cover
Contact Name
Yuniardi Fadilah
Contact Email
fajrulfalah.fib@live.undip.ac.id
Phone
+6285259699793
Journal Mail Official
jurnalwicara@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wicara
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28300904     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan artikel orisinil yang berisi pemikiran kritis dalam ruang lingkup sastra, bahasa, dan budaya kontemporer. Adapun cakupan Jurnal Wicara meliputi: studi sastra interdisipliner; sastra kontemporer; studi sastra teoretik; sastra anak; linguistik; linguistik terapan; studi linguistik interdisipliner; filologi; sastra dan tradisi lisan; dan kebudayaan
Articles 83 Documents
Analisis Politik Seksualitas Novel Re: dan Perempuan Karya Maman Suherman (Kajian Sosiologi Sastra) Dewangga, Radiatri Mahardika; Waluyo, Sukarjo; Widyawati, Marta
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.24464

Abstract

AbstrakPenelitian politik seksualitas novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman bertujuan untuk mengungkap hubungan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki sebagai implikasi dari perbedaan seksual yang dipengaruhi oleh budaya patriarki dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori sexual politics dari Kate Millett sebagai upaya untuk mengungkap bagaimana bentuk-bentuk politik seksualitas yang didasarkan pada tiga dimensi, yakni temperament, role, dan status. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi terhadap perempuan melalui kepemilikan modal menjadikan perempuan sebagai korban atas perbedaan yang tercipta antara perempuan dengan laki-laki. Berdasarkan dimensi temperament, role, dan status, mengungkapkan implikasi sikap pasif yang ditunjukkan oleh perempuan sebagai hasil dari konstruksi sosial yang mengatur dikotomi antara feminitas dengan maskulinitas. Konstruksi sosial ini menyebabkan laki-laki terus berupaya mempertahankan kekuasaannya atas perempuan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga dominasi mereka dalam struktur sosial. Selain itu, kelas sosial turut berpengaruh pada relasi antara perempuan dan laki-laki. Sehingga pengaruh tersebut berdampak secara meluas ke berbagai sektor masyarakat, termasuk bagaimana kepemilikan modal dapat mengeksploitasi tubuh perempuan serta mempengaruhi pelaksanaan peran gender, yang pada gilirannya berdampak pada politik seksualitas dalam novel Re: dan Perempuan. AbstractThe research on the politics of sexuality in the novel Re: and Perempuan by Maman Suherman aims to reveal the power relations between women and men as an implication of sexual differences influenced by patriarchal culture in society. This study uses a sociological literary approach and Kate Millett's sexual politics theory as an effort to reveal how forms of sexual politics are based on three dimensions, namely temperament, role, and status. The method used is descriptive qualitative. The results of the study show that exploitation of women through capital ownership makes women victims of the differences created between women and men. Based on the dimensions of temperament, role, and status, it reveals the implications of the passive attitude shown by women as a result of social construction that regulates the dichotomy between femininity and masculinity. This social construction causes men to continue to try to maintain their power over women as part of an effort to maintain their dominance in the social structure. In addition, social class also influences the relationship between women and men. So that this influence has a widespread impact on various sectors of society, including how capital ownership can exploit women's bodies and influence the implementation of gender roles, which in turn has an impact on the politics of sexuality in the novel Re: and Perempuan.
Adab Foreplay Pada Naskah Serat Primbon Saresmi Disertai Suntingan Teks Dan Kajian Pragmatik Alvinatuzzahro, Alvinatuzzahro; Rukiyah, Rukiyah
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.27228

Abstract

AbstrakNaskah Serat Primbon Saresmi merupakan naskah yang menggunakan bahasa Jawa. Naskah ini berisi tentang adab atau etika seseorang ketika melakukan senggama. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil suntingan dan terjemahan teks, serta menjelaskan analisis terkait adab atau etika serta esensi bersenggama dalam kehidupan yang terkandung di dalam nasakah SPS. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori filologi, teori pragmatik dan teori etika. Metode yang digunakan dalam terbagi menjadi tiga tahap, yaitu metode pengumpulan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil analisis data. Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan studi pustaka untuk menjelajah naskah. Pada tahap analisis data, peneliti menggunakan teori filologi untuk menyajikan hasil suntingan dan terjemah teks, serta teori pragmatik dan teori etika untuk menganalisis isi kandungan naskah berupa adab atau etika sebelum bersenggama dan manfaatnya dalam kehidupan manusia. Pada proses suntingan ditemukan gejala-gejala filologi yang dituangkan dalam aparat kritik, yaitu subtitusi, hiperkorek, haplografi, lakuna, adisi, parakusti dan ditografi. Hasil penelitian ini menyajikan suntingan teks dengan meminimalisasi terjadinya kesalahan penulisan atau penyalinan dan terjemah teks dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Adab atau etika foreplay yang diperoleh dalam naskah ini yaitu; (1) titik rangsangan pada laki-laki dan perempuan; (2) adab berhubungan suami-istri; (3) anjuran atau aturan bersenggama dalam naskah SPS; (4) manfaat berhubungan suami-istri bagi kehidupan.Kata kunci: adab atau etika, naskah SPS, filologi, pragmatikAbstractThe manuscript of Serat Primbon Saresmi is a manuscript that uses the Javanes language. This manuscript contains the manners or ethical teachings of a person when having coitus. This research aims to present the results of editing and translation of the text, as well as explaining the analysis related to manners or ethics and the essence of intercourse in the life contained in the SPS text. The theories used in this research are philological theory, pragmatict theory dan ethics theory. The method used in this research is divided into three stages, namely data collaction method, data analysis method, and data analysis result presentation method. In the data collaction stage, researchers conducted a literature study to explore the manuscript. In the data analysis stage, the researcher used philological theory to present the results of text editing and translation, as well as pragmatics theory and ethics theory to analysis the content of the text in the form of ethical teachings on coitus and its essense in the human life. In the editing process, philological symptoms were found as outlined in the criticism apparatus, subtitutions, hypercorrection, haplography, lacuna, addition, and paracusti. The results of this study present text edits by minimizing the occurrence of writing or copying errors and translating the text from Javanese to Indonesia. The foreplay etiquette or manners obtained in this manuscript are; (1) simulation points for men and women; (2) etiquette for husband-wife relation; (3) recommendations or rules for intercourse in the SPS manuscript; (4) benefits of husband-wife relations for life. Keywords: manners or ethics, SPS manuscript, philology, pragmatict
Relasi Makna dalam Permainan Bahasa Plesetan Humor Cak Lontong (Kajian Semantik) Pratama, Lopang; Hermintoyo, Muhamad
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.23252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna humor plesetan yang digunakan Cak Lontong ketika memandu permainan teka-teki sulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji makna yaitu tuturan dan jawaban yang digunakan Cak Lontong banyak mengandung makna konotasi. Teori yang dipakai adalah teori semantik milik Mansoer Pateda dan teori humor milik Arthur Asa Berger. Metode pemerolehan data menggunakan metode simak. Data diperoleh dengan cara melihat, disimak berulang-ulang, mentransliterasikan data ke dalam teks, dan mengklasifikasikan berdasarkan tujuan penelitian. Metode analisis data menggunakan metode agih yaitu metode analisis yang alat penentunya berasal dari bahasa yang diteliti. Metode agih kemudian terbagi lagi menjadi dua yaitu teknik dasar dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan dengan teknik ganti. Sedangkan penyajian hasil analisis data disajikan secara informal berupa analisis deskriptif kualitatif disertai gambar. Dari hasil analisis ditemukan 6 jenis relasi makna yaitu: relasi inklusi, relasi tumpang tindih, relasi keberlawanan, relasi persinggungan, relasi homonimi, dan relasi ketaksaan.
Ketidaksantunan Berbahasa Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Debat Akbar Pemilu 2024 (Kajian Pragmatik) Setiyaningsih, Rinanda Wahyu; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.24496

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek yang penting dalam hal komunikasi publik, termasuk dalam agenda Debat Akbar Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2024. Penelitian dengan judul “Ketidaksantunan Berbahasa Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Debat Akbar Pemilu 2024: Kajian Pragmatik” bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa dan faktor yang memengaruhi adanya pelanggaran kesantunan berbahasa yang terdapat pada ujaran pasangan calon dalam agenda Debat Akbar Pemilu 2024. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kesantunan berbahasa dan faktor pendukung kesantunan berbahasa. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penyediaan data menggunakan metode simak. Teknik penyediaan data menggunakan teknik simak libat bebas cakap dan teknik catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik lanjutan berupa teknik pilah unsur tertentu. Metode penyediaan hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu ditemukan bentuk pelanggaran dari 5 maksim kesantunan berbahasa, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, dan maksim kesetujuan. Selain itu, hasil dari penelitian menunjukkan tidak ditemukannya pelanggaran maksim kesimpatian.
Analisis Gaya Bahasa dalam Album Nelangsa Pasar Turi Karya Bilal Indrajaya : Kajian Stilistika Zahra, Nasywa Azni Nabila; Muzakka, Moh.; Fadilah, Yuniardi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.25040

Abstract

This study examines the language style and meaning in Bilal Indrajaya's songs “Saujana,” “Niscaya,” and “Dara,” focusing on how diction, metaphor, personification, and repetition shape lyrical meaning. Using a qualitative, descriptive narrative approach with structural and stylistic theories, the research reveals that simple yet symbolically rich language conveys themes of longing, loss, and hope. The lyrics' rhyme and stylistic elements enhance their musicality and emotional impact, allowing listeners to connect deeply with expressions of love, identity, and emotional pain. Overall, the analysis shows that language style in these lyrics functions both as an aesthetic and as a medium for conveying profound life experiences.Keywords: Language style, Meaning, Structure, Song lyric.
Representasi Karakter Tokoh Dewi Susilawati Dalam Serat Salokantara Karya KGPAA IV: Suntingan Teks Disertai Kajian Semiotika Riffaterre Darajati, Novia Wahyu; Muzakka, Moh.
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.29806

Abstract

Serat Salokantara merupakan salah satu karya sastra Jawa yang mengandung simbol serta representasi makna mendalam. Teks ini mengisahkan Prabu Darmapati dengan dua putrinya, Dewi Susilawati dan Darmawati. Tokoh Dewi Susilawati lebih ditekankan, sebab selain menjadi calon pewaris takhta, ia juga memiliki peran penting dalam alur cerita. Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi tokoh Dewi Susilawati melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik dengan menerapkan pendekatan filologi dan semiotika Riffaterre. Metode penelitian meliputi tahap pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil. Hasil penyuntingan menunjukkan adanya delapan bentuk kesalahan naskah, meliputi satu kesalahan ditografi, enam substitusi, dan satu omisi, yang kemudian disunting sesuai kaidah filologi. Melalui analisis semiotik yang mencakup empat aspek utama Riffaterre, yaitu hipogram aktual, hipogram potensial, matriks, dan model, ditemukan bahwa Serat Salokantara memuat nilai religius, moral, serta gender. Representasi Dewi Susilawati menegaskan peran perempuan sebagai subjek yang memiliki otonomi dalam menentukan pilihan hidup berdasarkan tanggung jawab dan kepribadian, bukan semata kedudukan sosial ataupun materi. 
Simbol-Simbol dalam Tradisi Pernikahan Skotlandia dan Gorontalo (Suatu Analisis Semiotik) Kadir, Febyanto Aprilyani; Lotulung, Donald Ringgo; Sebayang, F. Ari Anggraini
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.29758

Abstract

Penelitian ini berjudul “Simbol-Simbol dalam Tradisi Pernikahan Skotlandia dan Gorontalo (Suatu Analsisi Semiotik)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi pernikahan Skotlandia dan Gorontalo. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan simbol-simbol dalam tradisi pernikahan Skotlandia dan Gorontalo. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori Peirce dan Johansson. Penulis menggunakan metode deskriptif dari Walliman. Data-data dalam simbol-simbol pernikahan Skotlandia dikumpulkan dari beberapa sumber di internet dan juga menonton beberapa video di kanal Youtube. Sementara itu, data dalam simbol pernikahan Gorontalo dikumpulkan dengan cara menghadiri langsung upacara pernikahan dan juga mewawancarai beberapa informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 11 simbol dalam tradisi pernikahan Skotlandia yang terdiri dari 5 simbol aktivitas, 4 simbol benda, 1 simbol makanan, sedangkan simbol tanaman non-pangan tidak ditemukan oleh penulis dan 15 simbol dalam tradisi pernikahan Gorontalo yang terdiri dari 2 simbol aktivitas, 3 simbol benda, 5 simbol makanan, 1 simbol pakaian, dan 4 simbol tanaman non-pangan. Persamaan antara simbol kedua budaya ini yaitu simbol cincin pernikahan. Pebedaan antara simbol-simbol dari kedua budaya tersebut yaitu tradisi pernikahan Skotlandia memiliki tradisi mencuci kaki, menghitamkan, puasa tangan, mencium pernikahan, menari ceilidh, alat musik bagpipe, bros luckyenbooth, cangkir quaich, kue pengantin, dan gaun pengantin, sedangkan di Gorontalo tidak memilikinya. Tradisi pernikahan Gorontalo memiliki mongakaji 'akad nikah', menyentuh dahi, tonggu dan kati 'uang adat', toyungo 'payung', limu bongo 'jeruk bali', nanati 'nenas', patodu 'tebu', langge 'nangka', tumula 'tunas kelapa', pakaian adat, luhuto 'pinang', gambele 'gambir', tembeh 'sirih', dan taba'a 'tembakau', sedangkan di Skotlandia tidak memilikinya. 
Tindak Tutur Ilokusi dalam Video Podcast PWK Edisi Bintang Tamu Dikta di Kanal YouTube HAS Creative (Kajian Pragmatik) Anwar, Muhammad Zidan; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.29563

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena penggunaan bahasa dalam video podcast yang sering kali dianggap hanya sebagai sarana komunikasi dan hiburan semata. Dengan bantuan teori pragmatik tindak tutur ilokusi, tuturan dalam video podcast tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi atau hiburan, tetapi juga memiliki maksud serta tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis serta fungsitindak tutur ilokusipada video podcast PWKedisi bintang tamu Dikta dikanal Youtube HAS Creative. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan sebagai landasan penelitian ini adalah teori pragmatik dengan fokus pada tindak tutur ilokusi serta teori SPEAKING oleh Dell Hymes. Metode dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu metode simak dan teknik catat. Metode dan teknikanalisis data pada penelitian ini, yaitu metode padan dan teknik pilah unsur penentu dengan menggunakan daya pilah pragmatis. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam video podcast dengan judul “PWK - Gak Cuma Sama Penonton, Anunya Dikta Juga Pernah Dir3mas Security?!” ditemukan berbagai fungsi tindak tutur ilokusi yaitu (1) tindak tutur ilokusi representatif dengan fungsi  ‘memberitahukan’ dan ‘memberitakan’; (2) tindak tutur ilokusi direktif dengan fungsi ‘permohonan’ dan ‘melarang’; (3) tindak tutur ilokusi komisif dengan fungsi ‘berjanji’ dan ‘penolakan’; (4) tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi ‘kesukaan’ dan ‘ketakutan’. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam video podcast PWKedisi bintang tamu Dikta dikanal Youtube HAS Creative, tidak hanya sebagai sarana komunikasi atau hiburan semata, namun juga memiliki maksud serta tujuan tertentu.
Fantasy Genre and Fantastic Mode in Andry Chang's Novel Everna: Rajni Sari: A Structural Study Aliffianto, Diaz Restu; Noor, Redyanto; Komariya, Siti
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.24619

Abstract

This research is a study of the novel Everna: Rajni Sari by Andry Chang through the perspective of fantasy literature. This study aims to explain the fantasy aspects of the novel and prove that the fantastic mode used is immersive fantasy based on Tolkien's sub-creation theory, Greer Watson's assumption of reality, and Farah Mendhlesohn's fantasy taxonomy. This research is a structural study with a literature study method. The data collection was done by note-taking technique and the analysis results were presented in descriptive terms in the tense of sentences and images. The results show that the novel is an immersive fantasy as proved by the concept of sub-creation, which are: (1) the existence of magical elements (Faerie), and (2) the existence of secondary worlds and secondary beliefs. 
Eksploitasi Anak sebagai Dampak Kemiskinan dalam Novel Kita Pergi Hari Ini Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (Kajian Sosiologi Sastra) Limparu, Stella Lasverina; Umam, Khothibul; Fadilah, Yuniardi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.27427

Abstract

This study aims to describe the structure and explain the issue of child exploitation as a consequence of poverty in the novel Kita Pergi Hari Ini (KPHI) using a literary sociology approach, along with the theories of fiction structure and child exploitation. Data were collected through literature study and note-taking techniques, and analyzed using data reduction, data presentation, and verification. The findings reveal that the main theme of the novel is the struggle of children to obtain a better life amidst poverty and exploitation. The main characters consist of five children and a recruiter named Nona Gigi, with a progressive plot driving the narrative. Poverty is portrayed through economic hardship and limited access to employment due to a system dominated by certain groups, leading parents to relinquish their responsibilities and hand over their children to exploitative parties. The forms of exploitation depicted in the novel include emotional, verbal, and physical abuse, with emotional abuse being the most dominant. The novel offers social criticism of a system that fails to protect children and emphasizes the importance of child protection and poverty alleviation to prevent further exploitation.Keywords: Kita Pergi Hari Ini, Child Exploitation, Poverty