cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
putripebriana99@gmail.com
Editorial Address
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/EditorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Innovative: Journal Of Social Science Research
ISSN : 28074246     EISSN : 28074238     DOI : https://doi.org/10.31004
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14,070 Documents
Kesesuaian Kondisi Hunian Warga Binaan Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Klaten Emilia Rohmawati Asyarifah; Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.02 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.42

Abstract

Peralihan dari sistem penjara menjadi sistem pemasyarakatan berkaitan erat dengan kondisi bangunan lembaga pemasyarakatan yang ada saat ini. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten, dilihat dari segi bangunan, Lapas Klaten telah dibangun sejak tahun 1923 oleh Pemerintah Belanda. Bangunan yang awalnya difungsikan sebagai rumah tahanan tersebut sampai saat ini masih digunakan dengan diubah fungsinya sebagai lembaga pemasyarakatan. Pembangunan yang dilakukan sampai saat ini tidak merubah desain dasar yang ada. Terutama pada bagian hunian bagi wargabinaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian kondisi hunian wargabinaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil perhitungan, tingkat kesesuaian gedung sebesar 69,64%, utilitas lingkungan 61,36%, pintu 57,14% dan pada pagar serta jalan sebesar 50%. Jika dilakukan perhitungan secara keseluruhan dengan menggabungkan kelima parameter tersebut, maka didapatkan persentase kesesuaian hunian sebesar 61,06%. Sehingga diperlukan peningkatan kualitas terhadap kondisi hunian warga binaan
Problematika Penerapan Hukuman Pidana Mati dalam Perspektif HAM di Indonesia Ricky Martin Marpaung; Mitro Mitro Subroto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.061 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.43

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang penjatuhan hukuman pidana mati dalam kaitan nya dengan Hak Asasi Manusia dan hukum Pidana. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian hukum yuridis-normatif, Hasil penelitian menunjukkan, pertama, masalah hukuman mati, terdapat berbagai pandangan dari pemikiran para ahli hukum. Kedua, Hukuman mati dalam pandangan Hak Asasi Manusia yang ada dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, dan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia berusaha mengadopsi piagam Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghapuskan hukuman mati. Ketiga, dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan beberapa peraturan perundang undangan di Indonesia, ancaman pidana mati masih tetap dipertahankan, walaupun mendapat kritikan dari para aktifis Hak Asasi Manusia, karena itu dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru ada semacam kompromi (penal policy), dengan menjadikan hukuman mati bukan sebagai pidana pokok tetapi sebagai pidana altematif yang diperlakukan hanya bagi kejahatan luar biasa
Pentingnya Optimalisasi Layanan Komunikasi Online bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bantul Miftah Fragusti Arrazi; Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.089 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.44

Abstract

Pandemi Covid-19 sedikit banyak merubah tatanan yang ada di dalam segala aspek kehidupan khususnya pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, salah satunya yaitu perubahan layanan kunjungan langsung dengan layanan komunikasi secara online. Demi tetap memberikan hak-hak kepada WBP supaya tetap terselenggaranya kontak sosial maka segala bentuk kegiatan dan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana optimalisasi layanan kunjungan online di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bantul dilakukan. Penelitian kualitatif ini dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung serta ditunjang dengan studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kunjungan online ini menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan perangkat komputer, ketidakteraturan antrian, keterbatasan waktu kunjungan, dan ketidakstabilan jaringan. Menanggapi hal tersebut sudah semestinya Rutan Kelas IIB Bantul melakukan optimalisasi guna meningkatkan kualitas layanan yang diberikan melalui analisa manajemen konflik. Langkahlangkah yang dilakukan tersebut merupakan bentuk dari optimalisasi tugas pokok dan fungsi yang dijalankan oleh Rutan Kelas IIB Bantul sebagai pemberi dan penyedia layanan untuk menjembatani hak-hak WBP agar medapatkan dukungan sosial dari keluarganya.
Penerapan Metode Restorative Justice dalam Penyelesaian Perkara di Indonesia Akbar Fitrian; Ali Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.666 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.45

Abstract

Sistem pemidanaan di Indonesia perlu dioptimalkan lagi bentuk penghukumannya, selama ini bentuk penghukuman di Indonesia hampir secara keseluruhan hanya dengan pidana kurungan penjara, mulai dari tindak pidana yang ringan sampai berat seluruhnya akan berakhir di dalam kurungan Lembaga pemasyarakatan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi lapas di seluruh Indonesia mengalami over kapasitas yang membuat masalah – masalah baru yang tentunya juga berdampak besar bagi masyarakat luas. Kemudian selama ini masyarakat menuntut untuk pelaku pidana dihukum seberat – beratnya, padahal sebenarnya dalam proses penyelesaian perkara pidana harus dengan putusan yang seadil – adilnya baik bagi korban dan pelaku. Permasalahannya bagaimana proses penyelesaian perkara pidana untuk mendapatkan keputusan yang seadil – adilnya bagi pelaku dan korban. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi bagaimana proses penyelesaian perkara pidana dan bentuk pemidanaan yang seadil – adilnya. Kegunaan penelitian untuk memberikan informasi bagaimana proses penyelesaian perkara pidana guna mendapat bentuk penghukuman yang seadil – adilnya dengan melihat hak pelaku dan korban. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan pendeketan yuridis filosofis. Hasil penelitian mengenai proses penyelesaian perkara pidana guna mendapat keputusan yang seadil – adilnya yaitu dengan pendekatan restorative justice dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban dan aparat penegak hukum terkait lainnya guna mendapat putusan yang adil, tidak hanya dengan bentuk kurungan penjara namun juga dapat dengan alternatif penghukuman lainnya. Kesimpulannya, proses penyelesaian perkara pidana dengan pendekatan restorative justice belum optimal dilakukan dan bentuk pemidanaannya secara keseluruhan masih dengan bentuk kurungan penjara, kemudian korban yang dirugikan tidak hanya dijadikan saksi dalam persidangan namun dengan ikut serta dalam penentuan keputusan perkara, proses penyelesaian perkara dengan melibatkan pihak – pihak yang terkait dengan berdiskusi dalam menentukan keputusan, bentuk penghukuman tidak hanya dengan pidana kurungan penjara namun juga dapat dengan alternatif penghukuman lainnya..
Pemanfaatan Media Sosial (Youtube) pada Era New Normal Sebagai Pembelajaran Daring di SDN Langkap 3 Bangkalan Diyas Age Larasati; Reza Syehma Bahtiar; Noviana Desiningrum
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.638 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.46

Abstract

Pembelajaran secara daring dibutuhkan media sosial untuk memfasilitasi dan mendukung pembelajaran agar para guru tetap bisa menunaikan tugasnya sebagai pengajar. Sementara siswa menunaikan kewajibannya untuk belajar dengan baik, walaupun tanpa kehadiran guru dihadapannya dan hanya dari rumah.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guruSekolah Dasar di SDN Langkap 3 Bangkalan tentang penggunaan media sosial youtube sebagai salah satu solusi pembelajaran daring. Metode pengabdian kepada masyarakat ini mulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan pelatihan diselenggarakan secara daring pada hari Jumat tanggal 17 Februari 2021. Metode pelatihan: Metode Ceramah secara daring, Metode Demontrasi secara daring, dan Metode Tanya Jawab secara daring. Pelatihan menggunakan aplikasi google meet dengan link https://meet.google.com/rvz-xgvr-nyi yang diikuti oleh 11 peserta dari guru SDN Langkap 3 Bangkalan, 10 peserta dari dosen PGSD, dan 11 peserta dari mahasiswa PGSD, Sehingga total peserta keseluruhan adalah 32 peserta. Dan tahap terakhir metode pelatihan. Para guru SDN Langkap 3 Bangkalan menyambut antusias terhadap Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, terbukti mereka ontime pada saat mengikuti kegiatan penmas secara daring ini, sangat antusias dalam berdiskusi dan cukup interaktif selama diskusi berlangsung.
Manajemen Strategis Dalam Pembinaan Narapidana Teroris Di Lapas Kelas II B Ngawi Muhammad Alvian Permata; Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.664 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.47

Abstract

Tujuan Lembaga Pemasyarakatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Pasal 1 butir 3 tentang Pemasyarakatan, yaitu menjadikan narapidana sebagai manusia seutuhnya, menyadari kesalahannya, tidak mengulangi tindak kejahatannya dan narapidana dapat kembali diterima dengan baik di masyarakat. Kasus terorisme laiknya penyakit yang mewabah di Indonesia, yang semakin lama semakin mengkhawatirkan. Rangkuman peristiwa terorisme yang terjadi di Indonesia seperti serangan Bom Malam Natal, Bom Bali I dan II, dan masih banyak permasalahan terorisme pada kurun waktu 10 tahun kebelakang. Para pelaku terorisme seolah tidak gentar dan tidak takut akan ancaman pidana atas tindakan yang mereka lakukan. Hukum pidana tidak lagi dianggap suatu ancaman bagi teroris yang menganut paham ideologi radikal. Manajemen strategis sangat penting untuk mengontrol jalannya fungsi Lapas dalam efektifitas program pembinaan kemandirian. Narapidana teroris merupakan narapidana beresiko tinggi, seharusnya ditempatkan kedalam Lapas khusus untuk mendapatkan sarana prasarana program pembinaan narapidana teroris secara optimal.
Survival Strategi Penghuni Askarseba (Asrama Kartini 11 A Uksw Salatiga) Di Masa Pandemi Covid 19 Rian Umbu Anakaka; Sri Suwartiningsih; Alvianto W. Utomo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.091 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.48

Abstract

Berbagai perubahan terjadi dalam aspek kehidupan manusia disaat pandemi Covid-19 merebak pada awal tahun 2020. Perubahan juga dialami oleh mahasiswa-mahasiswi yang menetap di Asrama. Untuk itu, Penelitian ini bertujuan guna mengetahui bagaimana gambaran strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh penghuni asrama. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui proses wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden mengalami perubahan baik dari segi ekonomi, sosial maupun proses pembelajaran, namun mereka dapat mengatasi hal tersebut dengan berbagai strategi bertahan hidup yang dimiliki.
Analisis Peran Penyidik Dalam Penanganan Eksploitasi Terhadap Anak Dibawah Umur Dalam Kasus Peredaran Narkoba Irja Tri Arfai; Ali Muhammad, A.K.S
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.621 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.49

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkoba berkembang sangat luas yang begitu sangat merugikan negara. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan survey mengenai penyalahgunaan zat terlarang narkotika di Indonesia yang mana hasilnya mencapai 3.419.188 orang dan di rentang waktu dari tahun 2010 sampai 2019, jumlahnya naik sebesar 22 persen untuk jumlah pengguna narkoba. Peredaran gelap narkoba ini sendiri di sebabkan oleh penyalahgunaan narkoba yang pada prosesnya dijalankan oleh orang dewasa namun juga anak anak. Keterlibatan anak dalam peredaran dan penyalahgunaan semakin merajalela, Peraturan perundang undangan saat ini memang lebih berorientasi pada terpenuhinya hak keadilan anak dimana ada pengurangan masa pidana ataupun pengadaan proses restorative justice dan diversi dimana aturan tersebut begitu membantu anak dalam menjalani proses perkara. Penyidik memiliki peran yang vital dalam proses perkara anak dengan melakukan pernyidikan dan penyelidikan dimana dalam prosesnya harus berorientasi pada perlindungan hak anak sebagai seorang yang diduga melakukan tindak pidana. Dalam prosedural pelaksanaan penyidikan pun penyidik harus melakukan pemeriksaan secara objektif bagaimana peran atau posisi anak dalam kasus atau perkara tersebut. Penyidik perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara komprehensif sebelum menuju masa peradilan. Dalam melakukan penyidikan ada beberapa mekanisme yang perlu ditaati oleh Lembaga Kepolisian sebagai Penyidik yang telah diatur dalam UU SPPA
Peran Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) Dalam Proses Pembimbingan Klien Pemasyarakatan Dimas Gilang Setyawan; Ali Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.017 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.50

Abstract

Kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan (Pokmas Lipas) merupakan suatu bentuk upaya yang dilakukan oleh pemasyarakatan dengan melibatkan masyarakat dalam mencapai tujuan sistem pemasyarakatan yaitu reintegrasi sosial. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yaitu bagaimana peran Pokmas Lipas dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan dan apa saja hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pokmas Lipas dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan serta apa saja hambatan yang dihadapi. Kegunaan penelitian ini yaitu untuk menambah wawasan terkait proses pembimbingan klien pemasyarakatan yang melibatkan Pokmas Lipas serta mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam reintegrasi sosial warga binaan pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan, Bapas Kelas II Wonosari bekerjasama dengan beberapa pokmas yang diantaranya Pondok Pesantren Al Hikmah, Klinik Iptek Mina Bisnis (KIMBis), Elkana Assessmen, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sang Surya, serta Karang Taruna. Dalam pelaksanannya juga ditemui beberapa hambatan, diantaranya yaitu kurangnya antusiasme klien pemasyarakatan, keterbatasan sarana dan prasarana, adanya pandemi Covid-19, serta cakupan Bapas Kelas II Wonosari yang terlalu luas
Optimalisasi Peran Petugas Dalam Mencegah Masuknya Narkoba Di Rutan Kelas IIB Boyolali Yuliana Novitasari; Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.379 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.51

Abstract

Permasalahan dalam penelitian kali ini adalah dengan banyaknya kasus tindak pidana narkoba, tentu sangat beresiko bagi petugas saat bekerja. Oleh karena itu perlu adanya upaya yang dilakukan oleh pimpinan dalam mengoptimalkan peran petugas pemasyarakatan untuk mengurangi resiko terjadinya pelanggaran agar tidak ada benda terlarang seperti narkoba yang masuk ke dalam rutan. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin untuk mengetahui cara mengoptimalkan peran petugas pemasyarakatan dalam upaya melakukan pencegahan masuknya benda terlarang seperti narkoba di dalam rutan khususnya di Rutan Kelas IIB Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer yaitu wawancara dan observasi dan sumber data sekunder yaitu dengan studi literature. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah cara mengoptimalkan peran petugas yang dapat dilakukan dengan meningkatkan integritas petugas dengan memberikan pendidikan karakter secara berkala, memberikan penghargaan kepada petugas yang bekerja dengan sungguh-sungguh, melakukan rotasi rutin bagi petugas, memberikan sosialisasi terkait tugas pokok dan fungsi dari setiap bagian di rutan, sosialisasi kepada petugas terkait SOP yang berlaku dalam menjalankan tugas, dan memberikan sanksi tegas kepada petugas yang terbukti melanggar aturan.

Page 5 of 1407 | Total Record : 14070


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 5 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 1 (2021): Innovative: Journal of Social Science Research More Issue