cover
Contact Name
Vira Setia Ningrum
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6281805071077
Journal Mail Official
jebp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP)
ISSN : -     EISSN : 27981193     DOI : https://doi.org/10.17977/um066
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Pendidikan (JEBP) is a scientific journal in the business, economy, and education fields. This journal focuses on theoretical and empirical studies in the field of economy, business, and education. It welcomes research in the areas of economic development, economic behavior, digital economy, economy education, economy system, finance and banking, small and medium enterprises, financial management, development of a company, finance of a company, business and economic learning, learning instruments, learning achievement, teaching and learning strategies, learning assessment, as well as learning media.
Articles 306 Documents
DINAMIKA VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM DAN INDIKATOR MAKROEKONOMI: MENGELOLA OPTIMISME PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA DI ERA VUCA Audy Oktariza Madhani
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Era VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas) telah membawa tantangan yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika volatilitas indeks harga saham dan indikator makroekonomi, serta mengkaji pengelolaan optimisme pertumbuhan ekonomi dalam konteks ketidakpastian global. Data indeks harga saham dan indikator ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan suku bunga, digunakan untuk mengidentifikasi hubungan dinamis antar variabel melalui analisis kuantitatif berdasarkan perhitungan ekonometrik sederhana. Temuan menunjukkan bahwa volatilitas indeks harga saham memiliki korelasi yang signifikan dengan indikator ekonomi makro tertentu. Selain itu, pengelolaan optimisme memerlukan implementasi sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif. Abstract The VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) era has introduced significant challenges to global economic stability, including in Indonesia. This study aims to analyze the dynamics of stock price index volatility and macroeconomic indicators, as well as to examine the management of economic growth optimism in the context of global uncertainty. The data on stock price indices and macroeconomic indicators, including inflation, exchange rates, and interest rates, are employed to identify the dynamic relationships between variables through quantitative analysis based on simple econometric calculations. The findings indicate that the volatility of the stock price index has a significant correlation with specific macroeconomic indicators. Moreover, the management of optimism necessitates the implementation of adaptive fiscal and monetary policy synergies.
INVESTIGATING BI RATE VOLATILITY AND INFLATIONARY PRESSURE AS MAIN DETERMINANTS OF SMGR STOCK PRICE MOVEMENTS Gebiella Jelita Sari
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh volatilitas BI Rate dan tekanan inflasiterhadap pergerakan harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan mencakupBI Rate, tingkat inflasi, dan harga saham SMGR selama periode 2005–2023.Hasil analisis menunjukkan bahwa kenaikan BI Rate memberikan dampaknegatif terhadap harga saham SMGR, sedangkan tekanan inflasimemengaruhi profitabilitas perusahaan melalui peningkatan biaya produksi.Model regresi menunjukkan hubungan signifikan antara BI Rate dan hargasaham, namun pengaruh inflasi kurang dominan. Penelitian ini memberikanwawasan penting bagi investor dan pembuat kebijakan dalam memahamidinamika pasar saham di tengah perubahan ekonomi makro.
KETIKA INFLASI MENGGUNCANG PASAR SAHAM: STUDI KASUS DAN ANALISIS HARGA SAHAM TAMBANGRAYA MEGAH TBK (ITMG) TAHUN 2009-2018 Muhammad Hamzah Fatoni
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap hargasaham Tambangraya Megah TBK (ITMG) yang terdaftar pada LQ45. Data hargasaham diukur dengan menggunakan nilai standar deviasi untuk mengevaluasivolatilitas, yang kemudian diuji korelasinya dengan volatilitas inflasi. Hasil ujinormalitas menunjukkan bahwa data harga saham terdistribusi normaldengan probabilitas sebesar 0,0560, yang lebih besar dari nilai signifikansi0,05. Uji korelasi Pearson menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,0235,yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, dengan nilai koefisien korelasisebesar -0,206740. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan negatif yangsangat lemah antara volatilitas harga saham dan volatilitas inflasi. Ketika inflasimeningkat sebesar 1 persen, harga saham mengalami penurunan sebesar0,206740. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yangmengindikasikan bahwa inflasi memiliki korelasi negatif terhadap hargasaham. Kesimpulannya, volatilitas harga saham tidak memiliki pengaruhsignifikan terhadap volatilitas inflasi, dan penurunan harga saham dapatterjadi karena faktor lain selain inflasi.AbstractThis study aims to analyze the effect of inflation on the stock price ofTambangraya Megah TBK (ITMG) listed on LQ45. Stock price data is measuredusing standard deviation values to evaluate volatility, which are then tested forcorrelation with inflation volatility. The results of the normality test show thatthe stock price data is normally distributed with a probability of 0.0560, whichis greater than the significance value of 0.05. The Pearson correlation testshows a significance level of 0.0235, which is smaller than the significancelevel of 0.05, with a correlation coefficient value of -0.206740. This findingindicates a very weak negative relationship between stock price volatility andinflation volatility. When inflation increases by 1 percent, the stock pricedecreases by 0.206740. This study is in line with previous studies indicatingthat inflation has a negative correlation with stock prices. In conclusion, stockprice volatility does not have a significant effect on inflation volatility, and thedecline in stock prices can occur due to factors other than inflation.
MENGUNGKAP KORELASI INFLASI DAN VOLATILITAS SAHAM BRPT: ANALISIS DATA BULANAN Eka Bayu Bachtiar Ferdiansa
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara volatilitas sahamPT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan inflasi yang diukur dengan Indeks HargaKonsumen (CPI) di Indonesia selama periode 2019 hingga 2023. BRPT, yangbergerak di sektor energi dan kimia, beroperasi di tengah dinamika pasar energiglobal dan kebijakan pemerintah terkait sektor energi, yang memengaruhiharga sahamnya. Inflasi, sebagai faktor makroekonomi utama, diketahuimemiliki dampak signifikan terhadap volatilitas pasar saham, terutamadengan menciptakan ketidakpastian pasar yang dapat memengaruhikeputusan investasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengananalisis standar deviasi untuk mengukur volatilitas saham dan analisis korelasiPearson untuk menguji hubungan antara volatilitas saham BRPT dan inflasi.Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bervariasi antara harga sahamBRPT dan tingkat inflasi selama periode yang dianalisis. Temuan ini menyorotibahwa fluktuasi inflasi, baik yang positif maupun negatif, dapat mempengaruhivolatilitas saham BRPT, dengan dampak yang berbeda dalam jangka pendekdan jangka panjang. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagiinvestor dalam merumuskan strategi investasi di pasar saham Indonesia,terutama bagi perusahaan yang beroperasi di sektor energi. Selain itu, hasilpenelitian ini juga dapat memberikan informasi penting bagi pembuatkebijakan dalam merancang kebijakan moneter yang dapat mengurangidampak volatilitas pasar saham yang disebabkan oleh fluktuasi inflasi danharga komoditas.
KETIDAKSTABILAN INFLASI VS GEJOLAK SAHAM: DINAMIKA ICBP DI PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 - 2023 Naufal Khadaf
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study analyzes the relationship between inflation volatility and stock pricevolatility of PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) during the COVID-19pandemic (2020-2023). ICBP, a major player in Indonesia's consumer goodssector, faced significant economic fluctuations due to global instability duringthe pandemic. Using secondary data from monthly inflation rates and ICBPstock prices, the research employs the Jarque-Bera normality test for datavalidation and the Pearson correlation test to examine the relationshipbetween the two variables. The results show a significant negative correlationof -0.467051 (p < 0.05) between inflation volatility and stock price volatility. Thissuggests that higher inflation volatility is associated with lower stock pricevolatility, which can be explained by theories like the Fisher Effect and theDiscounted Cash Flow (DCF) model, where inflation reduces purchasingpower and increases discount rates. Additionally, the study highlights thesensitivity of the consumer goods sector to macroeconomic factors such asinflation. This research offers insights for investors and policymakers,emphasizing the role of inflation in influencing stock market dynamics. Itunderscores the importance of portfolio diversification to mitigate risks arisingfrom global economic uncertainties and provides policy recommendations forfostering economic and financial stability.
STUDI EMPIRIS HUBUNGAN INFLASI TERHADAP VOLATILITAS SAHAM BBRI: ANALISIS DENGAN PENDEKATAN KORELASI DAN STANDAR DEVIASI TAHUN 2021-2023 Riska Purwitasari
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis volatilitas saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia)menggunakan pendekatan korelasi dan standar deviasi (STDV) dengan inflasisebagai variabel utama. Studi kasus mencakup data bulanan periode 2021–2023 untuk mengidentifikasi pola hubungan antara fluktuasi harga saham danperubahan tingkat inflasi di Indonesia. Analisis volatilitas dilakukan untukmenggambarkan sensitivitas pasar terhadap dinamika makroekonomi,khususnya pada sektor perbankan. Hasil penelitian menunjukkan adanyahubungan signifikan antara inflasi dan volatilitas saham, di mana kenaikaninflasi cenderung meningkatkan ketidakpastian di pasar saham. Temuan inimemberikan implikasi penting bagi investor dan pembuat kebijakan, terutamadalam mengelola risiko investasi pada sektor keuangan di tengah tekananekonomi. Studi ini juga menawarkan perspektif empiris tentang bagaimanainflasi berdampak terhadap perilaku harga saham di pasar modal Indonesia,dengan fokus pada salah satu emiten perbankan terbesar.
ANALISIS KORELASI ANTARA HARGA SAHAM PT. TELKOM INDONESIA TBK DENGAN TINGKAT INFLASI DI INDONESIA Ellyana Indriani Wulandari; Imam Mukhlis; Agung Nugroho
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis korelasi antara inflasi dan volatilitas harga sahamPT. Telkom Indonesia Tbk selama periode 2006 hingga 2023. Dengan metodedeskriptif kuantitatif, penelitian ini menggunakan data harga saham bulanandari Investing.com dan data inflasi dari Bank Indonesia. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan di antara fluktuasiharga saham dan tingkat inflasi, sebagaimana ditentukan oleh uji korelasiSpearman dan kausalitas Granger. Hasil ini mengindikasi volatilitas hargasaham TLKM lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global dibandingkandengan tekanan inflasi domestik. Saham TLKM dinilai cocok sebagai bagiandari portofolio investasi yang terdiversifikasi karena ketahanannya terhadapinflasi.
ANALISIS KORELASI HARGA SAHAM MITRATEL (MTEL) DAN INFLASI MENGGUNAKAN STANDAR DEVIASI Akbar Putra Samudra
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis hubungan antara harga saham PT Mitratel (MTEL)dan inflasi di Indonesia selama periode 2021-2024 menggunakan analisiskorelasi Pearson dan standar deviasi sebagai pengukur volatilitas. Data hargasaham MTEL diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, sementara data inflasibersumber dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanyakorelasi negatif signifikan antara inflasi dan harga saham MTEL, dengan nilaikorelasi berkisar dari -0,5 hingga -0,8. Peningkatan inflasi cenderung diikutidengan penurunan harga saham MTEL. Analisis volatilitas menunjukkanfluktuasi harga saham yang cukup tinggi selama periode penelitian,mengindikasikan risiko investasi yang relevan. Penelitian ini memberikanwawasan penting bagi investor dalam memahami dampak inflasi terhadappergerakan saham di sektor telekomunikasi.
HARGA SAHAM BBTN TERGUNCANG: INFLASI DAN SUKU BUNGA SEBAGAI PENENTU UTAMA? Viharizzahanas
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap hargasaham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) di Bursa Efek Indonesia dari Januari2019 hingga Desember 2023. Menggunakan metode kuantitatif dengan dataharga saham, inflasi dan suku bunga, penelitian ini melibatkan analisisdeskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson. Hasilnyamenunjukkan bahwa inflasi memiliki hubungan negatif yang signifikan denganharga saham BBTN, sementara suku bunga tidak memiliki pengaruh signifikan.Korelasi antara inflasi dan suku bunga bersifat positif, namun tidak cukup kuat.Temuan ini menunjukkan bahwa inflasi lebih mempengaruhi harga sahamBBTN dibandingkan suku bunga, memberikan wawasan bagi investor dalampengambilan keputusan investasi.AbstractThis study analyzes the effect of inflation and interest rates on the stock priceof PT Bank Tabungan Negara (BBTN) on the Indonesia Stock Exchange fromJanuary 2019 to December 2023. Using quantitative methods with stock price,inflation and interest rate data, this study involves descriptive analysis,normality test, linearity test, and Pearson correlation test. The results show thatinflation has a significant negative relationship with BBTN stock prices, whileinterest rates do not have a significant effect. The correlation between inflationand interest rates is positive, but not strong enough. These findings indicatethat inflation affects BBTN stock prices more than interest rates, providinginsight for investors in making investment decisions.
INTP DI PUNCAK! BENARKAH INFLASI DALANGNYA? Febriandana Akbar
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara harga saham PTIndocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan tingkat inflasi di Indonesiaselama periode 2019 hingga 2023. Menggunakan pendekatan deskriptifkuantitatif, data sekunder tentang harga saham INTP dan inflasi bulanandiambil dari Bursa Efek Indonesia dan situs resmi Bank Indonesia. Analisisdilakukan dengan menggunakan standar deviasi dan analisis korelasi Pearsonuntuk mengidentifikasi pola volatilitas dan hubungan statistik antara keduavariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yangsangat lemah (koefisien -0,1188) antara harga saham INTP dan inflasi, denganp-value 0,3661, yang menunjukkan bahwa hubungan ini tidak signifikan secarastatistik. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi inflasi,permintaan stabil untuk komoditas seperti semen di sektor konstruksimembuat saham INTP relatif stabil, menjadikannya pilihan investasi defensifyang menarik bagi investor. Saran strategis untuk investor, perusahaan, danpemangku kepentingan juga diberikan untuk meningkatkan keputusaninvestasi dan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar.