cover
Contact Name
Ediyanto
Contact Email
ediyanto@upnyk.ac.id
Phone
+6281578718429
Journal Mail Official
ediyanto@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tambak Bayan No.2, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geomatika
ISSN : 2962651X     EISSN : 2962651X     DOI : https://doi.org/10.31315/imagi
Core Subject : Engineering,
IMAGI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Geomatika UPN “Veteran” Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini bersifat terbuka untuk ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasikan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menjadi wahana bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapkan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dan harus melalui proses peer-review. Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, Sistem Informasi Geografis (SIG), Pengindraan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, Geografi, Geologi dan Kebencanaan.
Articles 98 Documents
Integrasi Pendekatan Penginderaan Jauh dan Platform Google Earth Engine untuk Estimasi Harga Tanah di Wilayah Pedesaan Nugraini, Lysa Dora Ayu; Amrina, Dania Hellin; Arafah, Feny
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i2.15587

Abstract

Informasi harga tanah di wilayah pedesaan sangat dipengaruhi oleh variasi tutupan lahan, di mana harga tanah pada klasifikasi area lahan terbangun, ledokan, maupun hutan akan memiliki perbedaan. Informasi harga tanah yang umumnya diperoleh melalui metode sampling, sangat bergantung pada kemampuan petugas survei dalam mengidentifikasi harga tanah berdasarkan jenis tutupan lahan dan informasi harga di lapangan. Kegiatan sampling harga tanah ini memiliki tantangan yang besar terkait dengan kebutuhan jumlah SDM dan waktu akuisisi data yang tidak mampu mengimbangi kecepatan dinamika perubahan harga tanah di lapangan. Teknologi penginderaan jauh telah dikenal mampu untuk mendeteksi informasi diatas permukaan bumi dengan cakupan yang luas. Penelitian ini mencoba mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh dan platform Google Earth Engine (GEE) dalam proses klasifikasi tutupan lahan yang kemudian digunakan sebagai basemap untuk penentuan harga tanah lanjutan sesuai klasifikasi tutupan lahannya. Penelitian ini memilih Kapanewon Saptosari dan Panggang Kabupaten Gunungkidul sebagai lokasi studi dengan pertimbangan klasifikasi tutupan lahan yang unik dan harga tanah yang cenderung tidak memiliki variasi harga yang tinggi pada setiap kelasnya. Data harga tanah diperoleh pada penelitian ini yaitu melalui wawancara mendalam dengan responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang hasilnya kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori tutupan lahan dominan di lokasi studi. Data spasial dari citra satelit dianalisis menggunakan algoritma band ratio NDBI dan teknik ambang batas nilai reflektan (threshold) di GEE untuk membedakan tiga kelas utama pada daerah ini yaitu area terbangun (pemukiman atau pekarangan), ledokan, dan hutan. Algoritma band ratio NDBI dipilih karena dinilai efektif dalam membedakan area terbangun yang berskala kecil dan tersebar, sebagaimana karakteristik pemukiman di wilayah pedesaan, sehingga hasil klasifikasi tutupan lahan dapat lebih akurat dan mudah diinterpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tekknologi penginderaan jauh dan algoritma band ratio NDBI yang diolah melalui platform GEE mampu menunjukkan peningkatan kecepatan estimasi harga tanah di area pedesaan secara massive untuk tujuan penggunaan yang lebih praktis sehingga informasi harga tanah dapat divisualisasikan dengan baik.
Analisis Model Regresi Spasial Kasus Tuberkulosis (TB) di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) dan Geographically Weighted Regression (GWR) Bawasir, Arizal; Kusnadi, S R Bening Pratiwi; Koman, Wening Aisyah Fauziana
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i2.15604

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia., termasuk di Provinsi Sumatera Utara. Analisis yang bersifat regional penting dilakukan karena distribusi kasus TB tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individual, tetapi juga kondisi sosial-ekonomi yang bervariasi antar-wilayah. Dalam konteks tersebut, metode Ordinary Least Squares (OLS) dan Geographically Weighted Regression (GWR) digunakan untuk memodelkan regresi spasial dengan melibatkan berbagai variabel. Kedua metode ini dinilai sesuai untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus TB. Penelitian ini menggunakan data tahun 2021, dengan jumlah kasus TB sebagai variabel dependen, serta kepadatan penduduk, jumlah sapi ternak, jumlah fasilitas kesehatan, dan jumlah penduduk miskin sebagai variabel independen. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa jumlah fasilitas kesehatan memiliki hubungan paling kuat dengan jumlah kasus TB, sedangkan variabel lain memiliki hubungan yang relatif lemah. Pemodelan OLS memberikan gambaran global dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,754, namun tidak mampu menangkap heterogenitas spasial antarwilayah. Sebaliknya, GWR menghasilkan nilai Adjusted R² sebesar 0,848 dan nilai AICc yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan model GWR lebih efisien dan akurat dalam pemodelan spasial studi kasus TB Sumut. Local R² dari GWR juga mengungkapkan adanya variasi spasial signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa distribusi kasus TB di Sumatera Utara dipengaruhi faktor spasial heterogen, sehingga penanggulangan TB perlu mempertimbangkan karakteristik lokal.
Observasi Osilasi Resonansi Atmosfer di Ionosfer Setelah Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Tahun 2025 Menggunakan GNSS-TEC Rahayu, Ririn Wuri; Susilowati
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i2.15708

Abstract

Volcanic eruptions can generate atmospheric acoustic and gravity waves that propagate upward and induce oscillations in the ionosphere. These disturbances can be detected through variations in the Total Electron Content (TEC) derived from Global Navigation Satellite System (GNSS) observations. In this study, we analyze ionospheric responses following the 2025 eruption of Mount Lewotobi Laki-laki, Indonesia, using GNSS-TEC data from nearby CORS stations. The analysis focuses on slant TEC variations associated with multiple GNSS satellites, revealing a distinct oscillatory pattern observed prominently on GLONASS satellite R42. After applying a high-pass filter to remove long-term trends, the residual TEC time series exhibited monochromatic oscillations with periods of approximately 3–5 minutes, consistent with the Type-1 (continuous) ionospheric disturbance described by Heki and Fujimoto (2022). Spectral analysis using the Blackman–Tukey method showed dominant frequency components near 3.7–5.4 mHz, corresponding to the acoustic resonance frequencies of the atmosphere. These findings provide evidence of atmospheric resonance oscillations in the ionosphere triggered by the Lewotobi Laki-laki eruption, demonstrating the potential of GNSS-TEC observations for monitoring ionospheric signatures of volcanic activity in Indonesia.
Analisis Korelasi Variasi Gas Nitrogen Dioksida Terhadap Kenaikan Kasus Positif Terkonformasi Covid – 19 Studi Kasus Provinsi Jawa Timur Putri, Dinda Pratiwi Dwi; Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v1i1.4728

Abstract

Virus Covid - 19 yang diduga berasal dari Wuhan, China menyebar secara global ke seluruh negara dan World Health Organization (WHO) telah menetapkan kejadian tersebut sebagai pandemi. Diberitakan pada bulan Maret 2020 di Indonesia terdapat kasus pertama terkonfirmasi virus Covid - 19. Dikabarkan virus Covid - 19 menyebar melalui droplet atau percikan air liur. Guna meminimalisir penyebaran virus, pemerintah Indonesia menetapkan berbagai kebijakan seperti PSBB dan Work From H ome dengan harapan dapat mengurangi aktivitas manusia dan mencegah penyebaran. Provinsi Jawa Timur kini menduduki peringkat kedua jumlah kasus positif Covid - 19 terbanyak. Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsinya telah ditetapkan sebagai daerah zona hitam pada bulan Juli 2020. Satelit Sentinel - 5P dirancang memiliki misi pemantauan gas polutan di muka bumi, salah satunya gas Nitrogen Dioksida (NO2 ). Gas NO2 merupakan hasil emisi dari pembakaran sep erti pabrik dan kendaraan bermotor, sehingga dapat dijadikan sebagai indikator aktivitas manusia. Pada penelitian ini, data gas NO2 hasil rekaman satelit Sentinel - 5P pada bulan Maret- September diolah melalui platform Google Earth Engine dan dianalisis untuk mengetahui variasi gas NO2 troposfer di wilayah Jawa Timur. Data tersebut kemudian dilakukan perhitungan statistik hubungan korelasi bersama data kasus terkonfirmasi Covid - 19 untuk mengetahui seberapa kuat hubungan nilai rata- rata emisi gas NO2 terha dap perkembangan kasus positif terkonfirmasi di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan terlihat adanya perubahan spasial temporal gas NO2 di Provinsi Jawa Timur. Emisi gas tertinggi berada di wilayah timur yaitu Kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Lamongan dan sekitarnya. Kenaikan tertinggi kadar gas NO2 terjadi pada bulan Juni sebesar 40,81%. Sedangkan, kadar NO2 tertinggi berada pada bulan Agustus dengan nilai rata- rata emisi gas 206,60 10-7 mol/m2 dan terendah pada bulan Mei sebesar 131,887 10-7 mol/m2. H asil perhitungan korelasi emisi gas NO 2 dan kenaikan jumlah kasus terkonfirmasi bernilai 0,82513. Hal tersebut menandakan kenaikan emisi gas NO 2 di wilayah Jawa Timur berbanding lurus dengan kenaikan jumlah kasus positif Covid - 19 terkonfirmasi. Kata kunci: NO2, Covid - 19, Sentinel – 5P, Jawa Timur
Kajian Hasil Pemantauan Pergerakan Tanah Secara Horizontal dan Vertikal Selama Satu Tahun Dari Tahun 2017-2018 Di Clapar, Banjarnegara Hartadi, Joko
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v1i1.4729

Abstract

Gerakan tanah adalah suatu gerakan menuruni lereng oleh massa tanah dan atau batuan penyusun lereng, Definisi di atas dapat menunjukkan bahwa massa yang bergerak dapat berupa massa tanah, massa batuan ataupun percampuran antara keduanya. Bencana longsor adalah salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Clapar, Banjarnegara. Longsor yang terjadi merupakan kejadian yang berulang dan hingga sekarang belum ada metode yang sesuai untuk menanggapi ancaman yang ditimbulkan, sehingga langkah- langkah pencegahan belum maksimal. Menurut ahli menyatakan bahwa pergerakan tanah di daerah tersebut sangat aktif namun belum dapat diketahui secara kualitatif maupun kuantitatif tingkat keaktifannya yang dapat menimbulkan tanah longsor. Penelitian ini diharapkan mampu membantu pihak terkait untuk merancang mitigasi bencana longsor di Clapar kabupaten Banjarnegara sehingga dapat mengurangi kerugian baik dari infrastruktur ataupun jiwa di masa yang akan datang. Sedangkan tujuan jangka panjang penelit ian ini adalah memetakan dengan jelas daerah rawan longsor sehingga dapat memudahkan dalam memodelkan rancangan mitigasi kebencanaan. Salah satu metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah dengan melakukan pemantauan pergerakan tanah di d aerah yang pernah mengalami longsor, menghitung pergerakan tanah dengan menggunakan penentuan posisi di permukaan tanah yang diamati dalam kurun waktu tertentu secara periodik, melakukan analisis pergerakannnya menggunakan uji statistik beda signifikansi parameter terhadap nilai koordinat posisi di tahun 2017 dan tahun 2018. Berdasarkan pada uji statistik pergerakan tanah yaitu uji beda signifikansi parameter menunjukkan bahwa hasil ujinya diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai pergerakan horizontal dan vertikal yang terjadi selama satu tahun yaitu pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 Hasil uji statistik yang menyatakan tidak bergerak susuai dengan kondisi saat pengukuran, yaitu dalam kondisi sebelum hujan, sedangkan pergerakan tanah terjadi pada saat setelah terjadi hujan . Kata kunci: Pergerakan tanah , Longsor, Mitigasi bencana, Clapar
Analisis Sebaran Potensi Kekeringan Dengan Cloud Computing Platform di Kabupaten Grobogan Julianto, Fandi Dwi
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v1i1.4730

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan daerah yang pemanfaatan agrikulturnya tinggi, dengan padi sebagai salah satu sektor yang diunggulkan. Namun, pengaruh fenomena El Nino menyebabkan puncak musim kemarau lebih panjang daripada yang telah diprediksi. Hal ini berdampak pada komunitas petani yang mengalami kerugian atas pertaniannya karena tidak selalu siap menghadapi kekeringan. Dengan menggunakan data citra satelit Landsat -8, Landsat-7, dan Landsat -5 dengan tipe Surface Reflectance Tier 1 pada tanggal perekaman setiap 5 tahun dari tahun 1999 hingga 2019, penulis dapat menentukan daerah kekeringan menggunakan metode penginderaan jauh dengan algoritma NDDI (Normalized Difference Drought Index ) yang menggabungkan dua parameter; kehijauan vegetasi ( Normalized Difference Vegetation Index atau NDVI) dan kebasahan vegetasi ( Normalized Difference Water Index atau NDWI). Pengolahan algoritma NDDI ini dilakukan berdasarkan interval tertentu demi memperoleh model perubahan untuk mencoba mengetahui daerah -daerah agrikultur yang berpotensi mengalami kekeringan di masa mendatang. Selain itu, dilakukan juga pengolahan LST (Land Surface Temperature ) pada citra satelit yang sama sebagai pendukung hasil klasifikasi kekeringan. Citra satelit diolah menggunakan Google Earth Engine untuk hasil yang lebih efisien, dan dari sana didapatkan bahwa pada 2009, kekeringan yang sangat berat terjadi pada area seluas 16.580,199 ha dan hasil rata - rata LST yang paling tinggi sebesar 44,811°C. Tingginya temperatur pada permukaan ini dapat mengganggu dan bahkan menyebabkan gagal panen pada padi, terlebih ketika padi sedang dalam masa reproduksi dan vegetasi. Namun, dampak- dampak dari kekeringan ini dapat diminimalisasi dengan penyusunan rencana mitigasi yang tepat. Kata kunci: Agrikultur, Kekeringan, Penginderaan jauh, Komputasi awan
Analisis Variasi Suhu Permukaan Tanah dan Gas Nitrogen Dioksida di Masa Pandemi Covid – 19 (Studi Kasus : Kota Semarang) Putri, Dinda Pratiwi Dwi
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v1i1.4731

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mewabah keseluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Untuk mengatasi semakin bertambahnya kasus Covid -19, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi segala aktivitas di luar ruangan salah satu kota yang mengeluarkan kebijakan tersebut adalah K ota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan suhu permukaan tanah dan gas Nitrogen Dioksida (NO2) se belum dan sesudah adanya pandemi Covid -19 dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh serta menggunakan metode analisis pada hasil pengolahan citra satelit . Sedangkan untuk data yang digunakan adalah dataset citra satelit Sentinel -5P yang telah berupa produk Nitrogen Dioksida NRTI dan OFFL yang tersedia pada Google Earth Engine dan satelit Landsat- 8 di wilayah Kota S emarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suhu permukaan tanah dan gas Nitrogen Dioksida mengalami penurunan selama pandemi Covi d- 19 dikarenankan berkurangnya aktivitas masyarakat di luar ruangan. Kata kunci: Suhu permukaan tanah, NO2 , Covid -19, Kota Semarang
Dampak dan Upaya Penanggulangan Terjadinya Abrasi Menggunakan Citra Satelit Studi Kasus Di Wilayah Pesisir Tanjung Benoa Bali Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v1i1.4732

Abstract

Kawasan pantai merupakan satu kawasan yang sangat dinamik begitu pula dengan garis pantainya. Garis pantai adalah batas pertemuan antara bagian laut dan daratan pada saat terjadi air laut pasang tertinggi. Perubahan terhadap garis pantai adalah suatu proses tanpa henti (terus menerus) melalui berbagai proses baik pengikisan (abrasi) maupun penambahan (akreasi) pantai yang diakibatkan oleh pergerakan sedimen, arus susur pantai ( longshore current), tindakan ombak dan penggunaan tanah (Vreugdenhil , 1999). Tanjung adalah bagian daratan yang menjorok ke laut. Cakupan wilajah kajian kami yakni mengambil wilayah di Tanjung Benoa, Bali. Banyak media massa di Bali saat ini yang memberitakan kondisi Tanjung Benoa sangat memprihatinkan dan terus mengalami abrasi. Salah satu pendapat di media massa menyebutkan, “Abrasi semakin hari semakin mengancam Tanjung Benoa. Kalau tidak segera direklamasi bisa berbahaya,” (Wayan Ranten, Pos Bali). Namun dari berbagai pem beritaan di media massa, belum ada yang menyebutkan seberapa luas sebenarnya abrasi yang sudah terjadi di daerah Tanjung Benoa tersebut hingga tahun 2017. Efek dari adanya abrasi ini mengakibatkan tergerusnya lahan disekitar Tanjung Benoa, hal ini mengakibatkan rusaknya ekosistem di pesisir Tanjung Benoa. Untuk mengetahuidan mempelajari peristiwa abrasi serta mengetahui berapa luasan daerah yang mengalami abrasi yang terjadi di daerah sekitar Tanjung Benoa, dilakukan analysis multi temporal dengan pemantaua n menggunakan bantuan teknologi penginraan jauh dengan waktu pemantauan yang berbeda atau multi temporal. Teknologi pengindraan jauh yang digunakan yakni satelit. Citra satelit secara multitemporal dapat dianalysis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) kemudian dilihat luas daerah yang mengalami abrasi di Tanjung Benoa. Dengan diketahui besarnya luas daerah akibat abrasi tersebut, maka dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah setempat untuk mengambil tindakan pencegahan abrasi pantai di Tanjung Beno a, agar tidak menjadi semakin parah. Kata kunci: Abrasi, Tanjung Benoa, Citra satelit, SIG
Evaluasi Topografi Hasil Light Detection And Ranging (LiDAR) Dengan Terestrial Untuk Basemap Building Information Modelling (BIM) Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7459

Abstract

Dalam bidang konstruksi keilmuan teknik geomatika dapat mengambil andil besar dalam penerapan ilmunya salah satunya dalam perencanaan jalan tol. Pekerjaan ini  sangat berkaitan dengan perhitungan volume galian dan timbunan yang mana dalam perencanaanya harus seefisien mungkin dalam mengambil keputusan penggunaan tanah galian maupun timbunan agar dapat menekan biaya yang dibutuhkan. Bersama PT. Hutama karya menggunakan teknologi pengukuran LiDAR  merencanakan perhitungan volume galian timbunan yang dibandingkan dengan pengukuran terrestrial untuk Basemap yang digunakan dalam BIM ( building information model). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah point density data LiDAR dapat mempengaruhi perhitungan volume galian dan timbunan serta mengetahui perbedaan nilai harga satuan galian dan timbunan dari masing - masing data pengukuran topografi dan data pengukuran LiDAR. metode yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh point density dengan melakukan pengurangan point density pada software envi dengan tools BCAL(boise center aerospace laboratory) yang memiliki point density 25%, 50%, dan 75%. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan nilai harga satuan galian timbunan didapatkan dari perhitungan compute materials dan perhitungan volume. Hasilnya didapatkan adalah Point Density yang dihasilkan oleh LiDAR berpengaruh terhadap perhitungan volume galian dan timbunan serta untuk harga satuan galian dan timbunan data LiDAR dan Terrestris didapatkan selisih perbedaan harga satuan volume sebesar Rp. 20.889.118.800.
Pemodelan 3 Dimensi Candi Kedulan Menggunakan Terrestrial Laser Scanner Pramudya, Aditya Firman
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7474

Abstract

Perkembangan teknologi dalam survey pemetaan pada masa kini berkembang sangat cepat. Dimulai dengan alat-alat yang bersifat manual dan konvensional,sekarang banyak teknologi survey pemetaan yang bersifat otomatis dan canggih. Salah satunya yang berkembang saat ini adalah teknologi untuk survey suatu obyek tiga dimensi, yakni terrestrial laser scanner. Terrestrial Laser Scanner (TLS) adalah suatu teknologi metode pengukuran ground based yang mampu memberikan visual hasil dokumentasi dalam model 3 dimensi (3D) dengan proses akuisisi data yang efektif dan perekamannya secara realtime, aktual, dan dimensional (Leonardo, 2008). Pada penelitian menggunakan data yang dilaksanakan di Candi Kedulan Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa dalam candi kedulan terpendam oleh endapan sedimen Dalam rangka melaksanakan penelitian ini, kegiatan dilakukan adalah membuat atau merepretasikan Candi Kedulan dalam bentuk tiga dimensi, dengan menggunakan TLS diharapkan dapat membentuk kedetailan yang cukup tinggi.

Page 6 of 10 | Total Record : 98