cover
Contact Name
Suryani
Contact Email
suryani.pasnisata@gmail.com
Phone
+6281275180200
Journal Mail Official
suryani.pasnisata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Khatib Sulaiman No 1 Kota Padang. Kode Pos 25144. Telp 0751-7056737. Fax 0751-7056737.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Katalisator
ISSN : -     EISSN : 25020943     DOI : https://doi.org/10.22216/katalisator
Jurnal Katalisator (ISSN Online : 2502-0943) is a journal containing scientific articles through a review by peer reviewers in chemistry. Jurnal Katalisator publishes original manuscripts, short review reviews on the branches of chemistry including: organic chemistry, inorganic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, biochemistry and applied chemistry. The Catalyst Journal is published 2 (two) times a year, April and October
Articles 145 Documents
FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF SELF-NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM) (SNEDDS) FALOAK BARK Yorida Febry Maakh
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.402 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.586

Abstract

Flavanoids and 3-hydroxy-octadecanoic acid in Faloak bark (Sterculiaquadrifida R. Br) have low water solubility then it is formulated in the form of SNEDDS to increase the solubility. This study aimed to formulate and measure the antioxidant activity of SNEDDS ethanolic extract of faloak bark. The optimum SNEDDS formula is characterized by percent transmittance, emulsification time in artificial gastric fluid (AGF), stability in artificial gastric fluid (AGF), and artificial intestinal fluid (AIF). The ethanol extract of Faloak bark and the optimum formula of Faloak bark was tested for their reducing activity against DPPH. The results of the SNEDDS formula composition of the optimum Faloak bark extract consisted of VCO, Tween 80, and PEG 400 in a ratio of 1: 6.65: 0.35 (ml) which could carry 7.14 mg per mL of Faloak bark extract. The optimum SNEDDS formula produces homogeneous and clear nano emulsions with transmittance values of 88.81 ± 0.02%, emulsification time in AGF of 6.53 ± 0.02 seconds, and stable in AGF and unstable in AIF media. IC50 value of ethanol extract of Faloak bark and optimal formula each has antioxidant activity with a very strong intensity (38,511 ppm) and strong (70,182 ppm).
Potensi Ekstrak Daun Kacang Panjang (Vigna unguiculata (L.) Walp.) dan Daun Mangkokan Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) Serta Kombinasinya terhadap Pertumbuhan Rambut Pada Tikus Jantan Galur Sprague Dawley Triyani Sumiati; Anna P. Roswiem; Ayu Kusuma Wardhani
JURNAL KATALISATOR Vol. 7 No. 2 (2022): jurnal Katalisator Volume 7 No 2, Oktober 2022
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.911 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v7i2.592

Abstract

Daun kacang panjang (Vigna unguiculata (L) Walp.) dan Daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) secara empiris mempunyai khasiat untuk pertumbuhan rambut dantelah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut. Aktivitasnya setara dengan hair tonic yang terdapat di pasaran. Uji aktivitas kombinasi kedua ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Daun kacang panjang dan daun mangkokan masing-masing diekstraksi dengan etanol 70% menggunakan metode maserasi. Sebanyak 11 kelompok uji disiapkan untuk penentuan aktivitas pertumbuhan rambut pada berbagai konsentrasi, kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Setiap kelompok terdiri atas 3 ekor tikus putih jantan. Masing-masing tikus dicukur bulu pada bagian punggungnya hingga bersih, kemudian diberikan ekstrak uji dengan cara pengolesan pada daerah punggung yang dilakukan sebanyak 2 kali sehari dengan volume sebanyak 1 ml. Pengamatan panjang rambut dilakukan pada hari ke 7, 14 dan 21. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi ekstrak daun kacang panjang dan daun mangkokan yang dapat memberikan aktivitas paling baik untuk menumbuhkan rambut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun kacang panjang 10% dan ekstrak daun mangkokan 15% memberikan hasil pertumbuhan rambut yang maksimal. Setelah waktu 21 hari diperoleh hasil pertumbuhan rambut sebesar 1,97 cm dengan bobot rambut seberat 0,4 gram untuk ekstrak daun kacang panjang 10% dan pertumbuhan rambut sebesar 2,08 cm dengan bobot rambut seberat 0,41 gram untuk ekstrak daun mangkokan 15%. Pada penelitian kombinasi ekstrak daun kacang panjang dan ekstrak daun mangkokan dengan konsentrasi (1:1) memberikan hasil pertumbuhan rambut sebesar 2,65 cm dan bobot rambut sebesar 0,58 gram. Berdasarkan hasil pengukuran bobot rambut dan pertumbuhan rambut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun kacang panjang : ekstrak daun mangkokan (1:1) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol negatif tetapi tidak lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif.
KEBERADAAN MINERAL PENUNJANG KESEHATAN TUBUH PADA AIR MINUM ISI ULANG Reny Salim
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.643 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.605

Abstract

Air sebagai sumber mineral bagi manusia mulai dilirik oleh para ilmuwan. Air yang kaya akan mineral saat ini mulai dimanfaatkan sebagai salah satu penunjang peningkatan kesehatan. Kandungan mineral air menjadi faktor penting sebagai salah satu syarat air minum yang memenuhi standar layak minum karena masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup berkenaan dengan air minum terutama air minum isi ulang. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat agar memperhatikan kandungan mineral dari air yang diminumnya. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dari 3 sumber air (air tanah, air gunung, dan air PDAM). Pengukuran kadar mineral dalam sampel menggunakan spektrofotometer serapan atom. Mineral yang diukur ada 3 mineral yaitu besi, kalsium dan magnesium. Mineral kalsium dan magnesium dikenal sebagai kesadahan mempunyai kadar memenuhi batasan standar. Sementara itu mineral besi dari salah satu sumber melampaui ambang batas yang ditetapkan maka hal ini perlu menjadi hal yang diperhatikan oleh BPOM.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT PUTIH JANTAN Diza Sartika; Miftahur Rahmi; Dhea Noorfajriwianti
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.544 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.614

Abstract

Sirih hutan (Piper aduncum L.) mengandung senyawa-senyawa yang berperan dalam penyembuhan  luka,  seperti  alkaloid, flavonoid,  saponin,  polifenol,  tanin, steroid  dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dan pengaruh variasi konsentrasi salep ekstrak daun sirih hutan dalam menyembuhkan luka bakar pada mencit putih jantan. Kelompok terbagi menjadi 5 kelompok, kelompok 1 basis salep, kelompok 2 salep ekstrak daun sirih hutan konsentrasi 5%, kelompok 3 salep ekstrak daun sirih hutan konsentrasi 10%, kelompok 4 salep ekstrak daun sirih hutan konsentrasi 15%, dan kelompok 5 pembanding N (Nebacetin)®. Pengamatan dilakukan selama 21 hari berdasarkan 3 parameter yaitu persentase penyembuhan luka bakar, waktu epitelisasi, dan kerapatan serabut kolagen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok 4 memiliki hasil paling baik pada persentase penyembuhan luka bakar dengan presentase 99,4%, waktu rata-rata epitelisasi paling cepat pada hari ke-9, dan menunjukkan hasil rata-rata sangat baik pada skor kerapatan serabut kolagen dengan skor 3. Uji analisa statistik ANOVA dua arah pada persentase penyembuhan luka signifikan (p<0,05) dan uji analisa statistik ANOVA satu arah pada waktu epitelisasi signifikan (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah salep ekstrak daun sirih hutan efektif dalam proses penyembuhan luka bakar dan konsentrasi 15% memiliki efek penyembuhan yang paling baik dibandingkan semua kelompok.  
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI PATI BONGGOL PISANG KEPOK (Musa balbisiana Colla) Noni Rahayu Putri
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.377 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.634

Abstract

Edible film merupakan pengemas yang berupa lapisan tipis yang terbuat dari biopolymer dan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi dan aman untuk lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakterisasi edible film berbahan dasar pati bonggol pisang kapok dan pengaruh plasticizer terhadap film yang dihasilkan. Karakterisasi edible film meliputi organoleptis, ketebalan, uji pH, pemeriksaan kadar ai, uji  daya tarik, laju transmisi uap air, dan modulus young serta uji swelling. Nilai pH yang didapatkan F1, F2, dan F3 berturut-turut 6,64, 6,67, dan 6,60. Nilai dari laju transmisi uap air yang didapatkan F1, F2 dan F3 0,04485 mg/cm2jam, 0,6199 mg/cm2jam, dan 0,9936 mg/cm2jam, dan nilai dari uji modulus young yang didapatkan yaitu F1 0,2586 Mpa, F2 0,1925 Mpa, dan F3 0,1648 Mpa, serta nilai persen swelling yaitu F1, F2, dan F3 yaitu 68,3388%, 61,9248%,53,8031%. Hasil analisa statistik karakterisasi edible film menunjukan perbedaan yang signifikan (p<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa pati bonggol pisang kepok dengan sorbitol sebagai plasticizer memenuhi karakteristik edible film sebagai pengemas makanan dan media system penghantaran obat.  
THE USE OF PINEAPPLE WASTE EXTRACT ON THE EXTRACTION OF GELATIN FROM TUNA SKIN (Thunnus albacares) Inawaty Sidabalok; Rera Aga Salihat; Astri Pujilillah
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.457 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.642

Abstract

Hasil samping ikan tuna dalam bentuk kulit masih sangat jarang dimanfaatkan untuk produk dengan nilai ekonomis yang tinggi seperti gelatin. Namun ekstraksi gelatin dengan asam anorganik yang banyak digunakan menimbulkan beberapa masalah terutama tidak ramah terhadap lingkungan. Pemanfaatan asam organik dalam bentuk asam sitrat yang terkandung di dalam limbah nanas dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kulit ikan tuna dengan ekstrak limbah nanas terhadap sifat fisikokimia gelatin kulit ikan tuna. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perbandingan ekstrak limbah nanas dan kulit ikan tuna yang digunakan adalah 1:1 (b/v) dan lama perendaman : 0, 6, 12, 18 dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman kulit ikan tuna dengan ekstrak limbah nanas tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air namun berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar abu, viskositas dan nilai pH gelatin yang dihasilkan. Mutu gelatin kulit ikan tuna dengan lama perendaman ekstrak limbah nanas terbaik adalah perlakuan B (6 jam perendaman) dengan nilai sebagai berikut : rendemen 10,06%; kadar abu 6,16%; viskositas 2,31 cP; dan pH 5,21. Gelatin dari perlakuan B sudah memenuhi syarat mutu SNI dan GMIA. Hasil ini dapat menjadi alternatif produk gelatin yang tidak hanya aman untuk dimanfaatkan namun juga dapat mengurangi limbah ikan tuna dan limbah nanas yang selama ini sangat jarang untuk dimanfaatkan
ISOLASI DAN ANALISIS ANTIMIKROBA KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN NANGKA ( Artocarpus heterophyllus Lam ) Inherni Marti Abna
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.751 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.646

Abstract

Kapang endofit pada daun dan batang tanaman nangka yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dapat menghasilkan senyawa yang mempunyai khasiat sama dengan tanaman inangnya. Tanaman nangka merupakan salah satu tanaman yang memiliki komponen bioaktif yang banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi kapang endofit pada daun dan batang tanaman nangka yang memiliki aktivitas sebagai antimikroba. Aktivitas antimikroba ditentukan dengan mengukur daya hambat pertumbuhan mikroba patogen yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Telah berhasil diisolasi kapang endofit dari daun dan batang tanaman nangka sebanyak 4 isolat terdiri dari 2 isolat kapang endofit dari daun yaitu isolat D3 dan D4 dan 2 isolat kapang endofit dari batang yaitu isolat B1 dan B2. Isolat kapang endofit yang memiliki potensi sebagai antimikroba adalah isolat kapang endofit D3, D4 dan B1. Hasil uji aktivitas antimikroba yang diperoleh yaitu isolat D3 dapat menghambat bakteri Escherichia coli, isolat D4 dapat menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan isolat B1 dapat menghambat bakteri Escherichia coli dan fungi Candida albicans. Diameter hambat terbesar 6,2 mm pada isolat D3 terhadap Escherichia coli.  
FORMULASI DAN UJI EFEKTIFITAS SAMPO MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) SEBAGAI PEDIKULOSIDA Taufiq Dalming Taufiq; Dedi Ma'ruf; Audri Larasati Milenia
JURNAL KATALISATOR Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Katalisator Volume 7 Nomor 1, April 2022
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.804 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v7i1.681

Abstract

Kutu rambut manusia (Pediculus humanus capitis)merupakan serangga utama di kepala yang dapat mengganggu aktivitas seseorang dan dapat menyebabkan penyakit. Pedikulosida merupakan insektisida yang dapat membunuh kutu, pedikulosida dapat diperoleh dari bahan kimia dan bahan alam, salah satu pedikulosida dari bahan alam adalah Minyak Kayu Putih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah minyak kayu putih dapat dibuat dalam sediaan sampo dan efektivitasnya sebagai pedikulosida setelah dibuat menjadi  sampo.Formulasi sampo minyak kayu putih dibuat menjadi 4 formula dengan konsentrasi minyak kayu putih 15%, 20%, 25%, dan 30%. Formulasi sampo terdiri dari basis sampo dan minyak kayu putih, serta aroma green tea untuk mengimbangi aroma minyak kayu putih. Sampo yang didapatkan berbentuk kental, memiliki aroma khas, berwarna putih, pH 8 dan tinggi busa 1,2-1,7 cm. Rata-rata % kematian kutu 79,1% hingga 100%, hasil ini lebih baik dibanding dengan produk pedikulosida yang hanya sampai 25% jumlah kematian kutu selama 45 menit. Disimpulkan minyak kayu putih yang diaplikasikan dalam formula sampo efektif sebagai pedikulosida.
The EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SABUN FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL BIJI LIMUS (Mangifera foetida L) Vera Nurviana; Luthfi fadillah suharta; Aisyah Shiddiqah Nasir; Hildan Akhrija Jakriyana; Salma Marjani Djahroh
JURNAL KATALISATOR Vol. 7 No. 2 (2022): jurnal Katalisator Volume 7 No 2, Oktober 2022
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.467 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v7i2.682

Abstract

Facial wash preparations are cosmetic products that are widely used routinely by the public. Facial soap is used as an alternative to anti-acne and antioxidant which is known to the public to be more practical and economical. Active substances from herbal ingredients are increasingly being sought by the public with the reason to get results that are effective, natural, and with a high level of safety. Limus seed kernels are known to have good antibacterial activity, one of which is against Staphylococcus aureus bacteria which can cause skin infections. In addition, limus seed kernels are reported to have very strong antioxidant activity. The purpose of this study was to determine the effectiveness of antibacterial and antioxidant facial wash gel. The stages of the research carried out are, extract making (extract obtained by maceration method using ethanol 96%), phytochemical screening, preparation, and evaluation of the preparation. The process of making the preparation was divided into 3 formulas with a ratio of the concentration of ethanol extract of lime seeds in succession. Stock evaluation includes foam level test, homogeneity test, pH test, organoleptic test, antioxidant activity test using the DPPH method and antibacterial testing using the agar diffusion method. The results showed that formula 3 was the best formula with an average inhibition zone of the preparation against Staphylococcus aureus of 16.333 mm (strong) and the antioxidant IC50 value of 2.237 ppm (very strong).
SERUM WAJAH FRAKSI ETIL ASETAT DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Sri Wahyuningsih; Nurjannah Bachri; Nurhikma Awaluddin; Inda Andriani
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.713 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.684

Abstract

Tanaman beluntas (Pluchea Indica L.) merupakan tanaman yang berfungsi sebagai antibakteri, mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi etil asetat sebagai hasil partisi ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan serum wajah sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian ini dengan membuat sediaan serum wajah dari fraksi etil asetat daun beluntas (Pluchea indica L.) dengan variasi konsentrasi 1%, 3% dan 5% dan menguji aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan metode sumuran. Hasil formula serum wajah menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan sebelum dan sesudah cycling test baik pada pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, maupun kelembaban, dimana tiap formula masih memenuhi range normal sediaan serum. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan F3 dengan konsentrasi 5% memiliki diameter zona hambat sebesar 18,83 mm. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa serum wajah fraksi etil asetat daun beluntas (Pluchea indica L.) memiliki kestabilan fisik dan kimia dan berpotensi kuat sebagai antibakteri.

Page 3 of 15 | Total Record : 145