cover
Contact Name
Garis Gemilang
Contact Email
perpusapikes@gmail.com
Phone
+628161110131
Journal Mail Official
garisgemilang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ciputat Raya No.163 Blok E 1, RT.002/.08, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, DKI 12310
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
ISSN : 26558955     EISSN : 22529616     DOI : 10.59300/mjrm.v7i0
Core Subject : Health, Education,
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis is a Scientific Electronic Journal of the Medical Recorder and Health Information Academy of Bhumi Husada Jakarta (APIKES BHJ) in order to accommodate the research results of APIKES BHJ lecturers and students as well as other authors outside the APIKES BHJ institutions, as one of the goals of higher education institutions in Indonesia.The Medicordhif e-journal provides the widest opportunity for lecturers, researchers and authors in the scientific fields of medical records, health information, public health, hospital management and also health management to join in as an author in our MEDICORDHIF e-journal.
Articles 96 Documents
Analisa Kebutuhan Fasilitas Penyimpanan Rekam Medis di RS Rawamangun Tite Kabul
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 1 (2014): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB)

Abstract

ABSTRAK Fungsi utama unit rekam medis adalah menyediakan rekam medis yang selalu tersimpan atau tcrsedia untuk pelayanan pasien. Sehubungan dengan adanya kegiatan rekam medis dalam tertib administrasi di rumah sakit, maka salah satu penyelenggaraan rekam medis adalah penyimpanan rekam medis. menjadi sangat penting. Sehingga diperlukan kebutuhan fasilitas penyimpanan rekam medis yang memadai. Penyimpanann rekam medis dengan rak terbuka, yang memiliki masing-masing 7 sub rak. Idealnya mampu menampung 300 rekam medis aktif, dengan ketebalan rekam medis rata-rata 1 cm, masing- masing panjang sub rak 100 cm. Berdasarkan hasil observasi dalam rangka identifikasi masalali di Rumah Sakit Rawamangun diperoleh informasi, dengan jumlah rekam medis aktif sebanyak 288.000 yang ada saat ini dipcrgunakan rak terbuka sebanyak 112 rak. dengan daya tampung masing-masing sub rak 300 rekam medis. Dengan mctode penelitian analisis clan pengumpulan data melalui observasi serla wawancara peneliti ingin mengetahui kebutuhan fasilitas penyimpanan rekam medis yang ideal berdasarkan jumlah rekam medis aktif saat ini di Rumah Sakit Rawamangun tanggal 18 September 2007 sampai dengan 18 Maret 2009. Untuk mencapai upaya tersebut di atas peneliti mulai dengan menghitung rak penyimpanan rekam medis, serta luas ruang penyimpanan yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan ternyata diperoleh informasi bahwa dengan jumlah rekam medis aktif yang ada saat ini yaitu sebanyak 288.000 dalam rangka meningkatkan produktifitas di unit rekam medis, maka dibutuhkan rak terbuka sebanyak 17 rak terbuka. Apabila menggunakan Roll-o- Pack dibutuhkan 27 Rool-o-Pack, dengan demikian harus dilakukan penamhahan rak terbuka sebanyak 15 sedangkan di Rumah Sakit Rawamangun sekarang ini hanya mempunyai 2 rak penyimpanan, apabila dengan Roli-o-Pack dibutuhkan 27 Roll-o-Pack. Mengingat penambahan dan luas ruang penyimpanan bukanlah suatu yang mudah untuk dilakukan sedangkan kapasitas rak yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan teijadi penamhalian rekam medis aktif, maka sebaiknya perlu ditinjau kenibali periode retensi. Kata Kunci: rekam medis. penyimpanan. kebutuhan fasilitas
Pengkajian Terhadap Perencanaan Tenaga Rekam Medis di RSUP Sukanto Indah Kristina
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 1 (2014): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembangunan kcschatan adalah bagian dan pembangunan nasional yang bertujuan mcningkatkan kesadaran, kcmauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar tcrwujud dcrajat kcschatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan keschatan tcrsebut mcrupakan upaya seluruh potcnsi bangsa Indonesia, baik mas>-arakatT swasta maupun pemerintah. Rumah sakit mcrupakan pclayanan rujukan mcdis spcsialistik dan subspesiahstik yang mempunyai fungsi utama mcnycdiakan dan menyelenggarakan upaya kcschatan yang bersifat penvcmbuhan dan pemuhhan kcschatan pasicn Pelayanan yang dibcrikan dapat secara langsung dalam bcntuk pemcriksaan. pengobatan. pcrawatan, tindakan mcdis, tindakan diagnostic dan tindakan pcnunjang mcdis. Sedangkan secara tidak langsung dapat dilakukan dalam bcntuk pclayanan administrasi. Bcrbagai jenis pelayanan mi saling tcrkait antara satu sama lain. Kata Kunci: rekam medis, Knaga, perencanaan
Analisa Prosedur Operasional Pengajuan Klaim Asuransi Rumah Sakit Pertamina Jaya Tite Kabul
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 1 (2014): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB)

Abstract

ABSTRAK Rckam mcdis merupakan bcrkas yang bensikan Catalan dan dokumcn tcntang identitas pasien. pemenksaan. pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah dibcrikan kepada pasicn. Satu sianiara aspek kegunaan rckam mcdis adalah dan segi financial reimbursement (Penagihan Biaya) artinya rckam mcdis bcrguna untuk mcnagih biaya dilakukan sebagai timbal balik atas pembenan pelayanan keschatan oich pihak pemberi pelayanan kepada pasien Saat ini proses pembayaran klaim asuransi pasien pasien rawat jalan yang bekerja sama dengan RS Pcrtamina Jaya belum tcrlaksana dengan baik yang dibuktikan dengan kurang Icngkapnya empat berkas pengajuan klaim asuransi pada bulan Januari 2008. berdasarkan kondisi diatas maka penclitian ini dilakukan untuk menganalisa serta mengembangkan proscdur opcrasional pengajuan kiaim asuransi di RS Pertamina Jaya. Adapun metode pcnclitian yang digunakan penulis sccara argumentasi vakni mcnjclaskan masaJah yang ada. Pcngumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan ditclaah dokumennya scdangkan unit analisanya vaitu PO pengajuan klaim asuransi dengan instrumcn pcnclitian bcrupa lembar pengamatan data daftar pcrtanyaan. Hasil penclitian menunjukan bah\va PO pengajuan klaim asuransi pasicn belum ada schingga masih ditemui kcndala dalam proses pembayaran klaim tcrsebut. Unit vang terlibat dalam pengajuan klaim asuransi terdin dari pendaftaran, poliklinik/ ruang rawat. perawat/doktcr, bagian keuangan, bagian administrasi medis scrta bagian rckam medis. Sebanvak empat pengajuan yang ditolak oleh asurasni sebagian besar discbabkan karcna tidak adanya formulir klaim asuransi pasien. Berdasarkan kondisi diatas maka kesimpulan yang dapat diambil >aitu perlu dibuat PO pengajuan klaim asuransi pasien RS Pertamina Jaya. Usulan proscdur operasional sepem terlampir Kata Kunci rekam medis, , pengajuan biaya, asuransi
Evaluasi Ketepatan dan Keakuratan dalam Pencatatan Sertifikat Penyebab Kematian di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Joko Widhi
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 1 (2014): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB)

Abstract

ABSTRAK Indikator derajat kesehatan sebagai hasil akhir yang terdiri atas indikator-indikator untuk mortalitas, morbiditas dan status gizi.Indikator adalah variabel-variabel yang mcngindikasikan atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan atau suatu ukuran tidak langsung dan suatu kejadian atau kondisi. Indikator mortalitas merupakan satu diantara indikator derajat kesehatan yang diperlukan untuk mcngetahui keakuratan jumlah kematian sesuai dengan diagnosa penyebab kematian di suatu daerah / instansi guna penyajian laporan kematian. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, pasal 117 menjelaskan bahwa " seseorang yang dinyatakan mad apabila fungsi jantung sirkulasi dan sistem pemapasan terbukti telah berhenti secara permanen, atau apabila kematian batang otak telah dapat dibuktikan Oleh karena itu setiap kematian hams ditangani dengan benar yaitu dengan cara melakukan registri kematian. Registri kematian adalah pencatatan dan pelaporan kejadian kemanan dan penyebabnya dan faktor resiko yang dilakukan secara terus menems, tctap. wajib, universal. Sehinggga laporan yang dihasilkan menjadi sistem informasi kesehatan. Agar tercapai tujuan tersebut maka perlu diselenggaiakan prosedur pengisian sertifikat medis penyebab kematian yang baik berdasarkan diagnosa , kelompok penyebab kematian, penyebab kematian berdasarkan ICD-10 yaitu penyebab dasar kematian, penyebab langsung, dan penyebab antara kematian. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 377/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Propesi Perekam Medis, bahwa ada 7 kategori kompetensi yang hams dimilki oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yaitu salah satunya kompetensi pokok Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yaitu klasifikasi dan kodefikasi penyakit, masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan tindakan medis. Salah satunya dalam menentukan kode diagnosa kematian. Konsep dan penyebab dasar kematian merupakan sentral dan penentuan kode mortalitas. Oleh karena itu, penyebab dasar kematian adalah suatu kondisi, kejadian atau keadaan yang tanpa penyebab dasar pasicn tersebut tidak akan meninggal. RSUP Persahabatan sebagai rumah sakit nijukan parti nasional sudah menjalankan pengisian sertifikat mcdis penyebab kematian, namun dalam pengisian sertifikat medis penyebab kematian masih belum tepat sesuai dengan riwayat pengobatan yang ada di rekam madis pasien. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan di RSUP Persahabatan menerangkan bahwa pengisian sertifikat medis tidak lengkap, sehingga laporan yang dipublikasikan kepada pihak rumah sakit berdasarkan penyakit terbanyak penyebab kematian berdasarkan penyebab dasar, penyebab antara dan penyebab langsung tidak lengkap dan tidak tepat sehingga informasi statisik kematian tidak akurat. Kata Kunci: rekam medis, pencatatan sertifikat penyebab kematian, tepat dan akurat.
Rekam Medis PROFIL KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP KELAS 3 (TIGA) DI RUMAH SAKIT QADR TANGERANG TAHUN 2016 Siti Dariyani
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 6 (2019): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v6i0.37

Abstract

Pendahuluan, Kelengkapan resume medis merupakan salah satu indikator dari standar pelayanan minimal. Selama 2x24 jam setelah pasien pulang rawat inap rekam medis perlu diisi dengan lengkap. Hal ini penting dilakukan agar data pada resum medis dapat duguakan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit dari hasilm pelayanan yang tergambar pada resume medis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa kelengkapan pengisian resume medis pada dokumen rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Qadr Tangerang Tahun 2016 Metode Penelitian, jenis penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Instrument penelitian berupa lembar ceklis, Sampel penelitian ini sebanyak 96 resume medis dengan metode pengambilan dengan random Hasil Penelitian, keterisian lengkap resume medis sebanyak 81 buah (84,3%) dan ketidakterisian lengkap resume medis sebanyak 15 buah (15,7%). Ketidakterisian isi resume terbanyak terdapat pada poin isian tanggal lahir paisen sebanyak 6 buah (93,8%) dan tindak lanjut pasien sebanyak 13 buah (93,8%). Kesimpulan, pengisian resume medis di RS. Qodr masih belum seluruhnya terisi lengkap. Saran, meningkatkan ketepatan dan supervise dalam pengisian resume medis Kata Kunci: Kelengkapan Resume Medis, Rumah Sakit Qadr
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN RINGKASAN PULANG PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT YADIKA KEBAYORAN LAMA JAKARTA SELATAN Ima Rusdiana; Abdul Haris Muntaha
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 6 (2019): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB) | DOI: 10.59300/mjrm.v6i0.45

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah kelengkapan ringkasan pulang dan mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan ringkasan pulang di Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama Jakarta selatan. Tempat penelitian ini dilakukan di unit rekam medis Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada bulan febuari 2019 dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara, sampel penelitian ini adalah ringkasan pulang pasien rawat inap di Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama Jakarta Selatan periode Oktober, November, Desember dengan jumlah 180 ringkasan pulang dari total populasi 327 untuk menentukan sample mengunakan rumus slovin dan untuk pengambilan sample penelitian secara random sistematis dengan mengunakan interval. Didapat kan hasil kelengkapan dari 180 ringkasan pulang yang diteliti tidak ada satupun ringkasan pulang yang terisi lengkap. faktor penyebab ketidak lengkapan ringkasan pulang kurangnya kesadaran dokter untuk mengisi ringkasan pulang karena sebagian dokter di Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama adalah dokter tamu sehingga keterbatasan waktu praktik, tidak adanya sosialisasi mengenai pengisian ringkasan pulang. Pada penelitian ini disarankan untuk mengceklist ringkasan pulang ketika pasien akan pulang atau keluar dari rumah sakit sehingga ringkasan pulang pasien sudah terisi lengkap sebelum berkas rekam medis dikembalikan ke ruangan rekam medis. Kata Kunci: Kelengkapan pengisian ringkasan pulang
ANALISA KEGIATAN PENGKODEAN DIAGNOSA DAN PROSEDUR SISTEM KARDIOVASKULER DI RUMAH SAKIT SETIA MITRA JAKARTA Indah Kristina; Rharil Rietyannisyah Norsaid
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 6 (2019): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB) | DOI: 10.59300/mjrm.v6i0.47

Abstract

Ketepatan kode diagnosa adalah kesesuaian kode diagnosa yang ditetapkan petugas koding dengan Rekam Medis pasien sesuai dengan aturan ICD-10. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mendapatkan Analisa Kegiatan Pengkodean Diagnosa dan Prosedur Sistem Kardiovaskuler di Rumah Sakit Setia Mitra Jakartaberdasarkan ICD-10. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari jumlah 35 rekam medis pasien rawat inap dengan kasus sistem kardiovaskuler, kelengkapan penulisan diagnosa kasus sistem kardiovaskuler 88.5% lengkap, kelengkapan penulisan prosedur kasus sistem kardiovaskuler 100% lengkap. Presentasi ketepatan kode diagnosa sistem kardiovaskuler 85.7% tepat, presentasi ketepatan kode prosedur sistem kardiovaskuler 100% tepat. Pada penelitian ini disarankan untuk kelengkapan penulisan diagnosa sistem kardiovaskuler sebaiknya dalam melakukan pemberian diagnosa dapat dilakukan dengan cara diketik agar petugas koder tidak kesulitan dalam membaca diagnosa yang telah diberikan oleh dokter dan dapat memberikan kode diagnosa sesuai dengan cara pengkodean terdapat di ICD 10 dan ICD 9 CM dan untuk ketepatan kode diagnosa sebaiknya kepala instalasi rekam medis merencanakan kegiatan evaluasi / audit terhadap kode diagnosa dan prosedur. Kata Kunci: Kegiatan pengkodean diagnosa dan prosedur, ketepatan pengkodean, sistem kardiovaskuler
ANALISIS DESAIN FORMULIR REKAM MEDIS RINGKASAN PULANG RAWAT INAP BERDASARKAN STANDAR MANAJEMEN INFORMASI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT SETIA MITRA JAKARTA Indah Kristina; Siska Nurjanah
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 6 (2019): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB) | DOI: 10.59300/mjrm.v6i0.48

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Standar Prosedur Operasional yang mengatur desain formulir, mengetahui komponen yang di tinjau dari aspek anatomi, isi, dan fisik yang tersedia pada formulir ringkasan pulang, mendesain ulang formulir ringkasan pulang berdasarkan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Manajemen Informasi dan Rekam Medis 15. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan memperoleh gambaran tentang tinjauan rancangan desain formulir ringkasan pulang di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan berdasarkan dengan Standar Manajemen Informasi dan Rekam Medik15. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwabelum adanya Standar Prosedur Operasional yang mengatur tentang desain formulir, komponen perancangan desain formulir yang ditinjau dari aspek anatomi, isi dan fisik masih belum spesifik, format desain formulir dan prinsip perancangan formulir belum lengkap pada formulir ringkasan pulang di Rumah Sakit Setia Mitra. Kesimpulan belum adanya Standar Prosedur Operasional yang mengatur tentang desain formulir di Rumah Sakit Setia Mitra, Belum adanya buku pedoman yang mengatur komponen-komponen khusus desain formulir, masih terdapat komponen perancangan desain formulir yang belum diterapkan di Rumah Sakit Setia Mitra yang ditinjau dari aspek anatomi dan isi, ketidaklengkapan format desain formulir dan prinsip perancangan formulir ringkasan pulang di Rumah Sakit Setia Mitra, informasi/format yang terdapat dalam formulir ringkasan pulang di Rumah Sakit Setia Mitra perlu diperbaharui sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan. Kata kunci: Analisis, Desain, Formulir, SNARS MIRM 15
TINJAUAN ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT SETIA MITRA JAKARTA SELATAN Siswati Siswati; Dea Ayu Dindasari
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 6 (2019): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB) | DOI: 10.59300/mjrm.v6i0.49

Abstract

Menjaga kerahasiaan rekam medis pasien, diperlukan ruang penyimpanan rekam medis yang memenuhi ketentuan dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan. Ruang penyimpananrekam medis dapat dikatakan baik apabila ruangan tersebut menjamin keamanan dan terhindar dari ancaman kehilangan, kelalaian, bencana dan segala sesuatu yang dapat membahayakan rekam medis. Ruang Penyimpanan rekam medis diRumah Sakit Setia Mitra belum terjaga keamananya, karena pintu ruang tidak terkunci. Selain itu perawat, petugas radiologi dan petugas gizi dapat masuk kedalam ruang penyimpanan rekam medis. Selain itu beberapa rekam medis ditemukan rusak. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui aspek keamanan dan kerahasiaan di ruang penyimpanan rekam medis. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan bagaimana aspek keamanan dan kerahasiaan di ruang penyimpanan rekam medis RS Setia Mitra. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitianditemukan bahwa kebijakan keamanan dan kerahasiaan sudahdibuat tetapi belum terlaksana dengan baik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini hanya ditemukan kebijakan tentang keamanan sedangkan standar prosedur operasional terkait keamanan dan kerahasiaan rekam medis belum dibuat. Fisik rekam medis belum menjamin keamanan dan kerahasiaan isi rekam medis. Ruang penyimpanan rekam medis belum menjamin keamanan penyimpanan rekam medis. Sebaiknya pimpinan RS Setia Mitra dapat memberi ketegasan adanya kebijakan yang ditetapkan terkait keamanan dan kerahasiaan rekam medis, selain itu membuat SPO terkait keamanan dan kerahasiaan rekam medis. Kata Kunci :Keamanan dan Kerahasiaan, Ruang Penyimpanan, Rekam Medis.
Gambaran Implementasi Alur Prosedur Pelayanan & Penyelenggaraan Rekam Medis di RS Muhammadiyah Selogiri, Wonogiri Arifatun Nisaa Nisaa
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 7 (2021): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.033 KB) | DOI: 10.59300/mjrm.v7i0.50

Abstract

Background : Medical records are managed based on a standard structure, provided that the implementation system is evaluated to produce information and has a confidentiality standard that must be maintained. The medical record document is in principle stored properly in the hospital so that it is easy to retrieve every service information need for patients. Objective : To find out how the implementation of service procedures and management functions as well as the implementation of medical records at the Selogiri Muhammadiyan Hospital. Methods : The type of research used in this study is descriptive with a qualitative approach. While the research design used is phenomenology. Results : The management system of medical record data at Muhammadiyah Selogiri Hospital which includes assembling, coding and indexing, analizing and reporting, filing. The medical record system in the Wonogiri Selogiri Muhammadiyah Hospital includes: The Naming System uses the patient's own name in accordance with valid identification such as KTP, birth certificate, SIM, etc. The numbering system uses the Unit Numbering System (UNS). The system uses the Digit Filing (TDF) and Straight Numerical Filing (SNF) terminals. Conclusion : It is necessary to incorporate the SNF alignment system into the TDF alignment system as a whole to facilitate and accelerate the retrieval of medical record documents. Filling officers need to increase accuracy in storing medical record documents so that missfile does not occur frequently. Keywords : Procedure Flow, Procedure of Service and Management Functions, Medical Record Implementation

Page 4 of 10 | Total Record : 96