cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER" : 5 Documents clear
MODERASI DALAM AL-QUR’AN (Diskursus Kisah-Kisah 25 Rasul) Sofiuddin Sofiuddin
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.069 KB)

Abstract

Jurnal ini berjudul "MODERASI DALAM AL-QUR’AN (Diskursus Kisah-Kisah 25 Rasul)". Penelitian ini dibatasi pada lingkup, tema dan objek. Pembatasan dari segi tema yaitu potret komprehensif tentang konsep moderat dalam al- Qur’an, sedangkan objek penelitiannya yaitu kisah-kisah 25 Rasul yang mencerminkan sikap moderat. Dalam upaya penelitan skripsi ini, penulis ingin memberikan paparan data tentang kisah- kisah 25 Rasul yang dalam hidupnya mereka semua telah mengajarkan kepada seluruh umat di dunia berprilaku baik, mempunyai sikap teladan dan berfikir secara matang sebelum melakukan sesuatu dengan mengusung semangat moderasi.Peran penting penelitian ini untuk memberikan kontribusi pengetahuan tentang sikap-sikap moderat yang berdasarkan keteladanan 25 Rasul, disamping untuk mengisi ruang kosong yang belum pernah diteliti oleh peneliti terdahulu (yakni para peneliti secara intens yang ingin mengembangkan wacana Islam moderat yang bisa ditransmisikan pada seluruh elemen masyarakat). Dengan demikian penulis memilih judul “MODERASI DALAM AL-QUR’AN (Diskursus Kisah-Kisah 25 Rasul)” yang menurut penulis kiranya penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan berfikir masyarakat secara luas.
METODE PENAFSIRAN MUHAMMAD BIN ALI AL-BALANSI DALAM TAFSIR MUBHAMAT AL-QUR’AN Hamzah Hamzah; Noor Haris
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.07 KB)

Abstract

Kajian ini berjudul “Metode penafsiran Muhammad bin Ali al-Balansi dalam Tafsir Mubhamat Al-Qur’an”, tema ini diangkat karena keresahan penulis terhadap perhatian salah satu ilmu Al-Qur’an, yaitu mubham yang seringkali agak kurang diperhatikan. Karena dengan ilmu mubham ini, penjelasan Al-Qur’an akan lebih jelas dengan Asbab al-Nuzulnya.  Pemilihan Tafsir Mubhamat Al-Qur’an dikarenakan satu kitab tafsir ini yang spesifik membahas tentang kata-kata mubham yang ada dalam Al-Qur’an dan kitab ini tergolong langka dalam penelitian ilmiah, khususnya di bangku perkuliahan.Dalam kajian ini membahas tentang pengertian mubham, alasan-alasannya secara umum beserta contohnya, namun lebih khususnya dan spesifiknya adalah mengkaji metode yang digunakan oleh Muhammad bin Ali al-Balansi dalam menafsirkan Tafsir Mubhamat Al-Qur’an dengan menggunakan metode penelitian Deskriptif Analisis.          Setelah dianalisa, Mubham dalam Al-Qur’an disebabkan tujuh alasan yang menjadikan rahasia kenapa subjek atau tokoh dalam Al-Qur’an tersebut disamarkan. Sedangkan metode yang digunakan Muhammad bin Ali al-Balansi dalam menafsirkan Tafsir Mubhamat Al-Qur’an adalah menggunakan metode Ijmali dan Muqaran, serta menggunakan pendekatan bi al-Ma’tsur dan bi al-Ra’yi sekaligus.
KONSEP TOLERANSI PERSPEKTIF PARA PAKAR DAN MUFASIR Subur Wijaya
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.524 KB)

Abstract

Toleransi merupakan hal yang sangat urgen dalam kehidupan yang majemuk seperti negara Indonesia. Keadaan ini membuat negara yang kaya akan keragaman ini yang mungkin tidak ditemukan di Negara lain, namun keadaan yang seperti ini juga rentan terhadap permusuhan dan perpecahan antar golongan. Dari sini pendapat mufassir menjadi penting melihat mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Muslim yang berpegang teguh pada ajaran al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan al-Qurtubi terhadap penafsirannya tentang toleransi. Hasil dari penilitian ini adalah konsep toleransi menurut al Qurtubi diantaranya: pertama, Pengakuan terhadap adanya keberagaman yang Allah SWT tetapkan, kedua, Tidak ada pemaksaan untuk memeluk agama, ketiga, menerapkan keadilan baik untuk Muslim maupun non-Muslim, keempat, mengutamakan perdamaian, kelima, meneguhkan persatuan, keenam, larangan merusak dan mencela simbol keagamaan orang lain.
ANALISIS AYAT-AYAT ANJURAN NIKAH DALAM TAFSIR AL JAMI LI AHKAM AL QUR’AN KARYA IMAM AL- QURTUBI Muhammad Yusron Shidqi; Dede Apandi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.898 KB)

Abstract

Pernikahan merupakan sala satu fitrah kemanusiaan (‘garizah insaniyah) naluri kemanusiaan, karena itu islam menganjurkan menikah. Bila garizah tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu pernikahan, maka ia mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam. Islam telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntunan naluri manusia yang asasi serta sarana untuk membina keluarga yang islami.Skripsi ini ditunjukan untuk mengadakan kajian yang lebih mendalam terhadap makna yang terkandung di balik teks ayat al-Qur’an tentang anjuran menikah, sehingga dapat diketahui dengan jelas apakah suatu ayat al-Qur’an akan di maknai dengan tekstuala atau kontekstual. Adapun pembahasan ayat al-Qur’an tentang anjuran menikah ini secara rinci terumus pertanyaan berikut: Bagaimana pemahaman dan pemaknaan al- Qurtub> tentang ayat-ayat anjuran menikahSetelah dianalisa, metode yang digunakn Abu Abdilah Muhamad al-Qurtubi dalam menafsirkan ayat  al-Qur’an   beliau menggunakan metode Ijmali dan Muqaran, serta menggunakan pendekatan fiqih (bilmatsur) bi al-Ra’yi sekaligus.
KONSEP INTERAKSI SOSIAL DALAM AL-QUR’AN Hamzah Hamzah; Al Fajar
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.146 KB)

Abstract

Konsep interaksi sosial yang terdapat di dalam al-Qur’an mempunyai banyak karakter dan macam-macamnya, setiap ayat yang berbicara tentang interaksi memiliki makna-makna yang bisa dibilang berbeda, namun jika diteliti dengan seksama itu semua adalah satu pemahaman. Seperti yang terdapat pada surah al-Mumtahanah ayat 8 bahwasannya interaksi sosial itu adalah proses timbal balik yang dilakukan oleh seluruh belahan manusia dengan tidak membeda-bedakan antara ras, suku, ideologi, negara bahkan agama. Dan Allah SWT tidak melarang atau bahkan menganjurkan untuk berinteraksi kepada siapapun.  Dalam artian berintraksi kepada orang-orang yang tidak memerangi kalian. Dan Allah SWT juga menganjurkan untuk berbuat adil dengan mereka semuanya. Berbuat adil dalam masalah interaksi itu tidak ada batasannya, baik kepada sesama agama maupun lintas agama. Dengan syarat interaksi sosial yang terjalin itu tidak melanggar syari’at dan hukum-hukum Allah SWT.Interaksi sosial adalah suatu hubungan timbal balik yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok, yang mana tidak saling membedakan atara satu dengan yang lain, baik dari aspek sosial, kasta, posisi, suku, ekonomi bahkan agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5