Jurnal Ilmiah Geomatika
IMAGI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Geomatika UPN “Veteran” Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini bersifat terbuka untuk ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasikan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menjadi wahana bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapkan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dan harus melalui proses peer-review. Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, Sistem Informasi Geografis (SIG), Pengindraan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, Geografi, Geologi dan Kebencanaan.
Articles
98 Documents
Survei Bathimetri di Perairan Dangkal Menggunakan Wahana USV (Unmanned Surface Vehicle) Studi Kasus Sungai Ciliwung
Pratiwi, Monica
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7478
Perkembangan teknologi dalam survey pemetaan pada masa kini berkembang sangat cepat. Dimulai dengan alat-alat yang bersifat manual dan konvensional,sekarang banyak teknologi survey pemetaan yang bersifat otomatis dan canggih. Salah satunya yang berkembang saat ini adalah teknologi untuk survey bathimetry di perairan dangkal yaitu Unmanned Surface Vehicle (USV). Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Autonomous Surface Vehicle (ASV) merupakan sistem kapal yang digunakan tanpa adanya campur tangan operator. USV dikendalikan secara otomatis dengan memberikan perintahperintah seperti waypoint, atau secara manual dengan menggunakan remote control dari Ground Control Station (GCS) ( Okta, 2017). Penelitian dilakuakan di sepanjang aliran Sungai Ciliwung yang mengalir Jakarta dari ancol hingga tebet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman di sepanjang aliran sungai Ciliwung dan dapat membuat peta bathimetrinya
Proses Georeferencing Citra Sentinel-2 dengan Menggunakan Software ArcGIS
Prabandaru, Maulana
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7481
Citra satelit merupakan perangkat penting yang dapat memberikan informasi dalam pemanfaatan pengguna lahan maupun dalam tutupan lahan yang dilakukan dengan SIG (Geographic Information System) (Wijaya, 2015). Untuk memperoleh informasi peta yang benar sebuah citra harus dikoreksi terhadap penyimpangan posisi geometri. Koreksi geometrik dilakukan karena terjadi distorsi geometrik antara citra hasil penginderaan jauh dengan objek yang direkam pada permukaan Bumi. Pada proses ini dibutuhkan beberapa titik kontrol medan (GCP) yang dapat diidentifikasi pada citra dan peta. Apabila persamaan transformasi koordinat diterapkan pada titik-titik kontrol maka diperoleh residual x dan residual y. Pada pengolahan georeferensing yang dilakukan menggunakan software ArcGIS dengan 5 titk GCP sebagai sampel dan diperoleh total RMSError sebesar 0.967067 meter dan pada uji akurasi diperoleh RMSError sebesar 1.702 meter. Berdasarkan persamaan rumus RMSE metode transformasi pada titik GCP dengan koefisien ketelitian diperoleh nilai ketelitian horizontal pada Citra Sentinel-2B dengan metode affine dengan perhitungan 1.5175 × 0.967067 = 1.46752417 meter dan dengan metode menghitung dari residual dari selisih masing-masing nilai sebesar 1.5175 × 1.702 = 2.582785 meter. Nilai ketelitian geometrik dari kedua metode transformasi menunjukkan nilai kurang dari sama dengan lima belas meter (≤15 m ), sehingga citra Sentinel-2B memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai peta dasar skala 1:50.000 dengan kategori kelas 1.
Klasifikasi Area Vegetasi dan Non Vegetasi pada Citra Sentinel-2 Menggunakan Metode EVI dengan Google Earth Engine (Studi Kasus: Kabupaten Klaten)
Rahmawati, Salsabila Diyah;
Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v3i1.7484
Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, area, atau fenomena melalui analisis data. Salah satu nya dengan pemantauan dan analisis dari citra satelit. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan citra satelit Sentinel-2 yang meruapakan citra satelit resolusi sedang. Google Earth Engine meruapakan platform berbasis cloud yang memudahkan untuk mengakses dan memproses kumpulan data geospasial yang sangat besar untuk analisis. Penggunaan indeks vegetasi yang umum digunakan untuk mengestimasi biomassa diantaranya adalah, Normalized Difference Vegetation Index untuk membedakan suatu daerah yang terdapat vegetasi atau tidak dan Enhanced Vegetation Index (EVI) sebagai pengembangan dari NDVI. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Klaten yang merupakan bagian dari Privinsi Jawa Tengah yang secara geografis terletak di antara 110°30'-110°45' Bujur Timur dan 7°30'-7°45' Lintang Selatan. Pada penelitian ini, menghasilkan nilai < 0,3 sebagian besar merupakan area yang tidak ada vegetasi. Area yang mempunyai nilai tresholding > 0,3 sebagian besar merupakan area yang bervegetasi.
PEMBUATAN ANIMASI PETA 3D POTENSI KAWASAN WISATA JEREBUU, KABUPATEN NGADA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR
Apriyanti, Dessy;
Fathurohman, Cahya Riski
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v2i2.7487
Indonesia memiliki beragam budaya dan tempat yang indah dengan ciri khas berbeda - beda disetiap daerahnya. Keberagaman tempat dan budaya tersebut pada wilayah yang terpencil membuat tempat – tempat yang memilki keindahan belum banyak orang yang mengetahui. Tempat yang memiliki keindahan alam dan terpencil salah satunya berada pada Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tempat yang terpencil perlu dilakukan pemetaan tempat – tempat yang berpotensi sebagai tempat wisata. Untuk memetakan dengan luas yang besar diperlukan metode yang efektif yaitu dengan foto udara. pemetaan foto udara tersebut dilakukan dengan menggunakan Unmanned aerial vehicle (UAV) dengan terlebih dahulu memasang Ground Control Point (GCP) pada titik yang ditentukan yang berjumlah 77 titik. GCP yang berjumlah 77 tersebut diukur menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS). Data foto udara dilakukan pembuatan peta orthofoto. Dari peta orthofoto dilakukan survei ke tempat – tempat disekitar Jerebuu yang berpotensi sebagai tempat wisata dan ditandai di peta orthofoto. Untuk lebih jelas visualisasi sekitar daerah berpotensi tempat wisata dilakukan pembuatan peta 3D. Peta 3D tersebut kemudian dibuat animasi video di youtube agar dapat dilihat oleh masyarakat dan menarik wisatawan.
Perbandingan dan Analisis Tingkat Akurasi Band Tirs pada Citra Satelit Landsat 8 dan Landsat 9 untuk Mendeteksi Kepadatan Permukiman Berdasarkan Suhu Permukaan
Yuwana, Tasya;
Maharani, Monica;
Ediyanto, Ediyanto
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v4i2.7641
Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis peningkatan ketelitian band TIRS 10 pada Landsat 9 dari Landsat 8. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekstraksi perubahan suhu LST (Land Surface Temperature) dengan algoritma Mono-window brightness temperature. Perhitungan LST menggunakan perangkat lunak ENVI 5.3. Studi kasus dalam penelitian ini berada di Kawasan Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian ini berupa perbandingan ketelitian dari band TIRS 10 pada Landsat 8 dan Landsat 9 untuk mendeteksi kepadatan permukiman melalui informasi suhu permukaan. Pada penelitian ini terbukti bahwa Landsat 9 memiliki ketelitian lebih baik daripada Landsat 8 dalam mendeteksi suhu permukaan, dimana Landsat 9 memiliki keunggulan dalam perbandingan nilai suhu LST terhadap suhu di lapangan dengan menunjukkan nilai RMSE Landsat 9 sebesar 0,56 sedangkan Landsat 8 memiliki nilai RMSE sebesar 0,65. Namun demikian Landsat 8 lebih unggul dalam mendeteksi kepadatan permukiman berdasarkan suhu permukaan dibandingkan Landsat 9, hal tersebut dibuktikan dengan nilai overall accuracy Landsat 8 sebesar 89% sedangkan Landsat 9 sebesar 58% serta diperkuat dengan hasil surface difference yang membuktikan bahwa Landsat 8 lebih unggul.
Story Map Profil Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Sarfina, Nezha;
Alfiani, Octavia Dewi;
Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v3i1.7684
Desa Tegalrejo memiliki berbagai macam potensi. Mulai dari potensi alamnya yang dapat dijadikan objek wisata hingga sentra makanan yang dapat dijadikan potensi utama dari Desa Tegalrejo. Sayangnya informasi tersebut tidak dimuat pada peta yang diletakkan pada balai desa yang seharusnya menjadi media pengenalan profil desa. Dalam wawancara yang dilakukan dengan salah satu perangkat desa menyatakan bahwa Desa Tegalrejo membutuhkan peta desa terbaru dalam bentuk cetak maupun digital. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembuatan profil desa di Desa Tegalrejo yang dapat menyampaikan seluruh informasi Desa Tegalrejo secara menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat umum. Perancangan ini bertujuan membuat story map profil Desa Tegalrejo untuk memberikan seluruh informasi mengenai Desa Tegalrejo yang mudah dipahami oleh masyarakat desa maupun masyarakat diluar desa. Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah mengemas informasi profil Desa Tegalrejo kedalam Story Map. Data yang digunakan sebagai basemap merupakan peta penggunaan lahan yang dibuat dari digitasi citra resolusi tinggi. Story Map yang dibuat selanjutnya dilakukan pengujian aksesibilitas dan kebergunaan dengan menyebarkan kuesioner kepada beberapa pengguna internet. Hasil dari digitasi adalah peta penggunaan lahan yang sesuai dengan PERKA BIG Nomor. 3 Tahun 2016 dengan mendapatkan nilai uji atribut sebesar 95%. Peta penggunaan lahan tersebut dikemas menjadi lebih menarik kedalam tampilan Story Map sebagai basemap. Story Map yang telah dilakukan pengujian mendapatkan nilai sebesar 93,6 poin untuk kebergunaan dan aksesibilitas mendapatkan nilai sebesar 94,4 poin. Kedua penilaian tersebut masuk kategori “Sangat Mudah Diakses” dan “Sangat Bermanfaat”.
Meremajakan Peta Topografi Menggunakan Konsep 3D Map Art (Studi Kasus : Kota Sabang, Provinsi Aceh Tahun 1982)
Widyastuti, Erliana Dwi
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7688
Peta konvensional merupakan peta yang pembuatannya dilakukan menggunakan teknologi analog dan disajikan dalam bentuk media kertas, salah satunya berupa peta topografi. Peta topografi dalam bentuk media kertas dapat dengan mudah mengalami kerusakan secara fisik. Penelitian ini dilakukan bertujuan agar visualisasi peta topografi tersebut dapat dikembangkan lebih baik dan menarik, sehingga orang-orang yang memahami peta topografi dapat memiliki perspektif yang lebih luas. Penelitian ini mengambil studi kasus di Kota Sabang, Provinsi Aceh pada tahun 1982. Daerah penelitian tersebut dipilih karena kondisi topografi Kota Sabang didominasi oleh pegunungan sehingga 3D map art yang dihasilkan dapat menunjukkan perbedaan setiap ketinggian kontur topografinya. Penelitian ini dilakukan menggunakan konsep 3D map art dengan memanfaatkan ilmu kartografi digital. Konsep 3D map art merupakan konsep dalam pembuatan peta secara digital yang lebih mengutamakan visualisasi dari peta. Pada penelitian ini pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS, Adobe Photoshop dan Blender. Hasil akhir dari penelitian ini terdapat 2 bentuk output. Hasil yang pertama berupa 3D map art Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan format gambar PNG dalam bentuk 2D yang memiliki efek ilusi 3D. Hasil yang kedua berupa video animasi 3D map art Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan format video MP4.
Pembuatan Aplikasi Peta Interaktif 3 Dimensi (Studi Kasus: Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta)
Fahmi, Afrizal Amri
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7694
Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta adalah lembaga pendidikan dan sosial keagaamaan yang berdiri sejak 15 November 1911 dengan luas area kurang lebih 5,876 hektar. Area Pondok Pesantren Al Munawwir tidak memiliki batas area pondok yang jelas sehingga kerap membuat pengunjung yang datang ke kompleks Pondok Pesantren Al Munawwir kesulitan dalam menemukan lokasi kompleks pondok pesantren. Oleh karena itu, perlu adanya informasi pondok pesantren secara visual seperti peta 3D yang interaktif yang dapat menunjukkan bangunan kompleks Pondok Pesantren Al Munawwir, agar dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk membuat peta interaktif 3D untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut.Pembuatan peta interaktif 3D ini menggunakan perangkat lunak yaitu unreal engine. Unreal engine merupakan sebuah game engine yang sedang berkembang dan banyak digunakan dalam pembuatan peta 3D maupun game (Epic Games, 2011). Perangkat lunak ini memiliki kemampuan untuk membuat lingkungan virtual yang sesuai dengan dunia nyata. Penggunaan unreal engine dipilih karena merupakan perangkat lunak yang bersifat open source sehingga bebas dikembangkan dengan mudah oleh siapapun.Hasil dari pembuatan aplikasi adalah aplikasi peta interaktif 3D Pondok Pesantren Al Munawwir. Pengujian aplikasi peta interaktif 3D dilakukan dengan pengujian fungsional dan non fungsional. Pengujian fungsional untuk mengetahui apakah aplikasi peta interaktif 3D dapat berjalan dengan baik sedangkan pengujian non fungsional untuk mengetahui spesifikasi untuk menjalankan aplikasi peta interaktif 3D. Hasil pengujian ini menunjukkan aplikasi peta interaktif 3D dapat berjalan dengan baik. Spesifikasi yang direkomendasikan untuk menajalankan aplikasi peta interaktif 3D ini yaitu Intel Core i5 8300H, Memory 8GB DDR4, NVIDIA GeForce GTX 1050 4GB.
Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Melalui Metode Object Based Image Analysis (Studi Kasus: Kota Administrasi Jakarta Timur)
Dzaikra, Yafi Javier
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7847
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta pada tahun 2020 sebesar 9,98%. DKI Jakarta terdiri dari 5 kota administrasi dimana salah satunya adalah Jakarta Timur, artinya rata-rata RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur hanya sebesar 1,9% dari wilayah kota. Dilain sisi, Pasal 29 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa RTH di wilayah kota paling sedikit 30% dari luas wilayahnya. Adanya masalah ketersediaan RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur yang tidak dapat terfasilitasi dengan baik, diperlukan upaya pemantauan RTH secara berkala agar luasannya tidak semakin berkurang. Pemantauan secara berkala dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pengindraan jauh dengan metode Object Based Image Analysis (OBIA). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah metode OBIA mampu untuk mengidentifikasi ketersediaan RTH, mengetahui ketelitian yang dihasilkan OBIA serta ketersediaan RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian dilakukan pada citra SPOT-7 dengan resolusi spasial 1,5 meter. Metode penelitian meliputi segmentasi, klasifikasi, uji lapangan dan uji akurasi. Hasil yang didapatkan adalah metode OBIA mampu untuk mengidentifikasi RTH, ketelitian OBIA dalam mengidentifikasi RTH sebesar 83,33% serta ketersediaan RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur sebesar 3.415 hektar atau 18,18% dari luas wilayahnya.
Pemetaan Tingkat Keterpaparan Wilayah Permukiman Terhadap Bencana Tsunami di Kabupaten Pangandaran
Indrianawati, -
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7865
Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah di Provinsi Jawa Barat yang terindikasi rawan terhadap bencana tsunami karena wilayahnya yang berada di pesisir pantai selatan Pulau Jawa dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Salah satu upaya mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan adalah dengan memetakan tingkat kepekaan wilayah dan tingkat keterpaparan wilayah permukiman di Kabupaten Pangandaran terhadap bencana tsunami. Metode yang digunakan dalam pemetaan ini adalah metode skoring dan pembobotan dengan parameter berupa jarak dari garis pantai, ketinggian, wilayah lereng, dan jarak dari sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7% dari luas wilayah Kabupaten Pangandaran memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap bencana tsunami, yaitu wilayah Kecamatan Cimerak (1.929,48 Ha); Kecamatan Parigi (1.844,4 Ha); Kecamatan Pangandaran (1.570,72 Ha); Kecamatan Cijulang (920,58 Ha); Kecamatan Sidamulih (914,76 Ha); dan Kecamatan Kalipucang (810,05 Ha). Wilayah permukiman di Kabupaten Pangandaran yang memiliki tingkat keterpaparan tinggi terhadap bencana tsunami mencapai 13% dari seluruh luas wilayah permukimannya. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pangandaran (479 Ha); Kecamatan Parigi (394 Ha); Kecamatan Cimerak (152 Ha); Kecamatan Sidamulih (150 Ha); Kecamatan Cijulang (118 Ha); dan Kecamatan Kalipucang (52 Ha).