cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Evaluasi Efektivitas Sumur Injeksi Dalam Upaya Penanggulangan Genangan di RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Jawa Timur Dewa, Faralisintia Junia Surya; Bisri, Mohammad; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.42

Abstract

Purwantoro RW 23 Subdistrict, Blimbing Subdistrict, Malang often inundation due to changes in land use. In dealing with this problem, since 2013 RW 23 has built 6 injection wells. This study aims to determine the existing condition, follow-up and effectiveness of injection wells at the research site. Therefore, analysis is required using EPA SWMM 5.1 model to describe the simulation of inundation reduction. Therefore, analysis is required using EPA SWMM 5.1 model to describe the simulation of inundation reduction. For model calibration is done by RMSE method for a return period of 2 years of 9.9%, and for a return period of 5 years of 11%, while for a return period of 10 years of 12%. The simulation results in SWMM 5.1 application showed that after the injection well can absorb rainwater runoff for return period of 2, 5, and 10 years. However, it is necessary to add 4 injection wells for a return period of 2 years, and 5 injection wells for a return period of 5 and 10 years. The effectiveness value of the application of injection wells using rain barrels in SWMM 5.1 applications obtained results for a return period of 2 years of 85.714% - 97.931% with an average effectiveness of 92.028%, and a return period of 5 years of 88.889% - 98.378% with an average effectiveness of 93.562%, while a return period of 10 years of 90.909% - 98.372% with an average effectiveness of 94.161%. Wilayah Kelurahan Purwantoro RW 23, Kecamatan Blimbing, Kota Malang sering terjadi genangan akibat dari perubahan tata guna lahan. Dalam menangani permasalahan ini, Sejak tahun  2013 RW 23 telah membangun sumur injeksi sebanyak 6 buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, tindak lanjut dan efektivitas sumur injeksi di lokasi penelitian. Maka dari itu, diperlukan analisis menggunakan model EPA SWMM 5.1 untuk menggambarkan simulasi pengurangan genangan. Untuk kalibrasi model dilakukan dengan metode RMSE dengan kala ulang 2 tahun sebesar 9,9 %, kala ulang 5 tahun sebesar 11%, dan kala ulang 10 tahun sebesar 12%. Hasil simulasi pada aplikasi SWMM 5.1 menunjukkan bahwa perlu penambahan sumur injeksi sebanyak 4 sumur injeksi di kala ulang 2 tahun, 5 sumur injeksi di kala ulang 5 dan 10 tahun. Nilai rata-rata efektivitas penerapan sumur injeksi dengan menggunakan tampungan hujan pada SWMM 5.1 didapatkan hasil untuk kala ulang 2 tahun sebesar 92,028%, dan untuk kala ulang 5 tahun sebesar 93,562%, sedangkan untuk kala ulang 10 tahun sebesar 94,161%.
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Rehabilitasi Bendungan Simo di Kabupaten Grobogan dengan Menggunakan Program Microsoft Project Manager 2016 Rizal, Rizal; Juwono, Pitojo Tri; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.03

Abstract

Penerapan manajemen konstruksi baik penjadwalan maupun biaya sangat bermanfaat, karena dapat memberikan peringatan dini akan hal-hal yang mungkin akan terjadi pada masa pelaksanaan pekerjaan. Tujuan penulisan skripsi ini adalah melakukan studi tentang manajemen konstruksi proyek rehabilitasi Bendungan Simo kabupaten Grobogan dengan menggunakan Microsoft Manager 2016. Untuk melakukan studi ini dibuatlah alternatif dengan cara menambah durasi jam kerja dan menambahkan sumber daya setelah optimasi. Metode pengumpulan data dalam studi ini menggunakan data sekunder seperti data kontrak dan data teknis bendungan yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis dengan menghitung kebutuhan sumber daya, harga satuan pekerjaan, menganalisis rencana anggaran biaya, menentukan lamanya durasi pekerjaan dan logika ketergantungan, membuat time schedule proyek, melakukan analisa percepatan, melakukan perbandingan antara penjadwalan dan biaya yang ada baik sebelum percepatan maupun setelah percepatan. Dari hasil penjadwalan didapatkan, rencana anggaran biaya konstruksi sebesar Rp. 15.542.933.000,00 selama (240 hari). Terdapat perbedaan hasil setelah optimasi dengan menambah durasi jam kerja dengan durasi (200 hari) dan biaya sebesar Rp. 14.423.695.285,8. Mengalami percepatan waktu selama 40 hari dengan efisiensi waktu 16,67% dari waktu normal dengan penurunan biaya sebesar 1.119.237.700 dari anggaran waktu normal.
Analisis Kekeringan Meteorologi dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan China Z Index (CZI) Di Sub DAS Kadalpang, Kabupaten Pasuruan Dewita, Monika; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.01

Abstract

Sub DAS Kadalpang, Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah rawan bencana kekeringan di Indonesia. Analisis kekeringan serta pemetaan sebarannya diperlukan sebagai upaya meminimalisir dampak kekeringan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil kesesuaian metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan China Z Index (CZI) dengan Southern Oscillation Index (SOI) sehingga didapatkan metode yang lebih sesuai diterapkan pada Sub DAS Kadalpang. Pemetaan sebaran kekeringan menggunakan metode Inversed Distance Weight (IDW) dengan bantuan Sistem Informasi Geografi bertujuan untuk mengetahui daerah terdampak secara lebih akurat agar penanganan dapat dilakukan dengan optimal. Hasil indeks kekeringan terparah metode SPI sebesar (-3,711) pada periode 1 bulan, pada bulan Mei 2018. Hasil indeks kekeringan terparah metode CZI sebesar (-6,701) pada periode 1 bulan, pada bulan Mei 2018. Analisis korelasi CZI dan SPI dengan SOI menunjukkan hubungan linier yang lemah. Dipilih opsi perbandingan dengan pola curah hujan untuk menunjukkan kesesuaian dengan lokasi studi dan metode CZI lebih sesuai. Penggambaran peta sebaran kekeringan menggunakan metode yang lebih sesuai yaitu CZI. Hasil peta sebaran kekeringan dengan jumlah kejadian kekeringan terparah tahun 2007 dengan bulan kering terparah bulan Mei, dan terdapat 17 desa di Sub DAS Kadalpang berpotensi terdampak kekeringan sehingga perlu diprioritaskan dalam upaya mitigasi bencana kekeringan di masa mendatang.
Aplikasi TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) pada Evaluasi Saluran Drainase Perkotaan Berwawasan Lingkungan di Sistem Drainase Sebangau dan Kahayan, Palangka Raya Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.39

Abstract

Inundation on roads is a common problem in urban areas, the ones at the Palangka Raya City. The existing drainage system at the study area still uses a conventional drainage system and unable to accommodate the inundation. Thus requires for handling by absorbing or temporarily accommodating the inundation before being discharged into the river which is the concept of an eco–drainage system. To determine the design discharge of the drainage channel at the study area, hydrological data processing is analyzed using the TRMM satellite rainfall data due to the limited rainfall data length. From the results of processing the TRMM satellite rainfall data, the design discharge for the Kahayan and Sebangau Drainage Systems are different in each channel. By using a 5-year return period, the smallest design discharge value is 1,097 m3/s and the largest is 59,111 m3/s. From the evaluation results, 11 out of 28 existing channels need to have inundation control. Chosen alternative to inundation control with eco–drainage concept is by rehabilitating channels and making detention ponds. This alternative can reduce inundation by 100%. Genangan air yang muncul di ruas-ruas jalan merupakan suatu permasalahan umum di daerah perkotaan salah satunya pada Kota Palangka Raya. Sistem drainase yang ada pada kawasan ini masih menggunakan sistem drainase konvensional dan belum mampu menampung genangan yang terjadi. Sehingga perlu adanya penanganan dengan cara meresapkan atau menampung sementara genangan sebelum dibuang ke badan sungai yang merupakan konsep dari sistem drainase berwawasan lingkungan. Untuk mengetahui debit rancangan pada saluran drainase di lokasi studi, dilakukan pengolahan data hidrologi menggunakan bantuan data hujan satelit TRMM karena keterbatasan panjang data hujan di lapangan. Dari hasil pengolahan data hujan satelit TRMM, didapatkan debit rancangan pada Sistem Drainase Kahayan dan Sebangau yang berbeda pada tiap saluran. Dengan menggunakan kala ulang 5 tahun, didapatkan nilai debit banjir rancangan terkecil 1,097 m3/dt dan terbesar 59,111 m3/dt. Dari hasil evaluasi didapatkan 11 dari 28 saluran yang ada perlu dilakukan penanganan genangan. Alternatif penanggulangan genangan dengan konsep drainase berwawasan lingkungan yang dipilih yaitu dengan merehabilitasi saluran dan pembuatan kolam detensi. Alternatif tersebut dapat mereduksi genangan sebesar 100%.
Studi Simulasi Pemberian Air Irigasi Berdasarkan Debit Andalan di Daerah Irigasi Bena Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Lake, Tania Chrisna Maria; Sayekti, Rini Wahyu; Soetopo, Widandi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.41

Abstract

The Bena Irrigation Area has 68 tertiary blocks where the total area of rice fields is 3515 ha with a length of 23 km. However, the Bena Irrigation Area experiences water deficits annually, particularly during the dry season. The phenomenon mentioned causes inefficiency from the functional point of view of The Bena Dam, which only irrigates 2470 Hectares of rice fields effectively. The phenomenon mentioned causes inefficiency from the functional point of view of The Bena Dam, which only irrigates 3515 Hectares of rice fields effectively. This thesis is discussing the simulation of water supply irrigation based on the Water Use Index (IPA) method. The purpose of the simulation is to overcome the water shortage at the Bena Irrigation Area by obtaining the ideal and/or most efficient volume of water by using the Water Use Index (IPA). Referring to the simulation presented with the IPA value at 0,5 hypothetically (good criteria), it revealed that the greatest volume is at 239,067 lt/sec at the first planting season, 862,948 lt/sec in the second planting season, and 39,571 lt/sec simultaneously. Daerah Irigasi Bena mempunyai petak tersier sebanyak 68 petak dimana luas total baku sawah 3515 ha dengan panjang 23 km. Namun, Daerah Irigasi Bena mengalami peningkatan kekurangan dan kekeringan air di setiap tahunnya terutama pada saat musim kemarau. Hal ini menyebakan Bendung Bena yang harusnya mengairi sawah seluas 3515 Ha hanya mampu mengairi sawah fungsional seluas 2470 Ha. Oleh karena itu, perlu adanya simulasi pemberian air irigasi untuk mengatasi kekurangan air yang terjadi di Daerah Irigasi Bena. Salah satu cara untuk mensimulasi penyediaan air irigasi menggunakan metode indeks penggunaan air (IPA). Tujuan dari simulasi pemberian air dengan nilai indeks penggunaan air (IPA) agar memperoleh hasil dari menghemat air irigasi yang paling hemat sehingga dapat mengatasi kekurangan air yang terjadi. Berdasarkan hasil simulasi nilai IPA diperoleh hasil dengan coba-coba nilai IPA = 0,5  (kriteria baik) mempunyai nilai paling besar adalah 862,948 lt/detik (musim tanam II) , 239,067 (musim tanam I), dan 39,571 lt/dtk (musim tanam III).
Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih di Perumahan Grand Arfa Wulandira Kabupaten Serang dengan Aplikasi WaterCAD CONNECT Edition Amrul, Muhammad Alfarisy; Haribowo, Riyanto; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.04

Abstract

Perumahan Grand Arfa Wulandira merupakan sebuah perumahan yang terletak di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Pada perumahan ini terdapat satu buah sumur bor, akan tetapi belum terdapat sebuah jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Dengan demikian, perlu diadakan perencanaan jaringan distribusi air bersih di Perumahan Grand Arfa Wulandira meliputi aspek hidrolika, kualitas air dan ekonomi. Dalam perencanaan jaringan air bersih, dilakukan dengan aplikasi WaterCAD CONNECT Edition untuk simulasi dan pemodelan kondisi hidraulik jaringan air bersih. Untuk perhitungan biaya dan analisa ekonomi dilakukan secara manual berdasarkan Permen PUPR No. 28/PRT/M/2016. Dari hasil analisa hidrolis, menunjukkan hasil perencanaan memenuhi kriteria jaringan perpipaan pada Permen PUPR No. 18/PRT/M/2007. Hasil dari perencanaan ini adalah kecepatan sebesar 0,10 m/det – 2,39 m/det, headloss gradient sebesar 0,13 m/km – 14,80 m/km dan tekanan sebesar 1,83 atm – 2,87 atm. Hasil analisa ekonomi menunjukkan biaya perencanaan sebesar Rp1.292.830.000,00 dengan penentuan harga air sebesar Rp1.667,22/m3.
Analisis Evaporasi Waduk Wonorejo Kabupaten Tulungagung Menggunakan Pendekatan Empiris Maharani, Brigitta Vidia; Wahyuni, Sri; Harisuseno, Donny
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.47

Abstract

Evaporation is an important thing that affects the capacity of the reservoir. However, the problems that often occur in Indonesia reservoirs lack available evaporation measurement data, less complete evaporation measurement data, sudden damage to the measuring instrument, and human error. Therefore, the purpose of this study was to analyze the evaporation of the Wonorejo Reservoir through an empirical approach using the Penman Method and Priestley-Taylor Method. The climatological data used were air temperature, wind velocity, relative humidity, and the length of the sun’s radiation with monthly periods in 2004-2019. Based on the method suitability test results with the calibration of the model, evaporation used Priestley-Taylor Method has a better result than Penman Method. It could be seen from the value of NSE 0.595; MAE 0.137; R 0.783; R2 0.613; dan KR 5.091%. Then, a verification test was carried out towards Priestley-Taylor Method to get the best results with the value of NSE -2.279; MAE 2.127; R 0.780; R2 0.609; and KR 38.289%. According to the verification test result, it could be concluded that the best data pair is 12 years of calibration – 1 year of verification. Evaporasi merupakan faktor penting yang sangat mempengaruhi besarnya kapasitas tampungan waduk. Akan tetapi, kendala dan persoalan yang kerap terjadi pada waduk di Indonesia yaitu sedikitnya jumlah data pengukuran evaporasi, kurang lengkapnya data pengukuran evaporasi, terjadinya kerusakan secara tiba-tiba pada alat ukur, dan kesalahan yang diakibatkan oleh manusia. Tujuan penelitian ini adalah analisa evaporasi Waduk Wonorejo melalui pendekatan empiris menggunakan Metode Penman dan Priestley-Taylor. Data klimatologi yang digunakan meliputi data suhu udara, kecepatan angin, kelembaban relatif, dan lama penyinaran matahari dengan periode bulanan pada tahun 2004-2019. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa,  berdasarkan hasil uji kesesuaian metode dengan kalibrasi model, evaporasi menggunakan Metode Priestley-Taylor memiliki hasil paling baik dibanding Metode Penman. Hal ini dapat dilihat dari nilai NSE 0,595; MAE 0,137; R 0,783; R2 0,613; dan KR 5,091%. Kemudian dilakukan uji verifikasi terhadap Metode Priestley-Taylor dan didapatkan hasil terbaik dengan nilai NSE -2,279; MAE 2,127; R 0,780; R2 0,609; dan KR 38,289%. Hasil uji verifikasi terbaik merupakan pasangan data 14 tahun kalibrasi dan 1 tahun verifikasi.  
Analisa Erosi di DAS Kali Lamong Menggunakan Pendekatan ArcSWAT Pane, Yasmin Pebriani Sitorus; Sholichin, Mohammad; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.44

Abstract

Flood on the downstream and sedimentation at the bottom of the river often occured in Kali Lamong Watershed. From those problems to reduce problems occurin in Kali LamongoWatershed, need new landuse method (scenario) using ArcSWAT as a conservation. To get the result of runoff, erosion, and sedimentation ArcSWAT program need 4 processes : watershed delineation, Hydrological Response Unit (HRU), input database, and simulation. The results showed an average runoff rate of 55.369 mm/tahun, average erosion rate of 31.578 ton/ha/tahun, and average sedimentation rate of 67576.11 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Indekx by Hammer (1981), shows that the index at low level (index , 1.0) in an area of 20239.267 ha, medium level (index 1.01-4.0) in an area of 27999.556, high level (index 4.01 – 10.0) in an area of 24166.261 ha. With the conservation that was adjusted to the land capacity of Kali Lamong Watershed, the new land use could reduce runoff by 22.92%, erosion of 22.01%, and sedimentation of 44.55%. Using new land use shows that  the Erosion Hazard Index Kali Lamong Watershed was at low level and medium level. DAS Kali Lamong sering mendapat bencana seperti banjir pada bagian hilir serta pendangkalan dasar sungai akibat laju sedimentasi. Dari permasalahan tersebut maka untuk mengurangi permasalahan pada DAS Kali Lamong diperlukan usaha konservasi dengan merencanakan tata guna lahan yang baru menggunakan model ArcSWAT. Untuk mendapatkan hasil limpasan, erosi, dan sedimentasi model ArcSWAT memerlukan 4 proses yaitu pembuatan delineasi DAS, pengolahan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan database, dan melakukan simulasi. Dari analisa menunjukkan rerata limpasan 55.369 mm/tahun, rerata erosi 31.578 ton/ha/tahun, dan rerata sedimen 67576.11 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi oleh Hammer (1981) diperoleh indeks dengan kriteria rendah (indeks < 1.0) seluas 20239.267 ha, kriteria sedang (indeks 1.01-4.0) seluas 27999.556, kriteria tinggi (indeks 4.01 – 10.0) seluas 24166.261 ha. Hasil dari skenario pembuatan tata guna lahan baru yang disesuaikan dengan kemampuan lahan DAS Kali Lamong menunjukkan penurunan limpasan sebesar 22.92%, erosi sebesar 22.01%, dan sedimentasi sebesar 44.55%. Menggunakan tata guna lahan baru kriteria Indeks Bahaya Erosi DAS Kali Lamong berada di kriteria rendah dan sedang. 
Evaluasi Kesesuaian Data Satelit untuk Curah Hujan dan Evaporasi Terhadap Data Pengukuran di Kawasan Waduk Sutami Arrokhman, Naufal Achmad; Wahyuni, Sri; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.46

Abstract

Sutami Reservoir is a multipurpose reservoir, so it is necessary to record complete rainfall data and evaporation data as a basis for regulating reservoir operation patterns, water balance analysis, and others. Satellite technology can be applied as such an alternative to hydrological data to anticipate incompleteness and inaccuracy of data during observation.. This study aimed to evaluate satellite data of rainfall and evaporation with observation data in the Sutami Reservoir Area. TRMM 3B42, CHIRPS, and GPM V6 are used by rainfall satellite. And then, GLDAS-2.1 and CFS-V2 are used by evaporation satellite. Each of these satellites has different specifications and characteristics. Evaluation of satellite data was carried out using simulation model calibration and validation to determine the performance of the satellite. The best results can be known from the values of RMSE, NSE, Correlation Efficiency, and Relative Error. The results show that in essence, all rainfall satellites (TRMM 3B42, CHIRPS, GPM V6) and evaporation satellites (GLDAS-2.1, CFS-V2) can be used as an alternative to hydrological data in the Sutami Reservoir Area. The GPM V6 rainfall satellite and the CFS-V2 evaporation satellite have a higher level of accuracy and better performance based on calibration and validation simulations.Waduk Sutami merupakan waduk multiguna sehingga diperlukan pencatatan data curah hujan maupun data evaporasi yang lengkap sebagai dasar mengatur pola operasi waduk, analisis neraca air, dan lain-lain. Seiring perkembangan zaman, teknologi satelit dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi untuk mengantisipasi ketidaklengkapan dan ketidak-akuratan data saat pengukuran. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan evaluasi data satelit curah hujan dan evaporasi terhadap data pengukuran di Kawasan Waduk Sutami. Dari penelitian ini juga akan menghasilkan satelit yang direkomendasikan untuk dapat diterapkan pada lokasi studi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data satelit curah hujan TRMM 3B42, CHIRPS, dan GPM V6. Sedangkan satelit evaporasi menggunakan GLDAS-2.1 dan CFS-V2. Masing-masing satelit tersebut mempunyai spesifikasi dan karakteristik yang berbeda-beda. Evaluasi data satelit dilakukan dengan menggunakan simulasi model kalibrasi dan validasi untuk mengetahui   performa dari satelit tersebut. Hasil yang terbaik dapat diketahui dari nilai RMSE, NSE, Koefisien Korelasi, dan Kesalahan Relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada intinya, seluruh satelit curah hujan (TRMM 3B42, CHIRPS, GPM V6) maupun satelit evaporasi (GLDAS-2.1, CFS-V2) dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi di Kawasan Waduk Sutami. Hanya saja satelit curah hujan GPM V6 dan satelit evaporasi CFS-V2 memiliki tingkat keakurasian yang lebih tinggi dan performa yang lebih baik berdasarkan simulasi kalibrasi dan validasi.
Analisa Keruntuhan Bendungan Gembong Di Kabupaten Pati Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Milleanisa, Khofifah Endar; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.43

Abstract

A dam is a structure built across a river to hold back water. Reservoirs created by dams not only suppress floods but also provide water for activities such as for water, irrigation, power generation, and flood control. But behind the benefits that can be obtained from dams, dams also have a large potential hazard in the form of the possibility of a dam break. The main causes of dam break are overtopping and pipping. So that analysis is needed related to dam break to minimize the impact. Based on the Zhong Xing HY21 software, the most severe impact of the break of the Gembong Dam was due to overtopping using the QInflow PMF design flood of 780,967 m3/s and resulted in an inundation area of 54,682 km2 with a maximum inundation height of 5,129 m. As a result of the break of the Gembong Dam, 37 villages downstream of the Gembong Dam were flooded. There are 80,819 people affected by this risk and it is stated that all affected villages are at the 4th hazard classification level or very high hazard. Bendungan adalah suatu struktur dibangun di sungai untuk menahan air. Waduk yang diciptakan oleh bendungan tidak hanya menekan banjir tapi juga menyediakan air untuk kegiatan seperti irigasi, pembangkit tenaga listrik, dan pengendali banjir. Namun di samping manfaatnya yang besar, pembangunan bendungan juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, yakni berupa keruntuhan bendungan. Penyebab utama dari keruntuhan bendungan adalah overtopping dan pipping. Sehingga diperlukan analisis terkait keruntuhan bendungan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Berdasarkan software Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Gembong yang paling parah disebabkan karena overtopping dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 780,967 m3/det dan menghasilkan luas genangan 54,682 km2 dengan tinggi genangan maksimum 5,129 m. Akibat keruntuhan Bendungan Gembong, 37 desa di hilir Bendungan Gembong terkena banjir. Terdadpat 80.819 jiwa penduduk terkena risiko tersebut dan dinyatakan bahwa seluruh desa terdampak berada pada tingkat klasifikasi bahaya ke-4 atau bahaya sangat tinggi.

Page 8 of 62 | Total Record : 612