Jurnal Keperawatan
Jurnal keperawatan (JK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. JK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, : meliputikeperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan. JK diterbitkan pertama kali dengan ISSN versi cetak pada Volume 1 No 1 Maret 2009 dan ISSN versi online pada Volume 9 No 1 Maret 2017. JK awalnya terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret dan September. JK mulai Desember 2018 terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JK telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles
772 Documents
The Relationship Between the Application of Spiritual Care and Social Support with the Spirituality Level of Patients Confirmed Positive for Covid-19
Marni Marni;
Dewi Gayatri;
Dhea Natashia;
Wati Jumaiyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.044 KB)
The COVID-19 pandemic has had a major impact on physical, economic, social and mental health so that it can affect the level of spirituality in humans. This study aims to determine the relationship between implementation and social support with spirituality levels in patients who are confirmed positive for Covid-19. This study used a cross sectional design on 138 confirmed Covid-19 patients at the Jakarta Islamic Hospital and used a questionnaire in the form of a google form with the analysis used, namely multiple logistic regression. The spirituality level scale adapts the daily spiritual experience scales (DSES), the spiritual care implementation scale adapts the Nursing Spiritual Care Therapeutics Scale (NSCTS) and social support adapts the Enrich Social Support Instrument (ESSI). This study shows the results of a significant relationship between the application of Spiritual Care with Spirituality Level (p=0.001) OR 3.919, and social support with spirituality level is very significant with a value (p=0.000/OR 4.167) while the dominant variable, namely social support has a high level of social support. high spirituality OR 3,580 times greater than having good social support compared to individuals who have low social support and the variable of implementing spiritual care OR 3,334 times higher than respondents having low spiritual care after being controlled by gender, age, religion, education and profession. This study recommends the need for nurses to increase spirituality values in confirmed Covid-19 patients to be able to increase patient spirituality.
Pemenuhan Nutrisi Balita dengan Pendekatan Sosial Support
Neti Hartaty;
Yuni Arnita;
Finy Annisa Aritonang
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.71 KB)
Sebagian besar negara di dunia masih menghadapi permasalahan balita dengan stunting, wasting, malnutrisi dan obesitas. Hal ini menuntut orang tua agar selalu memperhatikan kebutuhan balita dalam hal pemenuhan nutrisi yang seimbang. Untuk dapat memenuhi nutrisi bagi balitanya dengan baik, orang tua membutuhkan social support yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran social support dalam pemenuhan nutrisi balita di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian sebanyak 106 keluarga dengan pengumpulan data menggunakan angket dan analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social support berada pada kategori tinggi (56,6%), dengan sub variabel keluarga pada kategori tinggi (81,1%), teman dekat pada kategori sedang (45,3%), serta significant other (suami) pada kategori tinggi (68,9%). Disimpulkan bahwa responden memiliki social support yang tinggi, namun social support yang didapat dari teman dekat masih dalam kategori sedang.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visual terhadap Perilaku Lansia dalam Penguatan Menerapkan Protokol Kesehatan
Komang Ayu Henny Achjar;
Ni Luh Putu Tanasya Putri
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.396 KB)
COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus baru yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV). Lansia kelompok paling rentan terkena dampak dari COVID-19. Tingginya Kejadian COVID-19 Kabupaten Tabanan pada lansia dengan jumlah sebanyak 302 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap perilaku lansia dalam penguatan menerapkan protokol kesehatan. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan tindakan yang dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan responden yang berpengetahuan cukup dari 57 orang (60,6%) menjadi 60 orang (63,8%), peningkatan sikap cukup responden dari 50 responden (53,2%) menjadi 58 responden (61,7%), peningkatan tindakan cukup dari 53 responden (56,4%) menjadi 58 responden (61,7%). Hasil penelitian didapatkan nilai p-value = 0,000 (a < 0,05), ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap perilaku lansia dalam penguatan menerapkan protokol kesehatan.
Terapi Tertawa terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi
Dominggas Bete;
Mizam Ari Kurniyanti;
Senditya Indah Mayasari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.48 KB)
Lansia merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang dapat mengakibatkan kemunduran fisiologis, salah satunya adalah pada sistem kardiovaskuler, yang menyebabkan kekuatan untuk memompa jantung berkurang serta kehilangan elastisitas arteri besar dimana arteri tidak mengembang saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Salah satu terapi non farmakologi adalah terapi tertawa yang dapat melebarkan pembuluh darah, meningkatkan elastisistas pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experiment rancangan two group design pretest-posttest dengan sampel berjumlah masing-masing 10 responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan SOP terapi tertawa dan SOP tekanan darah. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji T-Test berpasangan. Terdapat nilai rata-rata tekanan darah pretest sistolik 146,56 mmHg dan diastolik 83,00 mmHg sedangkan posttest sistolik 126,41 mmHg dan diastolik 72,00 mmHg. Hasil analisis uji t-test berpasangan kelompok intervensi tekanan darah sistolik menunjukkan p=0,000 (p<0,05), dan tekanan darah diastolik menunjukkan p=0,000 (p=<0,05). Terdapat efektifitas terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Factor Analysis Related to Self Efficacy Obesity Management in Students Faculty of Nursing Science
Dwi Riniasih;
Nyimas Heny Purwati;
Fitrian Rayasari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.942 KB)
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.272
Obesity management will give optimal results, if the person does diet, physical activity, and behavior therapy seriously. Therefore, a strong self-efficacy is needed to get maximum results. This study aims to analyze the factors related to obesity management self-efficacy in students of the Faculty of Nursing, University of Muhammadiyah Jakarta. This study used a large probability sampling. a sample of 83 students.This research uses the methodanalytical descriptivewith cross-sectional design. Data was collected by means of interviews, surveys and distributing questionnaires. The data analysis technique used was logistic regression (logistic regression). This study shows the results of a obtained that Attitude with P value: 0.001 (< 0.05), Physical and Emotional Conditions with P value: 0.001 (< 0.05), and Gender with P value: 0.032 (< 0.05) hasconnectionwhich is significant to the Self Efficacy of Obesity Management Students of the Faculty of Nursing, University of Muhammadiyah Jakarta. Efforts to increase obesity management self-efficacy are byimprove body condition, decrease stress and readiness to go on a diet. This study recommends the need for to be used as a reference material, providing information and understanding to students about factors related to obesity self-efficacy.
Relationship of Knowledge and Attitude of Pregnant Women to Antenatal Care Examinations During the Covid 19 Pandemic
Cyntia Theresia Lumintang;
Filia Veronica Tiwatu
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.807 KB)
Pregnancy is a process that will be experienced by every woman. The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still quite high, one of the efforts made to reduce the MMR in Indonesia is the Antenatal Care (ANC) examination program. The Covid-19 pandemic has changed the status of life around the world suddenly, causing a very large psychological burden, especially for pregnant women. ANC services during the current Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pandemic will certainly be greatly affected and at risk of experiencing a decline. pregnancy care visits. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge, attitudes and behavior of pregnant women towards antenatal care examinations during the COVID-19 pandemic in the Public Health Center of Modoinding. This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach, the sampling technique is using purposive sampling, the number of samples is 50 respondents. The research data was obtained through a questionnaire of knowledge, attitudes and behavior of pregnant women about antenatal care and then analyzed using the Chi Square test with Cl = 95% and α = 0.05. The results of statistical tests showed that there was a relationship between the behavior of ANC examination visits and the knowledge and behavior of pregnant women, while related to attitudes, there was no relationship between the behavior of ANC examination visits and attitudes. In conclusion, there is a relationship between knowledge and behavior of pregnant women in ANC examination, and there is no relationship between behavior of ANC examination visits and attitudes of pregnant women in ANC examination in the Public Health Center of Modoinding.
Intrauterine Contraceptive Devices Choice among Women of Reproductive Age and Its Contributing Factors
Imas Rafiyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.187 KB)
Intrauterine contraceptive devices (IUDs) is a safe and effective method of long-term contraception. However, many women in reproductive age do not intend to use this contraceptive especially in rural areas. So, the purpose of this study was to identify factors that contribute on women of reproductive age in choosing intrauterine contraceptive devices including intentions, information, personal autonomy, social support, and situation. Research method used quantitative descriptive. The population was the entire women in reproductive age who were 30 years age or older, had 2 or more children and they were alive. The number population was 210 people. The sample of these was 66 women recruited by a simple random sampling technique. The data were collected through questionnaire developed researcher based on Snehandu’s theory. Then the data were analized using percentage. The results showed that of 66 respondents, 80.3% did not intended using intrauterine contraceptive devices because most of them were fear for its side effect (41.5%). The number of respondents who less information about it were 66.7%, it was especially in term of side effects (74.2%). Unsupported situation in choosing this contraceptive method was value “more children more sustenance” (65.2%). In addition, 84.9% respondents were lack of social support though 97% respondens had personal autonomy in determining contraceptive methods. To conclude that most of women of reproductive age in Margaluyu village had no intention using intrauterine contraceptive devices. Around half of them were fear for side effects, lack of information, their belief, lack of social support. Almost of them had autonomy in choosing contraceptive method. Thus nurses needed to provide health education about intrauterine contraceptive devices by emphazing on the side effect and benefit of this not only for women bat also for husbands and community.
Efektivitas Program Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat terhadap Edukasi Pentingnya Pemberian ASI dan Penanganan Kejang pada Anak dengan Disabilitas
Aditya Denny Pratama
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.457 KB)
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kurangnya edukasi orang tua tentang pentingnya pemberian ASI akan menyebabkan tumbuh kembang anak kurang optimal yang sering ditandai dengan kondisi anak dehidrasi, suhu tubuh meningkat hingga menyebabkan tubuhnya bereaksi kejang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) dalam memberikan edukasi pentingnya pemberian ASI dan penanganan kejang pada anak dengan disabilitas di Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program RBM di Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara efektif dalam memberikan edukasi pentingnya pemberian ASI dan penanganan kejang pada anak dengan disabilitas. Efektivitas didasarkan pada indikator matriks RBM yaitu, orang tua dan penyandang disabilitas dapat mengakses akses ke pusat kesehatan, pendidikan, dan dilibatkan dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat. Faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas program yaitu kurangnya jumlah guru atau pengurus dari Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara yang mengikuti rangkaian program RBM menjadi hambatan dalam efektivitas program RBM.
Efektivitas Terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada Titik ST 36 terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) Pasien DM Tipe 2
Taufik Septiawan;
Arief Budiman
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.883 KB)
Pada tahun 2030 diperkirakan sebanyak 21.3 juta penduduk indonesia menderita diabetes. Diabetes menjadi penyebab kematian tertinggi ke 3 di Indonesia. Gula darah yang terkontrol menjadi salah satu tujuan dari terapi untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes yaitu menggunakan terapi transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas dari terapi TENS dalam menurunkan gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen pretest-posttest control group. Sampel pada penelitian terdiri dari 30 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan perlakukan berupa terapi TENS dan kelompok kontrol diberikan terapi relaksasi nafas dalam. Teknik pengambilan data menggunakan accidental sampling. Frekuensi intervensi diberikan dalam single session, terapi TENS dan Relaksasi Nafas dalam dilakukan selama 30 menit dan pengukuran gula darah di lakukan sebelum dan setelah intervensi diberikan. Analisa data menggunakan uji Paried T Test dan Independent T Test. Hasil uji Paried T Test untuk kelompok intervensi didapatkan P Value 0.000 dan kelompok kontrol 0.004 yang berarti terdapat perubahan kadar gula darah sewaktu setelah diberikan intervensi. Hasil uji statisik Independent T Test didapatkan P Value 0.000 yang artinya ada perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, yang mana disimpulkan terapi TENS lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien DMT Tipe 2. Saran penelitian ini terapi TENS dapat dijadikan sebagai salah satu terapi untuk membantu mengontrol kada gula darah pada penderita DM tipe 2
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Anik Inayati;
Uswatun Hasanah;
Senja Atika Sari;
Livana PH
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.93 KB)
Diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan gula darah (hiperglikemia). Meningkatnya angka kejadian diabetes mellitus sendiri berdampak terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia, karena diabetes mellitus memiliki berbagai komplikasi yang mengancam jiwa. Banyaknya faktor penyebab meningkatnya kadar gula serta komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes mellitus menjadi dasar akan pentingnya melakukan penatalaksanaan diabetes mellitus dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe 2 yang berkunjung di UPTD Puskesmas Karang Rejo Kota Metro. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan Variabel yang terbukti berhubungan dengan kadar gula darah penderita DM meliputi tekanan darah (p-value 0,000), diit rendah gula (p-value 0,002), senam DM (p-value 0,001), dan umur (p-value 0,032), sedangkan yang tidak memiliki hubungan signifikan adalah jenis kelamin (p-value 0,305).