cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
putripebriana99@gmail.com
Editorial Address
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/EditorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Innovative: Journal Of Social Science Research
ISSN : 28074246     EISSN : 28074238     DOI : https://doi.org/10.31004
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14,098 Documents
Hubungan Sikap Remaja Putri Tentang Kejadian Anemia dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di SMP Sultan Agung Puger Intan Dwi Octaviana; Riza Umami
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi selama menstruasi. Pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan. Namun, tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD masih rendah, yang menandakan adanya hambatan non-teknis, seperti sikap dan perilaku. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 7, 8, dan 9 di SMP Sultan Agung Puger, sebanyak 49 orang, yang juga menjadi sampel penelitian (total sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai sikap dan kepatuhan, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebagian besar responden (69,40%) memiliki sikap negatif terhadap pencegahan anemia dan 85,70% tidak patuh dalam mengonsumsi TTD. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap dan kepatuhan (p = 0,018) dengan kekuatan hubungan sedang (C = 0,32). Analisis : Hasil menunjukkan bahwa sikap positif tidak selalu berbanding lurus dengan kepatuhan. Faktor penghambat seperti efek samping, kurangnya edukasi, dan minimnya dukungan dari sekolah serta keluarga turut memengaruhi kepatuhan. Ini menegaskan bahwa sikap saja tidak cukup—intervensi edukatif dan dukungan sosial sangat diperlukan. Kesimpulan : Penelitian ini menjustifikasi bahwa untuk meningkatkan keberhasilan program TTD, pendekatan edukatif dan pengawasan aktif dari tenaga kesehatan, guru, dan orang tua sangat penting. Program kesehatan perlu disertai pembentukan sikap dan kebiasaan positif secara konsisten di lingkungan remaja.
Perbedaan Produksi Asi Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Woolwich pada Ibu Nifas Hari ke 3-10 Di PMB “ F “ Mama Ketut Sriwulandari; Gumiarti Gumiarti; Kiswati Kiswati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Produksi ASI pada ibu nifas sering mengalami hambatan akibat stres dan kurangnya stimulasi. Menurut (Badan Pusat statistik, 2023) cakupan ASI Ekslusif di Indonesia pada tahun 2023 ialah 73,97% . Data cakupan bayi umur 0-6 bulan yang diberi ASI Ekslusif di Jawa Timur ialah 74,8%, sedangkan data yang diperoleh di Kabupaten Jember ialah 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich pada ibu nifas. Metode : Desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen one group pretest-posttest. Dengan populasi 21 Ibu nifas dan sampel penelitian sebanyak 15 ibu nifas. Menggunakan accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil : Rata - rata produksi ASI sebelum dilakukan pijat woolwich didapatkan Mean 1.333, SD .4880 dan SE .12599 dan hasil rata rata produksi ASI sesudah dilakukan pijat woolwich Mean 2.4667, SD 1.24595 dan SE .32170. Uji Wilcoxon Signed Rank didapatkan hasil p-value 0,00 < α 0,05. Kesimpulan : Pijat Woolwich dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Saran : Pijat Woolwich dapat dijadikan alternatif intervensi non-farmakologis oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI.
Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe Sebelum dan Sesudah Edukasi Menggunakan Leaflet dan Metode Ceramah Novia Tri Wulandari; Susilawati Susilawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan ibu hamil tentang Tablet Fe penting dalam pencegahan anemia kehamilan. Studi pendahuluan di Klinik Rawat Inap dr. M. Suherman Jember menunjukkan sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan rendah tentang Tablet Fe. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet dan metode ceramah. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen pretest-posttest two group dengan sampel 68 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kedua kelompok setelah intervensi, namun peningkatan lebih signifikan pada kelompok leaflet (baik: 100%) dibanding ceramah (baik: 58,8%). Terdapat perbedaan signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi (p-value = 0.000). Edukasi menggunakan leaflet terbukti lebih efektif. Disarankan media leaflet digunakan dalam edukasi kesehatan ibu hamil.
Analisis Hukum Atas Penggunaan Dan Pembuktian Tanda Tangan Elektronik Dikah Altifa Udampo; Donald A. Rumokoy; Dani R. Pinasang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital memicu munculnya berbagai transaksi elektronik yang membutuhkan kepastian hukum terkait keabsahan dokumen digital (p. 6). Tanda tangan elektronik (TTE) menjadi instrumen penting sebagai alat autentikasi dan verifikasi identitas para pihak (p. 6). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum penggunaan TTE di Indonesia, kepastian hukum pembuktiannya bagi para pihak yang melakukan transaksi elektronik, serta hambatan dan faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasinya (p. 29). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual (p. 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan normatif TTE didasarkan pada Pasal 11 UU ITE, yang diperkuat oleh perubahan kedua melalui UU No. 1 Tahun 2024 (p. 6). Kontrak elektronik yang menggunakan TTE memiliki kedudukan hukum setara kontrak konvensional sepanjang memenuhi syarat materiil dan formil (p. 28). Namun, dalam praktiknya masih terdapat hambatan berupa ketidakseragaman pemahaman aparat penegak hukum, perbedaan kekuatan pembuktian antara TTE tersertifikasi dan tidak tersertifikasi, serta disharmoni regulasi sektoral (pp. 7, 21-22). Kata Kunci: Tanda Tangan Elektronik, Pembuktian, Transaksi Elektronik, Kepastian Hukum, UU ITE
Analisis Penggunaan Model Dalam Pembelajaran Kimia, Tinjauan Bibliometrik 2015-2025 Agustina Agustina; Nurmalahayati Nurmalahayati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20586

Abstract

Model pembelajaran kimia adalah bagian penting dalam proses pembelajaran, guna mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran berpengaruh besar dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Dalam penelitian ini peneliti berupaya menganalisis model pembelajaran yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran kimia dengan jangka waktu 10 tahun terakhir. Tahapan awal penelitian ini adalah dengan mengumpulkan artiket dari google scholar menggunakan publish or perish dan data base dari dimension kemudian dianalaisis terkait perkembangan model pembelajaran kimia menggunakan VOS viewer. Berdasarkan hasil penelitian, model yang paling banyak digunakan dalam penelitian pemebelajaran kimia adalah problem based learning (PBL). Kemudian, disusul dengan model pembelajaran inquiri terbimbing dan problem solving.
Perlindungan Hukum Terhadap Penghadap Atas Kelalaian Notaris Yang Tidak Membacakan Minuta Akta Kezia Nathania Towoliu; Wulanmas A.P.G Frederik; Grace H. Tampongangoy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v6i4.21547

Abstract

Notaris sebagai pejabat umum memiliki kewajiban mutlak untuk membacakan minuta akta di hadapan penghadap demi menjamin transparansi dan kepastian hukum (pp. 10, 13). Namun, dalam praktiknya sering terjadi kelalaian di mana akta langsung ditandatangani tanpa dibacakan, sehingga merugikan penghadap (pp. 14, 16). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi penghadap serta dampak dan penyelesaian sengketa akibat kelalaian tersebut berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) (p. 19). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus (p. 7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelalaian notaris mengakibatkan akta autentik terdegradasi menjadi akta di bawah tangan (p. 14). Perlindungan hukum bagi penghadap bersifat preventif melalui kepatuhan terhadap asas kehati-hatian, serta represif melalui gugatan perdata berupa tuntutan ganti rugi, biaya, dan bunga, sanksi administratif, hingga pertanggungjawaban pidana (p. 14). Penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui jalur non-litigasi (negosiasi/mediasi) maupun litigasi di pengadilan (p. 36). Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kelalaian Notaris, Minuta Akta, Penghadap.
Perlindungan Hukum Dan Penegakan Hukum Terhadap Korban Penipuan Digital Berkedok Investasi Bodong Dengan Kerugian Berskala Besar Berita Tiara Maharani Amisi; Wulanmas A.P.G Frederik; Deasy Soeikromo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penipuan digital berkedok investasi bodong dengan kerugian berskala besar (di atas satu miliar rupiah) telah menjadi kejahatan ekonomi struktural yang mengancam stabilitas finansial masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum preventif dan represif bagi korban serta mengevaluasi efektivitas penegakan hukum pidana terhadap pelaku kejahatan siber ini. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum preventif melalui pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Pasti belum optimal dalam memitigasi ekosistem fraud digital yang non-face-to-face. Secara represif, penegakan hukum masih mengalami hambatan sosiologis dan substansial akibat ketergantungan pada pembuktian unsur formil Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang sering kali berfokus pada penghukuman badan pelaku daripada pemulihan kerugian korban (restitusi). Diperlukan integrasi regulasi lintas sektor dan optimalisasi Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) untuk menyita aset hasil kejahatan demi menjamin keadilan substantif.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Penipuan Digital, Investasi Bodong, Restitusi, Sistem Peradilan Pidana.
Kepastian Hukum Pertanggungjawaban Perusahaan Media Yang Menggunakan Kecerdasan Buatan Untuk Pembuatan Konten Berita Ayurahmi Rais; Dani R. Pinasang; Donna O. Setiabudhi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam industri media di Indonesia menimbulkan persoalan hukum baru terkait keabsahan dan tanggung jawab hukum atas konten berita yang dihasilkan (p. 2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum penggunaan AI dalam pembuatan konten berita serta mengkaji kepastian hukum pertanggungjawaban perusahaan media selaku subjek hukum utama (p. 2). Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini berfokus pada analisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui studi kepustakaan (p. 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi AI di sektor media saat ini masih bersifat sektoral dan tersebar di berbagai peraturan perundang-undangan seperti hukum pers, hukum informasi dan transaksi elektronik, serta hukum perdata dan pidana (p. 4). Terbitnya Peraturan Dewan Pers Nomor 1/PERATURAN-DP/I/2025 memberikan landasan penting, namun masih terdapat celah normatif (legal gap) dalam integrasi akuntabilitas hukum nasional (pp. 4, 33). Secara keperdataan, pertanggungjawaban perusahaan media didasarkan pada Pasal 1365 KUHPerdata melalui pendekatan vicarious liability dan risk-based liability (pp. 4, 39). Di ranah pidana, tanggung jawab korporasi merujuk pada regulasi UU ITE dan KUHP Baru (pp. 4, 39). Implementasi pengawasan manusia (human oversight) mutlak diperlukan untuk menjamin kepatuhan etis dan kepastian hukum dalam jurnalisme algoritmik (pp. 5, 38). Kata Kunci: Kepastian Hukum, Pertanggungjawaban, Perusahaan Media, Kecerdasan Buatan, Konten Berita (p. 5)

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 3 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 2 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 5 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 1 (2021): Innovative: Journal of Social Science Research More Issue