cover
Contact Name
Ediyanto
Contact Email
ediyanto@upnyk.ac.id
Phone
+6281578718429
Journal Mail Official
ediyanto@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tambak Bayan No.2, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geomatika
ISSN : 2962651X     EISSN : 2962651X     DOI : https://doi.org/10.31315/imagi
Core Subject : Engineering,
IMAGI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Geomatika UPN “Veteran” Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini bersifat terbuka untuk ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasikan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menjadi wahana bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapkan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dan harus melalui proses peer-review. Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, Sistem Informasi Geografis (SIG), Pengindraan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, Geografi, Geologi dan Kebencanaan.
Articles 98 Documents
Identification of Traffic Accidents Vulnerability Level Using Kernel Density And K-Medoids Methods (Case Study: Depok and Kalasan Districts, Sleman Regency) Siregar, Afifah Zafirah; Awaluddin, Moehammad; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i1.9241

Abstract

One of the analytical tools that can be used to help, parse, identify and map traffic accident problems in an area is a Geographic Information System (GIS). GIS is used to create clusters of traffic accident events. The level of accident vulnerability in this paper is obtained by calculating the density of the number of incident points where the accident occurred, namely Depok and Kalasan Districts, Sleman Regency on a road segment length of 1,000 m per year. The clustering methods used are kernel density and k-medoids methods. Comparison of the identification of traffic accident-prone levels in Depok and Kalasan sub-districts using the Kernel Density and K-Medoids methods with a road length of 1,000 meters using the Kernel Density and K-Medoids methods in 2018 there is the same difference, namely 6.17% with the medium level classification and low level classification. For 2019 it is 0.01% with a high level classification, 1.85% for the medium level and 1.86% for the low level. For 2020 there is the same difference, namely 1.23% with medium and low level classifications. For 2021 there is no difference for high level classification but there is the same difference for medium and low level classification which is 3.7%.
Analisis Penentuan Lokasi Industri Pupuk Organik di Kabupaten Bantul Azzahra, Aida Azka; Azzahra, Alya Fasya; Putri Maharani, Fadhilla Ajeng; Kurniawan, Albertus Andri; Puspita, Radika Dyah; Arafi, Rahma Harun
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i2.9279

Abstract

Kabupaten Bantul memiliki potensi pembuatan pupuk organik dari limbah ternak dan tani, didukung dengan luasan sawah ± 15.184 ha, dan populasi hewan ternak ± 236.000 ekor. Potensi tersebut dapat dioptimalkan dengan dibangunnya industri pupuk organik. Analisa untuk penentuan lokasi pembangunan pupuk organik diperlukan guna mempertahankan kontinuitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi yang sesuai untuk dibangun industri pupuk organik di Kabupaten Bantul. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, menggunakan metode analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis Weighted Overlay. Penelitian ini menggunakan data limbah ternak dan tani, rencana tata ruang wilayah, tutupan lahan, dan kemiringan lahan di Kabupaten Bantul. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa lokasi yang paling sesuai untuk dibangun industri pupuk organik berada di Kecamatan Piyungan, Kecamatan Imogiri, Kecamatan Sedayu, dan Kecamatan Dlingo dengan persentase kesesuaian antara 74-98%.
Pemetaan Kerawanan Fisik Longsor Kecamatan Petungkriyono Dengan Metode Pembobotan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 22/PRT/M/2007 Arrisaldi, Thema; Radityo, Daniel; Atmojo, Hasan Tri; Ekasara, Adam Raka
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9415

Abstract

Kecamatan Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang memiliki kondisi morfologi berupa pegunungan dan lembah. Hal ini membuat Petungkriyono sering terjadi bencana longsor yang merugikan masyarakat, oleh karena itu pemetaan kerawanan longsor perlu dilakukan pada daerah ini. Metode Pembobotan menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 22/PRT/M/2007 mengenai penataan kawasan rawan bencana longsor. Dalam pemetaan kerawanan fisik ini terdiri dari 7 parameter, yaitu : kelerengan (30%), kondisi geologi (20%), kondisi tataguna lahan(10%), densitas aliran air (7%), tebal tanah(15%), kondisi curah hujan (15%), dan kondisi kegempaan (3%). Metode pemetaan yang dilakukan yaitu dengan pemetaan langsung kemudian dilakukan pengolahan data untuk setiap parameter dan analisis overlay menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Hasil pengamatan yang dilakukan kondisi kelerngan daerah ini memiliki kelerengan rendah hingga kelerengan tinggi. Kondisi geologi daerah ini dibagi menjadi 4 satuan batuan, yaitu : endapan bongkah andsesit basaltic, satuan vulkanik III (lava dan breksi vulkanik), satuan vulkanik II (lava dan breksi vulkanik), dan satuan vulkanik I (lava dan breksi vulkanik). Kondisi tataguna lahan area ini didominasi oleh hutan dan perkebunan. Kondisi ketebalan tanah menunjukan daerah ini didominasi dengan tabal tanah yang > 1 meter dengan kondisi tidak gembur. Densitas aliran air didominasi oleh densitas aliran air sedang hingga tinggi. Kondisi curah hujan daerah Petungkriyono memiliki curah hujan yang tinnggi (>2000mm/tahun), sedangkan kondisi kegempaan pada daerah ini terletak pada area dengan kegempaan rendah. Setelah mendapatkan kondisi parameter dilakukan pembobotan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 22/PRT/M/2007 dengan menggunakan SIG hasilnya berupa peta kerawanan fisik longsor. Kondisi kerawanan fisik longsor daerah Petungkriyono terdapat 3 kerawanan fisik yaitu : kerawanan fisik rendah memiliki luasan 0,0228 km2, kerawanan fisik sedang memiliki luasan 73,88 km2, dan kerawanan fisik tinggi memiliki luasan 10,27 km2
Analisis Fault Fracture Density pada Potensi Panas Bumi Non-Vulkanik untuk Menentukan Recharge Area; Studi Kasus di Wilayah Lore Lindu, Sulawesi Tengah Kurniawan, S.T., M.T., Oki
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9417

Abstract

Sulawesi memiliki lebih dari 76 lokasi yang potensial untuk dijadikan sebagai lapangan panas bumi dengan nilai potensi mencapai 3.229 Mwe. Namun, belum satupun dari lapangan panas bumi non-vulkanik di Sulawesi yang telah dikembangkan menjadi pembangkit listrik. Kawasan Lore Lindu merupakan salah satu lapangan panas bumi non-vulkanik yang menarik untuk dijadikan objek penelitian. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas delineasi kelurusan berdasarkan peta SRTM, data topografi, dan data struktur geologi berupa kekar dan cermin sesar. Dalam penelitian ini digunakan beberapa metode, antara lain Fault Fracture Density (FFD), analisis kemiringan lereng, dan kegiatan lapangan. Metode FFD telah sering digunakan pada studi awal dalam eksplorasi panas bumi. Metode ini memberi kita informasi mengenai zona dengan dengan densitas rekahan yang tinggi. Metode analisis kemiringan lereng bertujuan untuk menentukan catchment area. Metode kegiatan lapangan akan memberi informasi mengenai struktur geologi dan manifestasi panas bumi di permukaan. Dari hasil ketiga analisis tersebut dapat ditentukan tiga recharge area pada daerah penelitian, yaitu berada di area Kecamatan Rahmat, Kecamatan Kadidia di sekitar Sesar Kadidia, dan kawasan di sekitar mata air panas Koalarawa. Recharge area ini umumnya terdapat pada daerah perbukitan dengan nilai kemiringan lereng yang curam yang morfologinya dipengaruhi oleh struktur geologi.
Analisis Potensi Panas Bumi Dua Sudara, Provinsi Sulawesi Utara Menggunakan Integrasi Citra Landsat 8 Dan DEM Utama, Peter Pratistha; Mardiati, Dani; Adha, Ikhwannur
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9418

Abstract

Daerah potensi panas bumi Dua Sudara merupakan salah satu lokasi potensi panas bumi di Provinsi Sulawesi Utara. Tatanan tektonik regional lengan utara Pulau Sulawesi yang merupakan busur vulkanik Sangihe berumur Tersier hasil proses subduksi antara antara lempeng samudra Maluku dengan lempeng benua Eurasia menyebabkan melimpahnya keterdapatan gunungapi dan potensi panas bumi pada daerah ini. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh sebagai studi pendahuluan potensi panas bumi di daerah Dua Sudara. Data utama citra Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) digunakan untuk melakukan analisis Fault Fracture Density (FFD) dan analisis kelerengan. Data utama citra Landsat-8 digunakan untuk melakukan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), analisis composite band, dan analisis Land Surface Temperature (LST). Analisis FFD untuk mengetahui indikasi zona permeabilitas tinggi dalam sistem panas bumi Dua Sudara. Analisis kelerengan untuk menentukan lokasi imbuhan air permukaan. Indikasi lokasi sumber panas sistem panas bumi dan persebaran batuan teralterasi diinterpretasikan dari analisis LST dikorelasikan dengan analisis NDVI dan analisis composite band. Orientasi kelurusan hasil analisis dominan berarah baratlaut-tenggara dan utara-selatan. Sumber panas diinterpretasikan berasal dari Gunung Dua Sudara dan Gunung Batuangus. Indikasi zona outflow berada di sebelah baratlaut Gunung Dua Sudara yang dicirikan oleh sebaran sejumlah manifestasi panas bumi berupa mata air panas dengan orientasi baratlaut-tenggara dan sebaran batuan alterasi hidrotermal. Daerah tangkapan air dan daerah imbuhan diidentifikasi berada di lereng sebelah baratlaut dari Gunung Dua Sudara dan lereng sebelah baratlaut-utara-timurlaut dari Gunung
Penggunaan Citra Landsat untuk Pendeteksian Anomali Suhu Permukaan Sebagai Indikasi Keberadaan Manifestasi Panas Bumi. Studi Kasus: Sipoholon, Indonesia Mardiati, Dani; Utama, Peter Pratistha; Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9419

Abstract

Sipoholon merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang dilewati oleh Sistem Sesar Sumatera. Berdasarkan peta Geologi Lembar Sidikalang, ditemukan adanya manifestasi panas bumi berupa mata air panas (hot spring) di daerah tersebut. Keberadaan manifestasi ini menunjukkan adanya sistem panas bumi yang bekerja di bawahnya. Keberadaan manifestasi panas bumi di suatu daerah akan berpengaruh terhadap suhu permukaan tanah di daerah tersebut. Pendeteksian anomali suhu permukaan tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu metode yang mudah untuk dilakukan yaitu menggunakan Citra Penginderaan Jauh. Citra Landsat merupakan salah satu citra penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk mendeteksi anomali suhu permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi anomali suhu permukaan sebagai indikasi adanya manifestasi panas bumi di Sipoholon, Sumatera Utara menggunakan Citra Landsat. Band 10 dan band 11 yang merupakan thermal infrared (TIR) diolah untuk mendapatkan suhu kecerahan (brightness temperature). Band 4 dan 5 digunakan untuk menghitung kerapatan vegetasi (NDVI) dan emisivitas suhu permukaan. Gabungan dari band 10, band 11 dan NDVI digunakan untuk menghitung nilai suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature). Data lapangan berupa suhu mata air panas dan suhu permukaan tanah  diambil untuk melakukan verifikasi terhadap analisis citra yang telah dilakukan. Hasil analisis citra menunjukkan bahwa suhu permukaan di lokasi penelitian berkisar antara 16,7°C sampai dengan 28,4°C. Anomali suhu tinggi berada di daerah yang dilewati oleh sesar sumatera. Hasil verifikasi di lapangan menunjukkan hasil yang selaras, terdapat mata air panas di daerah yang dilewati oleh sesar sumatera dengan suhu 35,7 °C – 64,4°C. Sedangkan suhu permukaan tanah berkisar antara 31,3°C – 48,7°C. Hal ini menunjukkan bahwa citra landsat berupa suhu permukaan tanah (LST) dapat digunakan untuk mendeteksi anomali suhu permukaan sebagai indikasi adanya sistem panas bumi di suatu daerah untuk memudahkan pengerucutan lokasi pada tahap eksplorasi.
Karakteristik Struktur Geologi Daerah Bukit Batu Dinding, Samboja, Kalimantan Timur Adha, S.T., M.T., Ikhwannur
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9420

Abstract

Samboja merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Beberapa lokasi di Samboja memiliki kondisi geologi yang menarik, salah satunya Bukit Batu Dinding. Bukit Batu Dinding memiliki lokasi yang berdekatan dengan IKN Baru Indonesia sehingga nantinya dapat menjadi daerah yang menyokong berkembangnya IKN. Untuk pengembangan daerah ini, perlu diketahui kondisi geologi yang detil termasuk terkait struktur geologinya sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dan tepat sasaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi geologi Bukit Batu Dinding, khususnya karakteristik struktur geologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei untuk mengetahui kondisi geologi yang meliputi litologi dan struktur geologi. Pengamatan dan pengukuran kedudukan batuan dan kekar gerus dilakukan sepanjang punggungan Bukit Batu Dinding. Metode analisis yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisis kelurusan topografi untuk mengenali kondisi daerah penelitian dan melakukan dugaan-dugaan mengenai zona struktur geologi berdasarkan kenampakan pada peta topografi pada DEM. Proyeksi stereografis dengan menggunakan data kekar dengan bantuan perangkat lunak Dips untuk mengetahui kinematika dan dinamika tektonik pembentuk struktur geologi tersebut. Hasil proyeksi stereografis kemudian dianalisis dan diinterpretasi berdasarkan konsep sesar Anderson untuk mengetahui sesar yang berkembang di Bukit Batu Dinding. Bukit Batu Dinding adalah perbukitan yang terbentuk karena adanya sesar naik yang memanjang di sebelah barat dengan kemiringan berarah barat laut. Sesar naik ini berasosiasi dengan kekar gerus yang intensif di lokasi tersebut. Sesar naik ini memotong Formasi Pulau Balang sehingga mengakibatkan formasi tersebut menumpang diatas Formasi Balikpapan yang lebih muda. Sesar naik tersebut terbentuk karena adanya tegasan utama maksimum berarah tenggara-barat laut dan diperkirakan terbentuk pada periode tektonik Pliosen-Pleistosen
Identifikasi Zona Mineralisasi Dan Struktur Pengontrol Skarn Cu Daerah Sulit Air, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat Afrilita, Afrilita; Idrus, Arifudin; Pambudi, Setia; Pratomo, Septyo Uji
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9421

Abstract

Endapan skarn merupakan salah satu dari beberapa endapanhidrotermal yang menghasilkan endapan bijih yang bernilai ekonomis. Mineralisasi skarn Cu pada daerah Sulit Air sudah diketahui sejak lama, namun belum banyak penelitian rinci yang membahas tentang kontrol struktur geologi terhadap penyebaran alterasi dan mineralisasi di daerah ini. Penelitian ini membahas tentang identifikasi zona mineralisasi dan kontrol struktur geologi terhadap pola penyebaran alterasi dan mineralisasi skarn Cu. Metodologi yang digunakan yaitu analisis citra DEM dan pemetaan geologi permukaan. Zona alterasi skarn Cu terbagi kedalam empat zonasi yaitu zona piroksen-K-feldspar-klorit-epidot, zona garnet-piroksen, zona piroksen-kuarsa, dan zona garnet-wollastonit-piroksen. Mineralisasi dominan hadir pada zona alterasi garnet-wollastonit-piroksen dan zona garnet-piroksen. Mineral utama pembawa Cu berupa bornit, kalkosit, malakit, azurit dan kalkopirit. Penyebaran alterasi mengikuti pola intrusi dan sesar-sesar mendatar lokal. Zona alterasi ini mengikuti sesar mendatar kiri yang berarah utara-selatan (N-S) sedangkan zona mineralisasi mengisi rekahan-rekahan pada zona sesar mendatar kiri yang berarah utara-selatan (N-S) dan barat laut-tenggara (NW-SE). Kekar pada zona sesar terisi oleh mineral-mineral kalsit, kuarsa dan azurit yang dominan berarah berarah barat laut-tenggara dan timur laut-barat daya.
Perbandingan Metode Delineasi Garis Pantai Pada Citra Landsat 8 Nugraini, Lysa Dora Ayu; Ratri, Winagari; Yudinugroho, Maulana; Safitri, Dika Ayu
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i1.9538

Abstract

Identifikasi garis pantai dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan memanfaatkan citra satelit. Melalui proses interpretasi visual dari citra tersebut dan mengombinasikannya dengan teknik digitasi on screen, delineasi garis pantai dapat dilakukan. Penggunaan citra satelit Landsat 8 untuk pekerjaan delineasi garis pantai memiliki tantangan tersendiri akibat resolusi spasial yang dimilikinya, meskipun kanal spektral yang dapat digunakan cukup untuk mengamati dinamika pesisir. Gradasi warna yang sangat halus pada area yang berbatasan dengan laut menyebabkan pada beberapa kondisi, batas antara darat dan laut tidak dapat secara tegas didefinisikan dan mempersulit operator pengolah data dalam melakukan interpretasi visual dan digitasi on screen. Penelitian ini melakukan ujicoba terhadap metode NDWI, Edge Detection, dan kombinasi band SWIR-NIR-Red (Band 7-5-4) untuk mengetahui metode mana yang paling baik, yang mampu membedakan batas antara darat dan laut secara jelas dan tegas sehingga meningkatkan kualitas hasil delineasi garis pantai oleh operator. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemanfaatan band SWIR-NIR-Red (7-5-4) pada citra Landsat 8 lebih baik dibandingkan metode NDWI dan Edge Detection atau deteksi tepi. Selain memberikan perbedaan warna yang jelas antara daratan dan badan air, kombinasi Band 7-5-4 ini mampu menetrasi awan tipis pada nilai pixel 6816 hingga 6896 yang berpotensi mengganggu proses interpretasi visual jika objek awan tersebut berada tepat pada lokasi garis pantai.
Implementasi Analisis Spasial Berbasis Sistem Informasi Geografis Untuk Prediksi Awal Tingkat Kerawanan Bencana Tsunami di Kecamatan Sinjai Utara, Sulawesi Selatan Wahyuningrum, Dwi; Lidyani, Lia; Setiawan, Naufal
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i1.9554

Abstract

Salah satu kecamatan yang ada di Sulawesi Selatan yang memiliki letak geografis dekat dengan laut adalah Kecamatan Sinjai. Kecamatan ini memiliki sebuah pulau yang terpisah dari daratan utamanya yaitu Pulau Sembilan. Hal ini menjadikan Kecamatan Sinjai Utara memiliki kekayaan sumber daya alam berupa ikan, terumbu karang, dan makhluk laut lainnya, yang tentunya memberikan dampak positif di aspek ekonomi dan pariwisata. Kedekatannya dengan laut membuat wilayah ini perlu untuk mengantisipasi terjadinya bencana laut, salah satunya adalah tsunami. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan studi dan analisis kondisi geografis terhadap parameter-parameter untuk mengetahui tingkat kerawanan tsunami. Data geografis berupa peta rupa bumi Indonesia, DEMNAS, dan BATNAS dari geoportal nasional Indonesia digunakan untuk menganalisis kerawanan secara spasial. Metode yang digunakan adalah metode analisis spasial seperti proximity, overlay dan geoprocessing. Selanjutnya pemberian skor dan bobot serta klasifikasi dan simbologi juga digunakan untuk memberikan hasil yang lebih baik. Hasil yang diperoleh adalah sebuah peta kerawanan tsunami yang menampilkan tingkat kerawanan. Tingkat kerawanan tersebut dikategorikan menjadi lima kelompok mulai dari kerawanan sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, hingga sangat tinggi. 

Page 8 of 10 | Total Record : 98