cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER" : 7 Documents clear
STUDI ANATOMI GINJAL BURUNG WALET SARANG PUTIH (Collocalia fuciphaga) DAN SRITI (Collocalia linchi) Citra Nutriana; Soehartini Jatman
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4569.636 KB) | DOI: 10.22146/jsv.294

Abstract

Burung walet (Collocalia fuciphaga) dan sriti (Collocalia linchi) merupakan satwa yang terdistribusi di Indonesia dan memperkaya keanekaragaman hayati negara. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaranstruktur histologi ginjal walet dan sriti. Tiga ekor burung walet dewasa dan tiga ekor burung sriti, diambil organ ginjalya, kemudian dibuat preparat histologi dengan ketebalan pemotongan 5 um. Sampel diwamai denganmetoda Hematoksilin-Eosin (HE) dan mounting. Preparat sampel ginjal kemudian diamati secara mikroskopis dan dianalisis secara deskriptif. HasHpenelitian menunjukkan organ ginjal sriti dan walet terletak retroperitonial pada rongga synsacrum, di kaudal paru-paru. Secara makroskopis organ ginjal walet dan sriti berbentuk irregular,berwama merah keunguan. Ginjal walet membulat, memiliki ukuran panjang ginjaI6,9% dari panjang tubuhnya. Ginjal sriti pipih, memiliki ukuran panjang ginjal 7,4% dibanding panjang tubuhnya. Secara mikroskopis ginjal walet dan sriti memiliki glomerulus medula yang lebih besar dibanding glomerulus korteks. Strukturhistologi antara walet dan sriti tidak ada perbedaan.Kata kunci: walet sarang putih (Collocalia fuciphaga), sriti (Colocalia linchi), histologi, ginjal, Hematoksilin-Eosin
DETEKSI Escherichia coli 0157:H7 DARI SUSU DAN DAGING MENGGUNAKAN SERUM KEBAL MONOSPESIFIK Widodo Suwito
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2951.202 KB) | DOI: 10.22146/jsv.295

Abstract

Escherichia coli 0157:H7 merupakan salah satu bakteri patogen penyebab food borne disease pada manusia. Deteksi E.coli 0157:H7 pada serum keba] monospesifik berdasarkan somatik antigen (0) dan flagella(H). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeteksi E.coli 0157:H7 menggunakan serum kebal monospesifik dengan cara absorbsi dan uji koaglutinasi. Serum kebal monospesifik diperoleh dengan cara menyuntikkan antigen E.coli 0] 57:H7 pada kelinci jenis New Zealand White. Serum dikoleksi dan diabsorbsi menggunakan antigen somatik E.coli heterolog sampai tidak terjadi reaksi agglutinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan serum kebal monospesifik dapat digunakan untuk menedeteksi E.coli 0 157:H7 dalam susu dan daging.Kata kunci: serum keba1, monospesifik, E.coli 0157:H7
IDENTIFIKASI VIRUS RABIES PADA ANJING LIAR DI KOTA MAKASSAR Sri Utami; Bambang Sumiarto
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2680.755 KB) | DOI: 10.22146/jsv.296

Abstract

Telah dilakukan identifikasi virus rabies pada anjing liar di kota Makassar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentitikasi virus rabies pada anjing liar di kota Makassar. Sebanyak 32 sampel otak anjing liar diuji untuk identifikasi virus rabies dengan metode Fluorescent antibody technique (FAT). Data identifikasi virus rabies dari sampel otak dianalisis secara deskriptif. Hasil pengujian sampel otak anjing liar menunjukkan sebanyak 32 sampel negatifrabies. Sampel otak dari anjing liar yang ditangkap tanpa gejala klinis rabies dan sampel otak daritempat pemotongan anjing bukan merupakan sampel yang baik untuk identifikasi rabies pada suatu wilayah.Kata kunci: anjing liar, FAT, virus rabies
EVALUASI VAKSIN INFECTIOUS BURSAL DISEASE (IBD) BERDASARKAN PADA NILAI INDEKS BURSAL Ida Lestari Soedijar
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1952.82 KB) | DOI: 10.22146/jsv.297

Abstract

Sesuai dengan persyaratan minimal Farmakope Obat. Hewan Indonesia (FOHI), vaksin Gumboro yang dikenal dengan nama Infectious Bursal Disease (IBD) dinyatai(anmemuaskan apabila telah lulus uji umum (ujifisik, uji kevakuman, uji kemurnian dan uji steril) selainjuga memenuhi persyaratan uji khusus (uji keamanan, uji potensi dan uji kandungan virus). Sejak tahun 1998,dalam uji keamanan (safety test), Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BPMSOH) lebih menitik beratkan pada nilai Rasio Indeks Bursa yaitu nilai ratarataberat bursa/bobot ayam hasil vaksinasi diperbandingkan dengan ayam kontrol tanpa perlakuan, dimana nilai tersebut harus sedikitnya mencapai nilai 0.7. Dari hasil tulisan disini, terdapat kegagalan dari beberapa vaksinIBD yang tidak memenuhi syarat untuk nilai Rasio Indeks Bursa setelah 5 (lima) minggu paska vaksinasi dengan menggunakan ayam Specific Pathogen Free (SPF) umur 2 (dua) minggu. Direkomendasikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan kembali Rasio Indeks Bursapada Persyaratan Minimum Indonesia.Kata kunci: Rasio Indeks Bursa, ayam SPF
PENGARUH PANHISTEREKTOMI TERHADAP HOMEOSTASIS KALSIUM DAN FOSFOR TIKUS Sprague Dawley YANG DIBERI PAKAN BUNGKIL KEDELAI . Hartiningsih
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4492.082 KB) | DOI: 10.22146/jsv.300

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh panhisterektomi terhadap homeostasis kalsium (Ca) dan fosfor (P) tikus Sprague Dawley yang diberi pakan bungkil kedelai dengan rasio Ca:P=31:1. Sepuluh tikus betina Sprague Dawley umur 6 minggu secara acak dibagi 2 kelompok (kontrol dan panhisterektomi) masing-masing 5 tikus. Tikus kelompok panhisterektomi dilakukan panhisterektomi pada waktu umur 8 minggu. Pada umur 20 minggu tikus dipindah dalam kandang metabolik individu untuk studi balan. Pada hari ke 4-8 masa studi balan, setiap pagi dilakukan koleksi sisa pakan, feses dan urin untuk pemeriksaan Ca dan P.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi Ca dan P tikus panhisterektomi tidak berbeda dengan tikus kontrol, ekskresi Cadan P dalam feses tikus panhisterektomi lebih tinggi dan berbeda sangat signifikan (P<O,O1) dengan tikus kontrol, dan ekskresi Ca dan Pdalam urin tikuspanhisterektomi lebih tinggi meskipun tidak berbeda signifikandengan tikus kontrol. Retensi Ca tikus panhisterektomi lebih tinggi dan berbeda sangat signifikan (P<O,OI) dengan tikus kontrol, dan retensi P tikus panhisterektomi tidak berbeda signifikan dengan tikus kontrol. Darihasil penelitian disimpulkan bahwa panhisterektomi meningkatkan ekskresi Ca dan P dalam feses dan urin akibat kemungkinan turunnya hormon estrogen, hormon paratiroid dan 1,25-dihidroksivitamin D3 sebagai regulator homeostasis Ca dan P, namun panhisterektomi berpengaruh positif terhadap retensi Ca dan P atau berpengaruh positif terhadap pembentukan tulang.Kata kunci: Panhisterektomi, retensi kalsium, fosfor, homeostatis
PENGARUH Eimeria magna TERHADAP KONDISI FISIOLOGIK KELINCI LOKAL Amelia Hana; . Sumartono; Calude Mona Airin; Pudji Astuti
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3477.426 KB) | DOI: 10.22146/jsv.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Eimeria magna (E. magna) terhadap kondisi fisiologik kelinci lokal. Sebanyak 12 ekor kelinci lokal jantan umur 4 bulan dengan berat badan 1,0-1,5 kg dan bebas koksidiosis digunakan sebagai kelinci percobaan dibagi menjadi 3 kelompok (K-O,K-I, dan K-2) secara acak, setiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Kelinci kelompok K-Osebagai kontrol (tidak diinfeksi hanya diberi 1,0ml akuades/ekor peroral), kelompok K-l dan K-2 masing-masing diinfeksi 4xl0s oosista E. magna/ekor peroral,dan 28x1OSoosista E. magna/ekor peroral. Pengukuran suhu tubuh, penimbangan berat pakaQ.'yangdikonsqrnsi,penghitungan jumlah Eimeria yang dieliminasi dalam fesesnya dan pemantauan gejala klinis dilakukan setiap hari selama 11 hari. Pada hari ke-O,5, dan 10 dilakukan penimbangan berat badan dan pengambilan darah untuk pemeriksaan darah rutin (jumlah eritrosit, leukosit, kadar hemoglobin, nilai packed cell volume (PCY), kadar total protein plasma (TPP), dan diferensial leukosit (neutrofil, eosinofil, basofil, monosit dan limfosit). Kesimpulan : kelompok kelinci yang diinfeksi 28xIOSoosista E. magna lebih efektif menunjukan perubahan kondisi fisiologik dibanding dengan kelompok kelinci yang diinfeksi 4xlOs oosista E. magna (K-l). Semakin tinggi jumlah oosista E. magna yang diberikan, semakin tinggi suhu tubuh, jumlah oosista yang dieleminasi dalam feses, danjumlah eosinofilnyaKata kunci: Kelinci jantan lokal, Eimeria magna, perubahan fisiologi
PENENTUAN KADAR AFLATOXIN Bl DALAM PAKAN BROILER SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI DENGAN PEMURNIAN SECARA IMUNOAFINITAS Agustina Dwi Wijayanti
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2611.274 KB) | DOI: 10.22146/jsv.304

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap 10sampel pakan broiler yang diduga mengandung aflatoksinBI secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase terbalik(reversed phase), dengan pemurnian secaraimunoafinitas. Prinsip imunoafinitas adalah pengikatan aflatoksin dengan antibodi spesifik yang dilanjutkan dengan pengukuran kadar menggunakan KCKT. Semua sampel dibagi menjadi 2 kelompok dan diekstraksi dengan NaCI dan metanol. Kelompok 1 diekstraksi tanpa dilakukan pemurnian pengikatan antibodi dan kelompok 2 dengan pengikatan antibodi. Pengukuran kadar kedua kelompok perlakuan tersebut dilakukan secara KCKT dengan pengaturan dan fase gerak yang sarna yaitu dengan metanol 70%. Hasilnya adalah padaperlakuan 1semua sampel negatif sedangkan pada perlakuan 2 terdapat 4 sampel dengan hasil positif aflatoksin dengan hasil berkisar antara 0,02-0, I ppm.Kata kunci: aflatoksin B 1,pakan broiler, imunoafinitas, KCKT.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue