cover
Contact Name
-
Contact Email
evinurleni@fisip.upr.ac.id
Phone
+6285252726527
Journal Mail Official
evinurleni@fisip.upr.ac.id
Editorial Address
Jalan Yos Sudarso Jurusan Sosiologi FISIP UPR
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Sosiologi
ISSN : 22392274     EISSN : 27760758     DOI : -
Jurnal SOSIOLOGI: dikelola oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Palangka Raya. Jurnal SOSIOLOGI merupakan media bagi publikasi tulisan-tulisan ilmiah dengan fokus dan lingkup antara lain isu-isu aktual yang relevan dalam bidang Sosiologi, Politik dan Ilmu Budaya seperti Kritik sosial dalam hubungan masyarakat dan korporasi, Budaya dan masyarakat adat, Konflik dan integrasi, Masyarakat pluralisme, Politik multikultur, Gender dan feminisme dan Lingkungan Hidup.
Articles 81 Documents
DINAMIKA RESILIENSI PENYINTAS DALAM KOMUNITAS BUNDA SEHATI PALANGKA RAYA Evi Nurleni; Riamona S. Tulis
Journal SOSIOLOGI Vol. 2 No. 2 (2019): ASPEK SOSIAL BUDAYA KEHIDUPAN KELUARGA URBAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.624 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v2i2.2022

Abstract

Berdasarkan laporan Komnas Perempuan tahun 2017 KDRT di Kota Palangka Raya ada 226 kasus. Sebagian besar kasus KDRT adalah kekerasan fisik. Faktor pemicu kekerasan adalah masalah keuangan dan perilaku pasangan yang biasa melakukan kekerasan. Meskipun UU PKDRT untuk korban KDRT tersedia, tetapi banyak para korban tidak melanjutkan kasus ke ranah hukum. Mereka bertahan dalam pernikahan karena alasan agama, ekonomi, psikologis dan sosial. Kenyataan ini dialami oleh komunitas penyintas bernama Komunitas Bunda Sehati Palangka Raya (KBSP). KBSP adalah komunitas penyintas yang adalah kepala keluarga. KBSP berfungsi menampung dan korban yang terpaksa tidak pulang ke rumah sementara. Saat ini terdaftar 40 anggota.  Manusia memiliki pemahaman berbeda terhadap pengalaman hidup yang berkaitan dengan adversity. Sebagai contoh, di KBS beberapa penyintas merasakan perceraian sebagai kesulitan, tetapi yang lain menilai perceraian suatu keharusan untuk menghindari kehancuran hidupnya. Sebenarnya, penyintas memiliki resiliensi terhadap KDRT yang dialami, tetapi tidak siap secara psikologis (berstatus janda) dan secara ekonomi (sebagai kepala keluarga) setelah perceraian. Dalam adversity, setiap orang memiliki risiko putus asa dan merasa tidak berdaya. Para penyintas di KBSP memiliki ketahanan untuk kehidupan psikologis dan seksual, tetapi membutuhkan bantuan untuk kehidupan ekonomi. Banyak penyintas yang mengalami krisis ekonomi pasca-perceraian.
MULTI PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA : (STUDI KASUS BIDAN DI PUSKESMAS KETAPANG 2 KOTAWARINGIN TIMUR, SAMPIT) Raesati Fitri Wardani
Journal SOSIOLOGI Vol. 2 No. 2 (2019): ASPEK SOSIAL BUDAYA KEHIDUPAN KELUARGA URBAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.148 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v2i2.2025

Abstract

Penelitian ini berasal dari multi peran kehidupan perempuan yang memiliki pekerjaan sebagai bidan. Problematika perempuan memiliki multi peran seperti ini, waktu yang kurang untuk keluarga atau anak-anak masih sangat butuh perhatian orang tua terutama seorang ibu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk penelitian studi kasus hasil penelitian ini bersifat analisis-deskriptif yaitu berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku yang diamati terutama terkait dengan multi peran perempuan studi kasus bidan di Pukesmas Ketapang 2 Kotawaringin Timur, Sampit. Tujuan penelitian ini mengambarkan bagaimana kehidupan perempuan mampu melakukan ketiga pekerjaan produktif, reproduktif dan komunitas setiap harinya. Kontruksi sosial adalah sebuah pembentukan dari masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan sudah dididik berbeda dari sejak di kandungan. Sehingga segala pekerjaan rumah di ajarkan kepada perempuan. Perempuan yang memiliki pekerjaan produktif, reproduktif dan komunitas. Bidan yang bekerja di bidang reproduktif masih lebih mengutamakan pekerjaan produktif di puskesmas. Waktu yang lebih banyak untuk bekerja melayani pasien, sehingga dalam bidang pekerjaan reproduktif harus di sampingkan. Untuk reproduktif bidan Puskemas Ketapang 2 tetap melakukan pekerjaan memasak, menyuci, menurus anak dan keluarga setiap hari. Dalam bidang komunitas bidan Puskesmas Ketapang 2 masih tetap ikut. Jika kegiatan produktif, reproduktif, berbenturan waktu. Sehingga pekerjaan reproduktif dan komunitas akan di sampingkan untuk mengutamakan pekerjaan produktif. Dinamika konflik pada keluarga bidan Puskesmas Ketapang 2 tidak konflik besar dan terjadi hanya pada waktu yang berbenturan, sehingga permasalahan masih bisa di atasi oleh peran anak dan keluarga. 
KARAKTERISTIK SOSIAL KOMUNITAS BANJAR: (STUDI KASUS DI KOMPLEKS PERMUKIMAN MASYARAKAT MENDAWAI KOTA PALANGKA RAYA) Muhamad Alpiyansyah
Journal SOSIOLOGI Vol. 2 No. 2 (2019): ASPEK SOSIAL BUDAYA KEHIDUPAN KELUARGA URBAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.746 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v2i2.2029

Abstract

Keragaman karakteristik sosial komunitas Banjar di permukiman Mendawai yang bisa menciptakan suatu bentuk pola kehidupan yang unik, indah dan hal-hal baik lainnya, khususnya di daerah kota Palangka Raya. Namun tidak selamanya keragaman itu memiliki dampak positif tetapi juga berpotensi terhadap timbulnya dampak negatif seperti rasa primodial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial masyarakat etnis Banjar di kompleks permukiman Mendawai serta mengetahui apakah komunitas sosial etnis Banjar bersifat primordial dan eksklusif dengan masyarakat etnis lokal yang tinggal di kompleks permukiman Mendawai kota Palangka Raya. 
RITUAL TIWAH SANDUNG RUNI DAN TIWAH SANDUNG TULANG : (Studi Kasus Keluarga Gi dan Keluarga Ru Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan) Ina Malania
Journal SOSIOLOGI Vol. 2 No. 2 (2019): ASPEK SOSIAL BUDAYA KEHIDUPAN KELUARGA URBAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.948 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v2i2.2030

Abstract

Penulisan skripsi ini berdasarkan rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah Sandung Runi dan Sandung Tulang. 2) Apakah makna upacara Tiwah Sandung Runi dan Tiwah Sandung Tulang. fokus dari penelitian ini adalah pelaksanaan upacara ritual Tiwah Sandung Runi dan Tiwah Sandung Tulang di Desa Bangkal serta tujuan dari pelaksanaan upacara Tiwah Sandung Runi dan Sandung Tulang. Pelaksanaan ritual Tiwah, alat dan bahan yang di gunakan, tahapan-tahapan upacara Tiwah, nilai-nilai, serta makna bagi umat kaharingan di Desa Bangkal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data secara interaktif yang dimana di dalamnya terdapat tiga hal yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sehingga data yang diperolah peniliti dapat dirangkum, memilih hal-hal yang pokok memfokuskan pada hal penting dengan demikian data telah direduksi akan memberi gambaran yang lebih jelas.Hasil penelitian ini menemukan bahwa dianalisis dengan teori ritus bahwa masyarakat desa Bangkal yang melaksanakan Ritual Tiwah ini tidak memandang agama, latar belakang. Masyarakat desa Bangkal akan melaksanakan Tiwah ini bersama-sama ketika ada keluarga mereka yang meninggal dan masih menganut agama Kaharingan. Dalam kehidupan seharihari umat Kaharingan dituntut untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, dengan Tuhan (ilah), Roh Leluhur, dan dengan lingkungan alam sekitar. Dalam upacara ini juga menggunakan simbol-simbol seperti alat-alat yang sangat wajib dan sakral dalam upacara tersebut seperti agung, gandang, kalenang, katambung, lunju, behas bahenda, Mandau dan hewan kurban seperti bawui, manuk merupakan binatang yang utama untuk persembahan dan diikuti berbagai macam alat dan bahan lainnya yang dibutuhkan dalam upacara tersebut. Dianalisis dengan teori religi bahwa ritual Tiwah merupakan sebuah ritual religi yang berkaitan dengan ritual pemeluk agama Kaharingan, dengan pelaksanaan Ritual Tiwah ini masyarakat desa Bangkal khususnya mempercayai bahwa setelah melakukan ritual Tiwah ini mereka meyakini bahwa tidak akan mendapatkan segala sial, sakit-penyakit, mimpi buruk, tidak terganggu lagi ataupun tidak merasa ada beban lagi.
SABUNG AYAM SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA TUYUN KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATENG GUNUNG MAS Firmanto Firmanto
Journal SOSIOLOGI Vol. 2 No. 2 (2019): ASPEK SOSIAL BUDAYA KEHIDUPAN KELUARGA URBAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.553 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v2i2.2031

Abstract

Permainan sabung ayam merupakan perkelahian antara dua ayam jago yang diadu denganmenggunakan pisau kecil atau biasa disebut taji sebagai senjata, yang dipasangkan di kaki ayamtersebut untuk membunuh lawannya dengan cepat jika taji tersebut mengenai lawannya. Permainansabung ayam di Desa Tuyun menjadi sebuah solusi alternatif perekonomian bagi masyarakatpenambang emas yang tidak dapat bekerja menambang emas di musim kemarau, maka merekamengisi waktunya dengan melakukan permainan sabung ayam. Adapun rumusan masalah yangdigunakan yaitu: mengapa masyarakat melakukan permainan sabung ayam dan apa dampakpositif dan dampak negatif bagi kehidupan perekonomian masyarakat yang telah melakukanpermainan sabung ayam? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptifkualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah orang yang berperan dalam permainan sabung ayamyaitu pekerja penambang emas yang melakukan permainan sabung ayam dan penjual ayam jago.Teknik pengumpulan data dengan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta lokasipenelitian berada di Desa Tuyun Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Masyarakatyang melakukan permainan sabung ayam karena tidak dapat bekerja menambang emas di musimkemarau sehingga mereka mengisi waktunya dengan bermain sabung ayam, sehingga sabungayam tersebut menjadi sebuah solusi alternatif perekonomian bagi masyarakat khusunya bagipenambang emas yang tidak dapat bekerja menambang emas karena musim kemarau. Haltersebut dipengaruhi oleh bebarapa faktor antara lain faktor ekonomi, faktor hiburan, dan faktorbelajar. Dari permainan sabung ayam tersebut memberikan dampak positif dan dampak negatif
UNDERGROUND LGBT SOCIETY DI SEKITAR KOTA PALANGKA RAYA Ademi Sandy
Journal SOSIOLOGI Vol. 3 No. 2 (2020): DINAMIKA RESPON MASYARAKAT
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.584 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v3i2.2094

Abstract

Discrimination Towards LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transexual) Community is a major issues that occurs in the modern society. Among all the university students in Palangka Raya there’s few of them, living under fear that maybe someday their identity may be exposed, and when that happen they’ll get a horrible social punishment, from their home enviroment, also from common society everywhere they known for their identity as part of LGBT Community. Under fear of being known they managed to create an “Underground” system to interact with fellow LGBT in a social platform app named “Blued” and also through that application they sometimes secretly arrange a sexual thing to do in real life. In this article, author managed to collect some information about the underground LGBT society among university students in all across Palangka Raya and also maybe all of Palangka Raya in common from former Gay person that still studying in one of university in Palangka Raya which now is currently in healing process to live normally as a straight sexual man.
Politik Pendidikan dalam Adaptabilitas Mahasiswa Ilmu pemerintahan FISIP UPR dalam Memenuhi Kuliah Daring di Masa Pandemi Covid 19 Purnama Julia Utami; Yunita Asmawati
Journal SOSIOLOGI Vol. 3 No. 2 (2020): DINAMIKA RESPON MASYARAKAT
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.121 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v3i2.2236

Abstract

19 arrived, education was carried out using the traditional method of face-to-face, however, The Covid has hit education since March 2020 by changing the basic offline method of learning to virtually. This article will elaborate on how covid 19 brings some adaptable process changes for lecturers and students in fulfilling and completing virtual lectures for a year. The author will focus on the struggle of lecturers and students in completing bureaucracy as their responsibilities as well as the abilities and the limitations of students in fulfilling lectures. In contrast to the offline method of learning, the main argument from this paper is how that lectures will be more expensive along with the only using virtually. Still, the bureaucracy must be continuing the education processes, even though with the minimally facilities. As a result, there will be negotiations between bureaucracy, educators, and students in strengthening their existence.
SOPI KE KOPI: MENGUBAH HABITUS MELALUI MODAL SOSIAL DALAM KEWIRAUSAHAAN Elly Esra Kudubun; Yerik Afrianto Singgalen
Journal SOSIOLOGI Vol. 3 No. 1 (2020): FENOMENA KEHIDUPAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2547.958 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v3i1.2268

Abstract

Kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting di daerah paska konflik SARA,selain memberikan manfaat ekonomi juga memberikan manfaat sosial. Coffeeshop merupakansalah satu bentuk usaha yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di Kota Tobelo,Kabupaten Halmahera Utara. Pada tahun 2016, Tampoeroeng Coffeeshop yang dikenalsebagai ruang diskusi publik yakni tempat berkumpul dan berdiskusi pemuda pemudi di KotaTobelo. Tampoeroeng Coffeeshop merupakan inisial dari kalimat Torang Anak Marahai PunyaCoffeeshop. Tampoeroeng Coffeeshop menjadi katalisator perkembangan usaha coffeeshop diKota Tobelo, hal tersebut dapat dilihat dari berkembangnya usaha coffeeshop pada tahun 2017.Mempertimbangkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat sosial dariperkembangan kewirausahaan dan sektor pariwisata di Kota Tobelo sebagai daerah paskakonflik, menggunakan metode kualitatif–studi kasus. TeknikPengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tampoeroeng Coffeeshop merupakan usaha yang didirikanoleh lima orang pemuda dengan tujuan untuk “mengkopikan Tobelo” atau mengubah gayahidup pemuda atau pemudi dari kebiasaan konsumsi minuman keras (sopi) menjadi kebiasaankonsumsi kopi, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan dan keakraban antar umatberagama. Untuk menarik pemuda pemudi, pengusaha Tampoeroeng Coffeeshop menggunakanstrategi pemasaran bauran. Selain itu, pengusaha Tampoeroeng Coffeeshop juga memanfaatkanjejaring, kepercayaan dan nilai-nilai budaya lokal untuk mempertahankan usaha menghadapitantangan persaingan antar usaha coffeeshop di Kota Tobelo.
DAMPAK KONFLIK SOSIAL ANTAR ETNIS TAHUN 2001 TERHADAP POLA INTERAKSI SOSIAL DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH Kumpiady Widen
Journal SOSIOLOGI Vol. 4 No. 1 (2021): ISU-ISU KONTEMPORER PADA MASYARAKAT KALIMANTAN TENGAH
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.801 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v4i1.3710

Abstract

Dilaksanakannya penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa dengan terjadinya konflik sosial antar etnis di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2001 banyak menimbulkan berbagai dampak sosial, budaya, ekonomi, dan politik bagi asyarakat. Diantaranya adalah semakin menguatnya solidaritas etnis (identitas etnis) yang justru bisa pendorong semakin rapuhnya hubungan interaksi sosial antar etnis. Keadaan demikian, apabila tidak dikelola dengan baik, pada akhirnya bisa menyulut suatu konflik sosial yang tidak kita kehendaki di masa yang akan datang. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengambilan data primer menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam. Di samping itu tim peneliti juga menelaah beberapa dokumen tertulis yang berkaitan dengan substansi penelitian. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menemukenali berbagai faktor penyebab terjadinya konflik sosial antar etnis di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2001, (2) Menemukenali berbagai dampak dari konflik sosial antar etnis tersebut terhadap pola interaksi sosial di Kota Sampit, (3) Merumuskan model pembinaan dan pengembangan masyarakat multikultur yang menghargai kebhinnekaan dan cinta damai. Sedangkan manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi pemerintah di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk (1) menyusun rencana strategis pembangunan, khususnya yang berhubungan dengan pembangunan sosial, budaya, ekonomi, dan politik, dan (2) menyusun suatu sistem pembinaan dan pengembangan masyarakat yang multikultur agar masyarakat bisa memahami, menerima,menghormati, dan menghargai keanekaragaman/kebhinnekaan dalam masyarakat. Pembinaan dan pengembangaan seperti inilah yang diharapkan dapat menjamin tatanan kehidupan masyarakat yang cinta damai, bertoleransi, dan menjungjung tinggi nilai-nilai kesatuan dan persatuan negara Republik Indonesia.
KONSTELASI NARASI TENTANG KETAHANAN PANGAN DALAMPROGRAM FOOD ESTATE DI EKS PLG KALIMANTAN TENGAH:DIMANAKAH NARASI PELADANG PEREMPUAN? Evi Nurleni
Journal SOSIOLOGI Vol. 4 No. 1 (2021): ISU-ISU KONTEMPORER PADA MASYARAKAT KALIMANTAN TENGAH
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.406 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v4i1.3711

Abstract

The media plays a role in opinion, perceiving and orienting an issue to the majority or audience. Meanwhile, the forms of opinion, perception and orientation from the media become narratives that are formed in a constellation that “fights” each other. Narrative battles are formed as an effort to seize public space that can influence perceptions and interests, even policies at the state level. In this case, the food estate narrative in Central Kalimantan is understood as a constellation or narrative battle to seize the space of “power” and interest. The food estate program is in a battle of dictions between the interests of the government which is oriented towards modernization, development and progress, against the interests of civil society which is oriented towards the environment, local interests and indigenous peoples. The battle of these dictions is a battle of grand-narratives that forgets small and local narratives, namely female cultivators. Dayak cultivators themselves have long been narrated as a group that destroys forests, primitive communities and the unmodern people, so they are not at the forefront of discussing development issues. Meanwhile, the suffering of Dayak cultivators woman  disappears in the grand narrative or becomes a silent group or subaltern.