cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 4 (2022)" : 20 Documents clear
Perjuangan Wanita dalam Novel Ana Crita ing Pinggire Tebon Karya Tulus Setiyadi: Kajian Feminisme Armanda Yusuf Setiawan; Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.164 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1296-1315

Abstract

Perjuangan menghasilkan beberapa upaya untuk lepas dari kesengsaraan, termasuk dari kesengsaraan kemiskinan, pengangguran, kesejahteraan, dan lain-lain. Penelitian ini mengangkat tentang pejuangan wanita. Tujuan penelitian ini ialah membahas tentang perjuangan wanita yang digambarkan dari salah satu tokoh yang bernama Wiyani dalam novel dengan judul Ana crita ing Pinggire Tebon karya Tulus Setiyadi yang terbit pada tahun 2021. Pertama menggambarkan wujud perjuangan wanita, kedua menjelaskan sikap masyarakat terhadap perjuangan wanita, dan ketiga menjelaskan wujud kemandirian wanita dalam novel ACPT. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yakni feminisme liberal yang dimana cocok dengan bangsa Indonesia karena menjunjung tinggi emansipasi wanita. Data penelitian berupa penggalan cerita berwujud frasa, kata, kalimat-kalimat, serta dialog yang memiliki gambaran tentang perjuangan wanita. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka yang memiliki 4 tahapan, yakni membaca, mencatat, mengumpulkan data, dan memilah. Cara menganalisis menggunakan 3 tahapan, pertama reduksi data, kedua menjelaskan data, dan terakhir kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan wujud perjuangan wanita untuk lepas dari genggaman mafia perdagangan perempuan, perjuangan mengangkat ekonomi keluarga, ketidak relaan dan menghargai perjuangan wanita dari pacar tokoh, kesedihan orang tua tokoh, sikap memberi pertolongan dari tetangga tokoh, dan kemandirian tokoh yang digambarkan melalui beberapa pekerjaan yang dilakukan tokoh Wiyani dalam novel ACPT. Kata Kunci : feminisme, perjuangan, wanita
Kecemasan dan Tindakan Tokoh Utama Dalam Novel Pinatri Ing Teleng Ati Karya Tiwiek S.A (Kajian Psikologi Sastra Albert Bandura) Firda Ayu Uki Milenia Sakur; Bambang Purnomo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.989 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1276-1295

Abstract

Novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek S.A merupakan salah satu novel yang menceritakan tentang peristiwa yang paling sering terjadi di masyarakat, yaitu korban pemerkosaan yang menyebabkan korban mengalami trauma hingga kecemasan yang berlebihan. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori kepribadian Albert Bandura karena selaras dengan bagaimana tokoh utama menyelesaikan tiap masalah yang dapat dipelajari di masa depan. Selain itu, teori Albert Bandura juga lebih berfokus pada sifat yang dimiliki oleh tokoh utama sehingga peneliti bisa mendapatkan sisi lain dari tokoh Minten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Minten dalam novel Pinatri Ing Teleng Ati merasakan kecemasan yang begitu dalam karena merasa selalu mendapatkan nasib buruk disetiap perjalanan hidupnya setelah diperkosa oleh majikannya, terlebih ia juga kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dengan kondisi yang sedang hamil. Dari perasaan cemas itulah tokoh Minten tidak menyadari bahwa ia sudah terlanjur hilang kendali. Maka ada tiga cara untuk mengatasi kecemasan yang dialami tokoh Minten, yaitu (1) menjauh dari orang lain, (2) menerima diri sendiri, dan (3) membuka lembaran hidup baru. Kata kunci : korban pemerkosaan, teori Albert Bandura, dan kecemasan.
Asmara Dalam Dongeng Keong Mas Dan Cerita Mitos Korea Snail Bride (Kajian Sastra Bandingan) Merisa Ratulangi; Bambang Punomo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.677 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1257-1275

Abstract

Asmara adalah salah satunya topik yang paling disenangi oleh pembaca, karena topik asmara itu memang tidak ada habisnya alias masih jadi obrolan orang zaman sekarang. Seperti beberapa kisah cinta romantis yang seringkali menyertai dongeng tersebut agar terkesan lebih menarik bagi pendengar. Contohnya yang ada di dalam dongeng Keong Mas yang asalnya dari Indonesia dan Snail Bride yang asalnya dari negara Korea. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bentuk asmara dari kedua dongeng tersebut, lalu bisa jadi wawasan untuk generasi muda mengenai bentuk dari asmara. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lalu teknik pangumpulanya ialah studi pustaka. Sumber datanya dari Resourceful Indonesian yang berupa pdf cerita Keong Mas serta lewat Ensyclopedia Of Korean Folk Culture yang judul “Ureonggaksi” dan teknik analisisnya adalah mengolah dan memersiapkan data, membaca data, menganalisis lebih detail, meneliti persamaan serta perbandingannya. Hasil penjelasan dari artikel ini ialah asmara memliki beberapa tanda-tanda yaitu a) ada unsur ketertarikan dan rasa senang b) pasti teringat kepada hal yang sepele c) ada pangorbanan d) adanya daya tarik seksual. Kata Kunci : asmara, cerita, sastra bandingan
Tradisi Nyekar di Punden Eyang Ki Ageng Gedhe di Dusun Medeleg Desa Tampingmojo Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang: Tintingan Folklor Shinta Nuryah Firdaus; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.296 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1217-1236

Abstract

Tradisi Nyekar di Punden Eyang Ki Ageng Gedhe merupakan tradisi yang tumbuh di masyarakatDusun Medeleg Desa Tampingmojo Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Tradisi tersebutdilaksanakan sejak jaman dahulu dan tidak diketahui tahun berapa. Tradisi tersebut dilaksanakansetiap malam Minggu, malam Senin, dan malam Jumat Legi. Penelitian ini akan membahasbagaimana awal mula tradisi, kemudian bagaimana prosesi tradisi, bagaimana ubarampe danmakna tradisi, bagaimana fungsi tradisi, dan bagaimana perubahan tradisi. Tujuan dari penelitianini untuk mendeskripsikan bentuk dari tradisi nyekar tersebut dengan menggunakan TintinganFolklor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumberdata penelitian yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan datayang digunakan peneliti yaitu wawancara dan dokumentasi. Pada pelaksanaan tradisi terbagi atastiga prosesi, yaitu (1) Prosesi meminta kekayaan, (2) Prosesi slametan, (3) Prosesi meminta doarestu. Pada prosesi-prosesi tersebut terbagi atas tiga bagian yaitu pembukaan, pelaksanaan, danpenutup. Ubarampe yang digunakan dalam tradisi ini berupa dupa, bunga setaman, dan tumpengan.Fungsi dari tradisi tersebut yaitu (1) Sebagai sistem proyeksi, (2) Sebagai sarana pembelajaran, (3)Sebagai sarana alat pengendali sosial, dan fungsi lainnya (4) sebagai pelestarian budaya. Perubahanpada tradisi tersebut terbagi atas (1) Faktor internal, dan (2) Faktor eksternal.Kata Kunci: Tradisi, Tintingan Folklor, Tradisi Nyekar di Punden Eyang Ki AgengGedhe.
Owah Gingsire Tradisi Perhitungan Weton Pengantin di Desa Sidorejo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro: Tintingan Folklor Isma Nur Alisa; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.188 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1237-1256

Abstract

Tradisi perhitungan weton pengantin merupakan salah satu wujud tradisi yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat di desa Sidorejo yang diwariskan dengan cara turun-temurun mulai dari jaman dahulu hingga sekarang. Tradisi perhitungan weton pengantin termasuk salah satu bagian dari tradisi lamaran yang mana ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain yaitu neptu & pasaran Jawa, bulan & tahun Jawa, penjumlahan weton, ringkelan, dan hari naas. Fokus penelitian yang akan dijelaskan dalam penelitian ini yaitu: (1) sejarah, (2) tata cara, (3) makna dan ubarampe, (4) fungsi, dan (5) sebab perubahan tradisi. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan beberapa konsep yang digunakan untuk menjelaskan penelitian tentang tradisi tersebut. Teori folklor oleh Danandjaja digunakan untuk menjelaskan wujud dari tradisi. Teori semiotik dari Pierce digunakan untuk menjelaskan makna dalam tata cara dan ubarampe yang terkandung dalam tradisi. Konsep fungsi dari Bascom digunakan untuk menjelaskan fungsi dari tradisi serta konsep sebab perubahan tradhisi dari Koentjaraningrat dan Sukarman digunakan untuk menjelaskan sebab perubahan yang ada dalam tradisi tersebut. Penelitian tentang tradisi perhitungan weton pengantin menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dan sumber data yang digunakan merupakan hasil wawancara dari narasumber. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi dengan cara observasi secara langsung. Tata cara untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Burhan yang terbagi dalam enam tahap. Hasil dari penelitian tentang tradisi perhitungan weton pengantin yaitu merupakan salah satu bagian dari tradisi lamaran yang masih dilestarikan hingga sekarang. Tradisi perhitungan weton pengantin diadakan dengan tujuan menentukan hari yang baik dan tepat untuk melangsungkan acara pernikahan. Tradisi perhitungan weton pengantin memiliki beberapa fungsi, antara lain yaitu sebagai sarana untuk meminta keselamatan terhadap Tuhan, sarana untuk mencocokkan weton calon kedua pengantin, untuk melestarikan tradisi dan budaya Jawa, dan sarana pembelajaran bagi generasi muda. Kata Kunci: Tradisi, Perhitungan Weton Pengantin, Folklor Setengah Lisan.
Pengembangan Media Komik Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Rakyat Kelas VII-A SMP Tamansiswa DEA ARYA SAMPURNA; LATIF NUR HASAN
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.474 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1337-1350

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengembangan Media Komik Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Rakyat Kelas VII-A SMP Tamansiswa Kota Mojokerto” merupakan penelitian yang akan mengahasilkan produk berupa media pembelajaran komik. Media tersebut dapat dijadikan alternatif dalam kegiatan pembelajaran, seperti pada pembelajaran teks cerita rakyat. Media pembelajaran ini akan membuat suasana baru dalam pembelajaran karena siswa tidak hanya menggunakan buku atau papan tulis seperti yang biasa mereka lakukan melainkan belajar dengan menggunakan media pembelajaran komik. Hal tersebut akan membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Dengan menggunakan medhia pembelajaran komik ini, merupakan hal baru bagi siswa kelas VII-A, sehingga dalam kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa semangat siswa dalam belajar. Ketika siswa mempunyai rasa semangat dalam belajar, maka akan mempermudah siswa dalam menerima pembelajaran sehinggamemberi pengaruh nilai yang baik. Dengan demikian media ini juga digunakan sebagai contoh dalam pembelajaran lain. Karena dengan penggunaan media, selain memicu semangat siswa media tersebut juga mempermudah guru dalam memberikan materi kepada peserta didik. Kata kunci : pengembangan media pembelajaran, kualitas media pembelajaran, pembelajaran teks cerita rakyat.
Analisis Wacana Monolog Rubrik Pangudarasa Panjebar Semangat Yulio Murdiana; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.401 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1351-1362

Abstract

Abstrak Didalam masyarakat Jawa terdapat sebuah majalah mingguan berbahasa Jawa yang bernama Panjebar Semangat. Majalah tersebut berisi banyak hal tentang bahasa, sastra, dan budaya Jawa yang terbagi dalam rubrik-rubrik penyusun majalah tersebut. Salah satu rubrik tersebut adalah rubrik pangudarasa. Rubrik tersebut adalah rubrik yang ditulis langsung oleh redaktur majalah tersebut. Jadi, rubrik tersebut merupakan ide atau gagasan pribadi seorang redaktur majalah dalam menyampaikan berita yang bersifat faktual dan terkini. Oleh sebab itu bahasa yang dipakai haruslah bahasa yang memenuhi aturan atau kaidah bahasa dalam penulisan rubrik tersebut agar penyampaian tujuan wacana ke pembaca tidak mengalami perbedaan makna antara penulis dan pembaca. Maka dari itu diadakan sebuah penelitian tentang unsur pembangun wacana tersebut. Penelitian tersebut diberi judul “Analisis Wacana Monolog Rubrik “Pangudarasa” Majalah Panjebar Semangat”. Untuk penelitian ini khusus membahas tentang unsur-unsur koherensi pembangun wacana tersebut. Dalam penelitian ini akan digunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono (2016:9) metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci teknik pengumpulan data dilakukan secara trigulasi. Hasil dari penelitian ini memuat ada 12 jenis unsur koherensi pembangun sebuah wacana, yaitu: (1) penambahan, (2) repitisi, (3) pronomina, (4) sinonimi, (5) totalitas bagian, (6) komparasi, (7) penekanan, (8) kontras, (9) simpulan, (10) contoh, (11) paralelisme, (12) waktu dan tempat. Kata Kunci: wacana, analisis wacana, deskriptif kualitatif, koherensi, unsur koherensi.
Implementasi Budaya Jawa dalam Pendidikan Pramuka Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Mi'rajtin Tasnimatul Fajar Putri; Octo Dendy Andiyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.334 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1316-1336

Abstract

ABSTRAK Kebudayaan Jawa yaitu wujud kompleks dari tata laku manusia, bahasa, perkumpulan sosial, sistem ilmu pengetahuan, peralatan, teknologi, pekerjaan, kepercayaan, religi di dalam masyarakat. Selaras dengan tujuan filsafat Jhon Dewey mengenai progesivisme, Pramuka Kertosono menjadi gerakan intelektual yang mendukung adanya pelestarian refleksi filosofis dalam ranah pendidikan. Penelitian ini membahas dan menjabarkan implementasi budaya Jawa dalam pendidikan Pramuka Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, berdasarkan filsafat Jhon Dewey. Tujuannya, untuk mengetahui budaya Jawa dalam pendidikan Pramuka Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk dan mengetahui tata cara melestarikan budaya Jawa yang diimplementasi dalam pendidikan Pramuka Pramuka Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan fenomenologi. Implementasi kebudayaan Jawa dalam pendidikan Pramuka yang berupa semboyan, yaitu Tata, Titi, Tatas, Titis, dan Sabda Pandhita Ratu. Implementasi kebudayaan Jawa dalam pendidikan Pramuka yang berupa tradisi, yaitu siraman, tumpengan dan makan bersama, jurit malam, nembang dolanan, serta menari tradisional. Yang terakhir, implementasi kebudayaan Jawa dalam pendidikan Pramuka berupa peralatan, yaitu pusaka dan kentongan. Kata kunci: Budaya, tradisi, filosofi, implementasi.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android E-Macer Untuk Materi Cerkak di MTS Darul Ulum Waru Wisnu Bayu Putra; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.319 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1197-1216

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa di MTs Darul Ulum Waru masih menggunakan metode konvensional, terutama materi cerkak. Hal tersebut menyebabkan siswa kesulitan memahami materi. Maka dibutuhkan media pembelajaran yang menggunakan metode konseptual, salah satunya aplikasi android e-macer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran aplikasi android e-macer dan efektivitas penggunaan media tersebut. Prosedur penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation) yang dijabarkan oleh Dick and Carey. Populasi dan sampel penelitian ini adalah kelas VIII H dan I yang berjumlah 62 siswa. Hasil penilaian ahli media dan ahli materi mendapatkan skor 84,05% dan skor 89,48% artinya layak digunakan di kelas. Efektivitas uji coba produk menghasilkan nilai pretest 64,88% dan nilai post tes dengan nilai 81,90%. Hal tersebut menunjukkan perubahan signifikan terhadap penggunaan media pembelajaran aplikasi android e-macer. Kesimpulan penelitian ini adalah media pembelajaran aplikasi android e-macer mampu meningkatkan kemampuan siswa dan menarik minat belajar siswa. Kata Kunci: pengembangan aplikasi android, efektivitas, cerkak
Wujud Penggunaan Prinsip Kerjasama serta Implikatur Percakapan antar Tokoh dalam Film Turah karya Wicaksono Wisnu Legowo (Kajian Pragmatik) Ropi'ah Ropi'ah; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.741 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1363-1384

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud penggunaan prinsip kerjasama beserta implikatur percakapan antartokoh dalam film Turah karya Wicaksono Wisnu Legowo dengan kajian pragmatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Objek kajiannya yaitu film Turah karya Wicaksono Wisnu Legowo yang diproduksi oleh Fourclours Film. Analisis penelitian berpusat pada wujud pematuhan prinsip kerjasama, wujud pelanggaran prinsip kerjasama, dan makna pragmatis implikatur percakapan dari objek kajian yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaiku teknik operasional dasar yaitu penyimakan dan pencatatan. Kemudian keseluruhan data dikodifikasi dan dianalisis miturut panggolongannya masing-masing. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini, ditemukannya 12 data percakapan maksim kualitas, yang terbagi dalam 7 data pematuhan prinsip dan 5 data pelanggaran prinsip. Kemudian 27 data percakapan maksim kuantitas, yang terbagi dalam 10 data pematuhan prinsip dan 17 data pelanggaran prinsip. Didalam maksim relevansi, ditemukan 24 data percakapan yang terdiri dari 4 data pematuhan prinsip dan 20 data pelanggaran prinsip. Terkahir, ditemukan 23 data percakapan maksim cara yang terdiri dari 14 data pematuhan prinsip dan 9 data pelanggaran prinsip. Serta ditemukannya 32 data implikatur percakapan umum lan 54 data implikatur percakapan khusus. Kata Kunci: Prinsip Kerjasama, Pragmatik, Implikatur Percakapan, Makna Pragmatis, Turah.

Page 1 of 2 | Total Record : 20