cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Peternakan
ISSN : 01264400     EISSN : 2407876X     DOI : https://doi.org/10.21059/buletinpeternak
Core Subject : Health, Education,
Bulletin of Animal Science is published every four months. The Annual subscription rate is Rp. 150.000,-/year. Bulletin receives original papers in animal science and technology which are not published at any other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 1,046 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH CAIRAN RUMEN DAN LUMPUR GAMBUT SEBAGAI STARTER DALAM PROSES FERMENTASI METANOGENIK Kunty Novi Gamayanti; Ambar Pratiwiningrum; Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i1.1274

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pembentukan biogas, gas metan, dan aktivitas enzim pada fermentasi anaerobik feses sapi yang ditambahkan limbah cairan rumen dan lumpur gambut mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan produksi biogas. Penelitian terdiri dari 3 macam perlakuan, yaitu tanpa inokulum, dengan penambahan inokulum limbah cairan rumen sebesar 25%, dan dengan penambahan inokulum lumpur gambut sebesar 25%. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan, dengan pengamatan 0; 10; 20; 30; dan 40 hari. Pada akhir fermentasi dilakukan uji gas metan. Data yang diperoleh dianalisis variansi menggunakan pola split plot untuk pengamatan pengukuran volume biogas, konsentrasi gas metan, produksi metan, pengamatan temperatur sludge digester dan derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH dan suhu menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Volume biogas menunjukkan hasil yang nyata (P<0,05) dengan nilai rata sebesar 228,67 ml tanpa inokulum, 229,65 ml dengan inokulum cairan rumen, 358,25 ml dengan inokulum lumpur gambut dan sampai hari ke-40 mengalami kenaikan. Nilai kadar metan menunjukkan hasil yang nyata (P<0,05) dengan nilai rata sebesar 35,91% tanpa inokulum, 35,74% dengan inokulum cairan rumen, 38,52% dengan inokulum lumpur gambut dan sampai hari ke-40 mengalami kenaikan. Produksi metan yang dihasilkan menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) dengan nilai rata sebesar 91,15 ml tanpa inokulum, 119,36 ml dengan inokulum cairan rumen, 150,62 ml dengan inokulum lumpur gambut dan sampai hari ke-40 mengalami kenaikan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan limbah cairan rumen dan lumpur aktif gambut hingga 25% dapat mempercepat proses fermentasi. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk lama tinggal proses fermentasi di dalam fermentor untuk mengetahui laju maksimal produksi biogas. (Kata kunci: Biodigester, Bakteri asidogen dan asetogen, Limbah cairan rumen, Lumpur gambut)
PENGARUH JENIS KOTORAN TERNAK SEBAGAI SUBSTRAT DENGAN PENAMBAHAN SERASAH DAUN JATI (Tectona grandis) TERHADAP KARAKTERISTIK BIOGAS PADA PROSES FERMENTASI Ludfia Widyasmara; Ambar Pratiwiningrum; Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i1.1275

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari aktivitas biologi dalam proses fermentasi anaerob dan sebagai energi terbarukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kotoran sapi dan kuda sebagai substrat dalam pembentukan gas metan pada proses fermentasi. Percobaan dilakukan dengan 2 perlakuan, yaitu P1 untuk perlakuan biogas dengan kotoran sapi dan P2 untuk perlakuan dengan menggunakan kotoran kuda. Pada setiap perlakuan terdiri atas 3 level, yaitu dengan penambahan serasah daun jati sebanyak 0, 5, dan 10%. Penelitian dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan pengambilan sampel sebanyak 4 kali pada hari ke-10, 20, 30, dan 40. Variabel yang diukur adalah volume biogas, kadar gas metan, dan produksi gas metan. Pengolahan data penelitian menggunakan perhitungan analisis split-plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan terhadap biogas dengan substrat kotoran sapi dan kotoran kuda yang disebabkan oleh perbedaan sistem pencernaan antara sapi dan kuda sehingga mengakibatkan kandungan bahan organik dalam feses kuda lebih tinggi daripada bahan organik dalam feses sapi. Selain itu interaksi waktu juga mempengaruhi produksi biogas sebagai hasil akhirnya. Namun demikian, penambahan serasah daun jati tidak memiliki interaksi positif terhadap peningkatan produksi biogas, hal ini disebabkan karena terdapatnya kandungan tanin dalam daun jati. (Kata kunci: Kotoran sapi, Kotoran kuda, Serasah daun jati, Biogas)
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM BURAS (Studi Kasus di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan) Ratih Dewanti; Ginda Sihombing
Buletin Peternakan Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i1.1276

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh peternak ayam buras dan pengaruh faktor-faktor produksi terhadap pendapatan usaha peternakan ayam buras di Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemuning, Desa Tegalombo dan Desa Tahunan mulai tanggal 3 Januari sampai 4 Februari 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan wawancara langsung kepada 30 peternak dan pengambilan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Data yang dikumpulkan ditabulasi kemudian dianalisis untuk mengetahui pendapatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan fungsi keuntungan dengan teknik Unit Output Price Cobb-Douglas Profit Function (OUP-CDPF) melalui analisis regresi berganda (alat bantu software Econometric Views/Eviews) dan dilanjutkan dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bersih dari penjualan ayam buras 89 ekor, feses dan telur yaitu Rp. 1.383.358,10 per tahun/peternak. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan Ŷ = 20,947+0,620X1+0,003X2-0,996X3-0,869X4-0,015X5+0,845X6. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,646 berarti pendapatan ayam buras mampu dijelaskan oleh biaya pembelian ayam, jagung, dedak, obat/vitamin, tenaga kerja, listrik sebesar 64,6% sedangkan sisanya sebesar 35,4% dipengaruhi oleh variabel-variabel di luar yang diteliti. Pada uji F, variabel independen (biaya pembelian ayam,  jagung, dedak, obat/vitamin, tenaga kerja, dan listrik) berpengaruh secara bersama terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikan 0,05, berdasarkan uji t faktor biaya pendapatan dipengaruhi oleh pembelian ayam dan biaya listrik sedangkan biaya lainnya (biaya jagung, obat/vitamin, dan tenaga kerja) tidak berpengaruh terhadap pendapatan usaha peternakan ayam buras di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. (Kata kunci: Analisis pendapatan, Ayam buras, Regresi berganda)
ANALISIS PENDAPATAN DAN PERSEPSI PETERNAK PLASMA TERHADAP KONTRAK PERJANJIAN POLA KEMITRAAN AYAM PEDAGING DI PROPINSI LAMPUNG Yulien Tika Fitriza; F. Trisakti Haryadi; Suci Paramitasari Syahlani
Buletin Peternakan Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i1.1277

Abstract

Kemitraan usaha ayam pedaging telah berkembang pesat di Indonesia, hal ini memberikan keuntungan yang cukup tinggi bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan peternak plasma, menganalisis pengaruh karakteristik peternak plasma terhadap persepsi peternak tentang kontrak perjanjian serta menganalisis hubungan antara persepsi peternak plasma tentang  kontrak perjanjian dengan pendapatan peternak plasma. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah PT. Sinar Ternak Sejahtera (STS) sebagai inti dan peternak plasma ayam pedaging yang mengikuti pola kemitraan PT. STS berjumlah 34 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara langsung dengan berpedoman pada kuesioner yang telah diuji validitas maupun reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis regresi dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan plasma sebesar Rp. 1.590,54 per ekor/periode. Karakteristik umur peternak dan pengalaman beternak tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persepsi peternak plasma tentang kontrak perjanjian pola kemitraan. Tingkat pendidikan dan jumlah ternak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persepsi peternak plasma tentang kontrak perjanjian pola kemitraan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa pendapatan plasma sebesar Rp. 1.590,54 per ekor/periode. Karakteristik tingkat pendidikan dan jumlah ternak yang positif meningkat artinya semakin tinggi tingkat pendidikan dan jumlah ternak maka semakin baik persepsi peternak plasma tentang kontrak perjanjian. Persepsi peternak terhadap kontrak perjanjian tidak berhubungan secara nyata dengan  pendapatan peternak plasma. (Kata kunci: Pendapatan, Persepsi, Kontrak perjanjian, Plasma)
Pengaruh Penggunaan Minyak Ikan Lemuru, Tallow, dan Tongkol Jagung dalam Ransum terhadap Kinerja dan Komposisi Asam Lemak Daging Itik Aam Gunawan; Nasroedin (Nasroedin); Tri Yuwanta
Buletin Peternakan Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v24i1.1399

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Effects of Work on Blood Glucose, Triglycerides and Lactic Acid Concentrations of the Bali Cattle W. Sayang Yupardhi
Buletin Peternakan Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v24i1.1400

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Kinerja Induk Sapi Peranakan Ongole Selama Kebuntingan yang Diberi Ransum Basal Jerami Padi dengan Suplementasi Daun Lamtoro dan Vitamin A E. Baliarti; M. Soejono; S. Keman; H. Hartadi
Buletin Peternakan Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v24i1.1401

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Effect of Gamma Irradiation on Survival of Pathogenic Bacteria Salmonella typhimurium, and Escherichia coli on Chicken Meat Yuny Erwanto; Soemitro Djojowidagdo; Kapti Rahayu; Lidya Andini
Buletin Peternakan Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v24i1.1402

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
The Possibility of Toxic Compounds Present in Acacia Villosa Elisabeth Wina; Budi Tangendjaja
Buletin Peternakan Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v24i1.1403

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Perubahan Sifat Fisik dan Organoleptik Daging Sapi Selama Penyimpanan Beku Jamhari (Jamhari)
Buletin Peternakan Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v24i1.1404

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF

Page 59 of 105 | Total Record : 1046


Filter by Year

1987 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 4 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (4) November 2025 Vol 49, No 3 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (3) August 2025 Vol 49, No 2 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (2) MAY 2025 Vol 49, No 1 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (1) FEBRUARY 2025 Vol 48, No 4 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (4) NOVEMBER 2024 Vol 48, No 3 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (3) AUGUST 2024 Vol 48, No 2 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (2) MAY 2024 Vol 48, No 1 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (1) FEBRUARY 2024 Vol 47, No 4 (2023): BULETIN PETERNAKAN VOL. 47 (4) NOVEMBER 2023 Vol 47, No 3 (2023): BULETIN PETERNAKAN VOL. 47 (3) AUGUST 2023 Vol 47, No 2 (2023): BULETIN PETERNAKAN VOL. 47 (2) MAY 2023 Vol 47, No 1 (2023): BULETIN PETERNAKAN VOL. 47 (1) FEBRUARY 2023 Vol 46, No 4 (2022): BULETIN PETERNAKAN VOL. 46 (4) NOVEMBER 2022 Vol 46, No 3 (2022): BULETIN PETERNAKAN VOL. 46 (3) AUGUST 2022 Vol 46, No 2 (2022): BULETIN PETERNAKAN VOL. 46 (2) MAY 2022 Vol 46, No 1 (2022): BULETIN PETERNAKAN VOL. 46 (1) FEBRUARY 2022 Vol 45, No 4 (2021): BULETIN PETERNAKAN VOL. 45 (4) NOVEMBER 2021 Vol 45, No 3 (2021): BULETIN PETERNAKAN VOL. 45 (3) AUGUST 2021 Vol 45, No 2 (2021): BULETIN PETERNAKAN VOL. 45 (2) MAY 2021 Vol 45, No 1 (2021): BULETIN PETERNAKAN VOL. 45 (1) FEBRUARY 2021 Vol 44, No 4 (2020): BULETIN PETERNAKAN VOL. 44 (4) NOVEMBER 2020 Vol 44, No 3 (2020): BULETIN PETERNAKAN VOL. 44 (3) AUGUST 2020 Vol 44, No 2 (2020): BULETIN PETERNAKAN VOL. 44 (2) MAY 2020 Vol 44, No 1 (2020): BULETIN PETERNAKAN VOL. 44 (1) FEBRUARY 2020 Vol 43, No 4 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (4) NOVEMBER 2019 Vol 43, No 3 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (3) AUGUST 2019 Vol 43, No 2 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (2) MAY 2019 Vol 43, No 1 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (1) FEBRUARY 2019 Vol 42, No 4 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (4) NOVEMBER 2018 Vol 42, No 3 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (3) AUGUST 2018 Vol 42, No 2 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (2) MAY 2018 Vol 42, No 1 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (1) FEBRUARY 2018 Vol 41, No 4 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (4) NOVEMBER 2017 Vol 41, No 3 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (3) AGUSTUS 2017 Vol 41, No 2 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (2) MEI 2017 Vol 41, No 1 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (1) FEBRUARI 2017 Vol 40, No 3 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (3) OKTOBER 2016 Vol 40, No 2 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (2) JUNI 2016 Vol 40, No 1 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (1) FEBRUARI 2016 Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015 Vol 39, No 2 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (2) JUNI 2015 Vol 39, No 1 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (1) FEBRUARI 2015 Vol 38, No 3 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (3) OKTOBER 2014 Vol 38, No 2 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (2) JUNI 2014 Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014 Vol 37, No 3 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (3) OKTOBER 2013 Vol 37, No 2 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (2) JUNI 2013 Vol 37, No 1 (2013): Buletin Peternakan Vol. 37 (1) Februari 2013 Vol 36, No 3 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (3) Oktober 2012 Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012 Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012 Vol 35, No 3 (2011): Buletin Peternakan Vol. 35 (3) Oktober 2011 Vol 35, No 2 (2011): Buletin Peternakan Vol. 35 (2) Juni 2011 Vol 35, No 1 (2011): Buletin Peternakan Vol. 35 (1) Februari 2011 Vol 34, No 3 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (3) Oktober 2010 Vol 34, No 2 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (2) Juni 2010 Vol 34, No 1 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (1) Februari 2010 Vol 33, No 3 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (3) Oktober 2009 Vol 33, No 2 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (2) Juni 2009 Vol 33, No 1 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (1) Februari 2009 Vol 32, No 3 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (3) Oktober 2008 Vol 32, No 2 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (2) Juni 2008 Vol 32, No 1 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (1) Februari 2008 Vol 31, No 4 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (4) November 2007 Vol 31, No 3 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (3) Agustus 2007 Vol 31, No 2 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (2) Mei 2007 Vol 31, No 1 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (1) Februari 2007 Vol 30, No 4 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (4) November 2006 Vol 30, No 3 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (3) Agustus 2006 Vol 30, No 2 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (2) Mei 2006 Vol 30, No 1 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (1) Februari 2006 Vol 29, No 4 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (4) November 2005 Vol 29, No 3 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (3) Agustus 2005 Vol 29, No 2 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (2) Mei 2005 Vol 29, No 1 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (1) Februari 2005 Vol 28, No 4 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (4) November 2004 Vol 28, No 3 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (3) Agustus 2004 Vol 28, No 2 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (2) Mei 2004 Vol 28, No 1 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (1) Februari 2004 Vol 27, No 4 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (4) November 2003 Vol 27, No 3 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (3) Agustus 2003 Vol 27, No 2 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (2) Mei 2003 Vol 27, No 1 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (1) Februari 2003 Vol 26, No 4 (2002): Buletin Peternakan Vol. 26 (4) November 2002 Vol 26, No 1 (2002): Buletin Peternakan Vol. 26 (1) Februari 2002 Vol 25, No 4 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (4) November 2001 Vol 25, No 3 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (3) Agustus 2001 Vol 25, No 2 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (2) Mei 2001 Vol 25, No 1 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (1) Februari 2001 Vol 24, No 4 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (4) November 2000 Vol 24, No 3 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (3) Agustus 2000 Vol 24, No 2 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (2) Mei 2000 Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000 Vol 23, No 4 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (4) November 1999 Vol 23, No 3 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (3) Agustus 1999 Vol 23, No 2 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (2) Mei 1999 Vol 23, No 1 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (1) Februari 1999 Vol 22, No 4 (1998): Buletin Peternakan Vol. 22 (4) November 1998 Vol 21, No 3 (1997): Buletin Peternakan Vol. 21 (3) November 1997 Vol 21, No 1 (1997): Buletin Peternakan Vol. 21 (1) April 1997 Vol 20, No 2 (1996): Buletin Peternakan Vol. 20 (2) Desember 1996 Vol 20, No 1 (1996): Buletin Peternakan Vol. 20 (1) Juni 1996 Vol 19, No 2 (1995): Buletin Peternakan Vol. 19 (2) Desember 1995 Vol 19, No 1 (1995): Buletin Peternakan Vol. 19 (1) Juni 1995 1995: BULETIN PETERNAKAN SPECIAL EDITION 1995 Vol 18, No 4 (1994): Buletin Peternakan Vol. 18 (4) Desember 1994 Vol 17, No 1 (1993): Buletin Peternakan Vol. 17 (1) Juni 1993 Vol 16, No 1 (1992): Buletin Peternakan Vol. 16 (1) Desember 1992 Vol 15, No 2 (1991): Buletin Peternakan Vol. 15 (2) Desember 1991 Vol 15, No 1 (1991): Buletin Peternakan Vol. 15 (1) Juni 1991 Vol 14, No 2 (1990): Buletin Peternakan Vol. 14 (2) Desember 1990 Vol 14, No 1 (1990): Buletin Peternakan Vol. 14 (1) Juni 1990 Vol 13, No 1 (1989): Buletin Peternakan Vol. 13 (1) September 1989 Vol 11, No 2 (1987): Buletin Peternakan Vol. 11 (2) September 1987 Vol 11, No 1 (1987): Buletin Peternakan Vol. 11 (1) Maret 1987 More Issue