon peserta didik terhadap LKPD dengan persentase dari keseluruhan aspek sebesar 93,63% didukung hasil observasi aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 dengan persentase 100%; dan pertemuan 2 dengan persentase 100%. Keefektifan mendapat kriteria efektif ditinjau dari hasil n-gain score tes keterampilan berpikir kreatif diatas 0,3 sebanyak 55% didukung hasil uji Paired Sample T-Tes dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <0,001 (Ha diterima) yang artinya penggunaan LKPD yang dikembangkan memiliki pengaruh terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif. Jadi dapat disimpulkan LKPD berbasis problem posing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada kesetimbangan kimia.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI METODE PRAKTIKUM PADA MATERI TITRASI ASAM-BASA
Najih, Ainun;
Adityawan, Tofan
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ujced.v13n1.p70-76
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada materi titrasi asam basa, dan pendapat peserta didik terhadap pemanfaatan metode praktikum dalam pembelajaran kimia. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 peserta didik dari kelas XI IPA 3 di salah satu madrasah swasta di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experiment one-shot case study dan instrumen pengumpulan data diperoleh dari instrumen tes dan non tes (berupa angket). Instrumen tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, sedangkan instrumen non tes (berupa angket) digunakan untuk mengetahui pendapat peserta didik terhadap pemanfaatan metode praktikum dalam pembelajaran kimia. Keberhasilan penggunaan metode ini dilihat dari banyaknya peserta didik yang mendapatkan nilai di atas KKM. Adapun KKM mata pelajaran kimia yang digunakan yaitu 77. Berdasarkan hasil tes peningkatan hasil belajar diperoleh 36,6% peserta didik mendapat nilai 89-100 dengan kategori A, 43,3% peserta didik mendapat nilai 77-88 dengan kategori B, 20% peserta didik mendapat nilai 65-76 dengan kategori C, dan 0% peserta didik mendapat nilai 0-64 dengan kategori D, maka diperoleh keberhasilan secara klasikal yaitu 79,9% sehingga menunjukkan hasil yang baik, sedangkan tanggapan peserta didik terhadap metode pembelajaran yaitu 82% peserta didik merasa senang dengan metode praktikum.