cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 547 Documents
Pengaruh Giberelin Terhadap Karakter Morfologi dan Hasil Buah Partenokarpi pada Tujuh Genotipe Tomat (Solanum lycopersicum L.) Agus Budi Setiawan; Rudi Hari Murti; Aziz Purwantoro
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.456 KB) | DOI: 10.22146/ipas.6521

Abstract

Giberelin merupakan zat pengatur tumbuh yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan buah tomat. Buah partenokarpi dapat diinduksi dengan menggunakan giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan respon tujuh genotipe tomat terhadap GA3 terkait karakter fruit set, ukuran, dan hasil buah tomat. Penelitian ini dilakukan di Green House UPTD Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, UGM mulai bulan Oktober 2014 hingga Februari 2015. Penelitian menggunakan rancangan faktorial 7 genotipe x 2 konsentrasi GA3 yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 blok. Kluster bunga dengan bunga pertama fase 12 yang tidak dikastrasi disemprot GA3 dengan interval 3 hari sekali sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B78 merupakan genotipe yang responsif terhadap GA3dengan ditandai dengan peningkatan jumlah lokul menjadi 6 (lokul/buah) danmengalami penurunan fruit set sebesar 81,96% serta ukuran buah yang menurun secara nyata dibandingkan dengan buah berbiji. Genotipe yang tanggap terhadap aplikasi GA3 untuk menginduksi buah partenokarpi dengan hasil dan ukuran buah yang bagus adalah Gamato 1 ditandai dengan penurunan bobot buah per tandan yang relatif kecil yaitu 28,38% serta buah partenokarpi yang dihasilkan memiliki ukuran panjang dan diameter buah yang masih jauh lebih besar (41,68 mm dan 46,11 mm) dibandingkan genotipe lainnya. Buah partenokarpi A65, Gamato 3, A175, Gamato 5 dan Kaliurang 206 mengalami penurunan ukuran (panjang, diameter, dan ketebalan daging buah) serta penurunan hasil buah tomat dibandingkan dengan buah berbiji.
Studi Keragaman Genetik Dua Puluh Galur Inbred Jagung Manis Generasi S7 Purwito Djoko Yuwono; Rudi Hari Murti; Panjisakti Basunanda
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 3 (2015): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.915 KB) | DOI: 10.22146/ipas.7919

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi keragaman genetik dua puluh galur inbred jagung manis populasi S7.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi keragaman genetik dua puluh galur inbred, heritabilitas dalam arti luas, korelasi genetik dan analisis lintasan, dan jarak genetik antar galur inbred jagung manis. Percobaan lapangan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan perlakuan dua puluh galur inbred dan tiga ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA, korelasi genetik, dan analisis klaster. Koefisien keragaman genetik yang diperoleh mengindikasikan adanya keragaman genetik antar galur yang diuji. Heritabilitas menunjukkan nilai yang tinggi pada semua variabel kecuali jumlah baris biji. Karakter panjang tongkol dan diameter tongkol memiliki korelasi dan pengaruh langsung yang tinggi terhadap bobot tongkol. Analisis klaster menghasilkan tiga kelompok pada nilai koefisien similarity 70%. Kelompok yang memiliki koefisien similarity paling rendah memiliki jarak genetik terjauh dan dianjurkan sebagai tetua untuk pembuatan hibrida dengan heterosis tinggi.
Seleksi Varietas Partisipatif Terhadap Galur-Galur Elit Padi Gogo di Lahan Petani Aris Hairmansis
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.71 KB) | DOI: 10.22146/ipas.8600

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan program pemuliaan adalah diadopsinya varietas unggul oleh petani. Meskipun pemulia memiliki kemampuan untuk memilih varietas-varietas terbaik, selera petani terhadap varietas unggul dapat berbeda dan sangat beragam antar daerah. Program seleksi varietas partisipatif (participatory varietal selection=PVS) dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi seleksi yang dilakukan pemulia dengan melibatkan petani sebagai pengguna akhir produk pemuliaan dalam proses seleksi. Dua kegiatan seleksi varietas partisipatif dilakukan pada musim hujan 2012-2013 di dua sentra padi gogo yakni Cianjur (Jawa Barat) dan Kebumen (Jawa Tengah). Sepuluh galur harapan padi gogo dan empat varietas unggul pembanding digunakan dalam kegiatan PVS. Masing-masing galur atau varietas ditanam oleh seorang petani kooperator dengan luas tanam 2000 m2 sampai 2500 m2. Budidaya padi dilakukan oleh petani berdasarkan paket rekomendasi dari peneliti. Seleksi dilakukan pada saat menjelang panen dengan melibatkan sebanyak 20 sampai 22 orang petani di masing-masing lokasi. Hasil PVS menunjukkan keragaman preferensi petani di dalam dan antar daerah. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya kesesuaian antar nilai preferensi varietas hasil seleksi petani dengan nilai penerimaan fenotipe oleh pemulia. Namun demikian tidak semua genotipe dengan nilai preferensi yang tinggi menghasilkan gabah yang tinggi, mengindikasikan bahwa komponen hasil bukan satu-satunya penentu preferensi petani dalam mengadopsi varietas unggul. Dampak dari pelaksanaan PVS terhadap adopsi varietas unggul, peningkatan keragaman genetik di lapang dan sarana penyebaran benih informal didiskusikan dalam tulisan ini.
The Relationships Among Physiological Characters and Productivities of Nine PGL Clones in Medium Land Ika Irmayanti; Didik Indradewa; Eka Tarwaca Susila Putra
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 3 (2015): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.588 KB) | DOI: 10.22146/ipas.8654

Abstract

The objectives of the study were to determine the relationships among the physiological characters and productivities of nine PGL clones in medium land. Field trial was arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) single factor with three blocks as replications. The treatment was PGL clones, consisting of nine clones, namely PGL 1 PGL 3, 4 PGL, PGL 7, PGL 10, PGL 11, PGL 12, PGL 15, and PGL 17. The observations were done on several variables of physiological characters and productivities. Data were analyzed by using the Analysis of Variance (ANOVA) at 5% levels. If there were significant differences among the treatments, they will be analysed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The relationships among variables were determined using correlation analysis. Results showed that there were wide variations in the stomatal density and width openings  and also productivities among the nine PGL clones. Stomatal density and width openings have significant positive correlation with the productivity. PGL 12 and 15 with a denser of stomatal arrangement and wider stomatal openings have higher productivities when compared to other PGL clones, especially PGL 7 with the most loosely stomatal arrangement and narrower stomatal openings.
Pertumbuhan, Produktivitas, dan Rendemen Minyak Kelapa Sawit di Dataran Tinggi Eka Listia; Didik Indradewa; Eka Tarwaca Susila Putra
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.529 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, produktivitas dan rendemen minyak kelapa sawit yang ditanam pada dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada empat lokasi penelitian dengan ketinggian tempat 50, 368, 693 dan 865 m dpl yang berada di wilayah Sumatera Utara. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok menggunakan kelapa sawit jenis tenera pada kelompok tanaman muda yang berumur 7 – 8 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kelapa sawit di dataran tinggi yang meliputi panjang rachis, indeks luas daun, bobot kering daun, tinggi tanaman, volume batang dan bobot kering batang memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan tanaman kelapa sawit di dataran rendah. Produktivitas tertinggi mencapai 28,5 ton TBS/ha/tahun pada penanaman kelapa sawit di ketinggian 368 m dpl. Rendemen minyak tertinggi 25,9% dicapai pada ketinggian tempat 50 m dpl. Kandungan karoten tertinggi 590,8 ppm dan nilai indeks panen tertinggi 0,39 dicapai oleh tanaman kelapa sawit di dataran rendah dengan ketinggian 368 m dpl.
Potensi Jamur Mikoriza Arbuskular Unggul Dalam Peningkatan Pertumbuhan Dan Kesehatan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Citra Mayang Wardhika
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.859 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9088

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditas perkebunan penting bagi perekonomian nasional dan berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan agroindustri. Indonesia telah mencanangkan untuk swasembada gula, sehingga peningkatan produksi tebu yang merupakan salah satu bahan pokok gula, harus dilakukan. Mikoriza merupakan suatu bentuk hubungan simbiosis mutualistik antara jamur dan perakaran tumbuhan tingkat tinggi. Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA) dapat mempercepat laju pertumbuhan, meningkatkan kualitas dan daya hidup bibit tanaman dan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman lahan kritis. Penelitian ini meliputi identifikasi jenis JMA yang paling dominan pada semua isolat yang diperoleh dari rizosfer tebu, perbanyakan starter inokulum JMA, dan inokulasi pada bibit tebu. Hasil isolasi JMA dari berbagai lokasi, diperoleh 6 genus JMA, yaitu: Glomus, Gigaspora, Acaulospora, Scutellospora, Entrophospora, dan Sclerocystis. Genus Glomus merupakan genus yang dominan dan digunakan dalam pengujian selanjutnya. Hasil uji infektivitas dengan menggunakan klon tebu PS 862 menunjukkan bahwa isolat PKP, MS, KLT, dan BTG yang masing-masing berasal dari Kulon Progo, Sleman, Klaten, dan Batang menunjukkan infektivitas yang paling tinggi dan dapat dijadikan kandidat bahan pupuk hayati. Penambahan JMA pada bibit tebu dapat mengurangi intensitas penyakit karat jingga; penyakit utama pada bibit tebu, yang berarti JMA berpotensi sebagai agens pengendali hayati.
Efisiensi Teknis Usahatani Kopi Arabika di Kabupaten Enrekang Syahruni Thamrin
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.221 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi teknis usahatani kopi arabika di Kabupaten Enrekang. Populasi dari penelitian ini adalah petani kopi arabika, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, analisis efisiensi teknis dan inefisiensi teknis. Estimasi dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi frontir stokastik. Faktor-faktor yang berpengaruh sangat nyata pada efisiensi teknis kopi adalah luas lahan, penggunaan pupuk Urea, ZA dan tenaga kerja. Rata-rata efisiensi teknis petani responden adalah 0,89. Berarti petani telah efisien secara teknis khususnya dalam mengalokasikan sumberdaya dan memanfaatkan teknologi budidaya yang ada. Sementara itu hasil estimasi dengan menggunakan metode MLE, variable yang signifikan dan berkorelasi negatif adalah jumlah anggota keluarga.
Farmers Entrepreneurship and Performance of Red Onion Farming in Bantul District Ulfah Nurdiani
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.117 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9091

Abstract

The purposes of this study were: (1) To identify the level of onion farmers entrepreneurship in Bantul district, (2) To determine the influence of individual factors, physical, social, economic and institutional environment on the level of farmers entrepreneurship and performance of red onion farming in Bantul district, and (3) To determine the effect of the level farmers entrepreneurship on performance of red onion farming in Bantul district. The method study uses descriptive analytical, which analyzed the data further to find a relationship or ratio between the variables in the theoretical framework of thinking. Data collection using questionnaires previously tested the validity of using Product Moment Correlation and reliability testing using Cronbach Alpha coefficients. Data analysis techniques broadly consists of three stages: a preliminary analysis to calculate individual farm performance indicators (produtifitas, revenue and Private Cost Ratio), descriptive analysis of the percentage of the study variables and analysis of structural equation model (SEM). The research results showed that the level of red onion farmers entrepreneurship in Bantul categorized high with an overall average percentage of 70.87%. Individual factors, physical, social, economic and institutional environment positive and significant impact on the farmers entrepreneurship and performance of farming. The factor that has the greatest positive effect of individual factors followed by the  institutional  environment. The  physical  environment and  the economy have the same magnitude, while the smallest is the social environment influences. Farmer entrepreneurship positive effect on farm performance and has an important role in mediating the influence of individual and environmental factors on farm performance. These results provide evidence for the idea that entrepreneurial farmers is something that can be grown and can be considered to be a new approach in improving farm performance
Prediksi Neraca Air Untuk Menentukan Masa Tanam Tebu di Kecamatan Kalasan, Sleman Kamelia Dwi Jayanti
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.202 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9092

Abstract

Perubahan pola curah hujan di Indonesia telah terjadi sejak beberapa decade terakhir. Perubahan ini menyebabkan terjadinya pergeseran musim di beberapa daerah. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air pada fase vegetative tetapi membutuhkan kondisi kering ketika menjelang panen. Penentuan masa tanam yang kurang tepat dapat menurunkan hasil produksi bahkan gagal panen. Penelitian penentuan masa tanam tebu dilakukan di Kecamatan Kalasan, Sleman. Daerah ini merupakan lahan tadah hujan. Curah hujan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan lengas tanah pada lahan tadah hujan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan bulanan selama 10 tahun terakhir (2002 -2011), suhu, kelembaban, kecepatan angin, lama penyinaran, sifat fisik tanah dan data tanaman. Penelitian ini didahului dengan membangkitkan data curah hujan bulanan 10 tahun ke depan (2012-2022) dengan menggunakan model Thomas-Fiering. Data curah hujan bangkitan ini digunakan untuk membuat neraca air. Neraca air menggambarkan kondisi surplus dan defisit ketersediaan lengas tanah. Data analisis neraca air menunjukkan bahwa masa tanam tebu yang tepat adalah September- Agustus dan Oktober-September.
Effects of Herbicide Application Timing and Tillage System on Tobacco Plant (Nicotiana tabacum L.) Vanindyantara Nugra Pratama
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2016): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1759.745 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9139

Abstract

This research aims to study the result of proper glyphosate and paraquat application and tillage system as weed controller and to get the proper herbicide application timing and soil tillage system for increased growth and yield of tobacco. The research was conducted in Pakel Village, Sumberpucung District, Malang Regency in July-October 2014. Method used in the research was Split-Plot design with 2 levels of tillage system as main plot and 6 levels of application herbicide timing as sub-plot with 3 replications. Glyphosate application before planting increased growth factor of tobacco i.e. number of leaves, plant height, and leaf area. Glyphosate application before tillage and planting increased yield factor of tobacco i.e. fresh weight of roots and stems, fresh weight of leaves, dry weight of chopped tobacco, and nicotine content.

Page 5 of 55 | Total Record : 547


Filter by Year

1969 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): December Vol 10, No 2 (2025): August Vol 10, No 1 (2025): April Vol 9, No 3 (2024): December Vol 9, No 2 (2024): August Vol 9, No 1 (2024): April Vol 8, No 3 (2023): December Vol 8, No 2 (2023): August Vol 8, No 1 (2023): April Vol 7, No 3 (2022): December Vol 7, No 3 (2022): December (In Press) Vol 7, No 2 (2022): August Vol 7, No 1 (2022): April Vol 6, No 3 (2021): December Vol 6, No 2 (2021): August Vol 6, No 1 (2021): April Vol 5, No 3 (2020): December Vol 5, No 2 (2020): August Vol 5, No 1 (2020): April Vol 4, No 3 (2019): December Vol 4, No 2 (2019): August Vol 4, No 1 (2019): April Vol 3, No 3 (2018): December Vol 3, No 2 (2018): August Vol 3, No 1 (2018): April Vol 2, No 3 (2017): December Vol 2, No 2 (2017): August Vol 2, No 1 (2017): April Vol 1, No 3 (2016): December Vol 1, No 2 (2016): August Vol 1, No 1 (2016): April Vol 18, No 3 (2015): December Vol 18, No 2 (2015): August Vol 18, No 1 (2015): April Vol 17, No 1 (2014): Juni Vol 16, No 2 (2013): Desember Vol 16, No 1 (2013): Juni Vol 15, No 2 (2012): Desember Vol 15, No 1 (2008): Juni Vol 14, No 2 (2007): Desember Vol 14, No 1 (2007): Juni Vol 13, No 2 (2006): September Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 2 (2005): Desember Vol 12, No 1 (2005): Juni Vol 11, No 2 (2004): Desember Vol 11, No 1 (2004): Juni Vol 10, No 2 (2003): Desember Vol 10, No 1 (2003): Juni Vol 9, No 2 (2002): November Vol 9, No 1 (2002): Juni Vol 8, No 2 (2001): November Vol 8, No 1 (2001): Juni Vol 7, No 2 (2000): November Vol 7, No 1 (2000): Juli Vol 6, No 2 (1998): September Vol 5, No 4 (1994): September Vol 5, No 3 (1993): September Vol 5, No 2 (1992): September Vol 5, No 1 (1992): April Vol 4, No 8 (1992): Februari Vol 4, No 7 (1991): September Vol 4, No 6 (1991): Juli Vol 4, No 5 (1989): Februari Vol 4, No 4 (1987): Februari Vol 4, No 3 (1986): Juli Vol 4, No 2 (1986): April Vol 4, No 1 (1986): Februari Vol 3, No 8 (1984): Juli Vol 3, No 7 (1984): April Vol 3, No 6 (1984): Februari Vol 3, No 5 (1982): Desember Vol 3, No 4 (1981): Desember Vol 3, No 3 (1981): Oktober Vol 3, No 2 (1981): Agustus Vol 3, No 1 (1981): Juni Vol 2, No 8 (1980): Oktober Vol 2, No 7 (1980): Juni Vol 2, No 6 (1979): Mei Vol 2, No 5 (1978): Desember Vol 2, No 4 (1978): Juli Vol 2, No 3 (1977): Desember Vol 2, No 2 (1977): Juni Vol 2, No 1 (1976): Desember Vol 1, No 8 (1976): Desember Vol 1, No 7 (1973): Mei Vol 1, No 6 (1972): Juni Vol 1, No 5 (1970): Juni Vol 1, No 1-2 (1969): Agustus-Desember Vol 1, No 4 (1969): Desember Vol 1, No 3 (1969): Mei More Issue