cover
Contact Name
Lailatul Fitria
Contact Email
lailatulfitria@iainkediri.ac.id
Phone
+6285608090122
Journal Mail Official
jurnalspiritualita@iainkediri.ac.id
Editorial Address
SPIRITUALITA: Journal Ethics and Spirituality Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Jln. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality
ISSN : 26141043     EISSN : 26547554     DOI : https://doi.org/10.30762/spiritualita
The focus of articles published on the SPIRITUALITA journal is divided into two categories: Ethics and Spirituality
Articles 183 Documents
Pemaknaan Agama Komunitas Tombo Ati (Analisis Pemikiran Keagamaan) Muhammad Zuhdi
Spiritualita Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.224 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i1.1510

Abstract

Klaim kebenaran Islam secara sepihak terjadi antara lain karena pemaknaan agama yang dilakukan secara tekstual dogmatic dengan mengabaikan aspek kontekstual filosofis, historis, sosiologis dan antropologis. Pemaknaan yang dilakukan secara tekstual dogmatik melahirkan pemahaman keagamaan yang syariat  sentris  yang cenderung hitam  putih  dalam melihat dan menilai persoalan khususnya yang terkait dengan perbedaan paham atau aliran. Tulisan ini mencoba menyuguhkan sebuah realitas keagamaan yang secara sosiologis merupakan bagian dari masyarakat tapi memiliki perbedaan signifikan khususnya jika dibandingkan dengan aliran mainstream. Realitas tersebut direpresentasikan oleh sebuah komunitas keagamaan yang bernama Komunitas Tombo Ati yang dalam tulisan ini yang dikaji adalah pemikiran keagamaan ketuanya yang bernama Ahmad Luthfi (Gus Luthfi). Teori yang digunakan adalah sosiologi agama dalam perspektif Durkheim dan Nottingham. Metode yang digunakan adalah etnometodologi. Tulisan ini menunjukkan bahwa pemaknaan agama Komunitas Tombo Ati memunculkan pemahaman keagamaan yang unik karena lebih lebih mengedepankan aspek intrinsik atau nilai-nilai hakikat dari agama.
Psikologi Shalat (Kajian Tematik Ayat-Ayat Shalat Dengan Pendekatan Psikologi Perspektif Muhammad Bahnasi) Ibnu Hajar Ansori; Nailul Hubbah Harisah; Mohammad Fathan Asyrofi; Ahmad Khoirul Rooziqiin
Spiritualita Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.089 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i1.1512

Abstract

Artikel ini merupakan kajian tematik ayat-ayat shalat yang digali melalui paradigma integrasi-interkoneksi dengan pendekatan ilmu psikologi perspektif Muhammad Bahnasi. Dari hasil penelitian diperoleh sebuah kesimpulan bahwa Shalat merupakan sebuah portofolio kehidupan. Dalam kehidupan tersebut ada proses penghambaan kepada Tuhan Sang Pencipta (al-An'am ayat 102) sebagai jalan menuju kesempurnaan. Didalamnya ada kedisiplinan (an-Nisa 103), pemusatan pikiran, kecerdasan akal, kestabilan emosi, kesehatan fisik (al-Maidah ayat 6) dan jiwa (al-Baqarah ayat 45). Shalat juga memuat pesan kesalehan sosial untuk membangun integritas kehidupan sosial dalam bermasyarakat dan bernegara. Di dalamnya  ada  pesan  kesatuan,  kerukunan  masyarakat  (an-Nisa  ayat 102), tanggung jawab kolektif (al-asyr ayat 3), kekuatan  masyarakat, serta perubahan sosial (al-‘Ankabut ayat 45) menuju kondisi yang lebih baik. Pesan-pesan yang dimuat dalam shalat tersebut selanjutnya dapat diformulasikan menjadi sebuah konsep untuk membentuk pribadi yang berkarakter positif, saleh secara spiritual dan saleh secara sosial.
Fenomena Tarekat Dalam Tradisi Pesantren (Analisis Sosio Historis terhadap Perkembangan Tarekat dan Pesantren di Indonesia) Saiful Mujab
Spiritualita Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.224 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i1.1513

Abstract

This project involves discovering how the spiritually tradition especially tarekat is exist in the pesantren in Indonesia. The goal of this research proves the phenomenon that pesantren and spirituality tradition are strongly linked and connected between each other. Several spiritualities in pesantren are; tarekat, tirakat, berkah, akhlaq/etic and others. This article is arranged based on library research and comparing several references by some books, articles and jurnals. Furthermore this research also takes some of statements, explanations, speeches and etc that related with this concern. Hopefully, this article will give a contribution to the discussion about tarekat, spirituality and pesantren in Indonesia.
Perwujudan Sabar Para Nabi Nur Aziz Afandi
Spiritualita Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.543 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i1.1514

Abstract

Allah menurunkan masalah kepada setiap manusia di muka bumi begitu juga kepada nabi. Masalah yangAllah berikan kepada manusia merupakan wujud ujian dan cobaan bagi manusia. Kesabaran merupakan mutiara iman, dengan kesabaran yang dimilikinya seseorang akan menjadi beruntung, bahagia dan mendapatkan keajaiban dari Allah. Akan tetapi sabar bukanlah hal yang mudah dilakukan. Berikut ini adalah penelitian pustaka yang menjelaskan bagaimana wujud kesabaran para nabi saat dihadapkan kepada permasalahan. Penelitian ini dilakukan terhadap kisah-kisah kesabaran para nabi yang diambil dari Al-Quran. Peneliti menganalisa kisah kesabaran 4 nabi yaitu nabi Musa as., nabi Zakariya as., nabi Yusuf as., dan nabi Muhammad SAW. Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan tiga macam perwujudan sabar yang antara lain adalah diamnya hati dan perilaku disertai mengingat Allah. Sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Musa saat melakukan perjalanan dengan nabi Khidir, dilakukan oleh nabi Zakariya saat menanyakan alasan memiliki anak dan dilakukan oleh nabi Yusuf saat diminta oleh ayahnya tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Diamnya hati dengan mengingat Allah dan tetap melaksanakan perintah. Hal ini terjadi saat Rasulullah melakukan perintah dakwah akan tetapi mendapatkan perlakuan yang menyakitkan. Tenangnya hati dan tindakan saat melakukan serangan jika mendapatkan serangan akan tetapi dengan cara tidak melampaui batas atau dilakukan sewajarnya. Hal ini seperti saat Rasulullah dan umatnya mendapatkan serangan dari orang kafir yang membayakan nyawa Rasulullah dan umatnya.
Konsep Tasawuf Substantif Dalam Muhammadiyah Imam Masrur
Spiritualita Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.96 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i1.1515

Abstract

This research is exploring Islamic Sufism concept of the Muhammadiyah Organization. Formally,Muhammadiyah refuses classical sufism like Naqsabandiyah, Qadiriyah and etc. According to Muhammadiyah, sufism is often deviated into a tarekat by strict ritual practices, self isolated, and being unmindful people.Thisview motivates Muhammadiyah to make another concept of sufism accordingto Islam. The result explains that achieving spiritual grace are by reciting holy Quran, doing more sholat sunnah, zikir, fasting, and etc that in Islamics role. Muhammadiyah practices sufism in pure religious service and non-pure religious service according to Quran and hadist; it is called by substantive sufism. Sufism meant sincere, patient, tawakkal based on Prophets guide and only Allah. It is also meant as a balancing of material and spiritual, worldly and eschatological matters that based on Al-Quran and Sunnah. It is alsodenySufism that oriented with khalwat and reject the world. Another, the important of Muhammadiyahs attitude are faithful, doing religious service obediently, and being good human in environment. This is the sufism orientation that is not related with negative view like isolated, doing unusual, having faith by speculation and isolated from environment.
Elemen-Elemen Psikologi Islami Dalam Pembentukan Akhlak Nur Hasan
Spiritualita Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.233 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i1.1516

Abstract

Elemen-elemen psikologi Islami adalah terdiri dari tiga aspek dan enam dimensi.Ketiga aspek itu adalah aspek jismiah (fisik, biologis), aspek nafsiah (psikis, psikologi), dan aspek rohaniah (spiritual, transcendental). Aspek nafsiah adalah keseluruhan kualitas kemanusiaan, berupa: pikiran, perasaan, kemauan, yang muncul dari dimensi al-nafs, al-aql,dan al- qalb. Aspek rohaniah adalah potensi luhur manusia yang bersumber dari dimensi ar-ruh, dan al-fitrah.Dalam proses pembentukan akhlak dapat digunakan beberapa metode yaitu dengan metode teladan, karena dengan metode teladan seseorang bisa mempengaruhi diri untuk berubah karena manusia cepat meniru orang lain. Metode pembentukan akhlak yang kemudian mengubah seluruh sifat-sifat baik menjadi kebiasaan. Dengan mencari ilmu pengetahuan juga bisa dimasukkan dalam pembentukan akhlak, karena pengetahuan biasadiperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan, pikiran, pengalaman, panca indera, dan intuisi untuk mengetahui sesuatu tanpa memperhatikan objek, cara, dan kegunaannya. Metode nasihat, dengan metode ini pendidikan dapat menanamkan pengaruh yang baik ke dalam jiwa apabila digunakan dengan cara yang dapat mengetuk relung jiwa.
Puisi Sufistik Jalaludin Rumi Tentang Makna Kematian (Analisis Psikoanalisis Jacques Lacan Pada Makna Kematian) A Zahid
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.572 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1869

Abstract

The Sufistic poem Jalaludin Rumi signals the living creature that death is a real entity. However, death is illustrated as a pleasant experience for believers, a last resort to the creator. Death is not frightening, but "death" is a symbolic message of desire in the next life by improving our attitudes and behavior. While in the poetry of Rumi the discourse of "Death" has a double dimension: in psychoanalysis the dimension of self (self) which performs self-identification becomes a passive-narcissistic desire, and in ethical-social discourse becomes a social self (collective subject), but the latter never happens because the real never identifies: free subjects never materialize. In the real world, the subject's desires are not satisfied. The meaning of death is always symbolized in the form of "burial" so that humans are defined if death is something scary.
Spiritualitas Kyai Abdul Karim-Lirboyo (Sebuah Keteledanan Dari Kyai Sederhana Yang Penuh Ketawadlu’an Pendiri Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur) Saiful Mujab; Muhammad Zuhdi; Abu Syamsudin
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.315 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1870

Abstract

This paper will outline the important side of a pesantren, namely "spirituality". Specifically, this study will examine the sirrah (life story) of the founder of the largest Salaf pesantren in Indonesia, namely Lirboyo-Kediri. He is K.H. Abdul Karim. The research hopefully would like give a useful description of the exemplary and spirituality of the kyai Abdul Karim to the dear readers. based on field observations, interviews with various sources and written literature this research was built. Finally, the author will present this research with descriptive narrative.
Upaya Pembentukan Akhlak Melalui Kegiatan Pramuka di Madrasah Aliyah Sunan Gunung Jati Gurah Muhammad Nur Adam
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.307 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1871

Abstract

Nilai-nilai akhlak dalam kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati termaktub dalam Kode Etik Gerakan Pramuka yaitu Dasa Darma. Didalamnya memuat akhlak seseorang terhadap Allah (hablum minallah) dan akhlak seseorang dengan sesama manusia dan alam (hablum minannas). Implementasi nilai-nilai akhlak melalui kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati adalah dengan menerapkan dasa darma pramuka. Dari implementasi tersebut dapat terbentuk akhlak religious, cinta lingkungan, peduli sesama, keberanian, disiplin, tanggung jawab, ketaatan, dan demokratis. Faktor pendukung upaya pembentukan akhlak melalui kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati adalah lingkungan, dukungan dari orang tua, peran Pembina, kemandirian siswa, serta dukungan dari sekolahan. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya durasi kegiatan, keterbatasan porsi Pembina, ketidakajegan siswa mengikuti latihan, sarana dan prasarana.
Implementasi Zuhud Dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang Siti Naylurrohmah
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1625.964 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1872

Abstract

Penanaman Nilai-Nilai Zuhud dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng terlihat melaui pengajian akbar (ngaji kubro) kitab Minhajul Abidin yang di selenggarakan oleh Pembina Pondok Pesantren Putri Tebuireng, selain itu juga tertananamkan melalui 5 prinsip dasar tebuireng yang di ajarkan oleh Hadratus Syekh KH. M. Hasyim Asyari. Disisi lain, pendidikan atau pengarahan dari orang tua pun menjadi penting ketika santri hidup di lingkungan pesantren, hal ini secara tidak langsung tertanam dalam diri seorang santri sikap zuhud dalam kehidupan sehari-harinya, namun pembelajaran atau arahan untuk hidup sederhana. Dan tentunya nilai zuhud tersebut tumbuh dalam diri masing-masing santri atau kesadaran masing-masing santri. Seperti halnya pemahaman zuhud bukan meninggalkan dunia secara penuh, namun memanfaatkan, mengambil dunia seperlunya untuk kepentingan akhirat, dan lebih yakin dengan apa yang digenggaman Allah lebih Agung daripada apa yang ada digenggaman manusia. Implementasi Zuhud dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng terlihat dari 5 prinsip dasar Pesantren Tebuireng yakni ikhlas, jujur, kerja keras, tanggung jawab, dan toleransi. Kelima prinsip dasar Pesantren tebeuireng sekaligus indikator disetiap nilai prinsip tersebut, dapat membentuk perilaku zuhud santri dan menerapkan zuhud dalam kehidupan sehari-harinya.

Page 4 of 19 | Total Record : 183