cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Studi Sebaran Karakteristik Kualitas Air dengan Parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, dan pH di Waduk Sutami Nathania, Nadya Ayu; Sayekti, Rini Wahyu; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.45

Abstract

Sutami Reservoir is a multipurpose reservoir with a water supply from Brantas River. The problem that occurs in the Brantas River is the decline in water quality due to the high discharge of agricultural, domestic, and industrial waste. The purpose of this study is to determine the distribution of water quality in 2015-2020 for the dry season using the Pollution Index, determine the regression model that best suits the variation of the pollution index value, and determine the pollution load capacity for Total-P in 2016 based on its trophic status. This research was conducted at the Upper, Middle, and Downstream Monitoring Stations at depths I (0.3 m), II (5 m), and III (10 m) for parameters BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, and pH. From this study, it was found that the distribution of water quality of the Sutami Reservoir in 2015-2020 was classified as lightly polluted with the most appropriate regression model, namely the polynomial regression model. By comparing the pollution load capacity for Total-P in 2016 with the level of Total-P that enter the Sutami Reservoir, it was found that the level of Total-P that entered in the Sutami Reservoir had exceeded its proper capacity. Waduk Sutami merupakan waduk multiguna dengan pasokan air dari Sungai Brantas. Permasalahan yang terjadi di Sungai Brantas yaitu menurunnya kualitas air akibat tingginya buangan limbah pertanian, domestik, dan industri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan sebaran karakteristik kualitas air dimusim kemarau tahun 2015-2020 dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran, menentukan model regresi yang paling sesuai dengan variasi nilai indeks pencemaran, serta menentukan daya tampung beban pencemaran Total-P tahun 2016 berdasarkan status trofiknya. Penelitian ini dilakukan pada Stasiun Monitoring Waduk Sutami Hulu, Tengah, dan Hilir pada kedalaman I (0.3 m), II (5 m), dan III (10 m) untuk parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS dan pH. Dari penelitian ini didapatkan hasil sebaran karakteristik kualitas air Waduk Sutami tahun 2015-2020 tergolong tercemar ringan dengan model regresi yang paling sesuai yaitu model regresi polinomial. Dengan membandingkan nilai daya tampung beban pencemaran Total-P tahun 2016 dengan kadar yang masuk ke Waduk Sutami didapatkan bahwa kadar Total-P yang masuk ke Waduk Sutami telah melebihi daya tampung yang seharusnya.
Studi Laju Infiltrasi Menggunakan Model Horton dan Model Philip pada Berbagai Tutupan Lahan Suteja, Yanuarning Tyas Dwi Safitri; Harisuseno, Donny; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.07

Abstract

Pesatnya pembangunan dalam menunjang kebutuhan manusia di DAS Lesti semakin mempersempit lahan yang memungkinkan untuk infiltrasi. Studi ini bertujuan untuk membandingkan dua model laju infiltrasi dengan menggunakan model Horton dan Model Philip pada berbagai tutupan lahan sehingga didapatkan metode yang paling sesuai yang dapat diterapkan pada DAS Lesti. Penelitian dilakukan di delapan titik lokasi yang tersebar di DAS Lesti dengan empat tutupan lahan yaitu pemukiman, vegetasi, pertanian, dan lahan terbuka. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat Double Ring Infiltrometer. Penelitian ini menunjukkan bahwa lahan terbuka memiliki laju infiltrasi sangat cepat, sedangkan lahan pertanian memiliki laju infiltrasi lambat. Setelah dilakukan analisis menggunakan model Horton dan model Philip didapatkan laju infiltrasi maksimum pada model Horton sebesar 10,038 mm/menit pada lahan terbuka dan laju infiltrasi minimum sebesar 2,203 mm/menit pada lahan pertanian, sedangkan pada model Philip laju infiltrasi maksimum sebesar 15,125 mm/menit pada lahan terbuka dan laju infiltrasi minimum sebesar 3,063 mm/menit pada lahan pertanian. Berdasarkan nilai MAE, NSE, dan kesalahan relatif, model infiltrasi Horton lebih baik dalam memprediksi laju infiltrasi di DAS Lesti.
Studi Laju Infiltrasi Dengan Menggunakan Model Horton dan Model Kostiakov Pada Beberapa Tata Guna Lahan Setiawan, Indra Wahyu; Harisuseno, Donny; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.08

Abstract

Wilayah DAS lesti memiliki permasalahan tata guna lahan yang menyebakan terjadinya perubahan infiltrasi pada berbagai tata guna lahan. Dengan adanya perubahan tersebut maka dapat menyebabkan permasalahan baru. Dalam hal ini maka dilakukan penelitian pada setiap tata guna lahan meliputi lahan vegetasi, lahan pertanian, lahan pemukiman dan lahan terbuka dengan menggunakan alat Double Ring Infilrometer dengan masing-masing titik dilakukan dua kali pengukuran. Hasil pengukuran laju infiltrasi menunjukkan bahwa lahan pemukiman memiliki laju infiltrasi sangat cepat, sedangkan lahan terbuka memiliki laju infiltrasi lambat. Model yang digunakan dalam analisa infiltrasi yaitu Model Horton dan Model Kostiakov. Setelah dilakukan analisis menggunakan model tersebut didapatkan hasil laju infiltrasi tertinggi pada Model Horton sebesar 10,954 mm/menit pada lahan pemukiman dan laju infiltrasi terendah sebesar 0,518 mm/menit pada lahan terbuka, sedangkan pada Model Kostiakov didapatkan laju infiltrasi tertinggi sebesar 9,767 mm/menit pada lahan pemukiman dan laju infiltrasi terendah sebesar 0,563 mm/menit pada lahan terbuka. Berdasarkan hasil uji validasi menggunakan uji kesalahan relatif, korelasi dan determinasi, RMSE, MAE,NSE didapatkan hasil model terpilih yaitu Model Horton.
Studi Pengaruh Sifat Fisik Tanah terhadap Laju Infiltrasi pada Lahan Pertanian Firmanda, Rifco Ray; Harisuseno, Donny; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.06

Abstract

Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada DAS Lesti secara tidak langsung akan mempengaruhi laju infiltrasi. Berkurangnya vegetasi penutup lahan dan adanya proses pengolahan tanah seperti pemadatan akan mengubah karakteristik laju infiltrasi pada suatu lahan. Studi ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh sifat fisik tanah terhadap laju infiltrasi dengan menggunakan model regresi linear berganda. Kajian ini dilakukan pada lahan pertanian yang berada di DAS Lesti. Pada setiap titik dilakukan pengambilan data infiltrasi menggunakan alat Double Ring Infiltrometer dan pengambilan sampel tanah. Dari hasil analisis korelasi dan determinasi didapatkan bahwa variabel ln sand, ln clay dan ln kadar air memiliki nilai koefisien korelasi dan determinasi yang baik. Setelah itu kemudian dilakukan pembuatan beberapa model regresi linear berganda. Dari hasil analisis tersebut, model regresi yang menggunakan variabel ln clay dan ln kadar air mampu memenuhi uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan kekuatan variabel ln clay dan ln kadar air secara bersama-sama mampu menjelaskan variabel ln laju infiltrasi awal sebesar 88,4%. Dari hasil uji validasi model menunjukkan bahwa nilai pemodelan regresi mendekati dengan hasil pengukuran di lapangan.
Studi Penentuan Sebaran Kualitas Air Dengan Menggunakan Metode DWQI (Dinius Water Quality Index), NSF-WQI, Indeks Pencemaran (IP), dan OIP(Overall Index Of Pollution) di Waduk Sutami Kabupaten Malang Hisbulloh, Robiq; Sayekti, Rini Wahyu; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.14

Abstract

Pencemaran yang terus terjadi di Waduk Sutami menyebabkan menurunnya kualitas air di waduk tersebut. Permasalahan ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kegiatan penduduk disepanjang Sungai Brantas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu air dan status mutu air di Waduk Sutami menggunakan metode DWQI (Dinius Water Quality Index), NSF-WQI, Indeks Pencemaran (IP), dan OIP (Overall Index Of Pollution) dengan parameter yang diuji adalah pH, DO, BOD, COD, TSS, Nitrat, Fosfat, dan Klorida. Pada metode DWQI diperoleh status mutu air sangat baik, baik, sedang, dan sangat buruk. Metode NSF-WQI diperoleh status mutu air yang cemar. Pada metode Indeks Pencemaran (IP) diperoleh status mutu air crmar ringan. Sedangkan pada metode OIP diperoleh status mutu air yang tercemar. Hasil penentuan status mutu air yang berbeda ini dikarenakan pada setiap metode memiliki klasifikasi kriteria air yang berbeda.
Analisis Keruntuhan Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie Menggunakan Aplikasi HEC-RAS dan Berbasis InaSAFE Khairi, Muhammad Ariq Fathyan; Suprijanto, Heri; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.05

Abstract

Bendungan Rukoh memiliki tampungan efektif sebesar 125,7 juta m3 dengan tujuan utama untuk optimalisasi pemenuhan kebutuhan air irigasi, dan untuk pengendalian banjir Kabupaten Pidie. Dibalik manfaatnya yang besar, bendungan berpotensi membahayakan keamanan publik apabila terjadi keruntuhan bendungan. Ketika terjadi keruntuhan bendungan, air dalam jumlah besar pada waduk dapat mengakibatkan banjir yang cepat dan tiba-tiba, mengakibatkan kerugian nyawa serta kerusakan material yang masif. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui dampak maksimum yang dapat terjadi dari berbagai macam skenario keruntuhan bendungan pada Bendungan Rukoh. Menggunakan data populasi regional, kerugian ekonomi akibat keruntuhan bendungan kemudian dihitung. Keruntuhan Bendungan Rukoh disimulasikan menggunakan program HEC-RAS v5.0.7 dengan basis data geometri yang tersedia, kemudian dihitung kerugian ekonominya dengan bantuan aplikasi InaSAFE. Hasil simulasi menunjukkan puncak debit banjir rancangan Probable Maximum Flood (PMF) dengan Qinflow sebesar 517,102 m3/detik tidak mengakibatkan skenario overtopping. Dari hasil simulasi, keruntuhan Bendungan Rukoh oleh skenario piping tengah kondisi muka air banjir menghasilkan dampak paling besar dengan ketinggian air maksimum sebesar 21,94 m dengan luasan banjir melingkupi 237,409 km2. Angka-angka tersebut menandakan bahwa keruntuhan Bendungan Rukoh dikategorikan sebagai bahaya tingkat tinggi. Estimasi kerugian ekonomi akibat keruntuhan Bendungan Rukoh menggunakan program InaSAFE adalah sebesar Rp. 573.068.311.480.
Studi Evaluasi Penyediaan Air Bersih pada Apartemen Westpoin Jakarta Barat Putera, Mu'ammar Farhan; Solichin, Moh.; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.12

Abstract

Apartemen Westpoint dibangun di Kota Jakarta Barat yang menyediakan kantor dan tempat tinggal. Air bersih sangat menentukan bagi bangunan gedung bertingkat agar penghuninya bisa beraktifitas di dalamnya, oleh karena itu dibutuhkannya sistem pendistribusian air bersih yang baik. Tujuan dari studi ini adalah untuk merencanakan sistem distribusi air bersih dalam aspek kebutuhan air bersih, analisa hidraulik menggunakan Software WaterCAD V.8.i, dan juga merencanakan rancangan anggaran biaya jaringan distribusi air bersih. Dari hasil perhitungan didapatkan kebutuhan air bersih sebesar 206,528 m3/hari. Tampungan yang digunakan pada Apartemen ini ada 2 yaitu menggunakan Ground Water Tank dan Roof Tank dengan masing-masing kapasitas yaitu sebesar 122 m3 dan 34 m3. Dari hasil simulasi software WaterCAD V.8.i untuk jaringan distribusi air bersih didapatkan kecepatan berkisar antara 0,11 – 1,20 m/detik dan tekanan pada pipa diperoleh 0,18 – 8,66 atm. Hasil ini sudah sesuai dengan kriteria perencanaan. Anggaran biaya untuk perencanaan sistem distribusi air bersih ini sebesar Rp 1.226.000.000.
Studi Perencanaan Ulang Bendung Tetap pada Daerah Irigasi P. Lantur Kabupaten Jember Hidayah, Tita; Sayekti, Rini Wahyu; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.10

Abstract

Bendung P. Lantur merupakan bendung yang berada pada Sungai Suko di Kabupaten Jember yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan DI. P. Lantur seluas 437,88 Ha. Berdasarkan hasil investigasi diketahui bendung mengalami beberapa kerusakan dan berdasarkan hasil analisa hidrologi didapatkan bahwa Bendung P. Lantur tidak sesuai dengan kondisi hidrologi sata ini. Maka perlu dilakukan perencanaan ulang yang dilihat dari aspek hidrologi, hidrolika dan stabilitas bangunan. Langkah awal dari studi ini ialah dengan debit (Q100) digunakan untuk perencanaan konstruksi bendung baik dari segi dimensi juga perencanaan hidrolis, selanjutnya akan dilakukan analisa stabilitas tubuh bendung terhadap gaya geser, guling, dan daya dukung tanah. Berdasarkan hasil perencanaan ulang Bendung P. Lantur dengan menggunakan Q100 sebesar 77,48 m3/detik didapatkan hasil dimensi bendung dimana secara hidrolis mampu menggurangi tinggi muka air banjir pada hulu bendung sebesar 59 cm, dan didapatkan konsturksi yang lebih kuat dimana Struktur Bendung P. Lantu direncanakan menggunakan pasangan batu, dengan diselimuti beton tanpa tulangan, sehingga dapat melindungi tubuh bendung dari benturan antara sedimen.
Studi Kelayakan Pengadaan Tanah guna Penanggulangan Banjir pada Sungai Kali Lamong Kabupaten Gresik Setiyowati, Yunita Ayu; Sholichin, Moh; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.15

Abstract

Banjir merupakan masalah yang rutin dialami oleh masyarakat di wilayah Sungai Kali Lamong, khususnya di Desa Jono dan Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Oleh sebab itu untuk mengurangi masalah banjir, diperlukan pembangunan tanggul. Akan tetapi, pembangunan tanggul memerlukan adanya pengadaan tanah pada lokasi yang direncanakan. Tujuan dari studi ini adalah melakukan analisa banjir dengan program HEC-RAS, melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan tanggul yang meliputi kelayakan ekonomi, analisa dampak lingkungan, dan memperkirakan pengadaan tanah yang diperlukan untuk pembangunan tanggul. Dari analisa hidrologi dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu, debit yang digunakan dalam perencanaan tanggul adalah Q10 = 346.81 m3/dt. Lalu dilakukan running dengan HEC-RAS dan didapatkan dimensi tanggul parapet beton yang mampu mengatasi banjir dengan dimensi H = 3,5m. Pembangunan tanggul memerlukan  nilai biaya (cost) sebesar Rp. 23.090.600.000,- dan manfaat (benefit) yang didapat dari pembangunan tanggul sebesar Rp. 23.954.706.640, sehingga nilai BCR 1.04, NPV  0.78, dan IRR 17%. Sehingga secara ekonomi, pembangunan tanggul layak untuk dilakukan. Berdasarkan hasil penapisan, pembangunan tanggul ini tidak memerlukan AMDAL secara lengkap, namun hanya perlu UKL dan UPL yang berisi dampak, besaran dampak, tujuan pengelolaan, upaya pengelolaan lingkungan hidup, dan lokasi pengelolaan.  
Studi Perencanaan Kolam Retensi di Perumahan Grand Arfa Wulandira Serang Banten Fhoenna, Wahyu Fatihah; Suhardjono, Suhardjono; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.11

Abstract

Perumahan Grand Arfa Wulandira merupakan perumahan yang akan dibangun berlokasi di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Perumahan ini sering terjadi banjir walaupun sudah ada cekungan yang dapat menampung banjirnya. Dengan demikian diperlukan perencanaan kolam retensi dengan pompa sebagai outlet-nya yang dapat menampung banjir serta membuang kelebihan airnya dengan pompa. Kolam retensi ini direncanakan tidak hanya menampung banjir, namun juga direncanakan sebagai pasar apung (floating market). Dalam perencanaan kolam retensi, terdapat beberapa aspek yang perlu dikaji, yakni aspek hidrologi, dimensi serta anggaran biaya. Aspek hidrologi perlu dikaji untuk mengetahui besar volume yang perlu dibangun untuk mengatasi banjir yang nantinya akan dijadikan sebagai dimensi kolam retensi sehingga dapat diketahui besar anggaran biaya yang diperlukan untuk membangun kolam retensi tersebut. Dari hasil analisis, debit banjir yang terjadi pada Perumahan Grand Arfa Wulandira sebesar 0,997 m3/detik dengan luas cekungan yang tersedia sebesar 11231,12 m2. Kedalaman yang dibutuhkan untuk mengatasi banjir serta dijadikan pasar apung adalah sebesar 1,02 m dengan volume kolam retensi yang dibutuhkan sebesar 11.453,55 m3. Debit pompa outlet yang digunakan sebesar 0,611 m3/detik, kemudian didapat besaran anggaran biaya total pembangunan kolam retensi sebesar Rp824.728.000,00 sudah termasuk PPN.

Page 9 of 62 | Total Record : 612