cover
Contact Name
Nurul Islam
Contact Email
jurnalshoutika@stainmajene.ac.id
Phone
+6285228098864
Journal Mail Official
jurnalshoutika@stainmajene.ac.id
Editorial Address
Jl. BLK Kel. Totoli Kec. Banggae, Kabupaten Majene., Provinsi Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Shoutika: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
ISSN : -     EISSN : 28285654     DOI : https://doi.org/10.46870
SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah adalah jurnal akademik terevaluasi (academic peer-reviewed journal) yang mempublikasikan artikel-artikel pengetahuan terbaru di bidang komunikasi dan dakwah, termasuk bidang-bidang diskursus dakwah lainnya, seperti konseling Islam dan pengembangan masyarakat Islam. Sejak tahun 2021, SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah telah terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Audiensi utama SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah adalah para akademisi, praktisi, mahasiswa, dan yang memiliki ketertarikan di bidang ilmu komunikasi dan dakwah. Tim Penyunting mengundang para sarjana dan pemerhati isu-isu di bidang komunikasi dan dakwah untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah.
Articles 40 Documents
PESAN DAKWAH AKHLAK DALAM FILM MERINDU CAHAYA DE AMSTEL (ANALISIS SEMIOLOGI FERDINAND DE SAUSSURE) Dwiyanti, Damra; Jumarlis, Mila; Muhtar
SHOUTIKA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v4i2.1132

Abstract

Penelitian ini fokus pada pesan dakwah akhlak yang terkandung dalam film “Merindu Cahaya De Amstel”. Maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah apa saja pesan dakwah akhlak dalam film Merindu Cahaya De Amstel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja pesan dakwah akhlak yang terkandung dalam film “Merindu Cahaya De Amstel” dan bagaimana pesan itu tergambar pada adegan maupun dialog dalam film “Merindu Cahaya De Amstel” sehingga makna dari pesan dakwah akhlak dapat tersampaikan kepada penonton. Jenis penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan analisis semiologi. Unit analisis penelitian ini adalah potongan-potongan gambar, teks, suara, atau bunyi- bunyian yang terdapat dalam film “Merindu Cahaya De Amstel”. Jenis data objek penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode semiologi Ferdinand de Saussure dengan dua tahap yakni penanda (signifier) dan petanda (signified).Hasil penelitian ini menunjukkan pesan dakwah akhlak yang terkandung dalam film “Merindu Cahaya De Amstel” di antaranya: Pesan dakwah akhlak kepada Allah terdapat pesan dakwah taubat, tawakkal, dan ikhlas. Kemudian pesan dakwah akhlak kepada sesama manusia terdapat pesan dakwah tolong menolong, saling memaafkan dan mengucapkan salam. Implikasi dari penelitian ini adalah kepada penggemar film, diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih film sebagai media hiburan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan dapat menambah wawasan dan pemahaman kepada pembaca dalam bidang ilmu keagamaan khususnya mengenai pesan-pesan dakwah akhlak serta dapat menjadi referensi bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam khususnya yang melakukan penelitian mengenai pesan dakwah, film, semiologi, dan analisis Ferdinand de Saussure. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Akhlak, Film, Analisis Semiologi.
KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM KONTEKS ANTAR BUDAYA DAN AGAMA Rahim, Zulkifli; Fitrya S, Atika; A Hidayat, Rosmiani
SHOUTIKA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v4i2.1134

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi verbal dan non-verbal dalam membangun interaksi antarbudaya dan agama di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber referensi terkait komunikasi lintas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal dan non-verbal memiliki karakteristik dan peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam memfasilitasi interaksi antarbudaya dan agama. Komunikasi verbal seperti pemilihan kata, intonasi, dan dialek berperan penting dalam penyampaian pesan eksplisit, sementara komunikasi non-verbal seperti gestur, ekspresi wajah, dan simbol agama membantu menyampaikan pesan implisit yang sesuai dengan konteks budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman mendalam tentang kedua bentuk komunikasi tersebut sangat penting untuk mencegah konflik dan membangun hubungan harmonis dalam masyarakat multikultur Indonesia.
KONSEP DAN EFEK INTERAKSI DIGITAL KHALAYAK DI MEDIA SOSIAL Ryan Wahyudi; Anshar, Muhammad; Aldiawan
SHOUTIKA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v4i2.1144

Abstract

In the current digital era, audience behavior in interactions on social media is increasingly complex. The purpose of this article is to analyze the concept and role of audiences in digital interactions on social media. The research method used in this article is library research with a uses and gratifications theory approach. The results of the discussion show that the concept of audience includes; active audience; growing audience; an audience capable of judging; and audiences who are able to take part. Apart from that, this article also covers the motives of audiences for using social media as a media source for disseminating information messages, namely; role effects; and psychological effects. The presence of this article makes it easier for social media communicators to understand in depth the concept of audience, so that the information message distributed can be in line with the communication target. Keywords: audiences, technology and social media.   Abstrak Dalam era digital saat ini perilaku khalayak dalam interaksi di media sosial semakin kompleks. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis konsep dan peran khalayak dalam interaksi digital di media sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan uses and gratifications theory. Hasil pembahasan bahwa konsep khalayak diantaranya; khalayak yang aktif; khalayak yang berkembang; khalayak yang mampu menilai; dan khalayak yang mampu mengambil peran. Selain itu, tulisan ini juga mencakup tentang motif khalayak menggunakan media sosial sebagai sumber media penyebaran pesan informasi, yakni; efek peran; dan efek psikologis. Hadirnya tulisan ini memudahkan komunikator media sosial memahami secara mendalam konsep khalayak, agar pesan informasi yang disebarkan bisa sesuai dengan target komunikasi. Kata Kunci: khalayak, teknologi, dan media sosial.
GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (TATHWIR) IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA (ICMI) PADA ERA ORDE BARU HINGGA REFORMASI M. Fahmi Ashari; Suparto
SHOUTIKA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v4i2.1166

Abstract

This research aims to understand the community empowerment movement of the Indonesian Muslim Intellectuals Association (ICMI) from the New Order to the Reformation. The research method used is a literature study, which takes research sources from scientific articles, books, and the like. The result of this research is that in the New Order era until the reformation, ICMI experienced organisational dynamics that caused ICMI to lose its role, thus requiring ICMI to revitalise its role in the reformation era. ICMI's role in community empowerment during the New Order era was to establish Bank Muamalat Indonesia, to establish Abdi Bangsa Foundation, to establish Baitul Mal wa Tamwil, to establish Takaful Insurance. In the reform era, ICMI conducted various community empowerment movements, including economic and entrepreneurship programmes, village welfare programmes, community economic development, public health programmes, agribusiness and agro-industry development programmes, education and environmentally friendly energy programmes, and green revolution programmes. The obstacles faced are the lack of activeness of the ICMI board, poor regeneration function. As for the supporting factors, they are the support from the government. Support from Muslim community organisations
PENGARUH PENGGUNAAN EMOJI WHATSAPP DALAM MISUNDERSTANDING COMMUNICATION TERHADAP EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Emmi Muta’ammidan; Nur Asiah; Badriyah Nasruddin; Nurul Islam
SHOUTIKA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v4i2.1272

Abstract

This article demonstrates the influence of WhatsApp emoji usage on misunderstanding communication and its impact on the effectiveness of interpersonal communication among university students. Emojis are icons, ideograms, or graphic symbols that represent a character and function to express emotions and ideas in digital communication. In this study, the researchers distributed questionnaires to 87 respondents and tested the hypotheses using simple linear regression analysis. The results indicate that the null hypothesis (H0) was rejected, showing that the independent variable, WhatsApp emoji usage (X), significantly influences the dependent variable, interpersonal communication effectiveness (Y). Keywords: Emoji, Whatsapp, Misunderstanding Communication.   Abstrak Artikel ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan emoji whatsapp dalam misunderstanding communication terhadap efektivitas komunikasi antar pribadi khusus Mahasiswa. emoji merupakan ikon, ideogram, atau simbol grafis yang mewakili sebuah karakter dan berfungsi untuk mengekspresikan emosi dan ide dalam komunikasi digital. Dalam penelitian, peneliti menyebar kuesioner responden sebanyak 87 orang dan diuji hipotesisnya melalui analisis Regresi linear sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa H0 ditolak sehingga variabel X penggunaan emoji whatsapp memiliki pengaruh terhadap variabel Y, efektifitas komunikasi antar pribadi. Kata Kunci: Emoji, Whatsapp, Misunderstanding Communication.
REPRESENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM WEDDING AGREEMENTH THE SERIES Waty, Nasrah; Jumarlis, Mila; Muhtar
SHOUTIKA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i1.1137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nilai-nilai Islam yang terdapat dalam Wedding Agreement The Series. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif desktriptif dimana sumber datanya didapatkan dari sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang memaknai adegan, dialog, ekspresi dengan pemaknaan denotasi, konotasi dan mitos. Makna denotasi adalah makna sebenarnya, makna konotasi adalah makna yang tersembunyi, makna mitos adalah pemaknaan yang belum mendalam atau disebut dengan observasi kasar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Wedding Agreement The Series terdapat nilai-nilai Islam yang dibagi menjadi tiga aspek yaitu nilai akidah, nilai syariah dan nilai akhlak. Nilai akidah yakni meyakini bahwa ujian itu tanda Allah sayang pada hamba-Nya, yakin bahwa semua masalah ada jalan keluarnya, yakin bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Nilai syariah adalah melaksanakan sholat, berpuasa, membaca Al-Qur’an, menikah karena ibadah, bakti kepada orang tua, taat pada suami, menjaga keluarga dari api neraka. Nilai akhlak yakni akhlak kepada Allah, akhlak kepada alam semesta, akhlak kepada sesama, akhlak kepada pasangan dan akhlak kepada keluarga.
EFEKTIVITAS DAN TANTANGAN DAKWAH ISLAM PADA MASYARAKAT MILENIAL MELALUI MEDIA ONLINE La Ode Salman Dalifa; Anshar, Muhammad
SHOUTIKA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i1.1171

Abstract

Efektivitas dan Tantangan Dakwah Islam kepada Masyarakat Melenial melalui Media Online ialah suatu studi tentang efektivitas dakwah yang disyiarkan melalui media online. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui pentingnya penggunaan media online dalam dakwah Islam penelitian ini merupakan penelitian kualtatif yang menggunakan analisis isi melalui karya ilmiah yang berkaitan dengan tema yang diangkat. Efektivitas dakwah Islam melalui media online sangat signifikan terhadap masyarakat. Dengan kemudahan aksebilitas, Meningkatkan jangkauan dakwah, Interaksi yang lebih personal memungkinkan dakwah Islam dapat menjangkau lebih banyak orang secara global, tanpa terbatas oleh batas geografis atau waktu. Namun demikian, terdapat tantangan yang menghambat dakwah melalui media online. meliputi konten tak bermutu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dapat menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman di kalangan masyarakat, Respon negative, hingga kepada permasalahan teknis berupa masalah koneksi internet yang lambat, kurangnya biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi konten dan kurangnya pengetahuan seorang dai dalam mengelolah media online. Penggunaan platform online telah membuka peluang baru bagi para dai untuk menyebarkan pesan-pesan agama kepada khalayak yang lebih luas. Dengan memanfaatkan teknologi dan strategi pemasaran yang tepat, dakwah online dapat mencapai target audiens secara efektif dan efisien. Namun, untuk mencapai kesuksesan dalam dakwah penyiaran online, para penggiat dakwah perlu terus mengembangkan diri dan memperbarui metode dakwah mereka agar tetap relevan dan menarik bagi pengikut mereka. dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
PENGARUH PERSONAL BRANDING HABIB JA’FAR HUSEIN AL-HADAR TERHADAP MODERASI BERAGAMA MAHASISWA STAIN MAJENE MELALUI TERPAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK Rahim, Zulkifli; Aldiawan
SHOUTIKA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i1.1424

Abstract

This study aims to examine the influence of Habib Ja'far Husein Al-Hadar's personal branding on religious moderation among students at STAIN Majene through the exposure of TikTok social media. Habib Ja'far, a preacher known for his high level of tolerance, uses social media platforms, especially TikTok, to deliver religious messages in a light, casual, and easily understandable approach for various audiences. This research employs an explanatory survey method with a quantitative approach, where data was collected through questionnaires given to STAIN Majene students. The results indicate that Habib Ja'far's personal branding, recognized for his moderate preaching and emphasis on interfaith tolerance, significantly influences the improvement of religious moderation understanding among students. Furthermore, the use of TikTok as a medium for preaching has proven effective in reaching young audiences, especially students, with short video durations and content relevant to daily life. These findings demonstrate that strong personal branding and the proper use of social media can enhance the understanding of religious moderation, especially among the younger generation.
PORTAL INFORMASI SOLUSI KOMUNIKASI EFEKTIF MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA Raden Wirawan; Sitti Arni; Agussalim Patola DM
SHOUTIKA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i1.1531

Abstract

Information technology has the potential to change the way villagers interact in the implementation of development, having an effective communication system to ensure meaningful and targeted interactions. This study aims to determine the information portal as an effective communication solution in increasing community participation in village development in Tanakaraeng Village, Manuju District, Gowa Regency. The current information system still relies on manual methods, which results in delays in data processing and difficulty in accessing the community. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. Observations were conducted to understand the operation of the existing system, interviews with the Village Head, village officials, and the community to identify problems and needs, and documentation studies to explore data related to village development. The results of the study indicate that information portals can increase participation and facilitate access to information for the community so that communication becomes more effective according to the results of the UAT analysis which was stated as acceptable with an average score of 3.5. This study provides recommendations for designing a more efficient web-based information portal, which is expected to increase transparency, accountability, and community participation in the village development process.
ROMANTISME DALAM ISLAM (KRITIK TERHADAP REPRESENTASI CINTA DALAM FILM MERINDU CAHAYA DE AMSTEL) Putri Agnijar; Ganjar Eka Subakti
SHOUTIKA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i1.1582

Abstract

This study aims to analyze the representation of love in the film “Merindu Cahaya de Amstel” from an Islamic perspective. Using a descriptive qualitative approach and narrative analysis, this study examines the film's script, dialogue, and visual elements to evaluate their consistency with Islamic teachings on love. Data was collected through direct observation of the film and content analysis, then compared with Islamic perspectives found in the Qur'an, Hadith, and related academic literature. The results of the study show that the film depicts love as a journey that includes spiritual and emotional struggles, and features themes of communication and personal growth. However, there are several scenes that show romantic interactions that do not comply with Islamic boundaries, such as physical contact without marriage. The study also found the influence of popular culture in the film's narrative, which can affect Muslim audiences' perceptions of love. The research concludes that while the film offers valuable insights into the complexity of love in Islam, there are elements that require criticism. Recommendations for further research include urging filmmakers to be more sensitive in representing Islamic values of love and examining other films with similar themes.

Page 4 of 4 | Total Record : 40