cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
putripebriana99@gmail.com
Editorial Address
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/EditorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Innovative: Journal Of Social Science Research
ISSN : 28074246     EISSN : 28074238     DOI : https://doi.org/10.31004
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14,096 Documents
Hubungan Tingkat Stres dengan Tingkat Insomnia Pada Mahasiswa Tingkat 4 Pada Saat Mengerjakan Skripsi Di Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 1 Jember Rifky Sabila Firdaus Sita; Riza Umami
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Mahasiswi tingkat akhir sering mengalami stres akademik selama proses penyusunan skripsi. Stres ini bisa berdampak pada kualitas tidur, salah satunya berupa insomnia. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan tingkat insomnia pada mahasiswi tingkat 4. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian adalah 26 mahasiswi tingkat 4 di Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 1 Jember. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur stres dan Insomnia Severity Index (ISI) untuk mengukur insomnia. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 14 sebanyak 14 responden (54%) mengalami stres sedang (54%) dan insomnia ringan ringan sebanyak 15 responden (58%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stres dan tingkat insomnia, dengan besar hubungan 0,456 (456%).Kesimpulan: Tingkat stres pada mahasiswa akhir saat mengerjakan skripsi dapet mempengaruhi tingkat insomnia. Saran: mahasiswa khususnya tingkat akhir diharapkan dapat mengelola diri dan stres akademik secara baik dan benar agar dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi tepat waktu dan tidak menyebabkan insomnia yang dapat menurukan kualitas belajar.
Perbedaan Pengambilan Keputusan Imunisasi Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Metode Fgd (Focus Group Discussion) Tentang KIPI Di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Maulidia Putri Anggraini; Jenie Palupi; Susilawati Susilawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kelompok anak balita (12–59 balita) penyebab kematian terbanyak adalah diare. Penyebab kematian lain di antaranya pneumonia, kelainan kongenital jantung, kecelakaan lalu lintas, tenggelam, infeksi parasite. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengambilan keputusan imunisasi sebelum dan sesudah dilakukan metode fgd (focus group discussion) tentang KIPI Di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi. Desain penelitian pada penelitian ini merupakan Pra-Eksperiment, dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi Seluruh orang tua baduta di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi sebanyak 50 responden dengan 44 responden sebagai sampel. Yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan pernyataan pengambilan Keputusan. Variable dalam penelitian ini adalah variabel independent atau variabel bebas yaitu FGD (Focus Group Discussion). Variabel dependen atau variabel terikat yaitu Pengambilan Keputusan Imunisasi. Analisa data yang digunakan adalah wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan bahwa dari 44 responden di dapatkan sebagian besar (63,7%) tidak mendukung pengambilan keputusan imunisasi sebelum diberikan intervensi dan hampir seluruhnya (81,8%) mendukung pengambilan keputusan imunisasi setelah diberikan intervensi. Berdasarkan Uji Wilcoxon Test didapatkan nilai P = 0,00 dan nilai α = 0,05 berarti P < α maka H0 ditolak, artinya ada Perbedaan Pengambilan Keputusan Imunisasi Sebelum dan Sesudah Dilakukan Metode FGD (Focus Group Discussion) tentang KIPI di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi. Diharapkan keaktifan orang tua dalam mengikuti kegiatan posyandu di daerah tempat tinggalnya, karena ketika orang tua aktif dalam kegiatan posyandu, maka orang tua akan lebih tau bagaimana status kesehatan anaknya dan cara untuk menjaga kesehatan anak agar tetap baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh anak.
Hubungan Sikap Remaja Putri Tentang Kejadian Anemia dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di SMP Sultan Agung Puger Intan Dwi Octaviana; Riza Umami
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi selama menstruasi. Pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan. Namun, tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD masih rendah, yang menandakan adanya hambatan non-teknis, seperti sikap dan perilaku. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 7, 8, dan 9 di SMP Sultan Agung Puger, sebanyak 49 orang, yang juga menjadi sampel penelitian (total sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai sikap dan kepatuhan, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebagian besar responden (69,40%) memiliki sikap negatif terhadap pencegahan anemia dan 85,70% tidak patuh dalam mengonsumsi TTD. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap dan kepatuhan (p = 0,018) dengan kekuatan hubungan sedang (C = 0,32). Analisis : Hasil menunjukkan bahwa sikap positif tidak selalu berbanding lurus dengan kepatuhan. Faktor penghambat seperti efek samping, kurangnya edukasi, dan minimnya dukungan dari sekolah serta keluarga turut memengaruhi kepatuhan. Ini menegaskan bahwa sikap saja tidak cukup—intervensi edukatif dan dukungan sosial sangat diperlukan. Kesimpulan : Penelitian ini menjustifikasi bahwa untuk meningkatkan keberhasilan program TTD, pendekatan edukatif dan pengawasan aktif dari tenaga kesehatan, guru, dan orang tua sangat penting. Program kesehatan perlu disertai pembentukan sikap dan kebiasaan positif secara konsisten di lingkungan remaja.
Perbedaan Produksi Asi Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Woolwich pada Ibu Nifas Hari ke 3-10 Di PMB “ F “ Mama Ketut Sriwulandari; Gumiarti Gumiarti; Kiswati Kiswati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Produksi ASI pada ibu nifas sering mengalami hambatan akibat stres dan kurangnya stimulasi. Menurut (Badan Pusat statistik, 2023) cakupan ASI Ekslusif di Indonesia pada tahun 2023 ialah 73,97% . Data cakupan bayi umur 0-6 bulan yang diberi ASI Ekslusif di Jawa Timur ialah 74,8%, sedangkan data yang diperoleh di Kabupaten Jember ialah 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich pada ibu nifas. Metode : Desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen one group pretest-posttest. Dengan populasi 21 Ibu nifas dan sampel penelitian sebanyak 15 ibu nifas. Menggunakan accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil : Rata - rata produksi ASI sebelum dilakukan pijat woolwich didapatkan Mean 1.333, SD .4880 dan SE .12599 dan hasil rata rata produksi ASI sesudah dilakukan pijat woolwich Mean 2.4667, SD 1.24595 dan SE .32170. Uji Wilcoxon Signed Rank didapatkan hasil p-value 0,00 < α 0,05. Kesimpulan : Pijat Woolwich dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Saran : Pijat Woolwich dapat dijadikan alternatif intervensi non-farmakologis oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI.
Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe Sebelum dan Sesudah Edukasi Menggunakan Leaflet dan Metode Ceramah Novia Tri Wulandari; Susilawati Susilawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan ibu hamil tentang Tablet Fe penting dalam pencegahan anemia kehamilan. Studi pendahuluan di Klinik Rawat Inap dr. M. Suherman Jember menunjukkan sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan rendah tentang Tablet Fe. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet dan metode ceramah. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen pretest-posttest two group dengan sampel 68 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kedua kelompok setelah intervensi, namun peningkatan lebih signifikan pada kelompok leaflet (baik: 100%) dibanding ceramah (baik: 58,8%). Terdapat perbedaan signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi (p-value = 0.000). Edukasi menggunakan leaflet terbukti lebih efektif. Disarankan media leaflet digunakan dalam edukasi kesehatan ibu hamil.
Analisis Hukum Atas Penggunaan Dan Pembuktian Tanda Tangan Elektronik Dikah Altifa Udampo; Donald A. Rumokoy; Dani R. Pinasang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital memicu munculnya berbagai transaksi elektronik yang membutuhkan kepastian hukum terkait keabsahan dokumen digital (p. 6). Tanda tangan elektronik (TTE) menjadi instrumen penting sebagai alat autentikasi dan verifikasi identitas para pihak (p. 6). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum penggunaan TTE di Indonesia, kepastian hukum pembuktiannya bagi para pihak yang melakukan transaksi elektronik, serta hambatan dan faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasinya (p. 29). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual (p. 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan normatif TTE didasarkan pada Pasal 11 UU ITE, yang diperkuat oleh perubahan kedua melalui UU No. 1 Tahun 2024 (p. 6). Kontrak elektronik yang menggunakan TTE memiliki kedudukan hukum setara kontrak konvensional sepanjang memenuhi syarat materiil dan formil (p. 28). Namun, dalam praktiknya masih terdapat hambatan berupa ketidakseragaman pemahaman aparat penegak hukum, perbedaan kekuatan pembuktian antara TTE tersertifikasi dan tidak tersertifikasi, serta disharmoni regulasi sektoral (pp. 7, 21-22). Kata Kunci: Tanda Tangan Elektronik, Pembuktian, Transaksi Elektronik, Kepastian Hukum, UU ITE

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 3 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 2 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 5 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 1 (2021): Innovative: Journal of Social Science Research More Issue