cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jmei@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Sumedang Jawa Barat, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia
ISSN : 2087748X     EISSN : 25796054     DOI : https://doi.org/10.24198/jmei
Core Subject : Science,
Jurnal Material dan Energi Indonesia (JMEI) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian yang mencakup kajian teoretik, simulasi dan modeling, eksperimen, rekayasa dan eksplorasi dalam bidang Material dan Energi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Redaksi menerima naskah ilmiah hasil penelitian, pikiran dan pandangan, review, komunikasi singkat dalam bidang material dan energi. Petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan dan secara online. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bebestari dan disetujui oleh dewan editor.
Articles 133 Documents
ANALISIS PENGARUH WAKTU INJEKSI GAS CO2 TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON API 5L GRADE B DALAM LARUTAN NaCl 3,5% DAN H2S SRI SURYANINGSIH, WAHYU ALAMSYAH, OTONG NURHILAL, DELI ARDIYATI PERMANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.219 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i01.11152

Abstract

Gas alam merupakan salah satu sumber energi alternatif pengganti sumber energi fosil. Terdapat banyak masalah dalam pengolahan gas alam adalah terjadinya korosi. Korosi CO2 (karbondioksida) merupakan masalah yang banyak dijumpai pada industri pengolahan gas alam terutama pada proses eksplorasi dan penyaluran gas alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju korosi baja karbon terhadap variasi waktu injeksi gas CO2. Lingkungan korosif yang digunakan adalah larutan NaCl yang mengandung gas H2S. Metode uji yang digunakan adalah metode polarisasi dengan ekstrapolasi tafel. Hasil pengujian variasi waktu injeksi gas CO2 dalam larutan NaCl maupun larutan NaCl yang ditambah gas H2S menunjukkan bahwa meningkatnya waktu injeksi gas CO2 dari 0 sampai dengan 60 menit meningkatkan laju korosi baja karbon tipe API 5L Grade B sebesar 5,48 sampai dengan 15,70 mpy. Hal ini sesuai dengan nilai pH yang bersifat asam dan nilai konduktivitas larutan NaCl dan gas H2S, dimana waktu injeksi gas CO2 dari 0 sampai dengan 60 menit meningkatkan nilai konduktivitas sebesar 47,60 sampai dengan 50,73 µS/cm dan mempengaruhi kecepatan transfer elektrik dalam elektolit sehingga kinetika proses korosi material akan berlangsung dengan cepat.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MONOMER PENGGANTI OCTAMETHYLCYCLOTETRASILOXANE DARI HIDROLISIS SENYAWA DICHLORODIMETHYLSILANE DIMAS SANDI; ULFA FAUZIAH; VIRA FUJI ARINI; SONI SETIADJI; DIBA GRACE AULIA; RISDI RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 02 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.93 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i2.32117

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS) merupakan bahan penting yang sering digunakan dalam bedah vitrectomy sebagai cairan pengganti vitreous humor. PDMS telah berhasil disintesis menggunakan monomer Octamethylcyclotetrasiloxane (D4) dan Hexamethyldisiloxane (MM) melalui metode Ring-Opening Polymerization (ROP) yang telah kami laporkan sebelumnya. Namun, monomer D4 tersebut sulit diperoleh di Indonesia dan harganya relative mahal. Dalam penelitian ini, kami telah berhasil mensintesis monomer pengganti D4 melalui hidrolisis Dichlorodimethylsilane (DCMS). Proses hidrolisis diawali dengan mencampurkan DCMS dan dichloromethane (DCM). Milli-Q water kemudian ditambahkan kedalam campuran tersebut secara perlahan dengan rasio DCM: milli-Q water sebesar 2:1. Reaksihidrolisisberlangsungdalamsistemrefluksberpengadukselama120 menitmelaluipemanasan.Sampel monomer yang dihasilkan transparan dan berminyak. Sampel monomer dikarakterisasi untuk mendapatkan nilai viskositas, tegangan permukaan, indeks bias dan gugus fungsi. 
PEMBUATAN FOTOKATALIS SENG OKSIDA TERMODIFIKASI SILIKA SEKAM PADI DIANA RAKHMAWATY, E. EVY ERNAWATI, ATIEK ROSTIKA NOVIYANTI, RUBIANTO A LUBIS, ROEKMIATI TJOKRONE
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.862 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i02.10957

Abstract

Sebagai semikonduktor, ZnO memiliki keuntungan menyerap sinar UV lebih besar dibandingkan semikonduktor lainnya, sehingga membuat ZnO mampu mendegradasi zat warna lebih banyak. Tetapi pada praktiknya ZnO cenderung mengalami aglomerasi sehingga hasil degradasinya lebih sedikit dibandingkan penggunaan semikonduktor lainnya. Untuk mengatasi aglomerasi dari ZnO, dilakukan penambahan SiO2 pada ZnO. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fotokatalis ZnO/SiO2. Tahapan penelitian ini adalah pembuatan fotokatalis ZnO/SiO2 di atas pelat kaca. Untuk mengetahui pengaruh penambahan SiO2 pada ZnO dilakukan analisis menggunakan XRD dan SEM-EDS. Hasil XRD ZnO/SiO2 menunjukkan puncak yang sama dengan hasil XRD ZnO data dari ICSD 157132 dengan strukturnya adalah hexagonal. Sehingga diketahui struktur ZnO tidak berubah setelah penambahan SiO2 sedangkan hasil SEM-EDS menujukkan adanya SiO2 tersangga pada ZnO dengan komposisi 8%
PENGARUH KONSENTRASI NAOH TERHADAP STRUKTUR, MORFOLOGI DAN SIFAT FOTOKATALIS ZNO TERDOPING AL ARIF BAGUS PRAKOSO; RESTI RAHAYU DWI AGUSTINI; ANNISA APRILIA; SRI SURYANINGSIH; LUSI SAFRIANI; AYI BAHTIAR
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3254.423 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i2.29711

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk umat manusia. Kebutuhan air adalah masalah penting karena jumlahnya yang semakin sedikit sedangkan pertumbuhan jumlah manusia yang terus meningkat. Beberapa metode penjernihan konvensional seringkali memberikan dampak samping yang tidak diharapkan, sehingga perlu alternatif pada proses penjernihan air, salah satunya berprinsip pada fotokatalitik. Sifat fotokatalitik dimiliki oleh berbagai bahan semikonduktor berbasis logam oksida, salah satunya seng oksida (ZnO). Untuk mengetahui sifat fotokatalitik Al-ZnO, khususnya pengaruh konsentrasi katalisator NaOH, penelitian ini dilakukan dengan produk hasil serbuk Al-ZnO. Proses sintesis Al-ZnO menggunakan metode sol-gel teknik refluks dengan prekursor dasar seng asetat dihidrat dan dopan alumunium. Variasi yang dilakukan adalah konsentrasi katalisator basa NaOH. Untuk mengetahui pengaruh NaOH terhadap Al-ZnO, beberapa karakterisasi telah dilakukan, diantaranya karakterisasi TEM, SEM, XRD, dan sifat-sifat optik. Karakterisasi TEM dan SEM menunjukkan seluruh sampel bermorfologi nanosphere dengan struktur kristal wurtzit heksagonal. Partikel Al-ZnO memiliki ukuran yang semakin besar untuk konsentrasi NaOH yang tinggi. Komposisi berupa gugus hidroksil lebih banyak muncul pada partikel Al-ZnO untuk konsentrasi NaOH yang tinggi. Pengaruh paling signifikan oleh katalisator NaOH adalah sifat optik berupa keberadaan defect state yang teramati melalui spektrum emisi fotoluminesen. Kemampuan fotokatalitik Al-ZnO diujikan pada larutan pewarna organik methylene blue. Hasil pengujian menunjukkan seluruh variasi memiliki kemampuan menguraikan methylene blue dalam kelajuan yang berbeda. Variasi 0,30 M NaOH (dalam 23 mL) memiliki kelajuan tertinggi karena puncak emisi fotoluminesen yang rendah dan ukuran partikel rata-rata yang kecil
STRUKTUR DAN MORFOLOGI NANO KOMPOSIT CAMPURAN ZEOLIT ABU SEKAM PADI EVA MARLINA GINTING
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5902.173 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v7i01.12803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola difraksi dan morfologi  nano-komposit dengan filler nano partikel zeolit dan abu sekam padi  pada termoplastik high density polyethylene (HDPE).  Campuran yang digunakan abu sekam padi dengan ukuran 53,12 nm dan zeolit 44,46 nm dicampur dengan perbandingan  (70/30, 60/40, 50/50, 40/60, 30/70) wt % dicampur pada internal mixer laboplastomil pada suhu 150 0C dengan laju 60 rpm selama 10 menit. Hasil analisis XRD  terlihat adanya interkalasi antara filler dengan matrik termoplastik HDPE, demikian juga dengan hasil morfologi terlihat kedua campuran homogen
PENGARUH VISKOSITAS LARUTAN TERHADAP KARAKTERISTIK TiO2 NANOFIBER YANG DIBUAT MENGGUNAKAN TEKNIK ELEKTROSPINNING FAJARIAH, AMALIA ROHMAH; APRILIA, ANNISA; FAIZAL, FERRY; SAFRIANI, LUSI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.178 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.40282

Abstract

Titanium dioksida (TiO2) menarik perhatian karena memiliki band gap yang lebar (3,2 eV), luas permukaan yang tinggi, tidak beracun, dan stabilitas termal dan kimia yang baik. TiO2 dalam bentuk nanofiber telah digunakan dalam berbagai aplikasi karena memiliki rasio permukaan volume dan porositas yang tinggi. Pada penelitian ini, telah berhasil dibuat nanofiber TiO2 menggunakan metode electrospinning. Nanofiber TiO2 dihasilkan dari larutan prekursor titanium (IV) isopropoksida (TTIP) dan polivinil asetat dengan variasi viskositas larutan 75 mPas, 100 mPas, dan 140 mPas.  Morfologi, struktur kristal dan sifat optik dari nanofiber TiO2 yang dihasilkan kemudian diamati masing-masing menggunakan scanning electron microscope (SEM), x-ray diffraction (XRD) dan spektroskopi UV-Vis. Pada proses electrospinning digunakan tegangan 12 kV dan jarak ujung jarum ke kolektor sejauh 10 cm, lalu dilakukan proses kalsinasi pada suhu 450oC selama 45 menit. Berdasarkan hasil karakterisasi SEM, larutan dengan viskositas 140 mPas menghasilkan nanofiber yang kontinyu, sedikit beads dan sedikit aglomerasi, meskipun belum homogen. Dari hasil XRD, diidentifikasi bahwa struktur TiO2 yang dihasilkan adalah anatase. Hasil spektroskopi UV-Vis menunjukkan bahwa energy gap dari TiO2 nanofiber untuk masing-masing viskositas adalah 3,2 eV.Kata kunci: TiO2, Nanofiber, Electrospinning, Viskositas, Anatase
UJI STABILITAS BAHAN POLYDIMETHYLSILOXANE SONI SETIADJI; FITRILAWATI FITRILAWATI; NORMAN SYAKIR; RISDIANA RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.049 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i1.23104

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS) merupakan polimer yang sering digunakan dalam bedah vitreoretina sebagai cairan pengganti vitreous humour pada mata. PDMS dengan tiga nilai viskositas yaitu  1,07 Pa.s, 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s telah berhasil di sintesis melalui polimerisasi pembukaan cincin. Dalam penelitian ini, telah dilakukan uji kestabilan sifat-sifat bahan PDMS seperti uji viskositas, transmitansi, indeks bias, tegangan permukaan dan gugus fungsi setelah disimpan selama 90 hari pada suhu ruang untuk menguji stabilitas bahan PDMS. Pada saat setelah sintesis, nilai transmitansi seluruh sampel sebesar 100 % dengan nilai indeks bias masing masing sebesar 1,4040, 1,4092 dan 1,4121 untuk sampel dengan viskositas 1,07 Pa.s, 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s. Untuk nilai tegangan permukaan, sampel dengan viskositas 1,07 Pa.s, memiliki nilai 19 mN/m, sedangkan untuk sampel dengan viskositas 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s. memiliki nilai tegangan permukaan masing-masing sebesar 19,7 mN/m dan 18 mN/m. Ketiga sampel PDMS memiliki serapan gugus fungsi yang menyerupai PDMS standar yaitu terdapat vibrasi ikatan Si–O–Si, Si–CH3, Si–C dan C–H. Ketiga sampel PDMS tersebut tidak mengalami perubahan sifat fisis secara signifikan setelah disimpan selama 90 hari.
PENGARUH KOMPOSISI KROMOFOR RGB PADA BAHAN LUMINISEN BERBASISKAN POLIMER HIBRID TERHADAP KOORDINAT WARNA NORMAN SYAKIR, YOLLA SUKMA HANDAYANI, FITRILAWATI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.382 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i02.9478

Abstract

Bahan aktif untuk sumber cahaya (lighting) pada awalnya dikembangkan dari bahan berbasis fosfor dan semikonduktor seperti AlInGaP dan InGaN. Perkembangan bahan polimer hibrid anorganik-organik telah menghasilkan bahan luminesensi berbasiskan bahan tersebut. Bahan luminesensi tersebut didapat melalui pendopingan polimer hibrid dengan kromofor luminesensi RGB (Red, Green, Blue). Pembuatan bahan luminesen tersebut diawali dengan pembuatan prekursor polimer hibrid dengan metode sol-gel dari monomer TMSPMA (3-(Trimethoxysilyl) propyl methacrylate). Selanjutnya, prekursor tersebut didoping dengan  kromofor luminesensi RGB yang terdiri dari Nile Red (R), Coumarin 6 (G), dan Coumarin 1 (B). Setelah ditambahkan dengan fotoinisiator, bahan prekursor tersebut dibuat menjadi film tipis dengan teknik spincoating dan selanjutnya dikenakan proses fotopolimerisasi. Untuk menghasilkan warna emisi tertentu telah dilakukan variasi komposisi kromofor RGB. Sampel yang didapat selanjutnya diukur spektrum absorbsinya menggunakan spektroskopi UV-Vis dan diukur spektrum emisinya dengan menggunakan λeksitasi 385 nm. Kaitan antara komposisi kromofor dan koordinat warna selanjutnya dihitung dengan menggunakan data spektrum emisi dan persamaan tristimulus XYZ. Hasil yang didapat menunjukkan koordinat warna dari polimer hibrid dengan blend kromofor RGB berada di dalam daerah segitiga putih diagram CIE 1931. Setiap penambahan konsentrasi kromofor maka koordinat warna akan bergeser menuju daerah kromofor tersebut. Diantara bahan luminesensi yang dibuat, koordinat warna sampel dengan komposisi 1:1:1 berada dekat dengan koordinat warna Tungsten yang mempunyai CCT (Correlated Color Temperature) sekitar 2856K, yang dikenal sebagai warm light
ANALISA UKURAN BUTIR BRIKET CAMPURAN SEKAM PADI DENGAN CANGKANG KOPI TERHADAP LAJU PEMBAKARAN DAN EMISI KARBON MONOKSIDA (CO) SRI SURYANINGSIH; KOMALA A AFANDI; OTONG NURHILAL
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.238 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.18066

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dibuat dari limbah biomassa seperti sekam padi dan kulit kopi. Dalam proses pembakaran briket, ukuran butir suatu briket akan mempengaruhi laju pembakaran dan emisi yang dihasilkan, salah satunya adalah emisi karbon monoksida yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju pembakaran dan emisi karbon monoksida optimum dari briket campuran sekam padi dengan kulit kopi berdasarkan ukuran butir dan komposisi pencampuran bahan briket. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengeringan, karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan arang,  pencetakan, pengepresan, serta pengeringan briket, dan dilakukan pengujian briket terhadap laju pembakaran dan emisi karbon monoksida. Didapatkan hasil laju pembakaran tercepat terdapat pada sampel dengan ukuran butir 40 mesh dengan variasi pencampuran bahan 50:50 sebesar 0,0134 gram/sekon. Semakin kasar ukuran briket maka waktu pembakaran briket akan semakin cepat sehingga laju pembakaran yang dihasilkan akan semakin cepat dan briket akan cepat habis terbakar. Sedangkan hasil emisi karbon monoksida terendah terdapat pada sampel dengan ukuran butir 60 mesh dengan variasi pencampuran bahan 50:50  sebesar 601 ppm dengan nilai kalor 4179 kal/gram. Briket yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar karena masih memenuhi standar baku mutu konsentrasi emisi gas maksimum untuk karbon monoksida.
STUDI AWAL PREPARASI FILM TIPIS BAHAN MAGNET CoFe2O4 DENGAN METODE SOL GEL DAN KARAKTERISASINYA T. SARAGI, N. SYAKIR T. H. NAINGGOLAN, C. ALBOIN
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.263 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i01.11157

Abstract

Telah berhasil disintesis bahan magnetik CoFe2O4 dengan metode sol gel. Prekursor Co2+ [Co(CH3COO2)2.4H2O] dan prekursor Fe3+ [Fe(CH3COO2)2.9H2O] dicampur dengan variasi mol persen Co2+: 33%, 40% dan 50%, dilarutkan dalam 2-methaoxyethanol (100 cc) dan diethanolamine (2 cc) dan direfluks pada suhu 70°C selama 12 jam. Hasil pengukuran XRD menunjukkan bahwa phase kristal CoFe2O4 sudah terbentuk, walaupun masih mengandung impuritas Fe2O4 atau Fe3O4. Hasil pengukuran Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan telah terbentuk proses magnetisasi baik pada sampel target dan lapisan tipis. Parameter karakteristik magnetik sampel target dengan 33% Co adalah Mr = 5,3277 emu/gr, Hc =  138,8 Oe. Sedangkan parameter karakteristik magnetik sampel lapisan tipis 33% Co adalah mr = 1,8261´10-4emu, Hc =  651,064 Oe, sampel lapisan tipis 40% Co adalah mr = 3,5997´10-4 emu, Hc =  426,4633 Oe, dan sampel lapisan tipis 50% Co adalah mr = 3,8984´10-4 emu, Hc = 542,5 Oe. Sampel lapisan tipis menunjukkan bahwa karakteristik easy-axis terjadi pada aplikasi medan magnetik tegak lurus bidang sampel. Peningkatan nilai saturasi magnetik sebanding dengan peningkatan persentasi mol Co2+.

Page 6 of 14 | Total Record : 133