cover
Contact Name
Garis Gemilang
Contact Email
perpusapikes@gmail.com
Phone
+628161110131
Journal Mail Official
garisgemilang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ciputat Raya No.163 Blok E 1, RT.002/.08, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, DKI 12310
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
ISSN : 26558955     EISSN : 22529616     DOI : 10.59300/mjrm.v7i0
Core Subject : Health, Education,
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis is a Scientific Electronic Journal of the Medical Recorder and Health Information Academy of Bhumi Husada Jakarta (APIKES BHJ) in order to accommodate the research results of APIKES BHJ lecturers and students as well as other authors outside the APIKES BHJ institutions, as one of the goals of higher education institutions in Indonesia.The Medicordhif e-journal provides the widest opportunity for lecturers, researchers and authors in the scientific fields of medical records, health information, public health, hospital management and also health management to join in as an author in our MEDICORDHIF e-journal.
Articles 96 Documents
Tinjauan Kejadian Missfile Rekam Medis pada Penyimpanan di Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia Jakarta Agustini, Hudiyati
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 11 No 2 (2024): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v11i2.120

Abstract

Missfile adalah kesalahan penyimpanan berkas rekam medis, sehingga berkas rekam medis menjadi tidak dapat ditemukan kembali saat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian missfile pada penyimpanan rekam medis, dengan mengidentifikasi SOP penyimpanan berkas rekam medis, menghitung kejadian missfile berkas rekam medis pada rak penyimpanan, dan mengindentifikasi faktor penyebab missfile berkas rekam medis menurut unsur manajemen 5M (man, money, material, method, machine) di RSU UKI Jakarta. Teknik penelitian yang dilakukan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ini RSU UKI Jakarta sudah memiliki SOP penyimpanan berkas rekam medis. Akan tetapi, dari 1.321 berkas rekam medis yang menjadi subjek penelitian, sebanyak 49 berkas tidak ditemukan pada rak penyimpanan, dengan rata-rata 5 berkas tidak ditemukan di rak penyimpanan setiap hari. Untuk hasil identifikasi faktor penyebab missfile, pada unsur man didapatkan semua petugas rekam medis yang bertugas di ruang penyimpanan tidak memiliki latar belakang pendidikan DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pada unsur money, didapatkan anggaran dana khusus untuk unit rekam medis yang kurang. Pada unsur material, ditemukan kode warna pada map rekam medis yang tidak diterapkan. Pada unsur method, didapatkan pengembalian rekam medis, yang seharusnya 1x24 jam setelah pasien pulang, tidak dilaksanakan. Sementara, pada unsur machine, didapatkan penggunaan buku registrasi peminjaman dan tracer (outguide) untuk peminjaman rekam medis oleh unit lain belum dilakukan secara maksimal. Kata Kunci : missfile, berkas rekam medis.
TINJAUAN KERAHASIAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI UPTD PUSKESMAS CIPAYUNG DEPOK Sya'diah,SST,MKes., Yayah
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 11 No 2 (2024): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v11i2.121

Abstract

Confidentiality is essential for safeguarding data and information from unauthorized internal and external parties with regard to electronic medical records. Medical records are inherently private and must be protected by healthcare service personnel. Initial observations indicate that confidentiality measures have been ineffective due to the limitations and availability of features accessible to medical record officers, thereby compromising the confidentiality of electronic medical records. This study aims to assess the confidentiality of electronic medical records. A descriptive qualitative method was employed, utilizing observation and interview techniques for data collection. The study population consisted of the heads of medical records departments and medical record officers, using a saturated sampling method. The findings revealed that although Standard Operating Procedures for Medical Record Confidentiality are in place, they do not align with the Websimpusdin application system. The system lacks a codification feature for medical record officers, which impedes effective confidentiality. Consequently, the inability to use the coding feature without a doctor's account affects the assurance of electronic medical record confidentiality. At the Cipayung Depok Health Center, measures to facilitate the confidentiality of electronic medical records include restricting access for medical record officers and doctors and protecting information from unauthorized parties.. Keywords: Confidentiality, Electronic Medical Records (EMRs), Access Rights
TINJAUAN FAKTOR KETERLAMBATAN PENGAJUAN KLAIM PASIEN RAWAT INAP KE BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DI RSU UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA Sya'diah,SST,MKes., Yayah
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 11 No 2 (2024): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v11i2.122

Abstract

The implementation of Vedika Digital Claim Verification for Advanced Referral Health Facilities has facilitated the verification process of claims submitted by hospitals through a digital application managed by the Health Social Security Agency on Health. The integration of Vedika has resulted in enhanced participant satisfaction by improving service delivery. This research aims to investigate the factors contributing to delays in the submission of inpatient claims to BPJS Kesehatan at UKI Hospitals, with a focus on the 5M factors: Man, Method, Material, Machine, and Money. The research methodology employs a mixed-method approach to analyze inpatient claims, incorporating quantitative analysis using the Slovin formula on a sample of 87 patient claim statuses, and qualitative descriptive analysis involving six inpatient case-mix personnel. The findings reveal that a significant proportion of claim files are incomplete (93.1%). The qualitative analysis highlights issues related to the Standard Operating Procedures for inpatient claim management, particularly the synchronization of diagnosis and supporting data. Challenges include discrepancies in diagnosis codes and medical procedures, which require confirmation with the respective doctors, thereby affecting the hospital's operational stability regarding claims. The study recommends conducting periodic performance reviews of personnel involved in BPJS Kesehatan claims to assess claim completeness and evaluate the accuracy of BPJS claim file inputs. Keywords: Social Security Agency on Health, Delayed Claim Submission
FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Ibrahim, Mochammad Malik; MAULANA, AGUNG FIRMAN; ANWAR, HIDAYATUS SYARIFAH; BILQIS, IFTITA; NURJAYANTI, TITIK PUTRI; MUNAWAROH, WASILAH; MILADIYAH, ZUHROTUL
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 11 No 2 (2024): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v11i2.124

Abstract

Penelitian ini menyajikan temuan dari beberapa dokumen yang menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus BPJS Kesehatan di berbagai rumah sakit di Indonesia. Analisis kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa permohonan yang tidak lengkap, resume yang tidak lengkap, dan permohonan pinjaman yang tidak lengkap berdampak pada status tunggakan klaim BPJS rawat inap. Faktor tambahan seperti rendahnya sosialisasi, pengetahuan baru, dan perubahan peraturan terkait kode etik BPJS juga berperan dalam permasalahan ini. Rekomendasi studi tersebut antara lain membatasi pelatihan tentang pemotongan kode, berinteraksi dengan DPJP dalam penulisan resume medis, pelaporan internal mengenai klaim BPJS yang belum dibayar, berkolaborasi dengan IT, serta melacak dan menilai klaim yang diajukan ke BPJS. Penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah klaim yang belum terselesaikan dan meningkatkan efektivitas proses klaim kesehatan nasional di Indonesia.
Tinjauan penomoran ganda rekam medis pasien baru rawat jalan di rumah sakit setia mitra jakarta selatan Gemilang, Garis
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 11 No 2 (2024): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v11i2.125

Abstract

Sistem penomoran dalam pelayanan rekam medis merupakan tata cara penulisan nomor diberikan pasien datang berobat sebagai identitas pribadi pasien bersangkutan. Ada tiga jenis pemberian nomor pasien berdasarkan nomor rekam medis yaitu pemberian nomor cara seri, pemberian nomor cara unit, dan pemberian nomor secara Seri Unit. Sistem penomoran rekam medis di RS Setia Mitra menggunakan Unit Numbering System dimana sistem penomoran pasien yang berkunjung pertama kali mendapat satu nomor rekam medis digunakan selamanya pada kunjungan berikutnya. Akan tetapi masih ditemukan pasien memiliki penomoran ganda rekam medis sebanyak 40 (18,6%) Dapat mengakibatkan terhambatnya pelayanan karena lama dalam pencarian rekam medis, bahkan isi rekam medis tidak berkesinambungan karena informasi yang terpisah dan tidak terintegrasinya catatan pasien sehingga tidak memperhatikan pasien yang memiliki alergi karena terkait dengan keselamatan pasien. Penulis menggunakan metode penelitian deskripsi kuantitatif yaitu metode penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif melalui observasi, sampel untuk pengambilan data. Berdasarakan hasil penelitian dari 215 sampel ditemukan sebanyak 40 (18,6%) penomoran ganda rekam medis pasien baru rawat jalan dan 175 (81,4%) pasien yang memiliki satu nomor pada bulan Februari 2022. Pada penelitian disarankan petugas pendaftaran lebih teliti dalam melakukan pendaftaran pasien sehingga tidak terjadi pemberian penomoran ganda rekam medis
Tinjauan kerahasiaan rekam medis pada ruang penyimpanan rekam medis berdasarkan unsur manajemen 5M di rumah sakit dik pusdikkes KODIKLAT TNI AD Gemilang, Garis
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 11 No 2 (2024): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v11i2.126

Abstract

Kerahasiaan merupakan pembatasan pengungkapan informasi pribadi tertentu. Pengelolaan kerahasiaan rekam medis sangat penting untuk dilakukan dalam suatu institusi pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini menggunakan populasi sejumlah 9 orang yang di dalamnya termasuk kepala unit rekam medis dan petugas rekam medis dan menggunakan sampling jenuh. Hasil penelitian ini memperlihatkan sudah memiliki Standar Prosedur Operasional tentang kerahasiaan rekam medis di Rumah Sakit Dik Pusdikkes. Berdasarkan unsur man, petugas yang bertugas dibagian rekam medis yang menempuh pendidikan D3 rekam medis 1 orang dan 8 orang petugas bukan merupakan lulusan perekam medis. Berdasarkan unsur money tidak ada anggaran khusus menjaga kerahasiaan. Berdasarkan unsur material tidak terkunci nya ruang rekam medis serta tidak ada outguide atau tracer. Berdasarkan unsur machine menunjukan belum sepenuhnya menggunakan sistem elektronik. Berdasarkan unsur methode, hanya terdapat langkah-langkah prosedur dari segi peminjaman rekam medis.

Page 10 of 10 | Total Record : 96