cover
Contact Name
Avi Valentri
Contact Email
info@amalinsani.org
Phone
+6281911158475
Journal Mail Official
info@amalinsani.org
Editorial Address
Jalan Ir. Sutami Link. Krenceng Kebonsari, Kec. Citangkil - Cilegon
Location
Kota cilegon,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by Amal Insani Foundation
ISSN : -     EISSN : 2961743X     DOI : https://doi.org/10.56721/penais.v1i1
Jurnal Pendidikan Agama Islam hereinafter abbreviated as PENAIS is a periodical scientific journal published by Amal Insani Foundation. PENAIS is published 3 (three) times a year, namely every August, December, and April. The Scope and Focus of the Articles that are the Passion of the PENAIS Journal are; Early Childhood Education, Character Education, Inclusive Education, Islamic Religious Education, Islamic Education Management, Educational Technology, and Learning Media. Editor in Chief of PENAIS Journal: Avi Valentri
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023" : 6 Documents clear
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA GURU Aziz; Anis Fauzi; Mahdum Bactiar
PENAIS (Jurnal Pendidikan Agama Islam) Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.632 KB) | DOI: 10.56721/penais.v2i1.153

Abstract

Pimpinan tertinggi di sebuah lembaga pendidikan adalah kepala sekolah. Kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat dipengaruhi oleh perilaku kepala sekolah. Karena itu kepemimpinan kepala sekolah perlu diperhatikan dan dijadikan kosentrasi khusus. Agar kepala sekolah dapat melaksanakan tugas-tugas dan kewajibannya dengan baik untuk mencapai tujuan sekolah yang telah direncanakan maka peran kepemimpinannya harus diperhatikan. Seeorang kepala sekolah untuk mendukung terhadap kepemimpinannya harus memiliki kepribadian yang baik. Kepala Sekolah merupakan leader didunia guruan yang seyogyanya mempunyai kesiapan dalam menghadapi dan beradaptasi terhadap tantangan-tantangan yang datang dalam situasi apapun. Kepala sekolah juga memiliki pengaruh penting dalam memajukan sebuah lembaga pendidikan. Kehadiran kepala sekolah di sekolah sangat penting sebagai pionir dan motivator sumber daya sekolah, guna membentuk kelompok kerja/kerjasama tim yang mampu berkolaborasi dalam pembangunan sekolah sehingga membawa energi positif dalam suasana kegiatan belajar mengajar. Untuk menunjang keberhasilan suatu lembaga sekolah yang diharapkan, perlunya dipersiapkan kepala sekolah sebagai pemimpin yang professional, yang mampu serta mau melaksanakan perencanaan, pengembangan serta mengevaluasi kebijakan dan peraturan yang terjadi. Kata Kunci : Kepemimpinan, Keterampilan, Kepala Sekolah, Kinerja Guru
PENGARUH IMPLEMENTASI KEGIATAN UNIT PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR’AN TERHADAP MINAT MAHASISWA DALAM MEMBACA AL-QUR’AN (Studi Di UKM UPTQ IAIN “SMH” Banten) Muhammad Yasin
PENAIS (Jurnal Pendidikan Agama Islam) Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.814 KB) | DOI: 10.56721/penais.v2i1.156

Abstract

Tujuan penelitian adalah; pertama, Untuk mengetahui implementasi kegiatan UPTQ IAIN “SMH” Banten; kedua, Untuk mengetahui minat mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an; dan ketiga, Untuk mengetahui pengaruh implementasi kegiatan UPTQ terhadap minat mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu suatu metode yang ingin mengetahui keadaannya sekarang dalam kondisi alamiah, tanpa mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhinya1. Sedangkan data penelitian diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library Research) dan penelitian lapangan (Field Research). Adapun penelitian kepustakaan dilakukan dengan menelaah, mengkaji dan mempelajari berbagai literatur (referensi) yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti. Sedangkan penelitian lapangan, penulis lakukan dengan terjun langsung ke Unit Kegiatan Mahasiswa UPTQ dengan melakukan observasi dan menyebarkan angket kepada responden yaitu 28 anggota UPTQ sebagai sampelnya. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama, Keberadaan UPTQ IAIN “SMH” Banten dilingkungan kampus dapat terlihat dari dari hasil analisis bahwa x hitung = 11,3 ˂ 12,592 x2 tabel, itu artinya x2 tabel 12,592 lebih besar daripada x2 hitung 9,53, maka Hipotesis nol diterima. Hipotesis ini menerangkan bahwa implementasi kegiatan UPTQ di lingkungan kampus IAIN “SMH” Banten masih dalam taraf normal; kedua, Minat mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini dapat terlihat dari hasil penelitian diketahui bahwa x2 hitung = 6,67 ˂ 12,592 x2 tabel,, karena x2 hitung 6,67 lebih kecil daripada 12,592 x2 tabel maka Ho diterima; dan ketiga, Pengaruh UPTQ terhadap Minat mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an diperoleh pengaruh 0,22 dengan r tabel menggunakan taraf kesalahan 0,05% adalah 0,26 karena r hitung = 0,22 lebih kecil dari r tabel 0,26 maka Ho diterima. Hipotesis ini menerangkan bahwa terdapat pengaruh yang lemah antara implementasi kegiatan UPTQ terhadap minat mahasiswa dalam membaca Al- Qur’an.
PERAN DAN SEJARAH PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN NILAI RELIGIUSITAS MASYARAKAT (Studi kasus di Pondok Pesantren Hidayatul Muntadi-ien Wangandowo Kec. Bojong Kabupaten Pekalongan) Lulu Nur Hidayah
PENAIS (Jurnal Pendidikan Agama Islam) Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.147 KB) | DOI: 10.56721/penais.v2i1.173

Abstract

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan dan menginternalisasikan ajaran Islam kepada santri dalam lingkungan pondok yang sederhana agar mereka memiliki kemampuan agama dan berakhlak mulia yang bisa diterima masyarakat. Sejarah pondok pesantren di Indonesia berawal dari persoalan nyata kemasyarakatan. Hal ini dapat ditelusuri dari perjuangan wali songo di pulau Jawa yang secara historis dianggap sebagai tonggak sejarah berdirinya pesantren di Indonesia. Perjuangan mereka diawali dengan proses penataan masyarakat untuk menuju pada tatanan sosial politik yang damai. Pada tahapan ini mereka membuka kursus keagamaan yang terfokuskan pada persoalanpersoalan aqidah, akhlak dan tasawuf. Kehadiran pondok pesantren memiliki peran penting dalam lembaga pendidikan di tengah-tengah masyarakat dikarenakan adanya tuntutan masyarakat akan kebutuhan keagamaan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk mendiskripsikan peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Muntadi-ien Wangandowo Bojong Kabupaten Pekalongan, dengan menggunakan pendekatan Historis. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti obyek yang alamiah, (sebagailawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumenkunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien dalam meningkatkan nilai religius masyarakat selain dalam bentuk membekali santri dengan ilmu teori maupun praktik juga dengan mengajak masyarakat untuk belajar dan melakukan pembinaan keagamaan. Adapun kegiatan yang digagas Pondok Pesantren dalam rangka meningkatkan nilai keagamaan masyarakat sangat berpengaruh baik dengan antusias masyarakat sekitar pondok yang memiliki perubahan pesat sejak dialihfungsuikan sebuah café atau warung karaoke menjadi pondok pesantren Hidayatul Mubtadi-ien di desa Wangandowo Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan dan menginternalisasikan ajaran Islam kepada santri dalam lingkungan pondok yang sederhana agar mereka memiliki kemampuan agama dan berakhlak mulia yang bisa diterima masyarakat. Sejarah pondok pesantren di Indonesia berawal dari persoalan nyata kemasyarakatan. Hal ini dapat ditelusuri dari perjuangan wali songo di pulau Jawa yang secara historis dianggap sebagai tonggak sejarah berdirinya pesantren di Indonesia. Perjuangan mereka diawali dengan proses penataan masyarakat untuk menuju pada tatanan sosial politik yang damai. Pada tahapan ini mereka membuka kursus keagamaan yang terfokuskan pada persoalanpersoalan aqidah, akhlak dan tasawuf. Kehadiran pondok pesantren memiliki peran penting dalam lembaga pendidikan di tengah-tengah masyarakat dikarenakan adanya tuntutan masyarakat akan kebutuhan keagamaan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk mendiskripsikan peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Muntadi-ien Wangandowo Bojong Kabupaten Pekalongan, dengan menggunakan pendekatan Historis. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti obyek yang alamiah, (sebagailawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumenkunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien dalam meningkatkan nilai religius masyarakat selain dalam bentuk membekali santri dengan ilmu teori maupun praktik juga dengan mengajak masyarakat untuk belajar dan melakukan pembinaan keagamaan. Adapun kegiatan yang digagas Pondok Pesantren dalam rangka meningkatkan nilai keagamaan masyarakat sangat berpengaruh baik dengan antusias masyarakat sekitar pondok yang memiliki perubahan pesat sejak dialihfungsuikan sebuah café atau warung karaoke menjadi pondok pesantren Hidayatul Mubtadi-ien di desa Wangandowo Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.
KENDALA MAHASISWA BARU TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DAN SOLUSINYA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Mohammad Jailani; Dea Aprilia
PENAIS (Jurnal Pendidikan Agama Islam) Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.683 KB) | DOI: 10.56721/penais.v2i1.183

Abstract

Online learning is now an alternative learning that is applied to facilitate communication of material delivery in distances. The purpose of this study is to explain what obstacles new students experience on several campuses when participating in online learning along with solutions that can be applied. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects of this study are new students on various campuses with different study programs. The research data was collected using the questionnaire method from Google Form with 5 respondents. In Islam as a Muslim studying is an obligation that must be carried out. The results showed that all of these students had obstacles in carrying out online learning. Therefore, improvements are needed from several aspects so that the vehicle can be minimized. In the time aspect, lecturers are expected to provide time tolerance to students in working on and collecting assignments. In the aspect of providing material, lecturers are expected to provide detailed explanations in videos and voice messages. In the aspect of the method, students prefer a mixed learning method / blanded learning.
PERENCANAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN Agus Gunawan; Sita Nurazizah; Ira Gita Wulandari
PENAIS (Jurnal Pendidikan Agama Islam) Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.535 KB) | DOI: 10.56721/penais.v2i1.188

Abstract

Komponen pendidikan yang merupakan sistem tenaga kerja harus saling berhubungan satu sama lain. Jika guru selalu menjadi pusat perhatian dan penggerak pelaksanaan pendidikan di semua jenjang, sebenarnya ada unsur lain yang harus diperkuat dalam aplikasi pendidikan akar rumput, yaitu peran kepala sekolah. Tidak mengherankan bahwa masalah pendidikan menjadi pusat perhatian di hampir setiap negara karena dedikasi guru untuk mencari solusi. Selain diverifikasi, prinsip-prinsip ini mungkin akan berfungsi sebagai dasar untuk menyelesaikan masalah dengan kebijakan yang akan dituangkan dalam perencanaan pendidikan atau yang dapat kita tinjau di sekolah atau di kelas sebagai lembaga yang melaksanakan pendidikan secara formal. Seringkali, pengawasan dipandang sebagai dukungan yang diberikan untuk meningkatkan lingkungan belajar mengajar yang lebih baik. Karena tujuan utama supervisi pendidikan adalah untuk memberikan arahan dan nasehat kepada guru agar dapat menyelesaikan sendiri persoalan-persoalan tersebut di atas, maka perlu dilakukan agar berdampak pada peningkatan prestasi kerja. Tujuan utama pemantauan pendidikan adalah untuk menaikkan dan memperbaiki standar pengajaran. Oleh karena itu, tanpa rencana yang terencana, seorang pengawas tidak cukup hanya mengawasi instruktur atau kepala sekolah. Perencanaan supervisi pembelajaran merupakan topik yang dibahas dalam artikel ini dengan menggunakan kajian literatur.
IMPLEMENTATION OF DIFFERENTIATED LEARNING TO STUDENT LEARNING OUTCOMES IN ISLAMIC RELIGION SUBJECTS AT THE ELEMENTARY SCHOOL LEVEL Muhamad Ihza Pramudya; Heny Narendrany Hidayati Heny Narendrany Hidayati
PENAIS (Jurnal Pendidikan Agama Islam) Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.034 KB) | DOI: 10.56721/penais.v2i1.222

Abstract

Learning differentiates the teacher's proactive plans through attention by providing various ways for students to be able to access knowledge by taking various approaches both in content, process, and product. Research objectives to determine the application of learning styles (visual, auditory, kinesthetic) to student learning outcomes. The type of research conducted was a literature review, with the intended subject being the elementary school level. The data analysis technique was carried out by going through four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this research conceptually reveal that the method of implementing differentiated learning in the PAI subject is by first looking at the learning needs of students so that a teacher can map students according to their learning needs. In applying learning styles, a teacher must also adjust the material to be taught for example pilgrimage material, a teacher can share it by teaching it by showing PPT, sing songs, and in practice, to improve the quality of learning outcomes

Page 1 of 1 | Total Record : 6