Humaniora
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"No 6 (1997)"
:
12 Documents
clear
Teori Konflik dan Dinamika Hubungan antarsuku-Bangsa
Hari Poerwanto
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1313.1 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1861
Kelompok dan lembaga sosial adalah bentuk struktural dari masyarakat. Dalam menghadapi situasi tertentu, dinamikanya akan tergantung pada pola-pola perilaku para warganya. Dinamika suatu masyarakat tercermin dalam perkembangan dan perubahan yang terjadi, yaitu akibat hubunganorang-perorangan, antar kelompok maupun antara oranq-perorangan dengan kelompok. Berbagai bentuk interaksi sosial yang ditandai oleh terjadinya kontak dan komunikasi, merupakan aspek penting untuk mempelajari proses-proses sosial. Apabila terjadi suatu perubahan yang menyebabkan goyahnya sendi-sendi kehidupan yang ada, pengetahuan tentang proses-proses sosial akan dapat dipakai guna memahami perilaku yang akan muncul (Gillin dan Gillin, 1954). Konflik merupakan salah satu bentuk dan proses-proses sosial yang terpenting.
BEBERAPA PARADIGMA SINKRONIS dalam Arkeologi Pemukiman
Heddy Shri Ahimsa-Putra
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1509.132 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1862
Dalam tulisan ini saya akan mencoba menguraikan secara singkat beberapaparadigma sinkronis yang relatif dominan dalam arkeologi pemukiman dan hasil analisis yang dicapainya, yakni: paradigma Ekologi; paradigma Analisis Lokasi; dan paradigma Jangkauan Situs. Peta paradigma ini tentu perlu ditambah dan dikembangkan di masa-masa yang akan datang, seiring dengan perkembangan teoritis yang terjadi dalam studi arkeologi pemukiman.
Pembaca dan Konsep Pembaca Tersirat Wolfgang Iser
Heru Marwata
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (971.585 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1863
Di antara teoretikus sastra yangsecara cukup baik mengedepankan teori dengan pendekatan pragmatik itu adalah H.R. Jauss (1982) dalam bukunya Toward an Aesthetic of Reception dan Wolfgang Iser dalam bukunya The Act of Reading (1987) dan The Implied Reader(1980). Tulisan ini hanya akan membicarakan konsep Iser tentang pembaca dan pembaca tersirat saja. Alasan utamanya adalah karena meskipun Jauss dan Iser sama-sama mengedepankan peran pembaca. Iserlah yang Iebih memberikan uraian tentang konsep pembaca seperti judul tulisan ini.
Program Pembangunan Pertanian di Filipina dalam Dua Dekade Terakhir Tahun 1960 -1980 Satu Kasus di Santa Rosa, Nueva Ecija, Luzon Tengah
Kodiran Kodiran
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (817.809 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1864
Uraian ini adalah sebagian dari hasil studi dan penelitian yang dilakukandi salah satu kecamatan di propinsi Nueva Ecija, pulau Luzon, Filipina. Dari studi kasus ini diketahui pengalaman pembangunan pertanian yang di laksanakan di negara ini, yaitU struktur dan sistem pertanian yang berkembang dan berasal dari jaman pemerintahan jajahan Spanyol dan Amerika. serta program pembangunan pertanian yang menjadi paket strategi pembangunaan pedesaan yang terdiri dari peningkatan produksi pertanian, perluasan jaringan kelistrikan, pembangunan industri pedesaan, dan pemukiman penduduk (Dalisay, 1974).
Khasanah Sastra Melayu Klasik yang Mendapat Pengaruh Persia
Kun Zachrun Istanti
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1096.398 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1865
Pengaruh Persia datang ke kebudayaan Melayu bersamaan dengan masuknya agama Islam ke kawasan Nusantara. Para sejarawan menyatakan bahwa agama Islam datang ke Nusantara melalui Persia dan Gujarat. Sekitar abad XIV dan akhir abad XV para pedagang dari Gujarat mengadakan pelayaran, dan perdagangan ke daerah semenanjung Melayu. Jadi, pada waktu itu pengaruh Gujarat besar sekali di Semenanjung Melayu. Pengaruh Persia di Melayu tampak pada tradisi kerajaan Melayu, perkembangan bahasa dan sastra, serta dalam bidang agama. Dalam tulisan ini dibicarakan pengaruh Persia dalam bidang sastra, khususnya sastra Melayu Klasik.
BEBERAPA CATATAN SINGKAT TENTANG PENERJEMAHAN: Studi Kasus dalam Bahasa Inggris dan Indonesia
Muh. Arif Rokhman
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (823.117 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1866
Tulisan ini akan membahas beberapa hal yang menyangkut penerjemahan. Pertama-tama akan dibeberkan beberapa pembahasan istilah penerjemahan. Ini kemudian akan diikuti dengan pembicaraan tentang faktor-faktor yang terlibat di dalam prosesnya. Setelah itu, kemudahan-kemudahan dan kesulitan-kesulitan dalam penerjemahan akan disinggung. Pembahasan ini akan ditutup dengan kesimpulan. Untuk menjelaskan pembahasannya, kasus penerjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia diambil sebagai contohnya.
Honorifik di- dalam Percakapan
Muljono Muljono
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (864.268 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1867
Tulisan ini merupakan telaah terhadap situasi-situasi yang banyak menggunakan verba berprefiks di-, dan pola-pola pemakaiannya sehubungan dengan kondisi sosial budaya masyarakat yang menjadi 'pengetahuan budaya' yang dimiliki bersama oleh masyarakat yang bersangkutan (Hudson, 1980:77). Ada dorongan di sini untuk mengungkapkan kesopanan yang ber1ainan dengan ungkapan biasa, dan pilihannya jatuh pada verba berprefiks di-, yang asal mulanya merupakan bentuk sUbjungtif. Di-, yang mula-mula hanya digunakan untuk persona ketiga, kini dipakai untuk persona kedua.
PENERJEMAHAN SEBAGAI DIALOG ANTARBUDAYA: Beberapa Catatan Mengenai Teori dan Metode Penerjemahan
NY R. Drewes-Siebel
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1563.205 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1868
Dapat dikatakan penerjemahan, apalagi penyaduran, ialah menulis kembalisuatu teks. Dan teks itu 'dimanipulasi' untuk dapat berfungsi dalam suatu masyarakat tertentu. Melalui penerjemahan disajikan kepada pembaca sistem nilai dan pandangan tentang realitas yang lain (Gebtzler, 993:1X).Berikut ini kam menguraikan sedikit latar belakang teoritis penerjemahan dan memberi beberapa petunjuk praktis.
Analisis Struktural Cerita Pendek A'sh-Shabiyyul-A'raj
Sangidu Sangidu
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1563.205 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1869
Antologi cerita pendek Arab kontemporer yang dihasilkan oleh para pengarang Arab pada umumnya menyuguhkan manusia dan masyarakat Arab yang penuh keresahan (Southgate, 1989). Selain itu, juga diungkapkan masalah-masalah yang mewakili zaman dan tempat mereka berpijak, seperti kesengsaraan oleh kemiskinan, kepadatan penduduk, konflik keluarga dan politik, kesepian yang diderita oleh orang-orang yang gagal dan kalah, serta ketegangan antara inovasi dan tradisi yang masih berakar kuat (Manzalaoui, 1990). Tema kesengsaraan oleh kemiskinan sebagaimana dikemukakan di atas ternyata juga terdepat dalam cerita pendek "A'sh-Shabiyyul-A'raj" (Si Anak Pincang) karya Yusuf Taufiq 'Awwad. Masalah yang akan diteliti adalah unsur-unsur intrinsik cerita pendek A'sh-Shabiyyul-A'raj dan keterkaitan antarunsurnya. Karena itu, teori yang dimanfaatkan adalah teori struktural.
Pengembangan Tata Krama dalam Rangka Pembinaan Nilai Budaya
Soehardi Soehardi
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1614.635 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1870
Perwujudan interaksi sosial yang mencerminkan potret tata krama dapat dilihat dalam formasi dan berfungsinya lembaga-Iembaga sosial atau institusi seperti: lembaga keluarga dan kerabat, pendidikan, hukum, agama, ekonomi dan industri seni dan rekreasi, dan lembaga birokrasi dan organisasi sukarela. Di dalam lembaga itu, indivdu-individu warga masyarakat berperan sebagai elemen-elemen yang saling berhubungan dengan menampilkan pola-pola interaksi yang tervariasi sesuai dengan kedudukan yang sedang dimainkannya. Dalam makalah ini saya hanya akan menyoroti pola-pola pergaulan dalam lembaga-lembaga keluarga, dan pendidikan yang sarat dengan etika dan moral atau tata krama.