cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Studi Penilaian Kinerja Irigasi dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Daerah Irigasi Sumber Mujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Rizaldy, Muhammad Fahmi; Prayogo, Tri Budi; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.30

Abstract

The Sumber Mujur Irrigation Area is located in Candipuro District with the broncaptering as the main building which is located in Sumber Mujur Subdistrict. In fact, in this Irrigation Area, there are many damages and problems to the assets owned. From the results of the inventory carried out, there were 109 problem points. Damage and problems are found at six points in the main building, 30 points on the carrier channel, and 73 points on the building on the carrier channel. The performance index value of Sumber Mujur Irrigation Area got a score of 81.94% which consists of physical infrastructure is 33.9%, plant productivity is 14.5%, operation and management supporting facilities is 8.5%, personnel organization is 11.7%, documentation 4.18%, water user farmer association is 9.15%. The calculation of priority for rehabilitation in the Sumber Mujur Irrigation Area using the AHP and ANP method, the aspect that requires rehabilitation most is the Physical Infrastructure aspect of the Main Building aspect. For Real Cost Value of Maintaining and Operating Irrigation calculation (AKNOP) for the main building in the Sumber Mujur Irrigation Area, it was obtained IDR 574,871,655.00.
Studi Perencanaan Sumur Injeksi Dalam Upaya Penanggulangan Genangan Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Di RW. 8 Dan 9 – Kelurahan Blimbing, Kota Malang) Syafira, Annisa Zuyyinani'ma; Bisri, Mohammad; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.32

Abstract

RW.8 and 9 areas, Blimbing Sub-district, Malang city is one of the areas that often occur inundation due to changes in land cover and narrowing of drainage channels. The solution is the manufacture of injection wells to determine the inundation, planning, and effectiveness of injection wells at the research site. To analyze it, modeling rain inundation a return period of 2 years and 5 years using Storm Water Management Model (SWMM) 5.1 application. Calibration results showed for the Root Mean Square Error (RMSE) value, modeling discharge and measurable discharge for a return period of 2 years is 17.3%, and a return period of 5 years is 20.9%. The simulation results showed the capacity of existing drainage channels for a return period of 2 years and 5 years resulted in 8 channels overflowing from 42 existing channels with the number of injection wells needed as many as 45 injection wells for 8 water catchment areas. The effectiveness value of the application of injection wells using rain barrels obtained results for a return period of 2 years is 66.67%-93.33% with average injection well effectiveness is 84.66% and a return period of 5 years is 66%-95% with average injection well effectiveness is 84.78%. 
Analisa Keruntuhan Bendungan Salomekko Kabupaten Bone Dengan Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Ayu, Mirsa; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.29

Abstract

Bendungan Salomekko terletak di Dukuh Salomekko Desa Ulu Balang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki fungsi utama untuk menyediakan air bagi kebutuhan irigasi pertanian seluas 1722 Ha. Bendungan Salomekko disamping memiliki manfaat juga menyimpan potensi bahaya, yaitu apabila bendungan runtuh. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa keruntuhan bendungan Bendungan Salomekko yang diasumsikan akibat overtopping dan pipping  menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Bedasarkan hasil simulasi melalui aplikasi Zhong Xing HY21, keruntuhan akibat overtopping merupakan peyebab keruntuhan Bendungan Salomekko yang menimbulkan dampak paling besar dengan debit banjir rancangan PMF sebesar 753,862 m³/det dan luas genangan 15,694 km2 dengan tinggi genangan maksimum 7,759 m. Keruntuhan Bendungan Salomekko mengakibatkan 11 desa terdampak pada bagian hilir bendungan dengan jumlah penduduk terkena resiko 2565 jiwa.
Studi Penentuan Sebaran Kualitas Air dengan Metode DOE-WQI, IP, Oregon-WQI, dan Prati Index di Waduk Sutami Rahayu, Gayatri Putri; Sayekti, Rini Wahyu; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.37

Abstract

Sutami Reservoir is one of the multipurpose reservoirs used in the supply of water. The main problem that occurs is a decrease in water quality caused by sources of pollution from agricultural waste, domestic waste, and industrial waste from the upstream part of the reservoir. This study aims to determine water quality during dry season using DOE-WQI, Pollution Index, Oregon-WQI, and Prati Index with parameters based on BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, pH, NO3, and PO4, as well as to calculate the load capacity of reservoir pollution. The results obtained of water quality status using the DOE-WQI, Pollution Index, and Prati Index method is lightly polluted. Using the Oregon-WQI method, showed different results, that is heavily polluted, it was caused by differences in the use of parameters. The trophic status in the dry season of 2016 is 60%-80% Eutrophic. Total-P levels in upstream, middle, and downstream sections were 89,20 mg/m3, 86,733 mg/m3, and 76,667 mg/m3. The pollution load capacity of Sutami Reservoir in the upstream, middle, and downstream sections, are 12,448 mg/m3, 15,291 mg/m3, and 26,894 mg/m3. By comparing the value of Total-P and the pollution load capacity, it shows that Total-P exceed the limit of reservoir's pollution load capacity. Waduk Sutami menjadi salah satu waduk serbaguna yang digunakan dalam penyediaan air baku. Permasalahan utama yang terjadiialah adanya penurunan kualitas air yang disebabkan oleh sumber pencemaran limbah pertanian, limbah domestik, dan limbah industri di bagian hulu waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas air pada musim kemarau dengan menggunakan metode DOE-WQI, Indeks Pencemaran,Oregon-WQI, dan Prati Index berdasarkan parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, pH, NO3, dan PO4, serta untuk menghitung daya tampung beban pencemaranwaduk. Hasil yang didapatkan dari analisis kualitas air dengan menggunakanmetode DOE-WQI,Indeks Pencemaran, danPrati Indexadalah tercemar ringan. Pada metode Oregon-WQI menampilkan hasil yang berbeda yaitu tercemar berat, hal itu disebabkan oleh adanya perbedaan penggunaan parameter. Status trofik di musim kering tahun 2016 mengalami eutrofikasi sebesar 60% - 80% Eutrof. Diketahui kadar Total-P untuk bagian hulu, tengah, dan hilir antara lain 89,20 mg/m3, 86,733 mg/m3, dan 76,667 mg/m3. Besarnya daya tampung beban pencemaran Waduk Sutami pada bagian hulu, tengah, dan hilir yaitu 12,448 mg/m3, 15,291 mg/m3, dan 26,894 mg/m3. Dengan perbandingan kadar Total-P dan nilai daya tampungnya, maka memperlihatkan bahwa kadar Total-P melampaui batas kapasitas tampungan beban pencemaran waduk
Analisis Curah Hujan Serial Terhadap Debit Maksimum di Sub DAS Kampili, DAS Jeneberang, Sulawesi Selatan Salsabila, Nadia; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.33

Abstract

Curah hujan serial yang terjadi di Sulawesi Selatan dengan keadaan curah hujan lebat hingga curah hujan sangat lebat berpotensi menimbulkan bencana hidrometerologi seperti genangan, banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. Bencana banjir akibat curah hujan tinggi ini terjadi di beberapa daerah termasuk di Sub DAS Kampili, Kabupaten Gowa. Penelitian ini mengidentifikasi kesetaraan akumulasi curah hujan serial terhadap debit banjir rancangan untuk mengetahui keadaan curah hujan serial penyebab kejadian banjir. Metode yang digunakan adalah Hidrograf Satuan Observasi (HSO) Metode Collins dan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu yang kemudian akan dianalisa kesetaraan akumulasi curah hujan serial dengan debit banjir rancangan secara relatif. Hasil kesalahan relatif (%) pada perbandingan HSO Collins dan HSS Nakayasu untuk waktu puncak (Tp) sebesar 5,35% dan debit puncak (Qp) sebesar 15,36%. Pada studi kasus ini, curah hujan rancangan kala ulang 2 tahun sebesar 98,299 mm setara dengan akumulasi curah hujan serial sebesar 62 mm. Sedangkan untuk Q1,1th sebesar 49,913 m3/dt disebabkan oleh curah hujan serial dengan keadaan curah hujan sedang pada kejadian banjir tanggal 7 Oktober 2012, curah hujan lebat pada kejadian banjir tanggal 9 Maret 2011, 12  Februari 2015, 3 Februari 2017, serta curah hujan sangat lebat pada kejadian banjir tanggal 20 April 2013.
Analisis Curah Hujan Serial Terhadap Debit Maksimum di Sub DAS Lesti, DAS Brantas, Provinsi Jawa Timur Februanto, Aaron Jeremy; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.40

Abstract

Changes in climate and land use cause a high potential for flooding in the Lesti watershed. Rainfall that can cause flood discharge varies greatly, so an analysis of the equality of rainfall with discharge is needed. In this study, we will discuss the comparative analysis of serial rainfall with design rainfall to determine the amount of serial rainfall that can cause flooding. The method used in this research is Nakayasu Synthetic Hydrograph Unit and Collins Observation Unit Hydrograph so that the results are equivalent to rain which can cause flooding. Serial rainfall with a height of 58 mm will be equivalent to a design rainfall of 87.37 mm with a return period of 2 years. The peak discharge value and peak time between Collins and Nakayasu have deviation results with a relative error for the peak time of 9.173%, while for peak discharge of 9.999%. The AWLR discharge of 187.29 m3/s on 5 April 2015 will be equivalent to the design flood discharge with a 2-year return period of 189,143 m3/s.Perubahan iklim dan tata guna lahan menyebabkan potensi bencana banjir yang tinggi pada DAS Lesti. Curah hujan yang dapat menyebabkan terjadinya debit banjir sangat bervariasi, sehingga dibutuhkan adanya analisis kesetaraan curah hujan dengan debit. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai analisa perbandingan curah hujan serial dengan curah hujan rancangan untuk mengetahui besaran curah hujan serial yang dapat menyebabkan banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan Hidrograf Satuan Observasi Collins sehingga didapatkan hasil kesetaraan hujan yang dapat mengakibatkan banjir. Curah hujan serial dengan tinggi sebesar 58 mm akan setara dengan curah hujan rancangan sebesar 87,37 mm dengan kala ulang sebesar 2 tahun. Nilai debit puncak dan waktu puncak antara Collins dan Nakayasu memiliki hasil penyimpangan dengan kesalahan relatif untuk waktu puncak sebesar 9,173%, sedangkan untuk debit puncak sebesar 9,999%. Debit AWLR sebesar 187,29 m3/dt pada tanggal 5 April 2015 akan setara dengan debit banjir rancangan dengan kala ulang 2 tahun sebesar 189.143 m3/dt.
Studi Penerapan Manajemen Aset Irigasi pada Daerah Irigasi Nglirip Kabupaten Tuban Kurniawan, Decka Emeraldi; Prayogo, Tri Budi; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.35

Abstract

Irrigation asset management is required to maintain the condition and function of irrigation assets. The purpose of this study was to determine the priority of rehabilitated assets. As obtained from the results of the inventory survey, the amount of damage in the Nglirip Irrigation Area is 39 points. Physical condition assessment is carried out based on the guidelines of the Ministry of PUPR. Based on the calculation, the main building value is 85,08% (Good), carrier channel is 76,99% (Medium), the complementary building is 80,99% (Medium), Right Nglirip Primary Channel is 81,14 (Good) and Left Nglirip Primary Channel is 79,57% (Medium). The priority scale is calculated by sorting the smallest physical condition values and the AHP method. The order of priority scale based on the physical condition assessment is the carrier channel, Left Nglirip Primary Channel, complementary structure, Right Nglirip Primary Channel and the main structure. The order of priority scale using the AHP method is based on alternatives, the first order is the Right Nglirip Primary Channel, then the Left Nglirip Primary Channel. Meanwhile, based on the criteria, the first order is the carrier channel, the complementary structure and the main structure.
Validasi Data Curah Hujan Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dengan Data Pos Penakar Hujan di DAS Grindulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Jarwanti, Dieta Putri; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.36

Abstract

Ground stations in Indonesia aren’t evenly distributed, whereas the resulted rainfall data is important. Then validation analysis with TRMM satellite data is required because it can cover a wide area, near real-time availability and fast access. This research aims to validate satellite data with observation data in the Grindulu watershed. Later, used to anticipate observation rainfall data that may be an error or unavailable. Validation methods used are Root Mean Squared Error (RMSE), Relative Error (RE), Nash Sutcliffe-Efficiency (NSE), and Correlation Coefficient (R). This research was done with two steps, those were TRMM data uncorrected and corrected, where the corrected data was done by calibration first. It showed that the best corrected TRMM data were found in a monthly period with a range of nine years of calibration in couple with one year of validation have a value of NSE = 0.929; R = 0.969; RMSE = 46.48 and RE = 8.9%. So, it showed that corrected TRMM data resulted have a better value than uncorrected data because the NSE and R values approaching one and have small values of RMSE and Relative Error. Overall, TRMM Satellite data can be used as an alternative hydrology data in the Grindulu watershed.Pos penakar hujan di Indonesia lokasinya masih kurang tersebar merata, padahal data hujan yang dihasilkan sangat penting. Maka diperlukan analisis validasi dengan data satelit TRMM karena dapat mencakup wilayah luas, tersedia secara near real-time dan aksesnya yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi data satelit dengan data observasi di DAS Grindulu yang datanya dianggap lengkap dan dapat diandalkan. Nantinya digunakan untuk mengantisipasi data curah hujan observasi yang mungkin error atau tidak tersedia. Metode validasi yang digunakan berupa Root Mean Squared Error (RMSE), Uji Kesalahan Relatif (KR), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE) serta Koefisien Korelasi (R). Penelitian ini menggunakan dua tahap perhitungan, yaitu analisis validasi data tidak terkoreksi dan data terkoreksi, dimana data terkoreksi dilakukan kalibrasi data terlebih dahulu, hasil dari validasi data TRMM terkoreksi terbaik terdapat pada periode bulanan dengan rentang kalibrasi 9 tahun dan validasi 1 tahun dengan hasil NSE = 0,929; R = 0,969; RMSE = 46,48; KR = 8,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data TRMM terkoreksi menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingan data TRMM tidak terkoreksi karena memiliki nilai NSE dan R yang mendekati satu dan nilai RMSE dan Kesalahan Relatifnya rendah. Secara kesluruhan, dapat disimpulkan bahwa data TRMM dapat digunakan sebagai data alternatif hidrologi di DAS Grindulu.
Studi Evaluasi Kebutuhan Air Irigasi dan Penyusunan Jadwal Pembagian Air pada Daerah Irigasi Nglirip Kabupaten Tuban Farid, Mochammad Nur Fahrudin; Sayekti, Rini Wahyu; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.09

Abstract

Daerah Irigasi Nglirip memiliki luas baku sawah sebesar 1292 hektar. Permasalah yang terjadi pada Daerah irigasi Nglirip adalah kekurangan air pada musim kemarau dan debit sungai berlebih ketika musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan air irigasi menggunakan metode Water Balance, kemudian direncanakan pola tata tanam rencana untuk meningkatkan intensitas tanam ketika debit air berlebih dan merencanakan jadwal pembagian air rotasi menggunakan faktor K. Dari studi ini didapatkan besarnya debit andalan maksimum sebesar 2695,57 lt/dt dan minimum 485,64 lt/dt, Luas intensitas tanam eksisting sebesar 274,94% dan rencana 275%, dari neraca air eksisting terjadi defisit air sebanyak 19 kali dan surplus air 17 kali sedangkan dari neraca air rencana terjadi 19 kali defisit dan 17 kali surplus air dari 36 kali periode tanam, pembagian air rotasi dengan faktor K(0,25-0,5) sebanyak 9 kali, faktor K (0,5–0,75) 7 kali, dan Faktor K > 0,75 20 kali.
Studi Evaluasi Kebutuhan Air Irigasi dan Penyusunan Jadwal Pembagian Air pada Daerah Irigasi Kedungrejo Kabupaten Madiun Winanto, Bernardinus Yoga; Sayekti, Rini Wahyu; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.02

Abstract

Daerah Irigasi (DI) Kedungrejo Kabupaten Madiun memiliki luas baku sawah 1.538 ha. Daerah Irigasi Kedungrejo memiliki beberapa problematika yaitu Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang dibuat oleh Dinas Pengairan tidak terlaksana dengan baik di lapangan,  debit sungai berlebih ketika musim hujan dan debit sungai minim ketika musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan air eksisting menggunakan metode Water Balance kemudian merencanakan pola tata tanam rencana untuk meningkatkan intensitas tanam ketika debit berlebih dan merencanakan jadwal rotasi pembagian air dengan menggunakan faktor K. Dari studi ini didapat hasil perhitungan debit andalan 80% maksimum sebesar 4.533,50 lt/dt dan minimum sebesar 0,00 lt/dt, lalu hasil evaluasi kebutuhan air eksisting dengan kondisi surplus air sebanyak 18 kali (50%) dan defisit air sebanyak 18 kali (50%) di mana intensitas tanam kondisi eksisting tahun 2014-2019 mencapai 284,32%. Untuk kebutuhan air dengan pola tata tanam rencana kondisi surplus air sebanyak 32 kali (89%) dan defisit air sebanyak 4 kali (11%) di mana intensitas tanam rencana dibuat sebesar 155,27%. Lalu rotasi pembagian air dengan faktor K terjadi sebanyak 4 kali.

Page 7 of 62 | Total Record : 612