cover
Contact Name
Paulus Parnyoto
Contact Email
realpaul@ugm.ac.id
Phone
+628994796772
Journal Mail Official
abis-maksi.feb@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Sosio Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 » Tel / fax : 0274-513109 / 0274-548516
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal
ISSN : 23021500     EISSN : 23021500     DOI : 10.22146/abis
Core Subject : Economy,
ABIS : Accounting and Bussiness Information Systems Journal, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Akuntansi dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara berkala satu tahun 4 kali yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 366 Documents
Analisis Implementasi Sak Umum Dan Isak 35 Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Studi Pada Universitas Gadjah Mada) Ernawati Ernawati; Agus Setiawan
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 1 (2023): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.582 KB) | DOI: 10.22146/abis.v11i1.82084

Abstract

Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) diwajibkan mengacu pada SK Kemenristek Dikti Nomor 379/M/KPT/2018 tanggal 5 Desember 2018 tentang kebijakan akuntansi bagi PTNBH dalam penyusunan laporan keuangannya yaitu menerapkan SAK umum dalam pelaporannya mulai periode tahun 2020 meskipun penerapan lebih dini tahun 2019. Disamping itu, Dewan Ikatan Akuntan Indonesia sebagai penyusun standar akuntansi keuangan telah mengesahkan ISAK 35 Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba dan amandemen PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan yang mulai berlaku efektif per 01 Januari 2020. Sesuai SK Kemenristek Dikti Nomor 379/M/KPT/2018 dan pengesahan ISAK 35 oleh IAI tersebut, UGM mengimplementasikan SAK Umum dan ISAK 35 mulai periode pelaporan tahun 2020. Sebelumnya, UGM menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP dan PSAK 45. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis implementasi SAK Umum dan ISAK 35 di Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) khususnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu analisis tentang tahapan proses implementasi, dampak implementasi, faktor pendorong implementasi berdasarkan teori institusional bentuk isomorfisme koersif dalam implementasi, dan teori implementasi berdasar Model Edward III.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UGM melakukan kajian untuk membuat kerangka dasar penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan dan pedoman akuntansi keuangan (KKPK) sebagai acuan dalam penyusunan laporan keuangan berdasar SAK Umum dan ISAK 35. Dampak implementasi yaitu penyusunan laporan keuangan konsolidasian, perubahan judul dan komponen laporan keuangan, penambahan akun, perubahan metode pengakuan investasi terhadap entitas anak, dan dampak retrospektif akibat berlakunya PSAK 71, PSAK 72, dan PSAK 73. Implementasi tersebut diakibatjkan tekanan isomorfisme koersif karena regulasi. Berdasar 4 variabel dalam Teori Model Edward III, UGM telah mengimplementasikan dengan baik berdasarkan variabel komunikasi, kecenderungan, dan struktur birokrasi. Sedangkan berdasarkan variabel sumber daya, terdapat kendala dalam keterbatasan jumlah SDM dan keterbatasan pada sistem informasi.
Analisis Diversifikasi Investasi Pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Sebagai Sebuah Badan Layanan Umum Bobby Frathama Sembiring; Abdul Halim
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 1 (2023): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.902 KB) | DOI: 10.22146/abis.v11i1.82087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan diversifikasi investasi yang dilakukan oleh BLU LPDP dan mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan oleh BLU LPDP untuk mendorong pelaksanaan diversifikasi investasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen.Penelitian ini menemukan adanya hubungan prinsipal-agen antara Menteri Keuangan selaku prinsipal dan BLU LPDP selaku agen dalam pelaksanaan diversifikasi investasi. Adanya hubungan keagenan tersebut memunculkan potensi permasalahan keagenan (agency problem) yaitu tidak optimalnya imbal hasil (return) investasi karena BLU LPDP hanya melakukan diversifikasi investasi pada instrumen deposito dan surat utang, namun belum melaksanakan diversifikasi investasi pada instrumen yang lebih beragam dalam bentuk saham dan investasi langsung sebagaimana harapan Menteri Keuangan. Hasil penelitian menemukan bahwa penyebab BLU LPDP belum melaksanakan diversifikasi investasi pada instrumen saham dan investasi langsung yaitu adanya kebutuhan cash flow jangka pendek yang besar, momentum pasar belum tepat, belum ada instansi lain di dalam negeri yang tepat sebagai benchmarking, belum diaturnya ketentuan terkait penurunan nilai investasi dan pencatatan unrealized loss/gain secara jelas dan detail, belum ditetapkannya regulasi internal terkait investasi langsung dan investasi dalam mata uang asing, serta masih kurangnya ketersediaan SDM Direktorat Investasi yang berkaitan dengan diversifikasi investasi. Sementara itu, upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh BLU LPDP untuk mendorong pelaksanaan diversifikasi investasi meliputi usulan tambahan regulasi terkait penurunan nilai investasi dan pencatatan unrealized loss/gain, pemenuhan kebutuhan SDM Direktorat Investasi, pemenuhan tambahan regulasi internal terkait investasi langsung dan investasi dalam mata uang asing, serta melakukan benchmarking ke lembaga lain di luar negeri.
Pengaruh Good Corporate Governance Dan Kondisi Ekonomi Terhadap Tingkat Korupsi Dengan Budaya Sebagai Variabel Moderasi Muhammad Alif Nur Irvan; Dian Kartika Rahajeng
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 1 (2023): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.961 KB) | DOI: 10.22146/abis.v11i1.82088

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari Good Corporate Governance (GCG) pada sebuah negara, budaya nasional dan kondisi ekonomi suatu negara dengan tingkat korupsi yang terjadi pada suatu negara tersebut. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data yang diterbitkan oleh transparancy international, indeks budaya dari hosftade insight, dan GDP per kapita dari worldbank. Data yang diambil dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2011 hingga tahun 2017. Temuan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa GCG dan kondisi ekonomi masih menjadi faktor penting dalam mengurangi tingkat korupsi yang terjadi pada suatu negara. dengan dimasukkannya variabel budaya yang ada pada negara tersebut, efek GCG dan kondisi ekonimi pada korupsi menjadi tidak stabil pada berbagai tingkat signifikansi. Penelitian ini menjadikan budaya sebagai variable moderasi variabel GCG dan kondisi ekonomi terhadap tingkat korupsi sebuah negara. Penelitian menggunakan teori institusi dan teori agensi untuk meneliti antara GCG budaya serta teori segitiga kecurangan dalam meneliti korupsi dengan kondisi perekonomian pada suatu negara.
Evaluasi Mekanisme Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Belanja Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Nur Azizah Abrida Basuni; Abdul Halim
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 2 (2023): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v11i2.83652

Abstract

Isu manajemen strategis pendidikan telah menjadi isu umum di Indonesia, terutama tentang rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia di mata dunia. Hal ini menjadi hal yang krusial yang harus diperhatikan oleh bangsa Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menyebutkan salah satu cita-cita negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karenanya, pemerintah membuat program wajib belajar 9 tahun yang dilengkapi dengan adanya dana BOS. Untuk pengelolaan dana pendidikan yang efektif dan efisien, melengkapi kekurangan dana BOS, serta melaksanakan desentralisasi pendidikan maka dibuatlah program dana BOSDA.LHP atas LK Pemda Kabupaten Sleman ditemukan adanya pengendalian pengelolaan keuangan atas dana BOSDA oleh Dinas Pendidikan belum memadai. Adanya permasalahan tersebut menimbulkan isu baru pada Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman tentang pemenuhan akuntabilitasnya terkait program dana BOSDA. BPK merekomendasikan untuk menyusun mekanisme BOSDA dengan mempertimbangkan ketersediaan SDM. Adanya kebutuhan untuk pembuatan mekanisme baru dan mengurangi adanya kesalahan saat mekanisme berjalan dibutuhkan evaluasi secara menyeluruh atas mekanisme dana BOSDA di Disdik Sleman.Penelitian ini melakukan evaluasi menyeluruh dengan metode evaluasi CIPP pada mekanisme BOSDA, baik dari sisi pengguna yaitu instansi pendidikan dan sisi pengelola yaitu Disdik Sleman. Ditemukan bahwa akuntabilitas telah terpenuhi dan keterbatasan SDM bukan menjadi masalah utama namun masih terdapat masalah lain yang mempengaruhi. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya permasalahan yang terjadi setelah rekomendasi dilaksanakan. Permasalahan tersebut meliputi desain program, kapabilitas program, pengendalian dan strategi program dan belum adanya bagan alur dan indikator keberhasilan program menjadi hal yang harus dibenahi oleh Disdik Sleman.
Pengaruh Anggota Komite Audit Perempuan Terhadap Fee Audit: Ukuran Perusahaan, Risiko Perusahaan, Dan Kompleksitas Perusahaan Sebagai Variabel Pemoderasi Celia Makkiyatul Berlinna; R.A. Supriyono
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 2 (2023): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v11i2.84074

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh anggota komite audit perempuan terhadap fee audit danmenggunakan beberapa variabel moderasi yaitu ukuran perusahaan, risiko perusahaan, dankompleksitas perusahaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2020, dan dipersempit dengan menggunakanmetode purposive sampling untuk mendapatkan sampel penelitian. Metode analisis dalampenelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda, dan MRAuntuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaukuran perusahaan dan kompleksitas perusahaan mampu memoderasi pengaruh komiteaudit perempuan terhadap fee audit. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa ukuranperusahaan lebih tepat dijadikan sebagai variabel independen dibandingkan variabelmoderasi dengan tingkat signifikansi 0,00. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwakomite audit perempuan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap fee audit.
Pengaruh Kecakapan Manajerial Terhadap Manajemen Laba Riil dengan Tata Kelola Perusahaan sebagai Pemoderasi Siti Noor Aini; Vogy Gautama Buanaputra
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 2 (2023): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v11i2.84486

Abstract

Manajemen perusahaan yang memiliki kecakapan lebih tinggi mengarah kepada pencapaiankinerja yang lebih baik. Penelitian-penelitian sebelumnya menemukan bukti bahwakecakapan manajerial berpengaruh negatif terhadap manajemen laba riil. Namun, penelitiantersebut belum mempertimbangkan moderasi yang telah dijelaskan dalam teori upperechelons. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecakapan manajerial terhadapmanajemen laba riil yang dimoderasi oleh independensi komisaris dan kepemilikanmanajerial. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang menggunakan 1.204observasi dari 301 perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Indonesia Stock Exchange(IDX) periode 2016 - 2019. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Penelitian ini menemukan bukti bahwa kecakapan manajerialberpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen riil. Selain itu, penelitian ini jugamenemukan bukti empiris bahwa independensi komisaris mampu memperkuat hubungankecakapan manajerial terhadap manajemen laba riil. Sementara itu, kepemilikan manajerialtidak mampu memberikan pengaruhnya dalam hubungan kecakapan manajerial terhadapmanajemen laba riil secara signifikan.
Pengaruh Kinerja Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola terhadap Kinerja Pasar dengan Kontroversi ESG sebagai Variabel Pemoderasi Rizqi Amalia; Indra Wijaya Kusuma
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 2 (2023): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v11i2.84771

Abstract

Permasalahan seperti krisis ekonomi, pemanasan global, gagasan keberlanjutan dan tata kelola telah mengalami pertumbuhan dan peningkatan yang kuat di dalam industri. Indeks ESG (environmental, social, governance) telah menarik perhatian para investor untuk praktik investasi berkelanjutan dan mengukur kinerja laporan berkelanjutan perusahaan. Penelitian ini menguji hubungan antara kinerja lingkungan, sosial dan tata kelola terhadap kinerja pasar yang diukur menggunakan rasio Tobin’s Q. Selain itu, penelitian ini juga memeriksa lebih lanjut tentang keterlibatan skor kontroversi ESG sebagai variabel pemoderasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian in adalah seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan memiliki data ESG pada Thomson Reuters Database. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel akhir penelitian sebanyak 159 perusahaan selama lima tahun periode pengamatan dari tahun 2016 hingga 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pasar. Selain itu, tidak terdapat pengaruh moderasi dari kontroversi ESG terhadap hubungan antara kinerja lingkungan sosial, dan tata kelola terhadap kinerja pasar.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Temuan Berulang (Studi Pada Pemerintah Kabupaten Manggarai Provinsi NTT) Yohana Veliska Lambo; Irwan Taufiq Ritonga
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 2 (2023): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v11i2.84920

Abstract

Pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi audit pada pemerintah daerah belum dilaksanakan secara memadai. Hal ini terlihat dari masih adanya rekomendasi audit yang terlambat ditindaklanjuti serta penyelesaian tindak lanjut yang belum sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Tidak adanya tindakan korektif yang memadai terhadap rekomendasi yang diberikan oleh auditor menyebabkan temuan tersebut kembali berulang pada audit tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi audit. Perspektif logika institusional digunakan untuk menginvestigasi masalah apa yang dihadapi dalam penyelesaian tindak lanjut serta respon dan tindakan apa yang dilakukan oleh pemerintah. Wawancara dilakukan kepada para aktor yang berperan dalam proses penyelesaian tindak lanjut. Selain itu dilakukan analisis dokumen yang terkait dengan penyelesaian tindak lanjut. Hasil penelitian mengidentifikasi hambatan dalam penyelesaian tindak lanjut yaitu faktor eksternal/lingkungan dan faktor internal/organisasi. Strategi yang diambil oleh para aktor belum dapat menyelesaikan tindak lanjut secara memadai. Adanya persepsi bahwa tindak lanjut bukan merupakan kegiatan yang penting untuk dilakukan memengaruhi respon dan logika dari para aktor ketika menyelesaikan tindak lanjut. Logika ini mendorong adanya pengabaian terhadap rekomendasi tindak lanjut dan menjadi motif gagalnya penerapan strategi yang efektif. Pengabaian terhadap rekomendasi tindak lanjut juga terlihat dari implementasi pelaksanaan tindak lanjut yang tidak memadai mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.
Inklusi Dasar untuk Ekowisata Berkelanjutan sebagai Implementasi Teknologi Keuangan Lidhatul Umamah; Devi Hardianti Rukmana; Laelatul Dwi Masruroh; Rifqi Abdillah
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 3 (2023): August
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v11i3.83821

Abstract

Ledokombo merupakan daerah yang memiliki banyak unsur kekayaan; ekonomi, wisata, pendidikan terlebih sosial yang pantas untuk diapresiasi. Namun, problem pada akses yang tidak bisa membawa daerah ini mampu memiliki daya saing dalam pengembangan potensinya. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisa lebih jauh local wisdom yang menjadi potensi unggul di daerah ini, metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan observasi langsung dengan memakai beberapa literatur sebagai penunjang dan data yang diperoleh langsung melalui investigasi terhadap masyarakat sekitar. Output yang akan menjadi inklusi ke depannya adalah penggunaan e-portofolio dengan akses baru yang menyediakan fitur-fitur lengkap sebagai simplifikasi dari financial technology. 
Analisis Pengaruh Pengungkapan Inovasi Hijau terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Nonkeuangan Elsa Amalia
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 11, No 3 (2023): August
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v11i3.85680

Abstract

Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengungkapan inovasi hijau (produk hijau dan proses hijau) terhadap profitabilitas serta membuktikan apakah adanya peran pelaporan keberlanjutan perusahaan akan mengubah hasil hubungan pengungkapan inovasi hijau terhadap profitabilitas.Metode Penelitian – Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan seluruh perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari 2017 hingga 2021 serta database OSIRIS sebagai sumber pengambilan data penelitian. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 1.619 perusahaan.Temuan – Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan inovasi hijau berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan melakukan inovasi produk hijau, inovasi tersebut akan meningkatkan profit yang didapatkan perusahaan, sedangkan inovasi proses hijau berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas. Hal ini terjadi karena dalam mengadopsi dan mengganti peralatan canggih untuk meningkatkan proses produksi yang ramah lingkungan perusahaan akan lebih banyak mengeluarkan biaya. Adanya laporan keberlanjutan tidak memengaruhi hubungan antara pengungkapan inovasi hijau yang dilakukan perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas. Hal ini terjadi karena laporan keberlanjutan terkait dengan inovasi produk dan proses hijau tidak representatif dengan realisasinya.Orisinalitas – Penelitian ini menambahkan adanya peran pelaporan keberlanjutan pada pengaruh hubungan antara inovasi hijau terhadap profitabilitas. Penelitian ini menggunakan data panel unbalanced untuk mendapatkan sampel yang dapat digeneralisasikan karena masih sedikit perusahaan yang melakukan pengungkapan laporan keberlanjutan lengkap dari tahun ke tahun. Kata Kunci: Inovasi Produk Hijau, Inovasi Proses Hijau, Pelaporan Keberlanjutan, Profitabilitas 

Filter by Year

2013 2025