cover
Contact Name
Nurul Islam
Contact Email
jurnalshoutika@stainmajene.ac.id
Phone
+6285228098864
Journal Mail Official
jurnalshoutika@stainmajene.ac.id
Editorial Address
Jl. BLK Kel. Totoli Kec. Banggae, Kabupaten Majene., Provinsi Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Shoutika: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
ISSN : -     EISSN : 28285654     DOI : https://doi.org/10.46870
SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah adalah jurnal akademik terevaluasi (academic peer-reviewed journal) yang mempublikasikan artikel-artikel pengetahuan terbaru di bidang komunikasi dan dakwah, termasuk bidang-bidang diskursus dakwah lainnya, seperti konseling Islam dan pengembangan masyarakat Islam. Sejak tahun 2021, SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah telah terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Audiensi utama SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah adalah para akademisi, praktisi, mahasiswa, dan yang memiliki ketertarikan di bidang ilmu komunikasi dan dakwah. Tim Penyunting mengundang para sarjana dan pemerhati isu-isu di bidang komunikasi dan dakwah untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah.
Articles 45 Documents
PERAN INFLUENCER MUSLIM DALAM DAKWAH SIBER, ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI RELIGIUS DI INSTAGRAM (STUDI KASUS AKUN @SYAKIRDAULAY) Anto, Murniati; Aldiawan
SHOUTIKA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i2.1664

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara berdakwah dari yang dulu dilakukan secara langsung menjadi dakwah secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi komunikasi keagamaan yang digunakan oleh influencer Muslim muda, Syakir Daulay, melalui akun Instagram @syakirdaulay. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis isi, penelitian ini mengkaji isi konten dakwah, cerita keagamaan, dan keterlibatan pengikutnya. Hasilnya menunjukkan bahwa Syakir Daulay menyampaikan pesan-pesan Islam dengan cara yang menyentuh emosi, menarik secara visual, dan menggunakan cerita pribadi. Cara ini membuat pesannya lebih mudah diterima oleh anak muda, terutama generasi milenial dan Gen Z. Strategi dakwahnya bersifat ramah, mudah dipahami, dan menunjukkan bahwa media sosial bisa menjadi tempat dakwah yang efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
POLA KOMUNIKASI DOKTER DETEKTIF DALAM MENGEDUKASI PEMILIHAN PRODUK SKINCARE DI INDONESIA MELALUI TIKTOK Fajriani, Winda; Fitrayani, Milda
SHOUTIKA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i2.1668

Abstract

Fenomena maraknya konten edukasi kesehatan kulit di TikTok menghadirkan sosok “dokter detektif” yang menggunakan pendekatan komunikatif unik dalam mengulas dan merekomendasikan produk skincare kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola komunikasi yang digunakan oleh dokter detektif dalam menyampaikan informasi edukatif terkait pemilihan produk skincare di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap beberapa video unggahan dokter detektif populer di TikTok. Hasil awal menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan bersifat informatif, persuasif, dan hiburan (edutainment), dengan memadukan bahasa ilmiah yang disederhanakan, visual yang menarik, serta narasi yang kritis terhadap klaim produk. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan audiens dan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap pentingnya pemilihan skincare yang aman dan sesuai kebutuhan kulit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian komunikasi kesehatan digital dan strategi edukasi publik di era media sosial.
ISLAM DI RUANG MAYA: MEDIA CYBER MEMBENTUK PERSEPSI DAN PRAKTIK KEAGAMAAN YANG MODERAT Farhan Nafis, Andi Ahmad; Wahyudi AR, Nirwan
SHOUTIKA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i2.1673

Abstract

This study explores how cyber media, particularly social media platforms, shape moderate Islamic perceptions and practices in the digital age. Employing a qualitative descriptive approach, the research combines library research with digital observation (netnography) and applies critical discourse analysis (Fairclough) to examine religious narratives circulating on platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok. The findings indicate that cyberspace functions both as a battleground for competing Islamic discourses and as a powerful tool for spreading moderate Islamic values. While extremist content often gains visibility due to its provocative nature, many Islamic figures have effectively used digital media to promote tolerance, balance, and inclusiveness. Moderate practices such as online sermons, digital worship, and virtual religious communities show that the digital environment can support inclusive religious life. The study concludes that cyber media is a double-edged sword—both a challenge and an opportunity in advancing moderate Islam. Future research may delve further into algorithmic impacts and digital literacy strategies in promoting inclusive Islamic discourse.
NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TOYANG ROENG PADA MASYARAKAT MANDAR DI KELURAHAN TANDE KECAMATAN BANGGAE TIMUR Hamdi; Aldiawan; Aswad, Muh.
SHOUTIKA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i2.2033

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi toyang roeng pada masyarakat mandar di kelurahan tande kecamatan banggae timur, apa saja nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam tradisi toyang roeng. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang membangun makna berdasarkan data lapangan dengan menggunakan pendekatan dakwah kultural. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan. Hasil Penelitian yaitu tahapan toyang roeng: pertama; macco’bo/menempelkan serbuk emas ke kening kedua mempelai, kedua; membaca doa. ketiga; pengantin pria dan wanita menaiki toyang roeng. Nilai-nilai dakwah dalam tradisi toyang roeng yaitu pertama; nilai akidah yakni: (a) membaca doa sebelum menaiki toyang roeng sebagai bentuk keyakinan dan rasa syukur kepada Allah, (b) lima kali putaran toyang roeng disimbolkan kepada lima rukun Islam. kedua; nilai syariah yakni: (a) gotong royong sebagai manifestasi dari sikap kekeluargaan yang diajarkan dalam agama Islam, (b) empat tempat duduk pada toyang roeng digambarkan atau disimbolkan kepada empat sahabat nabi dan empat mazhab yang diyakini oleh umat Islam, (c) menjalin ukhuwah Islamiyah. ketiga; nilai akhlak yakni: (a) saling menghormati/berbicara dengan lemah lembut, (b) menjalin silaturahmi.
KELUARGA 5.0: DINAMIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM RELASI SOSIAL KELUARGA MODERN Fathiyah; Vionita, Fani
SHOUTIKA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i2.2042

Abstract

This study explores the dynamics of modern families in the context of digital technology development. Using a literature review method, the research synthesizes findings from various interdisciplinary studies on family communication, digital literacy, and the influence of social media. The findings reveal that although technology increases the frequency of family interactions, the quality of emotional closeness may decline. Key concerns include intergenerational gaps in digital literacy, parental digital surveillance, and issues of privacy and performativity on social media. Adaptive strategies such as open communication, digital literacy training, and participatory technology policies can strengthen family cohesion. This study also highlights the need for integrating communication and technology theories to understand digital family life. Theoretical and practical implications, along with directions for future research, are discussed to support digitally resilient families.