cover
Contact Name
Prima Daniyati Kusuma
Contact Email
jkn@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6285701512299
Journal Mail Official
jkn@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No. 26 Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Notokusumo
ISSN : 23384514     EISSN : 28081781     DOI : 10.53423
Jurnal Keperawatan diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Notokusumo. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Juni - Desember. Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian dan kajian dalam bidang ilmu keperawatan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2023): Desember" : 5 Documents clear
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL DENGAN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG ARRAHMAN RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO: NURSING CARE OF VERBAL COMMUNICATION DISORDERS WITH NON-HEMORRHAGIC STROKE IN THE ARRAHMAN ROOM PURWOKERTO ISLAMIC HOSPITAL Haryanti, Dianita; Sukmaningtyas, Willis; Sebayang, Septian Mixrova; Susanto, Amin
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit stroke di Indonesia berdasarkan hasil riskesdas 2018 meningkat dibandingkan tahun 2013. Prevalensi stroke meningkat dari 7% menjadi 10,9%. Secara nasional, prevalensi stroke di indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada umur ?15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang. Karya tulis ilmiah ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif yang menggambarkan asuhan keperawatan gangguan komunikasi verbal pada Tn. S dengan stroke non hemoragik di ruang arrahman Rumah Sakit Islam Purwokerto. Hasil penelitian adalah prioritas masalah keperawatan diagnosa keperawatan pada Tn.S yaitu diagnosis keperawatan yang muncul adalah gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan gangguan neuromuskuler. Setelah merencanakan tindakan keperawatan, penulis melaksanakan tindakan keperawatan selama 3 hari sesuai dengan rencana keperawatan yang telah dibuat. Setelah melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan kemudian penulis melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan. Evaluasi tersebut berfungsi untuk menilai tingkat keberhasilan dan intervensi yang telah dilakukan. Hasil evaluasi dapat menyatakan bahwa masalah yang muncul teratasi sebagian. Diharapkan ilmu dan pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan dapat dijadikan sebagai acuan oleh penulis agar kedepannya lebih baik terutama pada pasien gangguan komunikasi verbal.
HUBUNGAN EMOTIONAL MATURITY DENGAN KEJADIAN SELF-HARM PADA REMAJA PUTRI DI SMP YOGYAKARTA: THE CORRELATION OF EMOTIONAL MATURITY AND SELF-HARM IN FEMALE ADOLESCENT AT SMP YOGYAKARTA Hidayati, Rizqi Wahyu; Nadia Indah Putri , Agustina
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emotional maturity ialah keadaan individu yang tidak meledak emosinya, dampak emotional maturity yang labil adalah koping negatif seperti self-harm hingga bunuh diri. Temuan kasus di Indonesia mengungkapkan terdapat 50% remaja dari 215 pernah melukai diri sendiri dengan prevalensi perempuan sebanyak 80%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan emotional maturity dengan kejadian self-harm pada remaja putri di SMP Yogyakarta. Metode yang digunakan kuantitatif dengan desain analtik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Sampel jenuh sebesar 61 reponden dengan kriteria inklusi yaitu memiliki masalah dalam hubungan sosial dan trauma masalalu. Ekslusi yaitu remaja dengan gangguan mental. Hasil penelitian menunjukkan 50,8% berusia 13 tahun, 83,6% tinggal dengan orang tua, 36.1% korban bullying, 80.3% tingkat emotional maturity, dan 41% cenderung self-harm. Selain itu, hasil uji chi square p = 0.081. oleh karena itu, tidak terdapat hubungan antara emotional maturity dengan kejadian self-harm pada remaja putri di SMP Yogyakarta. Peneliti menyarankan untuk menambah jumlah sampel pada penelitian berikutnya.   Emotional maturity is the state of individuals who do not explode their emotions, the impact of unstable emotional maturity is negative coping such as self-harm to suicide. Case findings in Indonesia reveal that 50% of adolescents out of 215 have self-harmed with a female prevalence of 80%. This study aims to determine the correlation between emotional maturity and the incidence of self-harm in female adolescent in Yogyakarta. The method used was quantitative with a correlation analytic design through a cross sectional approach. Saturated sample of 61 respondents with inclusion criteria, namely having problems in social relationships and past trauma. Exclusion was female-adolescents with mental disorders. The results showed 50.8% was 13 years old, 83.6% lived with parents, 36.1% was victims of bullying, 80.3% had a high level of emotional maturity, and 41% tended to self-harm. In addition, the results of the chi square test p = 0.081. Therefore, there was no relationship between emotional maturity and the incidence of self-harm in female-adolescent in Yogyakarta. The researcher suggested to increase the number of samples in the next study.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KARANG ANYAR, LAMPUNG SELATAN: DETERMINANTS RELATED TO THE INCIDENT OF PULMONARY TUBERCULOSIS, KARANG ANYAR HEALTH CENTER, SOUTH LAMPUNG Bambang Murwanto; Muslim, Zaenal; Usman, Sarip; Br. Karo, Dameria
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tuberkolusis khususnya Tuberkulosis Paru masih menjadi masalah di Indonesia pada umumnya khususnya di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar, Lampung Selatan. Saat ini Indonesia menempati urutan kedua di dunia setelah India, dengan prevalensi 354/100.000 penduduk.  Beberapa faktor risiko terjadinya kedian Tuberkulosis Paru yang terbesar yaitu faktor lingkungan dan perilaku. Faktor lingkungan terutama lingkungan rumah dan perilaku adalah sikap dan perilaku terhadap penyakit Tuberkulosis Paru Tujuan penelitian ini untuk mengertahui determinan faktor-faktor yang beresiko terhadap kejadian Tuberkulosis Paru, di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar, Lampung Selatan, yaitu faktor-faktor lingkungan rumah dan perilaku adalah sikap dan perilaku. Metode penelitian ini adalah analitik, dengan rancangan kasus-kontrol (case control)  Penelitian ini untuk mengetahui hubungan Faktor-faktor Lingkungan dan Faktor-faktor Perilaku. Faktor-faktor Lingkungan terdiri dari variable-variabel Suhu, Pencahayaan, Kelembaban, Ventilasi, Kepadatan Hunian, Jenis Lantai, Sosial Ekonomi dan Faktor-faktor Perilaku terdiri dari variable-variabel, Pengatahuan tentang  Tuberkulosis Paru, Sikap terhadap Tuberkulosis Paru, Perilaku terhadap Penyakit Tuberkulosis Paru. Sedangkan sebagai variabel terikat adalah penderita dan bukan penderita Tuberkulosis Paru. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor risiko tersebut adalah lingkungan rumah meliputi pendapatan, pencahayaan, kelembaban, ventilasi, kepadatan hunian, lantai, dan sikap, perilaku terhadap penyakit Tuberkulosis Paru. Risiko faktor kelembaban adalah faktor yang paling dominan (kuat).   Tuberculosis, especially pulmonary tuberculosis, is still a problem in Indonesia in generaly, especially in the working area of ??the Karang Anyar Community Health Center, South Lampung. Currently Indonesia ranks second in the world after India, with a prevalence of 354/100,000 population. Some of the biggest risk factors for developing pulmonary tuberculosis are environmental and behavioral factors. Environmental factors, especially the home environment and behavior, are attitudes and behavior towards Pulmonary Tuberculosis. The aim of this research is to understand the determinants of risk factors for the incidence of Pulmonary Tuberculosis, in the working area of ??the Karang Anyar Community Health Center, South Lampung, namely home environmental and behavioral factors are attitudes and behavior. This research method is analytical, with a case-control design. This research is to determine the relationship between environmental factors and behavioral factors. Environmental factors consist of the variables Temperature, Lighting, Humidity, Ventilation, Occupancy Density, Floor Type, Socioeconomic and Behavioral Factors consist of the variables, Knowledge about Pulmonary Tuberculosis, Attitudes towards Pulmonary Tuberculosis, Behavior towards Tuberculosis Lungs. Meanwhile, the dependent variable is pulmonary tuberculosis sufferers and non-sufferers. The results of this research are that the risk factors are the home environment including income, lighting, humidity, ventilation, residential density, flooring, and attitudes and behavior towards pulmonary tuberculosis. The risk factor of humidity is the most dominant (strong) factor.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PRIMIPARA: THE EFFECT OF MUROTTAL THERAPY ON REDUCING ANXIETY IN PRIMIPARA Endar Timiyatun; Eka Oktavianto; Sunny, Suniarti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanda-tanda kecemasan primipara sering diabaikan karena kurangnya kesadaran akan dampak di masa depan bagi ibu, suami, dan anggota keluarga lainnya yang akan menjadi beban psikologis bagi primipara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al Quran terhadap penuruan kecemasan pada primipara. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan pendekatan dalam suatu kelompok (one group pre-post test design without control).Analisis data yang digunakan adalah uji paired t test. Teknik pengambilan sampel menggunakan acidental sampling, dengan jumlah 16 responden. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan kuisioner HARS. Sebelum pemberian terapi dilakukan pre-test lalu diberikan terapi murottal Al Quran selama 20menit, kemudian dilakukan post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al Quran. Nilai rata-rata sebelum pemberian terapi murottal Al Quran. Nilai rat-rata sebelum pemberian terapi murottal AL Quran 27,37  setelah pemberian terapi murottal Al Quran nilai rata-rata menjadi 8,87. Nilai p = 0,000 (nilai p<0,05) sehingga ada pengaruh pemberian terapi murottal Al Quran terhadap penuruna kecemasan pada ibu primipara. Kesimpulannya adalah ada pengaruh pemberian terapi murottal Al Quran terhadap kecemasan pada ibu primipara (nilai p<0,05) Signs of anxiety in primiparas are often ignored because awareness will have an impact on the future for mothers, husbands and other family members which will be a psychological burden for primiparas. This study aims to determine the effect of Al-Quran murottal therapy in reducing anxiety in primiparous mothers. This research is pre-experimental research with a group approach (one group pre-post test design without control). The data analysis used was the paired t test. The sampling technique used incidental sampling, with a total of 16 respondents. Pain intensity was measured using the HARS questionnaire. Before administering the therapy, a pre-test was carried out, then Al-Quran murottal therapy was given for 20 minutes, then a post-test was carried out. The results of the study showed that there was a decrease in anxiety before and after being given murottal Al-Quran therapy. Average value before giving Al Quran murottal therapy. The average value before being given Al Quran murottal therapy was 27.37. After being given Al Quran murottal therapy the average value was 8.87. The p value = 0.000 (p value <0.05) so there is an effect of providing Al-Quran murottal therapy on reducing anxiety in primiparous mothers. The conclusion is that there is an effect of providing Al-Quran murottal therapy on anxiety in primiparous mothers (p value<0.05)
EFEKTIFITAS TERAPI MUROTTAL SURAT AR-RAHMAN TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA: EFFECTIVENESS OF SURAT AR-RAHMAN'S MUROTTAL THERAPY TO REDUCE DYSMENORHORE PAIN Eka Oktavianto; Timiyatun, Endar; Sunny, Suniarty; Zuyyina Lutfah, Fitria
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri haid (dismenorea) banyak dialami oleh remja putri. Nyeri yang dirasakan sering menganggu aktivitas sehari-hari pada remaja tersebut. Perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi dan mengurangi nyeri dismenorea salah satunya secara non-farmakologis dengan menggunakan terapi murottal. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian terapi murottal surat Ar-Rahman terhadap penurunan skor nyeri dismenorea. Metode: Jenis penelitian ini adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre-posttest design. Responden pada penelitian ini yaitu siswi yang usia 13-15 tahun di SMP BIAS Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMP BIAS Yogyakarta yang mengalami dismenorea. Jumlah populasi tidak diketahui.  Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 siswi yang sedang mengalami dismenorea hari pertama, kedua, atau ketiga dengan skor nyeri pada rentang 1-7. Nyeri berat dengan skor 8-10 tidak dijadikan sebagai responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2023. Intervensi yang dilakukan adalah terapi murotal surat Ar-Rahman selama 15 menit. Sebelum dan sesudah pemberian intervensi dilakukan pre dan postest. Instrumen yag digunakan adalah Numeric Rating Scale. Hasil: Rata-rata skor nyeri dismenorea pada siswi SMP BIAS Yogyakarta sebelum diberikan terapi murottal adalah 4,35. Rata-rata skor nyeri dismenorea setelah diberikan terapi menurun menjadi sebesar 1.65. Terjadi penurunan skor nyeri sebesar 2.70 setelah diberikan terapi murottal. Hasil uji wicoxon didapatkan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Kesimpulan: Terapi murottal Surat Ar-Rahman efektif menurunkan skor nyeri dismenorea pada siswi SMP BIAS Yogyakarta.    

Page 1 of 1 | Total Record : 5