cover
Contact Name
Yuniardi Fadilah
Contact Email
fajrulfalah.fib@live.undip.ac.id
Phone
+6285259699793
Journal Mail Official
jurnalwicara@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wicara
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28300904     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan artikel orisinil yang berisi pemikiran kritis dalam ruang lingkup sastra, bahasa, dan budaya kontemporer. Adapun cakupan Jurnal Wicara meliputi: studi sastra interdisipliner; sastra kontemporer; studi sastra teoretik; sastra anak; linguistik; linguistik terapan; studi linguistik interdisipliner; filologi; sastra dan tradisi lisan; dan kebudayaan
Articles 93 Documents
Rukhsah dalam Salat Berdasarkan Naskah Naẓam Rukhṣiyah Karya Kiai Haji Ahmad Rifa’i: Suntingan Teks Disertai Kajian Pragmatik Nur Robiah; Nur Fauzan Ahmad
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 5, No 1: April 2026
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2026.27720

Abstract

Naẓam Rukhṣiyah manuscript is one of the manuscripts written in Javanese using Pegon script. This text contains teachings on rukhsah (legal concessions) in Islamic prayer, particularly qashar (shortened prayer) for travelers and jamak (combined prayer) for the ill. This research aims to present an edited version and translation of the text, as well as to explain its content, specifically the conditions under which a Muslim with a legitimate ‘uzur syar’i (legal excuse) is permitted to perform jamak and qashar prayers. The theories used in this research are philology and pragmatics. The methodology is divided into three parts: data collection, data analysis, and presentation of the analysis results. In the data collection phase, the researcher conducted both field studies and literature reviews. In the data analysis phase, philological theory was applied to present the edited version and translation of the text, while pragmatic theory was used to analyze the teachings within the Naẓam Rukhṣiyah related to rukhsah in jamak and qashar prayers. During the editing process, several philological phenomena were found and noted in the critical apparatus, including lacunae, dittography, additions, and substitutions. The results of this study provide a critical edition of the text aimed at minimizing errors in writing or copying, along with a translation from Javanese into Indonesian. The teachings found in the Naẓam Rukhṣiyah text include; (1) qashar and jamak prayers; (2) Conditions under which qashar is permitted; (3) Conditions for performing jamak taqdim and jamak ta’khir; (4) Combined prayer for those who are ill.
Makna Denotasi dan Konotasi dalam Lirik Lagu Marista Karya A. Hamid (Kajian Semiotika Roland Barthes) Rabiatul Jannah; Dwi Wahyu Candra Dewi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 5, No 1: April 2026
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.0.26629

Abstract

Lirik lagu merupakan hasil imajinasi pengarang yang mengandung makna tersembunyi dan diwujudkan melalui kata-kata indah. Lagu sering kali mencerminkan pengalaman pribadi kerap menjadi inspirasi dalam penciptaan lirik lagu, sehingga diperlukan kajian semantik untuk memahami bagaimana makna denotatif (makna secara harfiah) dan makna konotatif (makna yang mengandung asosiasi, simbolik, atau emosional) digunakan guna menyampaikan pesan serta perasaan dalam lagu. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu Marista karya A. Hamid. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana bentuk makna denotasi dalam lirik lagu Marista karya A. Hamid? 2) Bagaimana bentuk makna konotasi dalam lirik lagu Marista karya A. Hamid? Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu Marista karya A. Hamid dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotasi dalam lirik lagu Marista menggambarkan secara langsung perasaan kehilangan, kesedihan, dan kerinduan yang mendalam terhadap seseorang yang telah pergi. Sementara itu, makna konotasi yang ditemukan meliputi simbol-simbol kesetiaan, luka emosional, dan ketidakberdayaan dalam menghadapi perpisahan yang tidak diinginkan.
HUBUNGAN INTERTEKSTUALITAS KITAB NADẒAM TASYRIḤAH AL-MUḤTĀJ DENGAN KITAB FATHUL QARIB Ananda Firli Prawidya; Moh. Muzakka; Herpin Nopiandi Khurosan
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 5, No 1: April 2026
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2026.30077

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kitab Naẓam Tasyriḥah al-Muḥtāj (NTM) karya K.H. Ahmad Rifa’i dengan fokus pada naskah koleksi Kiai Azka Badruzzaman di Kendal. Naskah ini ditulis dengan aksara Arab Pegon dan berbahasa Arab-Jawa, membahas fikih muamalah khususnya bab jual-beli dalam mazhab Syafi’i. Metode pengumpulan data yang digunakan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan dengan dua teknik, yaitu teknik studi lapangan dan studi pustaka. Pada tahap analisis data, kajian dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu filologi dan intertekstual. Pendekatan filologi digunakan untuk mendeskripsikan, mentransliterasi, menyunting, dan menerjemahkan teks Kitab NTM agar dapat dipahami secara lebih utuh pada masa kini. Sementara itu, analisis intertekstual digunakan untuk membandingkan Kitab NTM dengan Kitab Fatḥul Qarib (FQ) karya Syekh Ibnu Qasim al-Ghazzi, guna melihat bentuk keterkaitan dan proses transformasi teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab NTM Kendal memiliki struktur nazam yang sistematis serta masih terjaga keaslian teksnya meskipun terdapat beberapa kesalahan penyalinan. Secara intertekstual, hubungan keduanya dapat dilihat dari keterkaitan latar sosial-historis yang sama-sama berasal dari ajaran fikih mazhab Syafi’i. Selain itu, secara tekstual Kitab NTM merupakan saduran dari Kitab FQ yang dapat dilihat dari adanya proses penyerapan (absorpsi) isi hukumnya, mentransformasi (transformasi) bentuk prosa Arab menjadi nazam, dan mereartikulasi (reartikulasi) ajaran fikih ke dalam konteks sosial masyarakat Jawa pada abad ke-19. Dengan demikian, Kitab NTM memperlihatkan bawa K.H. Ahmad Rifa’i tidak sekadar terpengaruh oleh Kitab FQ, tetapi juga berperan aktif dalam mengadaptasi wacana fikih Syafi’i menjadi teks lokal yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan masyarakat pada masanya.

Page 10 of 10 | Total Record : 93