cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 40, No 1 (2022): April" : 13 Documents clear
Study of Thitonia Diversifolia Extract in Histomorphology of Pancreas and Interleukin-1beta expression on Aloxan Induced Wistar Rats Rondius Solfaine; lailatul muniroh; iwan sahrial hamid
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.69584

Abstract

The purpose of this study is to determine effect of antiinflammation of Thitonia diversifolia (TD) extracts in histopathology liver and pancretic tissue on alloxan-induced in Wistar rat. Thirty two male Wistar rats (Rattus norvegicus) with a body weight (bw)150-200 g in 3 month of age, were allocated into four groups, with eight animals per group. The control group received normal saline (P0), positive control group  received CMC Na 0.01% (P1),  the treatment group were received 100 mg/kg bw of the TD extracts (P2) and received 100 mg/kg bw of the metformin (P3)  respectively for 7 days. Bloods serum collected for measuring of  blood glucose (BG). cholesterol and insulin (INS) concentrations. The levels of insulin (INS) concentrations were analysed by Avidin-Horseradish Peroxidase (HRP) Sandwich-ELISA. All animal were sacrified for tissue staining with haematoxylin eosin. Thitonia diversifolia extract significantly decreased the level of blood glucoseand choelsterol concentrations compared to the postive control group (p<0.05). The level of INS could be detected by its level significantly increased in TD treatment group (p<0.05). Histopathological showed that induction of alloxan could effect severe multifocal degeneration, vacuolisation, cell inflammation, acute langerhan cells injury with destruction cells. Immunohistochemical staining labeled with IL-1β monoclonal antibodies (Mab) showed lowering expression of IL-1β reveal as brownish color aggregates on the langerhans cells in the TD treatment group. This study was concluded that TD extract is inhibited hepatic tissue injuries and decreased destruction in langerhan cells by decreasing IL-1β expression on alloxan-induced rats.
STUDI HISTOPATOLOGIS TUMOR PADA HEWAN KESAYANGAN AND WILD ANIMAL Sitarina Widyarini; Sugiyono Sultan; Yuli Purwandari Kristiangingrum; Bambang Sutrisno
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70506

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati gambaran histomorfologis (berdasarkan pada histogenesis dan sifat pertumbuhan tumor), pada berbagai sampel tumor dari hewan kesayangan (anjing dan kucing) dan wild animals (beruang) koleksi Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Duapuluh satu sampel (22) dari organ yang diduga jaringan tumor yang diperoleh dari Dokter Hewan Praktisi maupun Rumah Sakit Hewan selama tahun 2019 digunakan dalam penelitian ini. Semua sampel tersimpan dalam kontener berisi larutan formalin 10%. Selanjutnya sampel diproses dan diwarnai dengan Hematoxylin-Eosin. Pengamatan terhadap histogenesis dan sifat pertumbuhan tumor dilakulan dengan menggunakan mikroskop cahaya dengam pembesaran 200X dan 400X dan selanjutnya dilakukan dokumentasi dengan pengambilan foto. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingan dengan referensi histomofologis tumor pada hewan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa selama tahun 2019, jumlah sampel tumor kulit dilaporkan paling banyak  63.63% (14/22), diikuti dengan jumlah sampel tumor pada kelenjar mammae 22,72% (5/22), liver-duktus biliverus 18.18% (4/22), tulang 4,54% (1/22) dan metastasis paru-paru dan metastasis paru-paru dari jaringan tulang sejumlah 4,54% (1/22). Hewan asal tumor paling banyak ditemukan pada kucing dan anjing masing-masing 59% dan 34%. Hasil pengamatan terhadap gambaran histomorfologis ditemukan adenokarsinoma mammae (tubulopapillary carsinoma, solid adenocarsinoma, lipid-rich adenokarsinoma),  fibroadenomatous hiperplasia mammae, karsinoma sel skuamosa, papiloma, adenoma kelenjar hepatoid, melanositosis, fibrosarkoma, kolangiokarsinoma dan osteosarkoma. 
WAKTU OVULASI DAN ANGKA KEBUNTINGAN PADA SAPI PERAH YANG MENGALAMI KAWIN BERULANG SETELAH PEMBERIAN GnRH, VITAMIN ADE DAN INFUSI IODIUM POVIDON Surya Agus Prihatno
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.73480

Abstract

Waktu ovulasi dan ANGKA KEBUNTINGAN PADA SAPI PERAH YANG MENGALAMI KAWIN BERULANG SETELAH PEMBERIAN GnRH, VITAMIN ADE DAN INFUSI IODIUM POVIDON   Intisari       Angka kebuntingan pada sapi perah yang mengalami kawin berulang sangat rendah. Dampak kerugian secara ekonomi bagi peternak sangat nyata disebabkan rendahnya efisiensi reproduksi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu ovulasi dan angka kebuntingan pada sapi perah yang mengalami kawin berulang setelah pemberian  GnRH, vitamin ADE dan infusi iodium povidon. Sebanyak 24 ekor sapi perah FH betina pernah beranak, mempunyai korpus luteum, tidak bunting, umur 3-6 tahun, mengalami kawin berulang, secara klinis sehat dan siklus reproduksi normal digunakan dalam penelitian ini. Sapi dibagi 4 kelompok terdiri dari 6 ekor per kelompok perlakuan. Kelompok P1 sebagai kontrol, kelompok P2 diberi GnRH dosis 250 µg per ekor (Gonadorelin,  FertagylTM, Intervet, International B.V., Boxmer, Holland), kelompok P3 diberi vitamin ADE dengan dosis 5 ml dan infusi  iodium povidon 1% secara intra uterus.  Kelompok P4 diberi vitamin ADE, infusi iodium povidon 1% intra uterus, dan GnRH. Singkonisasi estrus menggunakan Prostaglandin F2α dengan tujuan menyeragamkan waktu timbulnya estrus. Semua sapi estrus dikawinkan secara insiminasi buatan (IB). Pemeriksaan waktu ovulasi secara perrektal kurang dari 12 jam, 12 sampai 24 jam dan lebih dari 24 jam setelah estrus berakhir dan angka kebuntingan menggunakan ultrasonography (USG) pada 30-45 hari  dan palpasi rektal pada 60-90 hari setelah inseminasi. Analisa hasil menggunakan deskripsi  dan  Kruskal-Wallis test. Hasil penelitian menunjukkan waktu ovulasi kurang dari 12 jam, 12 sampai 24 jam dan lebih dari 24 jam masing -masing P1 ( 16.7%, 66,7%, dan 16,7 %), P2 (  66,7%, 33,3%), P3 (33,3%, 66,7%), P4 (83,3%, 16,7%). Angka kebuntingan pada kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing sebesar P1 (kontrol) 16,67%, P2 (diberi GnRH saat IB) 66,67%, P3 (diberi vitamin ADE dan Infusi iodium povidon 1%) 50% dan P4 (diberi vitamin ADE,  Infusi iodium povidon 1%, dan GnRH) 100%. Ketepatan waktu ovulasi dan tingkat kebuntingan yang tertinggi dihasilkan oleh kelompok I yang berbeda secara signifikan (P<0,05) dengan kelompok kontrol. Disimpulkan pemberian  GnRH, vitamin ADE dan infusi iodium povidon pada sapi perah yang mengalami kawin berulang mampu mempercepat waktu ovulasi dan meningkatkan angka kebuntingan.  Kata kunci : GnRH, iodium povidon, kawin berulang, kebuntingan, sapi perah   

Page 2 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue