Innovative: Journal Of Social Science Research
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Articles
14,070 Documents
Pengaruh Medias Video Pembelajaran Terhadaps Hasils Belajars Pesertas Didik dalam Muatan Pembelajaran IPS pada Kelas V SDN 213/VIII Betung Bedarah Darat
Hilda Mauliddina;
Raimond Efendi;
Sonia Yulia Friska
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.872 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.32
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar peserta didik. Penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik yaitu penggunaan media video pembelajaran yang belum optimal pada muatan pembelajaran IPS dikelas V SDN 213/VIII Betung Bedarah Barat. Penggunaan media video pembelajaran ini untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan media video pembelajaran pada muatan pembelajaran IPS kelas V SDN 213/VIII Betung Bedarah Barat terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu pre experimental design. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di SDN 213/VIII Betung Bedarah Barat. Waktu dilaksanakannya penelitian ini pada semester II Tahun Pelajaran 2020/2021 disesuaikan pada jadwal pembelajaran tematik muatan IPS kelas V SDN 213/VIII Betung Bedarah Barat. Sampel pada penelitian ini berjumlah 26 peserta didik.Dari hasil uji paired samples t test memperoleh signifikansi 0,000<0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik dalam muatan pembelajaran IPS kelas V SDN213/VIII Betung Bedarah Barat. Berdasarkan hasil pretest dan posttest padapenelitian ini, bahwa penggunaan media video pembelajaran memberikan pengaruh yang baik terhadap hasil belajar IPS peserta didik. Media video pembelajaran dapat digunakan pendidik sebagai salah satu media pendukung dalam proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan kosentrasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar
Job Insecurity Dan Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Stikes Wira Medika Bali di Mediasi Stres Kerja
Ni Nyoman Wulan Antari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.343 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.33
STIKES Wira Medika Bali adalah sebuah sekolah tinggi ilmu kesehatan yang fokus pada pendidikan keperawatan dan kebidanan. Visinya Menjadi pusat pendidikan kesehatan yang profesional dan memiliki daya saing ditingkat nasional tahun 2020 dan global 2030. Kinerja karyawan menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam mencapai visi tersebut. Permasalahannya adalah masih ada keluhan pelanggan mengenai kinerja karyawan yang kurang baik sehingga kinerja karyawan menjadi fokus utama yang harus diperhatikan. Job insecurity, beban kerja dan stres kerja diprediksi dapat mempengaruhi pencapain kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job insecurity dan beban kerja terhadap kinerja karyawan STIKES Wira Medika Bali dengan stres kerja sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan STIKES Wira Medika Bali yaitu sebanyak 52 orang. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuisioner yang disusun menggunakan skala Linkert 5 point. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path analysis) dengan program SPSS 21.00 for windows dan tes sobel (sobel test) untuk menunjukan seberapa besar pengaruh variabel stres kerja dalam memediasi hubungan antara job insecurity dan beban kerja dengan kinerja karyawan. Hasil analisis menunjukan bahwa job insecurity dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja dengan taraf signifikansi (0,007 < 0,05). Job insecurity berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan dengan taraf signifikansi (0,017 < 0,05). Namun, beban kerja dan stres kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan STIKES Wira MedikaBali. Penelitian ini juga memenemukan bahwa stres kerja tidak mampu memediasi hubungan antara job insecurity maupun beban kerja dengan kinerja karyawan STIKES Wira Medika Bali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan kepada pihak STIKES Wira Medika Bali untuk lebih memperhatikan faktor job insecurity dalam usaha meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk mendapatkan pengetahuan dan pelatihan mengenai cara mengelola emosi serta perasaan tidak aman yang mucul dari pekerjaan agar menjadi motivasi diri yang positif dalam bekerja
Pembinaan Kemandirian Terhadap Narapidana Lanjut Usia Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjung Balai
Irshandy Maulana;
Mitro Subroto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.346 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.34
Narapidana Lanjut Usia (Lansia )ama tsangat rawan untuk menjalani kehidupannya dan tidak dapat disamakan dengan narapidana dengan usia produktif lainnya. Narapidana lansia menjalani pidana di lapas mempunyai hak menerima pembinaan kepribadian maupun kemandirian.Kebutuhan khusus seperti turunnya kemampuan fisik dan kontrol emosiyangharusdiperhatikan yang dimiliki narapidana lanjut usia. Pembinaan kemandirian diatur dalam PP No. 31 Tahun 1999 menjelaskan narapidana wajib mendapatkan pembinaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Kegiatan pelaksanaan pembinaan kemandirian kepada narapidana lansia harus berlandaskanUU No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan narapidana yang lanjut usia. Pada umumnya narapidana lansia mempunyai fisik yang tidak sebaik sebelum lanjut usia oleh sebab itu narapidana lansia harus mendapat pembinaan yang berdasarkan undang-undang yang berlaku. Pembinaan kemandirian disinkronkan dengan program kemandirian yang cocok untuk Narapidana lansia diatur dalam Permenkumham No 31 Tahun 2018seharusnya diterima oleh narapidana lansia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif yang memanfaatkan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan dengan lokasi penelitian di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai. Pembinaan kemandirian kepada narapidana lansia di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai belum berjalan dengan maksimal sehingga membutuhkan pembinaan kemandirian yang di spesifikkan untuk narapidana lanjut usia, yakni pembinaan kemandirian Hidroponik (bercocok Tanam) sesuai dengan hasil assesment dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Pembinaan kemandirian hidroponik yang telah di laksanakan oleh peneliti dan petugas telah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat menjadi pembinaan untuk lansia selanjutnya dan lebih dikembangkanlagi.
Pelaksanaan Kegiatan Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Mengajar di SDN 14 Anak Setatah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Pelajaran 2019/2020
Lindawati Lindawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.866 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.35
Permasalahan mendasar yang ada di SD Negeri 14 Anak Setatah adalah tingkat penguasaan bahan ajar dan keterampilan mengajar yang inovatif masih kurang. Kondisi ini mendasari perlunya guru memperoleh bantuan dan bimbingan dari kepala sekolah berupa kegiatan supervisi klinis. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah sebagai upaya meningkatkan keterampilan dasar mengajar guru-guru di SD Negeri 14 Anak Setatah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan empat tahapan pada masing-masing siklusnya, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru di SD Negeri 14 Anak Setatah. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data terdiri dari Instrumen Penilaian Perangkat Perencanaan Pembelajaran, dan Instrumen Penilaian Perangkat Pelaksanaan Pembelajaran. Pada penelitian ini validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan supervisi klinis terbukti dapat meningkatkan keterampilan dasar mengajar guru SD Negeri 14 Anak Setatah Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata hasil penilaian keterampilan dasar mengajar guru di mana pada kondisi awal sebesar 47,74 dalam kriteria kurang, meningkat menjadi 70,44 dalam kritera cukup dan pada siklus kedua sebesar 82,73 dalam kriteria baik. Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan supervisi klinis terbukti dapat meningkatan keterampilan dasar mengajar guru-guru di SD Negeri 14 Anak Setatah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Pelajaran 2019/2020.
Dampak Hukuman Seumur Hidup Bagi Kesehatan Mental Narapidana Di Dalam Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia
Yahiqqa Naufal Hudaya;
Mitro Subroto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.584 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.36
Narapidana merupakan manusia yang sedang dalam masa pembinaan atau sedang melakukan pembenahan diri di dalam lembaga pemasyarakatan untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatanya sebelumnya. Mereka mendapatkan hukuman sesuai denganapa yang mereka lakukan, adapun hukuman yang jumlah waktunya sangat lama yaitu sampai dengan seumur hidup harus dijalani narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan. Dampak yang dapat ditimbulkan dari hukuman tersebut yaitu dapat terganggunya mental atau psikis dari narapidana itu sendiri. Kesehatan mental sendiri adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiridan dapat menerima kekurangan atau kelemahanya, kemampuan menghadapi masalahmasalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya, serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya (Piper dan Uden, 2006). Maka diperlukanya pembinaan dan perlakuan yang sesuai agar meminimalisir terjadinya dampak buruk dari hukuman seumur hidup terhadap kesehatan mental narapidana.
Keterkaitan Dukungan Moral Keluarga Dengan Kesehatan Mental Narapidana Yang Menjalani Pidana Seumur Hidup
Roby Agi Putra;
Mitro Subroto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.858 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.37
Lembaga Pemasyarakatan memuat berbagai jenis hukuman pada narapidana baik itu hukuman singkat serta narapidana yang terpidana seumur hidup atau terpidana mati. Dukungan moral dari orang-orang terdekat narapidana berperan penting dan sangat diperlukan bagi mereka, terlebih lagi bagi para narapidana yang tervonis hukuman berat seperti hukuman mati atau penjara seumur hidup. Peraturan Pemerintah No. 31 memuat pembinaan narapidana, dan salah satunya adalah pembinaan rohani yang berisi pembinaan kesehatan mental narapidana. Penelitian ini mengulas studi kasus dengan mengadopsi metode kualitatif, dengan memanfaatkan data yang dihasilkan melalui wawancara dari beberapa warga binaan pemasyarakatan serta pihak yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Metro. Pada studi kasus ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan moral keluarga dan kesehatan mental narapidana hukuman seumur hidup. Dengan kata lain, semakin tinggi dukungan moral keluarga maka semakin rendah tingkat stres yang dialami. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya dengan semakin rendah dukungan moral keluarga maka semakin tinggi tingkat stres.
Faktor-Faktor Ketidakikutsertaan Pasangan Usia Subur Menjadi Akseptor KB Di Desa Guntarano Kabupaten Donggal
Elfina Elfina;
Nuraiman Nuraiman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.009 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.38
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, menadapatkan kelahiran yang memang sangat tidak diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktir ketidakikutsertaan pasangan usia subur menjadi akseptor KB di Desa Guntarano Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif dengan besar sampel sebanyak 71 responden, penelitian ini dilakukan pada bulan februari 2019 sampai bulan April 2019, instrument dalam oenelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor pendapan keluarga dan factor agama. Hasil penelitian menujukkan mayoritas berumur 31-35 tahun sebanyak 36 responden (54,2 %). Berdasarkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu 31 responden (64,6%). Berdasarkan pendapatan keluarga yaitu dalam klasifikasisedang 33 responden (68,8%). Berdasarkan pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup yaitu 28 responden (58,3%). Berdasarkan agama mayoritas agama islam sebanyak 40 responden (83,3%). Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap factor masih mempengaruhi ketidakikutsertaan pasangan usia subur menjadi akseptor KB, diharapkan adanya penyuluhan agar responden yang pengetahuannya yang masih kurang bias termotivasi untuk menjadi akseptor KB
Implementasi Pelaksanaan Pembimbingan Kemandirian Berbasis Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto di PT Dewara Nusantara Jaya
Annisa Fourkhani;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.119 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.39
Sistem pemasyarakatan di Indonesia menerapkan sistem pembinaan dan pembimbingan yang mana Balai pemasyarakatan ini sebagai tempat menjalankan pembimbingan yang dilakukan oleh PK ( UU No 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan). Kemudian dalam Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor M.01-PK.04.10 Tahun 1998 Pasal 2 Ayat 1 tercantum bagaimana tugas dari Pembimbing Kemasyarakatan. Namun pada faktanya Pembimbing Kemasyarakatan (PK) kesulitan untuk mendesain program pembimbingan dan rencana pengawasan. Mereka harus memastikan pemenuhan tanggung jawab klien dan fokus pada perubahan mereka karena Pembimbing Kemasyarakatan (PK) perlu mengatasi faktor kriminogenik spesifik klien . Menyikapi akan permasalahan tersebut Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-06.OT.02.02 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (POKMASLIPAS) pada Balai Pemasyarakatan (BAPAS). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif terkait bagaimana implementasi pembimbingan kemandirian berbasis POKMASLIPAS yang dilaksanakan di Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas II Purwokerto.
Implementasi Pelayanan Hak Kesehatan Narapidana Di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Magetan
Galuh Cahyaning Putri;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.431 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.40
Pada penelitian ini penulis memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pelayanan pemenuhan hak kesehatan terhadap narapidana di Rumah Tahanan Kelas II B Magetan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk dapat menjelaskan kondisi Rumah Tahanan Kelas II B Magetan dengan data primer berupa wawancara kepada beberapa narapidana dan petugas kesehatan sebagai narasumber dan peneliti juga melakukan observasi yang telah mendapat izin dari kepala rutan kelas II B Magetan, selain data primer penulis menggunakan data sekunder sebagai data pendukung berupa study kepustakaan dan dokumentasi selama melakukan penelitian. Pada penelitian ini, peneliti melihat rutan magetan sudah memberikan hak pelayanan kesehatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bentuk pemenuhan Hak Asasi Manusia yang akan selalu mengikat pada setiap manusia, meskipun bagi orang yang sedang menjalani pidana semaksimal mungkin, yang dibuktikan dengan kerjasama yang baik dengan pihak ketiga, ketersediaan obat-obatan yang cukup, serta pengontrolan kelayakan blok oleh petugas kesehatan. Namun masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya petugas kesehatan dan juga kondisi Rutan yang over kapasitas yang membuat tenaga medis bekeja kurang maksimal. Namun meskipun masih memiliki beberapa hambatan, petugas Rutan selalu mengupayakan agar seluruh hak kesehatan narapidana dapat diberikan sebaik dan seoptimal mungkin dengan tetap memperhatikan Hak Asasi Manusia yang tetap harus diperhatikan.
Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pencegahan Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang)
Widya Puji Rahayu;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.976 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.41
Penyalahgunaan narkoba ialah penggunaan narkoba yang dilakukan dengan tujuan tidak untuk pengobatan, akan tetapi keinginanan untuk menikmati pengaruh narkoba, penyalahgunaan narkoba tidak hanya bukan hanya dikalangan yang tidak berpendidikan tetapi dikalangan yang memiliki pendidikan sekalipun terjerat dalam penyalahangunaan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan (lingkungan internal) serta peluang dan ancaman (lingkungan eksternal) serta merumuskan strategi upaya pencegahan pengedaran narkoba yang tepat melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats) di lembaga pemasyarakatan kelas I Cipinang. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Hasil penelitian yang ditunjukan dalam diagram hasil perhitungan SWOT, menujukan strategi pada posisi Strategi Defensif yang diperoleh dari hasil penghitungan. Maka dapat menggunakan alternatif strategi-strategi dalam upaya pencegahan peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan kelas I Cipinang sebagai berikut: 1. Memperkuat faktor-faktor keamanan LAPAS, 2. Menjaga terciptanya suasana aman dan tertib, 3. Meningkatkan kualitas keamanan dan faktor lainnya, 4.Memperkuat intelektualdan intergrasi petugas.