cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma@stikmuhptk.ac.id
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
jurnal@stikmuhptk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jl. Sei Raya Dalam, Gg. Ceria V, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
ISSN : 20868375     EISSN : 25280937     DOI : https://doi.org/10.54630/jk2
Core Subject : Health, Science,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences. JKK, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of nursing and health areas as follows: 1. Adult Nursing 2. Child and Maternal Nursing 3. Community Nursing, as includes: Family Nursing and Gerontological Nursing 4. Mental Health Nursing 5. Nursing Science 6. Emergency and Critical Care Nursing 7. Basic Nursing Science
Articles 249 Documents
Persepsi Pelaku Asusila Terhadap Proses Masa Pidana Penjara Di Lapas Anak Kelas Ii B Pontianak Rio Agusto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.085 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i1.59

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa pencarian identitas dan lingkungan sosial. Remaja yang berperilaku negatif, seperti asusila memilki resiko untuk berurusan dengan hukum. Sehingga, Lingkungan lapas yang berbeda akan menjadi stimulus dan membentuk persepsi tersendri. Tujuan: untuk Mengetahui gambaran persepi pada pelaku asusila yang menjalani proses masa pidana penjara di lapas anak kelas II B Pontianak. Metode Penelitian: menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian study fenomenologi. Data diambil menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), subjek berusia antara 18-20 tahun dan masa pembinaan minimal 6 bulan, serta masa pidana penjara putusan hakim minimal 1 tahun. Hasil Penelitian: Persepsi yang terbentuk pada narapidana selama menjalani proses masa pidana penjara cendrung bersifat positif, hal ini didukung dengan peran serta petugas, teman sesama narapidana dan kegiatan yang didukung dengan fasiitas yang cukup memadai dan konsep diri yang positif pada narapidana. Kesimpulan: Narapidana yang memilki konsep diri yang positif cenderung menilai baik pembinaan yang diberikan, walaupun tidak bisa dipungkiri dari segi lama masa pidana penjara, keterpisahan dengan lingkungan keluarga, kejenuhan saat didalam sel menjadi stimulus yang kurang menyenangkan bagi narapidana selama didalam lapas.
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Dengan Status Gizi Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Mis) Pontianak Dwi Hidayah; Lidia Hastuti; Nuniek Setyo Wardani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.573 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i1.60

Abstract

Latar belakang: Menciptakan sumber daya manusia yang bermutu, perlu ditata dengan memperhatikan kesehatan anak. Salah satu unsur penting kesehatan adalah masalah gizi. Status gizi dipengaruhi oleh pola konsumsi makan dan penyakit infeksi. Anak usia sekolah memiliki masa pertumbuhan dan perkembangan fisik untuk itu diperlukan status gizi yang optimal. Tujuan : Mengetahui hubungan pola konsumsi makanan dengan status gizi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Pontianak. Metode penelitian : Jenis penelitian bersifat analitik dengan menggunakan deskriptif analitik dengan pedekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 42 orang. Analisa data bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian dari 42 responden menunjukkan bahwa sebagian besar sampel memiliki pola konsumsi makanan baik sebanyak 25 orang (59,5%), anak yang pola konsumsi makanan kurang baik sebanyak 17 orang (40,5%) dan sebagian besar mempunyai gizi baik sebanyak sebanyak 37 orang (85,7%) dan anak yang berstatus gizi kurang baik sebanyak 6 orang (14,3%). Data yang diperoleh di uji statistik, didapatkan hasil bahwa nilai uji p <α (0,202 > 0,05 Kesimpulan : Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pola konsumsi makanan dengan status gizi di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Pontianak.
Pengetahuan, Sikap Dan Kekambuhan Pasien Asma Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Windy Astuti Cahya Ningrum
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.112 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i2.61

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan gangguan jalan napas obstruktif paru yang bersifat reversiblle dengan ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas. Salah satu penatalaksanaan pencegahan kekambuhan asma dibutuhkan pengetahuan dan sikap yang baik dari pasien asma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan, sikap dan kekambuhan pasien asma di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif dengan sampel penelitian adalah pasien dengan asma yang didatang ke instalasi gawat darurat Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Jumlah sampel berjumlah 50 responden yang diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan instrumen berupa kuesioner demografi, pengetahuan, sikap dan kekambuhan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagain besar responden berjenis kelamin perempuan dengan tingkat pendidikan SMA dan tidak memiliki pekerjaan. Rerata usia responden adalah 33,74 tahun. Berdasarkan hasil statistik sebagian responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang penyakit asma dan juga memiliki sikap yang negatif terhadap penyakit asma, selain itu sebagian besar responden juga sering mengalami kekambuhan. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pasien asma cenderung memiliki pengetahuan yang kurang, sikap yang negatif dan kekambuhan yang sering terjadi. Direkomendasikan perlunya pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga dalam mencegah terjadinya kekambuhan dirumah sehingga pasien dan keluarga dapat memberikan penanganan segera dirumah sebelum dibawa ke rumah sakit.
Pengaruh Metode Baby Led Weaning Terhadap Zat Nutrisi Makro Pada Bayi 6-24 Bulan Di Upk Puskesmas Perumnas II Pontianak Tisa Gusmiah; Sherly Pusvita; Lince Amelia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.487 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i2.62

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 secara nasional diperkirakan prevalensi balita gizi buruk dan gizi kurang sebesar 19,6 %. Asupan nutrisi yang tidak tepat dapat menyebabkan anak mengalami malnutrisi. Salah satu cara untuk memperbaiki nutrisi adalah dengan metode Baby Led Weaning (BLW) adalah metode pemberian makanan bayi membiarkan bayi makan sendiri. Tujuan: Mengetahui pengaruh metode Baby Led Weaning terhadap zat nutrisi makro pada bayi 6-24 bulan di UPK Puskesmas Perumnas II Pontianak. Metode: Merupakan penelitian Quasi Eksperimen (percobaan) dengan menggunakan pendekatan Time series design yang menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden. Analisa data menggunakan Paired-T Test dan Wilcoxon. Hasil: Hasil analisa statistik menggunakan Paired-T test dan wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai lemak p = 0,004 dan energi p = 0,005 (p < 0,05) yang artinya Ho ditolak (Ha diterima), dan protein dan kerbohidrat dengan nilai p = 0,078 dan 0,075 (p > 0,05) yang artinya Ha ditolak (Ho diterima). Kesimpulan: Ada pengaruh metode Baby Led Weaning terhadap zat nutrisi makro (energi dan lemak) pada bayi 6-24 bulan di UPK Puskesmas Perumnas II Pontianak.
Pengembangan Instrumen Teori Kolcaba: General Comfort Theory Aspek Dukungan Keluarga Pada Pasien Luka Kaki Diabetik Gusti Jhoni Putra
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.423 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i2.63

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup penderita Luka Kaki Diabetik (LKD) merupakan salah satu tujuan asuhan keperawatan yang harus ditingkatkan. Dukungan keluarga merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pada pasien dengan LKD, hal ini karena aktivitas keluarga dan hubungan berpengaruh pada fisiologis dan kualitas hidup. Tidak tersedianya penilaian keluarga terhadap pasien LKD dapat mempengaruhi penentuan diagnosis dan intervensi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengembangkan Instrumen Teori Kolcaba: General Comfort Theory Aspek Dukungan Keluarga pada Pasien LKD. Metode: Metode penelitian ini adalah mix methode dengan pendekatan eksploratif sekuensial. Ada 4 partisipan untuk metode kualitatif dan 73 responden untuk metode kuantitatif. Uji validitas dilakukan menggunakan Pearson product moment, uji reliabilitas dilakukan dengan Cronbach alpha. Aiken V digunakan untuk uji indeks validitas isi pada 2 orang ahli. Hasilnya: Empat tema muncul dari metode kualitatif untuk dukungan keluarga. 9 item alat ukur diperoleh hasil yang valid (0,372-0,843> 0,235) dan reliabel (Cronbach alpha 0,959 dan 0,976). Hasil indeks validitas isi valid sebesar 0,67-0,83. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan 4 tema untuk dukungan keluarga, dan pengembangan dukungan keluarga dalam penilaian luka untuk pasien penderita ulkus diabetes yang terdiri dari 9 item valid dan dapat diandalkan.
Diabetic Foot Ulcer Prevention: An Evidence Based Practice Kharisma Pratama; Nichapatr Phuttikhamin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.132 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i2.64

Abstract

Background: Diabetic foot ulcer (DFU) is one of diabetes mellitus complication that increases from year by year. There was 15% diabetes mellitus patients suffered DFU and around 50% DFU patients die within five years. This study aimed to develop the guidelines for preventing diabetic foot ulcer. Data collection was carried out from March to April 2017. There were 40 nurses included in this study which are working at IPD of city hospital in Pontianak, West Borneo, Indonesia. Methods: Tools for data collection included guideline for DFU prevention and guideline manual for nurses, while tools for outcome evaluation included Nursing competency for DFU prevention form, Nurse Opinion Questionnaire and Nurse Agreement on Guideline. The content validity of the Nurse Opinion Questionnaire was 1.0 and Nursing Competency for DFU prevention was 1.0. The internal consistency of Nurse Agreement on Guideline using Cronbach’s alpha was 0.89. Data analysis was performed using descriptive statistics. Results: The guidelines of DFU prevention in DM patients who admitted into the hospital has been developed, and most nurses provided the expected response. Some nurses agreed and highly agreed with the guidelines. Conclusions: The guidelines of DFU prevention are useful and important for nursing practice. Nurses can use the guidelines to protect and prevent their DM patient from diabetic foot ulcer or infection. In addition, some recommendations for nursing practice and further study were proposed.
Efek Electrical Muscle Stimulation (Veionoplus Arterial) Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Dengan Ulkus Kaki Diabetik Di Klinik Kitamura Pontianak Hartono Hartono; Ramadhaniyati Ramadhaniyati; Syahid Amrullah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.037 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i2.65

Abstract

Latar belakang: Ulkus kaki diabetik (UKD) adalah salah satu komplikasi terbesar dari DM yang mengalami ulserasi pada eskremitas bawah yang berhubungan dengan abnormalitas neurologis, kelainan vaskuler atau peripheral artery disease (PAD). Penggunaan electrical muscle stimulation (EMS) dapat meningkatan aliran darah dan meningkatkan proses penyembuhan luka. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efek dari electrical muscle stimulation (EMS) pada otot betis terhadap peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien Ulkus Kaki Diabetik. Metode Penelitian: Penelitian ini akan menggunakan desain true-experiment dengan randomised controlled trials. Total sampel yang terlibat 60 responden yang akan dibagi dalam kelompok pada EMS terapi dengan menggunakan alat veinoplus arterial selama 30 menit (kelompok Intervensi) dan EMS terapi dengan menggunakan alat veinoplus arterial selama 20 menit (kelompok kontrol). Penelitian ini menggunakan alat pengkajian penyembuhan luka dengan skore MUNGS (maceration, undermining/ tunnelling, necrotic tissue, granulation, signs or symptoms). Bivariat analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan Paired T Test. Hasil: Electrical Stimulation (EMS) pada otot betis dengan menggunakan alat Veinoplus terjadi peningkatan nilai ABI yang signifikan pada pasien dengan ulkus kaki diabetik di Klinik Kitamura Pontianak. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan nilai ABI pada kelompok intervensi dan kontrol sebelum dan setelah tindakan terapi EMS pada pasien UKD. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan selisih nilai rerata pada kelompok kontrol dan intervensi.
Pengaruh Nesting Terhadap Berat Badan Bayi Lahir Rendah Di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak Lince Amelia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.227 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i2.66

Abstract

Latar belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas, dan disabilitas neonatus. Provinsi kalimantan barat menempati peringkat tertinggi kedua kejadian BBLR sebesar 15%. Salah satu masalah yang terjadi pada BBLR yaitu tidak stabilnya berat badan yang di akibatkan meningkatnya kehilangan energi. Penyebab kehilangan energi pada BBLR disebabkan sebagian organ tubuh yang imatur, salah satunya sistem skeletal, sehingga posisi bayi cenderung ekstensi dan bayi berada pada tidur aktif. Hal ini menyebabkan akan meningkat terjadinya stres. Nesting merupakan suatu alat untuk menyanggah posisi tidur bayi sehingga dalam posisi fleksi. Tujuan :Mengidentifikasi pengaruh nesting terhadap berat badan badan bayi berat lahir rendah di ruang Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah dr.Soedarso Pontianak Kalimantan barat Metode Penelitian: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment desain pretest-posttest only dengan 15 responden berdasarkan kriteria inklusi neonatus berusia lebih dari 3 hari setelah kelahiran, berat lahir ≤ 2000 gram, neonatus dalam keadaan stabil. Pengukuran berat badan dilakukan dengan menggunakan timbangan digital. Pemasangan nesting dilakukan selama 5 hari. Analisis bivariat menggunakan uji t- dependent. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan rerata berat badan sebelum sebesar 1529,47 gram, dan berat badan sesudah dilakukan nesting sebesar 1552,47 gram. Hasil analisis pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan berat badan sebelum dan sesudah dilakukan pemasangan nesting dengan p value=0,002. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian penggunaan nesting dapat direkomendasikan dalam perawatan BBLR sebagai upaya memfasilitasi pertumbuhan BBLR terutama berat badan.
STUDI VALIDITAS ALAT PENGKAJIAN PERKEMBANGAN LUKA PADA KLIEN DENGAN LUKA DIABETIK: ALAT MUNGS suriadi jais
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.294 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v9i1.69

Abstract

Studi Validitas Alat Pengkajian Perkembangan Luka Pada Klien Dengan Luka Diabetik: alat MUNGS Suriadi Jais Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak Abstract BACKGROUND. Assessment tools for chronic wounds, such as pressure sores, are available, but a wound assessment tool specifically for diabetic wounds has not been developed. OBJECTIVE. The purpose of this study was to determine the critical cutoff point for classifying wound healing. METHODOLOGY. A retrospective cohort study design with a convenience sample of 75 diabetic foot ulcer patients enrolled from a Kitamura Wound Clinic from February 2015 - January 2016. The inconsistency of wound healing assessment data was not included in this study. The MUNGS score and skin assessment were rated. The diabetic ulcer patients were observed every ten days until healing or discharge. A mean score of MUNGS assessment each patients were calculated. RESULTS. Seventy-five diabetic ulcer patients were collected. The MUNGS tool has an area under the ROC curve (AUC) 0.886, and the 95% confidence interval was 0.792 to 0.948. At a cutoff score of 5, showed that likelihood ratio was strong (14.11). CONCLUSIONS. The value of the MUNGS tool in this study showed excellent accuracy in the mean score assessment. An accurate wound assessment is essential to the appropriate and realistic planning of goals and Interventions for patients with wounds. Abstrak Alat penilaian untuk luka kronis, seperti luka tekan sudah tersedia, akan tetapi alat penilaian untuk luka khusus yaitu luka pada klien diabetes belum tersedia yang dipakai dalam tatanan klinik. OBJEKTIF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan titik cutoff point untuk mengklasifikasikan penyembuhan luka. METODOLOGI. Desain penelitian ini studi kohort retrospektif dengan sampel sederhana 75 klien luka kaki diabetik yang terdaftar dari Klinik Luka Kitamura dari Februari 2015 - Januari 2016. Inkonsistensi data penilaian penyembuhan luka tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Skor MUNGS dan penilaian kulit dinilai. Klien dengan luka diabetes diamati setiap sepuluh hari sampai penyembuhan atau keluar. Skor rata-rata penilaian MUNGS setiap pasien dihitung. HASIL. Tujuh puluh lima klien luka diabetes terkumpulkan. Alat MUNGS memiliki area di bawah kurva ROC (AUC) 0,886, dan interval kepercayaan 95% adalah 0,792 hingga 0,948. Pada skor cutoff 5, menunjukkan tingkat likelihood rasio yang sangat kuat (14.11). KESIMPULAN. Nilai alat pengkajian MUNGS dalam penelitian ini menunjukkan akurasi yang sangat baik dalam penilaian skor rata-rata. Penilaian luka yang akurat sangat penting untuk perencanaan tujuan dan Intervensi yang tepat dan realistis untuk pasien dengan luka kronik. KEY WORDS: Prediktif validitas, Likelihood ratio, MUNGS, luka diabetik
PENGARUH TERAPI ELECTRICAL MUSCLE STIMULATION (VEINOPLUS ARTERIAL) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN UKD DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK syahid amrullah; Suriadi Jais; Yani Sofiani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.317 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v9i1.79

Abstract

Abstract: Diabetic Foot ulcer (UKD) is a chronic complication of Diabetes Mellitus with incidence rate of 15%, to increase the wound healing process one of the methods that can be done is to use Electrical Muscle Stimulation (EMS) therapy which is a procedure by producing short electric waves aimed to imitate the movement normal body and stimulates wound healing. The aim of this study was to identify the effect of EMS on calf muscle on wound healing in UKD patients. This research uses pure experimental design (true-experiment) with randomized controlled trials (RCT). The total sample involved 60 respondents divided into two groups respectively 30 respondents. Analysis of data by using Wilxocon Test analysis on mean comparison of Ankle Bracial Index (ABI) and Dependent T-test analysis on mean comparison of MUNGS score. Multivariate data analysis used was MANOVA with GLM-RM method on repeated measurement of dependent variable. EMS therapy on calf muscle using Veinoplus Arterial tool obtained P value 0.00 <0.05, which means there is significant difference between before and after treatment (control and intervention) to ABI value and MUNGS score. Multivariate test results were obtained by p value 0.00 <0.05, which means that there are significant differences between multiple measurements of ABI and MUNGS scores, but the plot graph shows no optimal time in EMS therapy. The researchers advise that EMS therapy can be applied as one of the management of UKD patients. Further research needs to tighten the inclusion criteria of respondents with ABI <0.9, and add time> 7 days to be able to assess the optimum time of EMS therapy. Keywords: Diabetic foot ulcers, electrical muscle stimulation, ankle brachial index, wound healing Abstrak: insiden 15%, untuk mempercepat proses penyembuhan luka salah satu metode yang dapat dilakukan adalah menggunkan terapi Electrical Muscle Stimulation (EMS) yang merupakan prosedur dengan menghasilkan gelombang elektrik yang pendek bertujuan meniru pergerakan tubuh yang normal dan menstimulasi penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efek dari EMS pada otot betis terhadap penyembuhan luka pada pasien UKD. Penelitian ini menggunakan desain Eksperimen murni (true-experiment) dengan randomised controlled trials (RCT). Total sampel yang terlibat 60 responden dibagi dalam dua kelompok masing-masing 30 responden. Analsis data dengan menggunakan analisis Wilxocon Test pada perbandingan rerata nilai Ankle Bracial Index (ABI) dan analisi T-tes Dependent pada perbandingan rerata Skor MUNGS. Analisis data multivariat yang digunakan adalah MANOVA dengan metode GLM-RM pada pengukuran berulang variabel dependen. Terapi EMS pada otot betis dengan menggunakan alat Veinoplus Arterial diperoleh hasil P value 0.00 < 0.05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan (kontrol dan intervensi) terhadap nilai ABI dan Skor MUNGS. Hasil uji multivariat di dapatkan p value 0.00 < 0.05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara beberapa kali pengukuran terhadap nilai ABI dan Skor MUNGS, namun pada grafik plot menunjukkan belum ditemukan waktu yang optimal dalam pemberian terapi EMS. Peneliti memberikan saran agar terapi EMS dapat diterapkan sebagai salah satu penatalaksanaan pasien UKD. Penelitian lebih lanjut perlu memperketat kriteria inklusi responden dengan ABI < 0.9, serta menambahkan waktu > 7 hari untuk dapat menilai waktu optimum terapi EMS. Kata kunci: Ulkus kaki diabetik, electrical muscle stimulation, ankle brachial index, penyembuhan luka.

Page 6 of 25 | Total Record : 249


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 3 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) More Issue