cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
jgippjbsip2021@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
jgippjbsip2021@gmail.com
Editorial Address
The Suite Metro Apartment, Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Buah batu Kabupaten Bandung, West Java 40286
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Guru Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2798463X     DOI : https://doi.org/10.51817
Jurnal Guru Indonesia atau JGI menerbitkan artikel hasil penelitian bidang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, baik di sekolah dasar, sekoah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Metode Tanya Jawab Berantai Imam Wiswantoro
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.564 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.228

Abstract

AbstractIndonesian This study aims to explain the increase in students' learning motivation including students' independence in learning and student attitudes as well as increasing student achievement scores in learning Indonesian. The method used in this research is research method used in this research is classroom action research. The subjects of this study were students of class XI Social Sciences 3 SMA Negeri 1 Krencong, Jember Regency, with a total of 32 students, odd semester, 2016/2017 academic year. Meanwhile, when the research was conducted from September to December 2016. The research instruments used were questionnaires, documentation, and field notes. The data analysis technique used is a qualitative descriptive technique on the results of the questionnaire. Instruments to collect data in this study were in the form of questionnaires, documents (values), and field notes. The results of the study indicate that the question and answer method in Indonesian language learning can increase learning motivation and is effective in improving student achievement. This can be seen from the increase in motivation from the aspect of independence in learning and student attitudes towards Indonesian language lessons at the pre-action stage, cycle I, and cycle II as well as student scores that have reached 87.50% in cycle II.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan motivasi belajar siswa meliputi kemandirian belajar siswa dan sikap siswa serta peningkatan nilai prestasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Krencong, Kabupaten Jember, dengan jumlah 32 siswa, semester ganjil, tahun pelajaran 2016/2017. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada bulan September sampai dengan Desember 2016. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif terhadap hasil kuesioner. Instrumen untuk menjaring data dalam penelitian ini berupa kuesioner, dokumen (nilai), serta catatan lapangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode tanya jawab berantai pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi belajar dan efektif dalam meningkatkan prestasi siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan motivasi dari aspek kemandirian dalam belajar dan sikap siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia pada tahap pratindakan, siklus I, dan siklus II serta nilai siswa yang sudah mencapai 87,50%  pada siklus II. 
Kesiapan Guru Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Menghadapi Program Merdeka Belajar Imrotin Imrotin; Ifit Novita Sari
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1559.89 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.184

Abstract

AbstractMerdeka Belajar is a program that has been launched by the Ministry of Education and Culture since 2019. Teachers as part of the learning system are expected to always be ready for changes in the educational order, including being the independent learning mover (penggerak merdeka belajar). This study aimed to determine the readiness of Indonesian language teachers at the Vocational High School (SMK) level in implementing the Guru Merdeka Belajar program. The discussion review consisted of three domains of the learning process, namely: planning; implementation; and evaluation of learning. Research informants were Indonesian language teachers at the SMK level, both public and private, in the Batu City area, East Java, totaling 10 people who were selected by snowball purposive sampling. Data was collected via Google Form with open-ended questions and interviews via WhatsApp. Data analysis used the Miles and Huberman model with the stages of data reductions, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that: 1) teachers are ready to implement independent learning programs in the aspect of presenting material independently, involving students in apperception, becoming facilitators during learning, encouraging students to seek various learning resources, and being willing to receive feedback; 2) teachers are not ready in the aspect of designing objectives, methods, media, assessment tools, assessments, and follow-up feedback. AbstrakMerdeka belajar merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2019. Guru sebagai bagian dari sistem pembelajaran diharapkan selalu siap dengan perubahan tatanan pendidikan, termasuk menjadi penggerak merdeka belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru Bahasa Indonesia jenjang SMK dalam melaksanakan program Guru Merdeka Belajar. Tinjauan pembahasan terdiri dari tiga ranah proses pembelajaran yakni: perencanaan; pelaksanaan; dan evaluasi pembelajaran. Informan penelitian adalah guru Bahasa Indonesia jenjang SMK baik negeri maupun swasta di wilayah Kota Batu, Jawa Timur berjumlah 10 orang yang dipilih secara snowball purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Google Form dengan pertanyaan terbuka dan wawancara melalui WhatsApp. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru siap melaksanakan program merdeka belajar dalam aspek penyajian materi secara mandiri, melibatkan siswa dalam apersepsi, menjadi fasilitator selama pembelajaran, mendorong siswa mencari berbagai sumber belajar, dan bersedia menerima umpan balik; 2) guru kurang siap dalam aspek perancangan tujuan, metode, media, alat penilaian, penilaian, dan tindak lanjut umpan balik.
Nilai Moral pada Novel Habibi Ya Nurul Ain Karya Maya Lestari GF Melalui Pendekatan Pragmatik dan Pemanfaatannya sebagai Video Pembelajaran Eva Saeva Nurhayati; Tati Sri Uswati; Emah Khuzaemah
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.022 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.219

Abstract

AbstractThis study aims to find the moral values in the Habibie Ya Nurul Ain novel and its use as a novel learning video. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. The data source is the owner of the data or the individual who is requested for data. The main data source of this research is the quotation of moral values in the novel. The method of data collection is done by studying the documentation obtained in this study, namely literary works (novels). Data validity is done by doing triangulation. The data collection technique used in this research is library technique, reading and note-taking. The results showed that: (1) Habibie Ya Nurul Ain's novel contains moral values. The moral values contained include the moral values of human relations with God, human relationships with themselves, and human relationships with other people. The value of human moral relationship with God which is indicated by the attitude of knowing God, and morals towards God there are 15 quotes. The value of a human's moral relationship with himself is shown by the attitude of discipline, honesty, independence, diligence, respect, patience, responsibility, empathy, conscience, self, and justice control 32 quotes. The value of human moral relations with other humans is shown by the attitude of kinship, friendship, and tolerance, there are 19 quotes. From these moral values, it can be used as a novel learning video. The learning material developed in this study has passed the validation test and is declared suitable for use as an alternative learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai moral dalam novel Habibie Ya Nurul Ain dan pemanfaatannya sebagai video pembelajaran novel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data merupakan pemilik data atau individu yang dimintai data. Sumber data utama penelitian ini adalah kutipan nilai moral dalam novel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi yang didapatkan pada penelitian ini yaitu karya sastra (novel). Validitas data dilakukan dengan cara melakukan triangulasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) novel Habibie Ya Nurul Ain mengandung nilai moral. Nilai moral yang terkandung antara lain nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan orang lain. Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan ditunjukan dengan sikap mengenal Tuhan, dan akhlak terhadap Tuhan terdapat 15 kutipan. Nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri ditunjukkan dengan dengan sikap disiplin, jujur, mandiri, rajin, rasa hormat, sabar, tanggung jawab, empati, hati nurani, kontrol diri, dan keadilan terdapat 32 kutipan. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain ditunjukkan dengan sikap kekeluargaan, persahabatan, dan toleransi terdapat 19 kutipan. Dari nilai-nilai moral tersebut dapat dimanfaatkan sebagai video pembelajaran novel. Materi ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah melewati uji validasi dan dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran. 
Kecenderungan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Student Centre Learning dan Teacher Centre Learning dalam Pembelajaran Asep Firmansyah; Nahnu Robid Jiwandono
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.91 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.229

Abstract

AbstractAbstrak Curriculum changes are evidence that the education system in Indonesia continues to evolve according to the needs of the times. However, teachers as education implementers have not entirely adjusted their implementation in the field to the curriculum regulations that have been set. The curriculum used today demands a learning process that focuses on student activity and skills in learning or commonly referred to as the Student Center Learning (SCL) approach. However, there is still the implementation of the Teacher-Centered Learning (TCL) approach or teacher-centered learning which is no longer relevant to the current situation. The purpose of this study is to determine whether the approach used by teachers in the learning process, tends to the teacher (Teacher Center Learning) or to students (Student Center Learning (SCL). The method used in this study is a qualitative descriptive method. Based on the analysis of the data from observations, there are three teachers who are still using the Teacher Center Learning (TCL) approach, meanwhile, there are four teachers who have used the Student Center Learning (SCL) approach. Teacher Center Learning AbstrakPerubahan kurikulum menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang ada di Indonesia terus berkembang menyesuaikan kebutuhan zaman. Namun, guru sebagai pelaksana pendidikan belum seluruhnya menyesuaikan implementasi di lapangan dengan peraturan kurikulum yang sudah ditetapkan. Kurikulum yang digunakan dewasa ini menuntut proses pembelajaran yang memusatkan pada keaktifan dan keterampilan siswa dalam belajar atau biasa disebut dengan pendekatan Student Centre Learning (SCL). Namun masih ada implementasi pendekatan Teacher Centered Learning (TCL) atau pembelajaran yang berpusat pada guru yang sudah tidak relevan lagi dengan keadaan saat ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendekatan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, cenderung pada guru (Teacher Centre Learning) atau pada siswa (Student Centre Learning (SCL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data hasil observasi, terdapat tiga orang guru yang masih menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning (TCL). Sementara itu, guru yang sudah menggunakan pendekatan Student Centre Learning (SCL) terdapat empat orang. Jadi, dapat di sekolah menengah wilayah Cirebon Timur masih ada guru yang mengajar dengan menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning. 
Tema, Fungsi, dan Nilai dalam Cerita Rakyat “Asal Usul Desa Selakambang” Henry Trias Puguh Jatmiko; Fendi Setiawan
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.288 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.245

Abstract

AbstractThis research is a qualitative descriptive study that aims to describe and explain the themes, functions, and values of the folklore of Selakambang Village. Data and information are collected through informants and documents. Data were collected through observation, interviews, recordings, and document analysis. The research sample was determined by the snowball sampling technique. Data validation is done by data triangulation. The result of this research is the theme of the folklore entitled The Origin of Selakambang Village is Patriotism and Leadership. While the function of folklore consists of four things, namely the aesthetic function, pragmatic function, ethical function, and historical function. Based on the analysis of the values contained in the folklore of Selakambang Village, it can be concluded that in the folklore there are four values, namely: cultural, religious, moral, and historical. This research has implications for the value of education and moral values in it which are devoted to readers, especially the younger generation so that they can apply them in everyday life. Another implication is the preservation of the folklore of Selakambang village both in writing and orally. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tema, fungsi serta nilai dari cerita rakyat Desa Selakambang. Data dan informasi dikumpulkan melalui informan dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, rekaman, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik snowball sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah tema cerita rakyat yang berjudul Asal Usul Desa Selakambang adalah Patriotisme dan Kepemimpinan. Sedangkan fungsi cerita rakyat terdiri atas empat hal yaitu fungsi estetis, fungsi pragmatis, fungsi etis dan fungsi historis. Berdasarkan analisis tentang nilai yang terdapat dalam cerita rakyat Desa Selakambang dapat disimpulkan bahwa dalam cerita rakyat ditemukan empat nilai, yaitu: budaya, religius, moral, dan sejarah. Penelitian ini berimplikasi pada nilai pendidikan dan nilai-nilai moral di dalamnya yang dikhususkan untuk pembaca khususnya generasi muda agar dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi lainnya yaitu lestarinya cerita rakyat desa Selakambang baik secara tertulis maupun lisan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5