cover
Contact Name
Gut Windarsih
Contact Email
gut.windarsih@uinbanten.ac.id
Phone
+6281548520345
Journal Mail Official
tropical.bioscience@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Program of Biology Faculty of Science UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jl. Syech Nawawi Al-Bantani Kp. Andamui Kel. Sukawana Kec. Curug Kota Serang 42171, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science
"TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science" Publishes articles covering the fields of botany, zoology, microbiology, ecology, genetics and molecular biology. The journal also publishes articles on the theme of biodiversity in animal, plant and microbes, both at the level of gene, species and ecosystem and their use for humans (ethnobotany). In addition, the articles which published in this journal can also be on the theme of applied / developmental Biology, such as horticulture, agricultural Biology, forestry, biotechnology, genetic engineering, bioinformatics, biochemistry of natural materials.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022" : 5 Documents clear
Keanekaragaman Ikan Pelagis Hasil Tangkapan Jaring Insang di Laut Arafura Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua NORCE MOTE; ERVINA INDRAYANI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i2.6759

Abstract

Laut Arafura merupakan wilayah perairan yang kaya akan sumber daya ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil tangkapan, kelimpahan relatif, dan frekuensi keterdapatan ikan yang ditemukan menggunakan jaring insang di laut Arafura Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2020 di Distrik Waan dengan mengambil empat titik sampling, yaitu di Perairan Waan, Toor, Kladar, dan Tanjung Akos dengan menggunakan metode survei. Data yang diamati meliputi (1) kekayaan jenis dan komposisi hasil tangkapan, diperoleh dari hasil identifikasi dan jumlah jenis, (2) kelimpahan relatif (Kr), serta (3) frekuensi keterdapatan. Dari hasil penelitian diperoleh sebanyak delapan jenis ikan pelagis kecil dan satu jenis ikan pelagis besar. Jenis ikan pelagis dengan nilai kelimpahan yang relatif besar adalah Thryssa setirostris, sedangkan ikan pelagis dengan nilai kelimpahan kecil adalah Rhinomugil sp., Mugil cephalus, Paramugil sp., dan Selenotoca papuensis. Jenis ikan yang memiliki tingkat persebaran luas adalah T. setirostris, Ilisha macrogaster, Trichiurus savala, Chelon sp., dan  Scomberoides sp.
Efek Zat Pengatur Tumbuh NAA untuk Optimasi Pembesaran Bulbophyllum spp. secara In Vitro IRMA HANDAYANI; ELIZABETH HANDINI; POPI APRILIANTI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i2.6861

Abstract

Bulbophyllum merupakan salah satu marga anggrek dengan jumlah jenis terbanyak. B. lasianthum, B. macranthum, dan B. phalaenopsis merupakan jenis-jenis yang terkoleksi dan telah diperbanyak oleh Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Raya Bogor. Penggunaan media yang efektif dan efisien perlu dilakukan untuk mengurangi biaya pemeliharaan kultur, termasuk salah satunya dengan menggunakan media pupuk daun GrowmoreÒ dengan penambahan NAA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan media optimasi untuk pembesaran planlet dari ketiga jenis Bulbophyllum tersebut. Media yang digunakan berupa media ½MS yang dimodifikasi dengan penambahan pisang 100 g/l dan NAA 10 mg/l (media ½P10) sebagai kontrol, sedangkan untuk media perlakuan digunakan pupuk daun GrowmoreÒ (media TG) dengan penambahan NAA (0; 2; 4; 6 mg/L). Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa dengan pemberian NAA pada media pembesaran kultur in vitro, ketiga jenis Bulbophyllum memberikan respons yang berbeda-beda. Planlet B. macranthum memberikan respons yang baik terhadap media TG6, sehingga media tersebut sesuai untuk dijadikan sebagai media pembesaran untuk jenis ini. Adapun media terbaik untuk B. lasianthum adalah media ½P10, sedangkan untuk B. phalaenopsis belum dapat diperoleh jenis media pembesaran terbaik.
Biodiversitas Burung di Kawasan Kampus UIN Mataram RISKA NABILA; ROHYATUL AILI; GETRIN ATMAYANTI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i2.7269

Abstract

Salah satu hewan yang mempunyai hubungan dekat dengan manusia adalah burung. Burung memiliki peran ekologis yaitu sebagai penyebar benih dan penyerbuk alami. Selain dimanfaatkan oleh manusia sebagai hewan piaraan dan makanan, burung juga memainkan peran penting dalam budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman hayati burung di kawasan Kampus II Universitas Islam Negeri Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada bulan Mei 2022. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan enam spesies burung, yaitu cekakak suci (Todiramphus sanctus), bondol jawa (Lonchura leucogastroides), gereja erasia (Passer montanus), bondol haji (Lonchura maja), dan madu sriganti (Nectarinia jugularis). Burung yang paling sering ditemukan adalah gereja erasia, sedangkan burung yang paling jarang diamati adalah madu sriganti. Indeks burung yang teramati adalah 1,52, termasuk ke dalam kategori cukup melimpah (sedang). Status konservasi keenam spesies burung yang ditemukan berdasarkan IUCN Red List termasuk dalam kategori Least Consert (LC).
Keragaman Tumbuhan Paku pada Tegakan Pinus (Pinus merkusii) dan Damar (Agathis dammara) di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat LAKSMI PUSPITASARI; RESTI WAHYUNI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i2.7286

Abstract

Tumbuhan paku merupakan salah satu flora yang banyak ditemukan di kawasan hutan hujan tropis sebagai vegetasi penutup tanah. Tumbuhan paku memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan yaitu pencegah erosi, pengaturan tata air, dan membantu proses pelapukan serasah hutan. Keanekaragaman tumbuhan paku cukup tinggi dan memiliki persebaran yang luas di Indonesia. Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) merupakan kawasan hutan yang terletak di Kecamatan Cibadak dan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. HPGW terletak pada ketinggian 460-726 m dpl dan memiliki luas sebesar 359 hektar. Informasi mengenai keanekaragaman tumbuhan paku di kawasan HPGW yang banyak ditumbuhi pohon pinus (Pinus merkusii) dan damar (Agathis dammara) masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi keragaman tumbuhan paku pada tegakan pinus dan damar, serta iklim mikro yang berpengaruh terhadap kedua lokasi yang didominasi oleh kedua jenis tumbuhan tersebut. Metode yang digunakan untuk pengamatan adalah metode garis menyinggung, yaitu metode yang digunakan untuk penarikan contoh tipe vegetasi bukan hutan, seperti semak atau tumbuhan rendah (rumput). Pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi, yaitu tegakan pinus dan tegakan damar yang ditentukan secara acak. Pada tiap lokasi dibuat transek sepanjang 10 m dengan 10 interval, dilakukan sebanyak 5 ulangan. Jenis tumbuhan paku yang ditemukan di kedua lokasi HPGW yaitu pada tegakan pinus dan damar berjumlah 5 jenis, yaitu Selaginella sp., Taenitis interrupta, Nephrolepis biserrata, Microlepia speluncae, dan Lygodium japonicum. Jenis tumbuhan paku yang mendominasi adalah Selaginella sp. Faktor iklim mikro seperti intensitas cahaya matahari dan kelembapan udara turut berperan dalam pertumbuhan dan keanekaragaman jenis tumbuhan paku.
Karakteristik Sarang dan Pohon Sarang Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Areal Hutan Restorasi dan Hutan Primer Sei Betung Taman Nasional Gunung Leuser JUHARDI SEMBIRING
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i2.7313

Abstract

Kelangsungan hidup orangutan sangat bergantung dengan kondisi habitatnya. Sarang merupakan salah satu bukti yang paling akurat dalam menentukan keberadaan orangutan di suatu areal. Data mengenai karakteristik sarang dan pohon sarang orangutan sangat penting diketahui sebagai data awal konservasi orangutan, khususnya di areal restorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik sarang dan pohon sarang di hutan primer dan hutan restorasi Sei Betung. Sarang orangutan diamati selama enam bulan dengan menggunakan metode transek garis. Pada areal hutan primer digunakan enam transek, sedangkan di areal hutan restorasi digunakan lima transek dengan panjang transek masing-masing 1 km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon sarang di areal hutan primer didominasi oleh Polyalthia sp. dari famili Annonaceae dengan posisi sarang yang mendominasi yaitu posisi dua. Sementara itu, pohon sarang di areal hutan restorasi didominasi oleh spesies Endospermum diadenum dari famili Euphorbiaceae dengan posisi sarang yang mendominasi yaitu posisi 3 dimana posisi sarang berada pada pucuk pohon.

Page 1 of 1 | Total Record : 5