cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma@stikmuhptk.ac.id
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
jurnal@stikmuhptk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jl. Sei Raya Dalam, Gg. Ceria V, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
ISSN : 20868375     EISSN : 25280937     DOI : https://doi.org/10.54630/jk2
Core Subject : Health, Science,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences. JKK, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of nursing and health areas as follows: 1. Adult Nursing 2. Child and Maternal Nursing 3. Community Nursing, as includes: Family Nursing and Gerontological Nursing 4. Mental Health Nursing 5. Nursing Science 6. Emergency and Critical Care Nursing 7. Basic Nursing Science
Articles 249 Documents
PENGKAJIAN KEBUTUHAN BELAJAR PERAWAT PENDIDIK DI KOMUNITAS UNTUK PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN BERBASIS WEB Nurul Hidayah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.47 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i2.99

Abstract

Latar Belakang :Menjadi seorang pendidik adalah salah satu tugas perawat, salah satu tujuannya adalah untuk mencetak generasi keperawatan yang lebih baik dimasa mendatang. Sayangnya kesempatan perawat untuk terus meningkatkan kualitas diri terutama melalui program pendidikan berkelanjutan terbatas, hal ini terutama untuk perawat yang bekerja di komunitas misalnya perawat puskesmas. Pendidikan berbasis web/daring merupakan salah satu solusi penyelenggaraan program pendidikan bagi perawat karena lebih fleksibel dalam waktu, tempat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kebutuhan belajar bagi perawat komunitas yang juga berperan sebagai pendidik, hasil dari penelitian ini akan digunakan untuk merancang program pendidikan berbasis web/ daring. Metode : Survey online dilakukan dengan mengirimkan tautan kuisioner yang terdiri dari 10 pertanyaan. Tautan dibagikan melalui email dan grup whattsapp. Hasil : Survey diikuti oleh 50 partisipan. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (78%) dan berusia diantara 30-39 tahun (56%). Jumlah lulusan diploma dan magister seimbang (38%) dan setengah dari responden bekerja di Puskesmas. Mayoritas responden (94%) memiliki pengalaman dalam membimbing mahasiswa praktek keperawatan tapi sayang hanya 68% dari responden pernah mendapatkan materi tentang pembelajaran klinik. Hampir seluruh responden (98%) tertarik untuk mengikuti program pendidikan online/daring dan mayoritas memilih waktu 60 menit untuk satu sesi pembelajaran dan terdapat 6 topik materi yang telah ditentukan. Kesimpulan : Perawat memiliki persepsi yang positif terhadap online learning dan bersedia menjadi peserta program e-learning. Topik pembelajaran klinik yang dipilih ada enam topik dengan lama waktu belajar 60 menit setiap topik. Metode pembelajaran akan banyak menggunakan studi kasus dengan pemberian umpan balik.
EFEKTIVITAS HOME BASED EXERCISE WALKING TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE Annisa Rahmawati; Ridha Mardiyani; Syahid Amrullah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.169 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i1.100

Abstract

Abstract Congestive Heart Failure (CHF) is a chronic disease that causes a pathological condition, because heart cannot pump enough blood to sucifient the body's metabolic needs, the cause of this is impaired cardiac contractility in systolic dysfunction and cardiac (diastolic). Home based exercise walking is one of the interventions that can be given to control blood pressure values ​​and increase the adaptation of CHF patients to activities. This study aims to determine the effect of home base exercise walking on blood pressure of patients with CHF in Dr. Soedarso Pontianak Hospital. The research method uses the quasi experimental design and the non-randomized pretest-posttest approach without control method. The sampling technique used was consecutive sampling with 15 respondents. The place Research at Dr. Soedarso Pontianak hospital, on period November 2018-January 2019. Analysis of the data used is Wilxocon test because data not normally distributed. The results showed a decrease in systolic blood pressure values ​​before and after the intervention with (p-value 0.01) and no decrease diastolic (p-value 0.29). Conclusion there is influence of home based exercise walking on the value of CHF blood pressure in Dr.Soedarso Pontianak Hospital. Home based exercise walking can be an alternative for CHF sufferers to increase the functional capacity of the heart. Keyword: Congestif Heart Failure, Home Based Exercise Walking and Blood Presure Abstrak Congestif Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kronis yang menyebabkan kondisi patologis yaitu jantung tidak dapat memompakan darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, penyebab hal ini adalah adanya gangguan kontraktilitas jantung disfungsi sistolik maupun pengisian jantung (diastolik). Kondisi tersebut tentu akan mempengaruhi tekanan darah di dalam tubuh penderita. Home based exercise walking merupakan salah intervensi yang dapat diberikan guna mengontrol nilai tekanan darah dan meningkatkan adaptasi pasien CHF terhadap aktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh home base exercise walking terhadap tekanan darah pasien dengan CHF di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode penelitian menggunakan desain metode quasi eksperimental design melalui pendekatan pretest-posttest non randomized without control. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling dengan 15 responden. Tempat penelitian di RSUD Dr. Soedarso Pontianak, waktu penelitian November 2018-Januari 2019. Analisa data yang digunakan adalah wilxocon test data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan nilai tekanan darah sistolik sebelum dan setelah diberikan intervensi (p-value 0,01) dan tidak terjadi penurunan nilai diastolik (p-value 0,29). Kesimpulan ada pengaruh home based exercise walking terhadap nilai tekanan darah penderita CHF di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Home based exercise walking dapat menjadi salah satu alternatif bagi penderita CHF guna meningkatkan kapasitas fungsional jantung. Keyword: Congestif Heart Failure, Home Based Exercise Walking dan Tekanan Darah
PENGARUH BERCERITA MENGGUNAKAN GAMBAR TERHADAP NYERI PADA ANAK TODLER YANG DILAKUKAN PROSEDUR PENGAMBILAN SPESIMEN DARAH Almumtahanah Almumtahanah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.027 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i1.101

Abstract

ABSTRACT Background : Based on national health survey year 2010 shows that illness number of child aged 0-4 years old is about 25,8% that lead to hospitalization in hospital. Hospitalize is serious condition which is faced by toddler because it will inflict traumatic. The purpose of phlebectomy is to establish medic and nursing diagnose, this procedure is the most one that lead to pain during hospitalization and can cause traumatic in toddler. Distraction is non-pharmacologic management as redirect actions to the pain and negative emotion that cause patient’s mind focuses in other stimulus. Storytelling uses picture is visual and auditory distraction which is part of comfort interventions that can be done in toddler who is done phlebectomy.The aim is to know the story telling using picture to ward pain in toddler who is done phlebectomy procedure at RSIA Anugrah Kubu Raya. Method : The design used in this research is quasi experiment with post-test only equivalent control group. Total sample were 32 toddlers. The research instrument is FLACC standard. Statistic test used Mann-Whitney test. Result : There is a significant influence ofstorytelling uses picturetoward pain in toddler who is done phlebectomy procedure.P = 0,001. Conclusion : Distraction of storytelling used picture effectiveness to ward pain in toddler who is done phlebectomy. The recommendation is distraction of storytelling uses picture as non-pharmacologic management intervention to decrease pain in toddler who is phlebectomy procedure. Keywords: storytelling uses picture, pain, todller, phlebectomy ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (Susenas) tahun 2010 angka kesakitan anak usia 0 – 4 tahun sebesar 25,8% sehingga seringkali anak dirawat di rumah sakit. Hospitalisasi merupakan krisis yang dihadapi anak karena akan menimbulkan trauma pada anak. Pengambilan spesimen darah ini bertujuan untuk menegakkan diagnosa medis dan diagnosa keperawatan, prosedur ini paling sering menyebabkan nyeri selama hospitalisasi pada anak-anak dan bisa menyebabkan trauma pada anak. Distraksi merupakan manajemen non farmakologis sebagai tindakan pengalihan terhadap rasa nyeri dan emosi negatif sehingga perhatian pasien terfokus ke stimulus yang lain. Bermain boneka tangan dan bercerita menggunakan gambar merupakan distraksi visual dan pendengaran yang merupakan bagian dari comfort interventions yang bisa dilakukan pada anak todler yang di dilakukan pengambilan spesimen darah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bercerita menggunakan gambar terhadap nyeri pada anak todler yang dilakukan prosedur pengambilan spesimen darah. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimen post test only equivalent control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 32 anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah standar FLACC. Uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh distraksi bercerita menggunakan gambar terhadap nyeri anak todler yang dilakukan prosedur pegambilan spesimen darah.. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bahwa distraksi bercerita menggunakan gambar sebagai intervensi manajemen nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri pada anak todler yang dilakukan prosedur pengambilan spesimen darah. Kata kunci :bercerita menggunakan gambar, nyeri, todler, pengambilan spesimen darah
EFEKTIFITAS KOMBINASI FAMILY-CENTERED EDUCATION DENGAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) PASIEN HEMODIALISA Ridha Mardiyani; Agus Suradika; Diana Irawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.062 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i1.103

Abstract

Abstract Adherence to fluid restriction program is the greatest stressor for hemodialysis patients. Non adherence to the program may lead to physical problems and psychological changes. Therefore, a multi-intervention approach such as psycho-education involving families as a support system for patients is very strategic. This study aims to determine the effectiveness of a combination of family-focused education (FCE) with Cognitive Behavior Therapy (CBT) on Interdialytic Weight Gain (IDWG) of hemodialysis patients in Dr. Soedarso Pontianak. This study used quasi experimental design, with one group pre test and post test without control group approach. Data were collected from 12 respondents who IDWG more than 5%. The study was conducted in 2 phases, FCE and combination FCE intervention CBT. The time have given intervention to evaluation almost 8 week. The results showed no significant difference of IDWG mean between before and after given FCE (p value 0,684) and there was no significant difference of mean of IDWG between before and after given combination of FCE with CBT (p value 0,097). It is concluded that both interventions are long-term behavioral investment. Suggestions for nurses to undertake assessment of the structure, roles and functions of the family, so that interventions are targeted to families directly involved in patient care, modification of educational media and CBT implementation techniques in hemodialysis units. Keywords : Family support, IDWG compliance, fluid restriction Abstrak Kepatuhan pada program restriksi cairan merupakan stressor terbesar bagi pasien hemodialisa. Ketidakpatuhan terhadap program tersebut dapat mengakibatkan masalah fisik dan perubahan psikologis. Oleh karena itu, pendekatan multi intervensi seperti psiko-edukasi dengan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung pasien sangat strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi pendidikan berfokus keluarga (Family Centered Education, FCE) dengan Cognitive Behavior Therapy (CBT) terhadap Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, dengan pendekatan one group pre test dan post test without control group. Data dikumpulkan dari responden dengan IDWG lebih dari 5 % sebanyak 12 orang. Penilain IDWG dilakukan dalam 2 tahap, yaitu FCE dan kombinasi intervensi FCE dengan CBT. Total waktu intervensi hingga evaluasi adalah 8 minggu. Hasil penelitian menununjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan mean IDWG antara sebelum dan sesudah diberikan FCE (p value 0,684) dan tidak terdapat perbedaan signifikan mean IDWG antara sebelum dan sesudah diberikan kombinasi FCE dengan CBT (p value 0,097). Disimpulkan bahwa kedua intervensi merupakan behavioral investment jangka panjang. Saran bagi perawat untuk melakukan pengakajian struktur, peran dan fungsi keluarga, sehingga intervensi diberikan tepat sasaran pada keluarga yang terlibat langsung dalam perawatan pasien, modifikasi media edukasi dan tehnis pelaksaan CBT di unit hemodialisa Kata Kunci : Dukungan keluarga, IDWG, kepatuhan, restriksi cairan
EFEKTIVITAS SENAM YOGA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR SERASAN PONTIANAK TIMUR Ananda Maulidia; Wida Kuswida Bhakti; Kharisma Pratama
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.808 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i1.104

Abstract

ABSTRACT Background: Hypertension is an increase in blood pressure with systolic and diastolic values showing more than 130/80 mmHg. There are two principles of hypertension management, the administration of antihypertensive drugs and lifestyle modification. Lifestyle modification that can be done is physical activity that is yoga exercises. Objective: To determine the effectiveness of yoga exercises on the blood pressure of elderly patients with hypertension at the working area of Banjar Serasan Health Centre Methods: This research was a quantitative study with a true experiment research design. The population in this study was the elderly with hypertension in the working area of the Banjar Serasan Community Health Center, including 32 participants selected according to inclusion criteria. Analysis of the data used were paired sample t test and independent sample t test. Results: Based on the paired sample t test, the results showed that there were differences in average of blood pressure values before and after yoga exercises given to the intervention group with a p value (0.000) on systolic and diastolic blood pressure, and there were no difference in the average of blood pressure values before and after yoga exercises given to the control group with p value (0.233) on systolic blood pressure and p value (0.144) on diastolic blood pressure. Based on the Independent sample t test, the results showed that there were no difference in the average of the intervention group with the control group with a p value (0.121) on systolic blood pressure and p value (0.995) on diastolic blood pressure. Conclusion: Yoga exercises effectively reduce blood pressure in the elderly with hypertension Keywords: Hypertension, elderly, yoga exercises, blood pressure ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah dengan nilai sistolik dan diastolik menunjukkan angka lebih dari 130/80 mmHg. Terdapat dua prinsip penatalaksanaan hipertensi yaitu dengan pemberian obat-obatan antihipertensi dan modifikasi gaya hidup. Salah satu modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan adalah melakukan aktivitas fisik yaitu senam yoga. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas senam yoga terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar Serasan Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian true experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, diantaranya 32 partisipan dipilih sesuai kriteria inklusi. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat yaitu uji paired sample t test dan uji independent sample t test. Hasil: Berdasarkan uji Paired sample t test menunjukkan hasil terdapat perbedaan rata-rata nilai tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam yoga pada kelompok intervensi dengan p value (0,000) pada tekanan darah sistolik maupun diastolik serta tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam yoga pada kelompok kontrol dengan p value (0,233) pada tekanan darah sistolik dan p value (0,144) pada tekanan darah diastolik. Berdasarkaan uji Independent sample t test menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dengan nilai p value (0,121) pada tekanan darah sistolik dan p value (0,995) pada tekanan darah diastolik Kesimpulan: Senam yoga efektif menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi Kata kunci: Hipertensi, lansia, senam yoga, tekanan darah
EFEKTIVITAS POSISI TIDUR MIRING KANAN DAN SEMIFOWLER TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUD. DR. SOEDARSO PONTIANAK Dinarwulan Puspita
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.174 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i1.105

Abstract

ABSTRACT Background: clinical manifestations of heart failure are dyspnea, ortopnea, paroxysmal nocturnal disease ( pnd ), cough , acute pulmonary edema., these could cause sleep disorders that decrease the quality of sleep. Sleep disorders will influence to sleep quality of heart failure patients. Right lateral and semi fowler sleep position as the nursing interventions useful to reduce heart workload and decreased dyspnea, thus help to compliance of sleep needs to obtain the good of sleep quality. Objective: This research aims to understand the effectiveness of the right lateral and semi fowler sleep position to sleep quality of heart failure patients in Dr..Soedarso hospital in Pontianak. Methods: this research uses quasy experiment without control group design with 18 respondents have received treatment in right lateral sleep position and 18 respondents have received treatment in semi fowler sleep position sleep. Data collection for the quality of sleep by using PSQI tools (Pittburgh Sleep Quality Index), and analyzed by statistical tests Mann Whitney. Result: right lateral and semi fowler sleep position are effective to increase the sleep quality of patients with heart failure. The results of statistical tests mean rank for semi fowler position 20,58 and the right lateral position 16,48. Conclusion: semi fowler sleep position are more effective than right lateral position to increase the quality of sleep of patients with heart failure. Keywords: sleep position, right lateral and semi fowler, sleep quality ABSTRAK Latar belakang: Manifestasi klinis yang muncul pada gagal jantung antara lain dispnea, ortopnea, paroxysmal nocturnal dypsnea (PND), batuk, edema pulmonal akut yang dapat menimbulkan gangguan tidur yang menyebabkan menurunnya kualitas tidur. Gangguan tidur akan berpengaruh pada kualitas tidur pasien CHF. Posisi tidur miring kanan dan semi fowler sebagai tindakan keperawatan bermanfaat dalam mengurangi beban kerja jantung dan menurunkan sesak napas sehingga membantu memenuhi kebutuhan istirahat tidur pasien guna memperoleh kualitas tidur yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas posisi tidur miring kanan dan semifowler terhadap kualitas tidur pada pasien gagal jantung di RSUD Dr. Sudarso Pontianak. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment without control group dengan 18 responden mendapat perlakuan posisi tidur miring kanan dan18 responden mendapat perlakuan posisi tidur semi fowler. Pengumpulan data untuk kualitas tidur dengan menggunakan instrument PSQI (Pittburgh Sleep Quality Index), selanjutnya dianalisis dengan uji statistic Mann-Whitney. Hasil penelitian: . posisi tidur semi fowler dan miring kanan efektif terhadap peningkatan kualitas tidur pasien gagal jantung kongestif Hasil uji statistik rerata peringkat posisi semi fowler 20,58 dan posisi miring kanan 16,48. Kesimpulan: posisi tidur semi fowler lebih efektif dibandingkan dengan posisi miring kanan terhadap peningkatan kualitas tidur pasien gagal jantung kongestif Kata kunci: posisi tidur, miring kanan dan semi fowler, kualitas tidur
PENGARUH SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENJALIN KABUPATEN LANDAK Indri Erwhani; Dewi Puspitasari; Annisa Rahmawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.042 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i1.106

Abstract

Abstract Background: Hypertension is a degenerative disease found in Indonesia, characterized by an increase in blood pressure above the normal value that can be caused by various factors. The purpose of this study: to determine the effect of PROLANIS gymnastics on reducing blood pressure in hypertensive patients in the working area of ​​Puskesmas Menjalin, Landak Regency. Methodology: this study uses a quantitative design with a Quasi experimental method with one group pretest-posttest design without control approach. The research sample of 20 people obtained through purposive sampling. PROLANIS gymnastics is carried out for 4 weeks. Data analysis using the Wilcoxon signed test. Result: the study showed the mean blood pressure before doing PROLANIS gymnastics with systolic results 152 and diastolic 95.50, while the mean blood pressure after PROLANIS gymnastics with 136 and diastolic systolic results 81. The results of statistical analysis showed a P-Value = 0,000 a <0.05 so it can be concluded that there is an effect of PROLANIS Gymnastics on blood pressure in patients with hypertension in the working area of ​​Menjalin Health Center in Landak Regency. Based on these results it is expected that health agencies can continue the PROLANIS gymnastic activities to maintain the stability of blood pressure of hypertension sufferers. Conclusion: There is a significant effect on the decrease in systolic and diastolic blood pressure after PROLANIS gymnastics for 4 consecutive weeks. Keywords: Blood Pressure, PROLANIS gymnastics, hypertension. Abstrak Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang banyak ditemukan di Indonesia, ditandai oleh kenaikan tekanan darah diatas nilai normal yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam faktor. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh senam PROLANIS terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Menjalin Kabupaten Landak. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode Quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design without control. Sampel penelitian berjumlah 20 orang yang diperoleh melalui purposive sampling. Senam PROLANIS dilakukan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed test. Hasil: penelitian menunjukkan rerata tekanan darah sebelum dilakukan senam PROLANIS dengan hasil sistolik 152 dan diastolik 95.50, sedangkan rerata tekanan darah sesudah dilakukan senam PROLANIS dengan hasil sistolik 136 dan diastolik 81. Hasil analisis statistic menunjukkan nilai P-Value = 0,000 a < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Senam PROLANIS terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Menjalin Kabupaten Landak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka diharapkan kepada instansi kesehatan dapat melanjutkan kegiatan senam PROLANIS untuk menjaga stabilitas tekanan darah penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan senam PROLANIS selama 4 minggu berturut-turut. Kata kunci: Tekanan Darah, senam PROLANIS, hipertensi.
PERAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA RUANGAN DAN KARAKTERISTIK PERAWAT TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INJURI Indah Dwi Rahayu; Indri Erwhani; Hartono Hartono; Agustin Ayu W
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.495 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i2.107

Abstract

AbstractBackground: Patient safety is a condition of patients free from injuries that should not occur or free of potential injuries (illness, physical / social psychological injury, disability, death) related to health services (MOH, 2008). Washing hands according to the correct procedure is expected to prevent the occurrence of Health-care Associated Infections (HAIs) (WHO, 2009). In fact there are still many nurses who are not compliant in the implementation of hand hygiene marked by the increase of unwanted events in developing countries. For that head of the room as a manager must be able to carry out roles in nursing management. One of the roles of the head of the room is in the decision making of the head of the room (decision roles)Purpose: This study is to determine the effect of individual characteristics and the role of the head of the room in making decisions on compliance with hand hygiene in nurses at RSUD DR. Soedarso PontianakMethod: this research is analytic descriptive with cross sectional approach. using the Chi Square test. With a sample of 146 people Results: the characteristics variable does not have an influence on care adherence in implementing hand hygiene, while the variable role of the head of the room in making decisions has an influence on nurse compliance in the implementation of hands hygiene with a value (p = 0,000 <0.05).Conclusion: The role carried out well by the head of the room can motivate and improve nurse compliance in the implementation of hand hygiene so that the quality and indicators of hospital quality can be improved.Keyword: The Role Of Decision-Making, Characteristics of nurses, compliance with hand hygiene Abstrak Latar belakang: Patient safety merupakan keadaan pasien bebas dari cidera yang tidak seharusnya terjadi atau bebas dari cedera yang potensial akan terjadi (penyakit, cedera fisik/sosial psikologis, cacat, kematian) terkait dengan pelayanan kesehatan (Depkes, 2008). Mencuci tangan sesuai prosedur yang benar sangat diharapkan untuk mencegah terjadinya Health-care Associated Infections (HAIs) (WHO, 2009). Kenyataannya masih banyak perawat yang tidak patuh dalam pelaksanaan hand hygiene ditandai dengan meningkatnya kejadian yang tidak diinginkan di negara berkembang. Untuk itu kepala ruangan sebagai manajer harus mampu melaksanakan peran dalam manajemen keperawatan. Salah satu peran kepala ruangan adalah dalam pengambilan keputusan kepala ruangan (decision roles). Tujuan :penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karakteristis individu dan peran kepala ruagan dalam mengambilan keputusan terhadap kepatuhan hand hygiene pada perawat di rumah sakit Umum Dr. Soedarso Pontianak. Metode: penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. menggunakan uji Chi Square. Dengan sample sebanyak, 146 orang. Hasil : pada variable karakateristik tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan perawatan dalam melaksannakan hand hygiene, sedangkan pada variable peran kepala ruangan dalam mengambil keputusan memiliki pengaruh terhadap kepatuhan perawat dalam pelaksanaan hands hygiene dengan nilai ( p = 0,000 < 0,05). Kesimpulan :Peran yang dijalankan dengan baik oleh kepala ruangan dapat memotivasi dan meningkatkan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan hand hygiene sehingga kualitas dan indikator mutu rumah sakit dapat meningkat. Kata kunci : Peran pengambilan keputusan, Karakteristik perawat, kepatuhan hand hygiene
PENGARUH EDUKASI DENGAN PENDAMPINGAN TELENURSING TERHADAP AKTIVITAS PERILAKU DAN PENGOBATAN PADA PASIEN TBC DI POLI PARU RSUD DR.SOEDARSO PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Tri Wahyuni
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.698 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i2.108

Abstract

Abstract Introduction: Tuberculosis is an infectious disease that attacks the lungs and infectious diseases directly caused by the TB germs (mycobacterium tuberculosis). Objective: to determine the effect of education with telenursing assistance on behavioral activities and treatment of TB patients. Method: The research design used was quantitative with a Quasi Experimental design pre-test post-test with control group. The sample in this study was 16 samples of the education (control) group and 16 samples of the educational intervention group with telenursing assistance. Results: based on bivariate analysis of activity (behavior) and treatment with Wilxocon and man-whitney test showed that the intervention group after education with telenursing assistance influenced the activity variable (behavior) with p value 0.029 and treatment with p value 0.050 which means p value < α 0.050 this study shows the differences in educational scores with telenursing assistance. Education with telenursing assistance can change the activity (behavior) and self-care treatment in tuberculosis patients. Suggestion: This research recommends that pulmonary health services should provide education and telenursing assistance in order to increase the effectiveness of behavioral and treatment activities in tuberculosis patients. Keywords: Education, telenursing assistance, behavioral activities, treatment, tuberculosis Literature: 46 (2007-2017) Abstrak Pendahuluan: Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksius yang menyerang paru-paru serta penyakit menular langsung disebabkan oleh kuman TBC (mycobacterium tuberculosis). Tujuan: mengetahui pengaruh edukasi dengan pendampingan telenursing terhadap aktivitas perilaku dan pengobatan pasien TBC. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experimental pre-test post-test with control group. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 sampel kelompok edukasi (kontrol) dan 16 sampel kelompok intervensi edukasi dengan pendampingan telenursing. Hasil: berdasarkan analisis bivariat aktivitas (perilaku) dan pengobatan dengan Uji wilxocon dan man-whitney menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi sesudah edukasi dengan pendampingan telenursing ini mempengaruhi variable aktivitas ( perilaku ) dengan p value 0,029 dan pengobatan dengan p value 0,050 yang berarti p value < α 0,050 penelitian ini menunjukan adanya perbedaan skor edukasi dengan pendampingan telenursing. Edukasi dengan pendampingan telenursing dapat mengubah aktivitas (perilaku) dan pengobatan self care pada pasien TBC. Saran: Penelitian ini merekomendasikan dipelayanan kesehatan poli paru sebaiknya memberikan edukasi dan pendampingan telenursing agar dapat meningkatkan efektifitas aktivitas perilaku dan pengobatan pada pasien TBC. Kata kunci: Edukasi, pendampingan telenursing, Aktivitas perilaku, Pengobatan tuberkulosis Kepustakaan: 46 (2007-2017)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA SUKU MADURA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTIBAR Zakiah Zakiah; Ramadhaniyati Ramadhaniyati; Kharisma Pratama
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.471 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v10i2.109

Abstract

Abstract Background: In Mempawah District the coverage of exclusive breastfeeding programs reached 60.7%. It can be an indicator of maternal compliance giving exclusive breastfeeding to infants and an illustration that there are still many babies aged <6 months who have received weaning food.Objective: To determine the factors related to maternal behavior to the appropriate time of weaning food in Madura tribe at the working area of Antibar health centre. Method: This type of research was quantitative with cross-sectional research design and retrospective approach. The sample selection technique used non probability sampling with consecutive sampling method for 76 respondents. The research instrument used was a questionnaire method that had been validated. Data analysis used were univariate and bivariate analysis with Chi Square statistical tests.Results: There were no relationship between knowledge (p = 0,234, OR = 4,350, 95%CI = 0,497-38,110), education (p = 1,000, OR = 1,170, 95%CI = 0,210-6,510), and employment (p = 1,000 , OR = 1,527, 95%CI = 0,170-13,740) with maternal behavior to the appropriate time of weaning food. Family support had an important role in maternal behavior to the appropriate time of weaning food. Conclusion: Most respondents gave weaning food that inappropriate as many as 69 respondents (90.8%). This may be related to the existence of other factors of knowledge, education, employment and family support that influence the mother's decision to give weaning food to the baby. Keywords: Knowledge, Education, Employment, Family Support, Mother's Behavior to the appropriate time of weaning food. Abstrak Latar Belakang: Di Kabupaten Mempawah cakupan program ASI eksklusif mencapai 60,7%. Hal ini dapat menjadi indikator kepatuhan ibu memberikan ASI eksklusif pada bayi dan merupakan gambaran bahwa masih banyak bayi usia < 6 bulan yang sudah mendapatkan MP-ASI. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam ketepatan waktu pemberian MP-ASI pada suku Madura di Wilayah Kerja Puskesmas Antibar. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional dan pendekatan retrospektif. Tehnik pemilihan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode consecutive sampling pada 76 responden. Instrumen penelitian menggunakan metode kuesioner yang telah tervalidasi. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square. Hasil : Tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,234, OR=4,350, 95%CI=0,497-38,110), pendidikan (p=1,000, OR=1,170, 95%CI=0,210-6,510), dan pekerjaan (p=1,000, OR=1,527, 95%CI=0,170-13,740) dengan perilaku ibu dalam ketepatan waktu pemberian MP-ASI. Dukungan keluarga berperan penting terhadap perilaku ibu dalam ketepatan waktu pemberian MP-ASI. Kesimpulan : Sebagian besar responden memberikan MP-ASI tidak tepat sebesar 69 orang responden (90,8%). Hal ini kemungkinan berhubungan dengan adanya faktor lain di luar pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan dukungan keluarga yang mempengaruhi keputusan ibu dalam memberikan MP-ASI pada bayi. Kata kunci : Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Dukungan Keluarga, Perilaku Ibu Dalam Ketepatan Waktu Pemberian MP-ASI.

Page 8 of 25 | Total Record : 249


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 3 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) More Issue