cover
Contact Name
Vira Setia Ningrum
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6281805071077
Journal Mail Official
jebp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP)
ISSN : -     EISSN : 27981193     DOI : https://doi.org/10.17977/um066
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Pendidikan (JEBP) is a scientific journal in the business, economy, and education fields. This journal focuses on theoretical and empirical studies in the field of economy, business, and education. It welcomes research in the areas of economic development, economic behavior, digital economy, economy education, economy system, finance and banking, small and medium enterprises, financial management, development of a company, finance of a company, business and economic learning, learning instruments, learning achievement, teaching and learning strategies, learning assessment, as well as learning media.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 11 (2024)" : 5 Documents clear
VOLATILITAS NILAI TUKAR: IMPLIKASI BAGI STABILITAS EKONOMI DAN INVESTASI Nita Puspitasari
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakVolatilitas nilai tukar merupakan fenomena yang sering terjadi dalamperekonomian global, terutama di negara berkembang yang memilikiketergantungan tinggi terhadap arus perdagangan dan investasi internasional.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penyebab volatilitas nilai tukar sertaimplikasinya terhadap stabilitas ekonomi dan keputusan investasi. Denganmenggunakan pendekatan teoritis dan empiris, artikel ini menjelaskan bahwavolatilitas nilai tukar dapat memengaruhi stabilitas harga, neracaperdagangan, kebijakan moneter, dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu,ketidakpastian nilai tukar juga berdampak signifikan terhadap perilakuinvestor, baik dalam investasi langsung (FDI) maupun investasi portofolio,dengan meningkatnya risiko mata uang dan biaya lindung nilai (hedging).Dampak volatilitas terhadap stabilitas ekonomi mencakup risiko inflasi impor,penurunan daya saing ekspor, serta tantangan dalam menjaga stabilitasmakroekonomi. Sementara itu, di sektor investasi, volatilitas yang tinggicenderung menurunkan minat investor asing dan domestik karena tingginyaketidakpastian pengembalian investasi. Artikel ini menekankan pentingnyaperan bank sentral dalam mengatasi volatilitas melalui kebijakan intervensipasar valuta asing dan penguatan cadangan devisa. Di sisi lain, strategimitigasi seperti penggunaan instrumen derivatif juga diperlukan untukmeminimalkan risiko volatilitas bagi pelaku bisnis dan investor.Kesimpulannya, volatilitas nilai tukar memiliki dampak multidimensionalterhadap perekonomian dan investasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergiantara kebijakan ekonomi yang stabil, reformasi struktural, dan strategimitigasi risiko untuk menjaga kepercayaan investor serta mendorongpertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
ANALISIS MAKROEKONOMI DAN VOLATILITAS SAHAM LQ45: STUDI PADA XL AXIATA, BANK NEGARA INDONESIA, GUDANG GARAM, DAN SIDO MUNCUL DI ERA OPTIMISME 8 PERSEN Figo Aditriya Pangestu
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis volatilitas saham pada perusahaan yang tergabungdalam indeks LQ45, yaitu XL Axiata, Bank Negara Indonesia, Gudang Garam,dan Sido Muncul, selama periode Agustus 2022 hingga Juli 2024. Hasilmenunjukkan adanya variasi signifikan dalam tingkat volatilitas di antaraperusahaan-perusahaan tersebut, dengan Gudang Garam mencatatkanvolatilitas tertinggi dan Sido Muncul yang paling stabil. Analisis jugamengungkapkan bahwa harga minyak mentah dan harga emas memilikipengaruh signifikan terhadap volatilitas saham, sementara IndeksKetidakpastian Kebijakan Ekonomi Global (GEPU Index) berkontribusi padaketidakstabilan pasar, terutama selama krisis seperti pandemi COVID-19.Temuan ini menekankan pentingnya strategi mitigasi risiko yang disesuaikandengan karakteristik sektor untuk membantu perusahaan menghadapitantangan pasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagiinvestor dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih cerdas danterinformasi, serta meningkatkan pemahaman tentang hubungan antaravolatilitas saham dan faktor makroekonomi di pasar modal Indonesia. This study analyzes stock volatility in companies included in the LQ45 index,namely XL Axiata, Bank Negara Indonesia, Gudang Garam, and Sido Muncul,during the period from August 2022 to July 2024. The results show significantvariations in the level of volatility among these companies, with Gudang Garamrecording the highest volatility and Sido Muncul the most stable. The analysisalso reveals that crude oil prices and gold prices have a significant influence onstock volatility, while the Global Economic Policy Uncertainty Index (GEPUIndex) contributes to market instability, especially during crises such as theCOVID-19 pandemic. These findings emphasize the importance of riskmitigation strategies tailored to sector characteristics to help companies facemarket challenges. This study is expected to provide insights for investors inmaking smarter and more informed investment decisions, as well as improveunderstanding of the relationship between stock volatility andmacroeconomic factors in the Indonesian capital market.
ANALISIS VOLATILITAS: IMPLIKASI SAHAM DEVIDEN UNTUK OPTIMISME PERTUMBUHAN EKONOMI Arizal nur firmansyah
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis volatilitas harga saham lima perusahaan tambangbatu bara terkemuka di Indonesia, yaitu PT Bukit Asam Tbk (PTBA), BaramultiSuksessarana Tbk (BSSR), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), MitrabaraAdiperdana Tbk (MBAP), dan Golden Energy Mines Tbk (GEMS), selamaperiode Januari 2023 hingga Desember 2024. Tujuan utama penelitian iniadalah untuk memahami dinamika volatilitas dan implikasinya terhadapstrategi investasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatifdengan analisis data time series untuk menghitung standar deviasi sebagaiindikator volatilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ITMG memilikitingkat volatilitas tertinggi, menawarkan peluang tinggi namun dengan risikobesar, sementara BSSR memiliki volatilitas terendah, menjadikannya pilihanmenarik bagi investor konservatif. PTBA dan MBAP menunjukkan volatilitasmenengah yang menawarkan keseimbangan antara risiko dan keuntungan.Faktor eksternal, seperti harga batu bara global, kebijakan regulasi, dandinamika geopolitik, terbukti memengaruhi volatilitas saham. Temuan inimengindikasikan pentingnya diversifikasi portofolio dan penerapanmanajemen risiko yang ketat dalam investasi di sektor tambang. Selain itu,emiten yang fokus pada efisiensi operasional dan diversifikasi bisnismenunjukkan daya tahan yang lebih tinggi terhadap fluktuasi pasar. Penelitianini memberikan wawasan strategis bagi investor untuk mengoptimalkankeputusan investasi mereka di sektor yang sangat dinamis ini.AbstractThis study analyzes the stock price volatility of five leading coal miningcompanies in Indonesia, namely PT Bukit Asam Tbk (PTBA), BaramultiSuksessarana Tbk (BSSR), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), MitrabaraAdiperdana Tbk (MBAP), and Golden Energy Mines Tbk (GEMS), during theperiod January 2023 to December 2024. The main objective of this study is tounderstand the dynamics of volatility and its implications for investmentstrategies. The research method uses a quantitative approach with time seriesdata analysis to calculate standard deviation as an indicator of volatility. Theresults show that ITMG has the highest level of volatility, offering highopportunities but with great risks, while BSSR has the lowest volatility, makingit an attractive choice for conservative investors. PTBA and MBAP exhibitmedium volatility offering a balance between risk and reward. External factors,such as global coal prices, regulatory policies, and geopolitical dynamics, areshown to influence stock volatility. These findings indicate the importance ofportfolio diversification and rigorous risk management in investing in the miningsector. In addition, issuers that focus on operational efficiency and businessdiversification show higher resilience to market fluctuations. This researchprovides strategic insights for investors to optimize their investment decisionsin this highly dynamic sector.
PREDIKSI PERGERAKAN SAHAM LQ45: STRATEGI INVESTASI DI TENGAH VOLATILITAS PASAR Najmah Eka Handayani
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar saham Indonesia, khususnya indeks LQ45, mengalami dinamika yangsignifikan dengan fluktuasi harga saham di berbagai sektor, termasuk nonperbankan,perbankan, rokok, dan farmasi. Artikel ini menganalisis pergerakanharga saham dari Agustus 2022 hingga Juli 2024, dengan fokus pada TelkomIndonesia (TELKOM), Bank Central Asia (BBCA), Gudang Garam Tbk. (GGRM), danIndustri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO). Hasil analisis menunjukkanbahwa TELKOM mengalami penurunan harga yang tajam dan volatilitas tinggi,sementara BBCA menunjukkan stabilitas yang lebih baik. Sektor rokok, diwakili olehGGRM, menunjukkan fluktuasi yang signifikan, sedangkan sektor farmasi, melaluiSIDO, menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik di tengah meningkatnyapermintaan produk kesehatan. Artikel ini juga membahas keterkaitan dengan teoriekonomi, pentingnya kebijakan pengelolaan yang efektif, serta solusi untukpengembangan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan menerapkan strategiinvestasi yang tepat dan memahami karakteristik masing-masing sektor, investordapat memaksimalkan potensi keuntungan sambil meminimalkan risiko di tengahketidakpastian pasar.
ANALISIS VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM DAN INDIKATOR MAKROEKONOMI DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH DINAMIKA VUCA Nabila Ulfah Azahroh
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis indikator makroekonomi dan volatilitas Indeks HargaSaham Gabungan (IHSG) yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,terutama dengan mempertimbangkan dinamika Era VUCA (Volatile,Uncertain, Complex, and Ambiguous). Untuk mengevaluasi dampak signifikanpandemi COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia, penelitian inimenggunakan data dari tahun 2019 hingga 2022. Hasil menunjukkan bahwaketidakstabilan ekonomi, yang ditunjukkan oleh perubahan nilai tukar rupiahdan penurunan IHSG, menimbulkan ketidakpastian di pasar modal. Kondisi inidiperburuk oleh kebijakan pemerintah yang diberlakukan selama pandemi,seperti pembatasan sosial. Selain itu, investor dipaksa untuk meninggalkanpasar saham dan beralih ke instrumen investasi yang lebih aman, seperti emasdan obligasi. Studi ini menganalisis bagaimana IHSG berhubungan denganindikator makroekonomi seperti inflasi dan suku bunga. Hasil menunjukkanbahwa kenaikan suku bunga memiliki dampak negatif yang signifikan terhadapIHSG, karena tingginya biaya pinjaman dapat mengurangi kemampuanmasyarakat untuk membeli barang dan menghambat investasi perusahaan.Sebaliknya, hubungan inflasi dengan IHSG lebih rumit. Inflasi yang terkendalidapat membantu pertumbuhan ekonomi, tetapi ada risiko penurunan outputkarena inflasi yang terlalu tinggi. Di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini,penting bagi pembuat kebijakan dan investor untuk memahami dinamikapasar dan elemen yang memengaruhi pergerakan IHSG. Artikel inimenekankan betapa pentingnya memantau indikator makroekonomi sebagaidasar pengambilan keputusan investasi. Untuk membuat strategi investasiyang efektif, sangat penting untuk memperhatikan variabel eksternal sepertifluktuasi harga komoditas dan kebijakan moneter negara maju. Oleh karenaitu, artikel ini tidak hanya menjelaskan bagaimana IHSG berfungsi dalamekonomi global yang lebih luas, tetapi juga memberi investor saran untukmembuat keputusan yang lebih cerdas dan strategis. Diharapkan bahwaanalisis yang mendalam ini akan meningkatkan pemahaman tentanghubungan antara indikator makroekonomi dan pasar modal serta implikasinyabagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5