cover
Contact Name
josephine roosandriantini
Contact Email
jose.roo@ukdc.ac.id
Phone
+628113444734
Journal Mail Official
jose.roo@ukdc.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno no. 201 Surabaya 60117
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 28289234     DOI : 10.37477/lkr.v1i2
Core Subject : Engineering,
The LingKAr Journal will be filled with scientific texts and articles relating to the field of architectural engineering which are the results of research, scientific studies, literature studies, design studies, and studies of cases. The script will be focused to Nusantara architecture, Environmental architecture, Postcolonial architecture, architectural technology, environmental architecture and the scope of research topics in other fields of architecture.
Articles 84 Documents
Pengaruh Variasi Pola Roster terhadap Pencahayaan Alami dan Aliran Udara Prabani Setio Hastorahmanto; Hosea Alessandro Santosa; Nicholas Joe Matthew; Marcella Intan Kirana Hermawan
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 5 No. 2 (2026): Arsitektur Berkelanjutan untuk Lingkungan Binaan yang Sehat dan Humanis
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v5i2.943

Abstract

Angin merupakan pergerakan massa udara yang terjadi akibat perbedaan tekanan udara. Kecepatan aliran udara yang mencapai suatu objek dipengaruhi oleh hambatan di sekitarnya, baik hambatan masif maupun berpori. Roster adalah elemen dinding berongga yang mendukung ventilasi dan pencahayaan alami serta berperan dalam mengontrol aliran udara, tekanan angin, dan panas secara pasif. Roster hadir dalam berbagai bentuk, pola, dan ukuran yang memengaruhi aliran udara serta pencahayaan alami ke dalam ruang, sekaligus berdampak pada porositas dinding dan kenyamanan visual bangunan. Penelitian ini mengkaji besarnya pencahayaan alami dan aliran udara yang masuk melalui berbagai pola roster yang diuji. Pengujian dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk, ukuran bukaan, dan tingkat porositas roster terhadap intensitas cahaya yang diteruskan serta kelancaran sirkulasi udara yang melewati elemen tersebut. Hasil pengujian memberikan gambaran mengenai kinerja masing-masing pola roster dalam mendukung kualitas pencahayaan dan ventilasi alami ruang.
Perancangan Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Dengan Tema Green Building Di Medan Anita Anita; Destia Farahdina
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 5 No. 2 (2026): Arsitektur Berkelanjutan untuk Lingkungan Binaan yang Sehat dan Humanis
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v5i2.945

Abstract

Perancangan Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Dengan Tema Green building di Kota Medan terfokus dalam menciptakan fasilitas yang sehat, bermutu, serta ramah lingkungan untuk masa mendatang. Metode perancangan mengggunakan pendekatan sistematis dengan teknik graphic thinking. Perancangan rumah sakit gigi dan mulut yang menerapkan prinsip Green building dengan menggunakan panel surya untuk menghemat biaya, jendela kaca untuk sirkulasi dan pencahayaan alami, serta pemilihan material ramah lingkungan dan pengelolaan air yang efektif. Hal ini tidak hanya akan menghadirkan fasilitas Kesehatan untuk Masyarakat, namun juga mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kenyamanan bagi pengguna.
Pendekatan Arsitektur Hijau Untuk Rumah Sakit Jiwa Berkelanjutan di Kota Medan Cindy Lovencia; Rahma Wardani Siregar
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 5 No. 2 (2026): Arsitektur Berkelanjutan untuk Lingkungan Binaan yang Sehat dan Humanis
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v5i2.953

Abstract

Abstract: Indonesia is facing a mental health crisis, with 20% of its population at risk. In Medan City, the 15–24 age group shows the highest prevalence of depression, necessitating a shift from restrictive environments to restorative psychiatric facilities. This study aims to design a Type C Psychiatric Hospital in Medan Polonia by utilizing Green Architecture concepts to balance clinical safety with a healing atmosphere. The research method employed is a qualitative descriptive method with an architectural design approach consisting of six systematic stages: (1) identifying safety and environmental issues; (2) reviewing psychiatric and green building standards; (3) analyzing site and micro-climate conditions; (4) conducting spatial and circulation programming; (5) synthesizing the concept; and (6) transforming the concept into the final architectural design. The integration of the GREENSHIP framework focuses on Appropriate Site Development (ASD) through a multi-mass strategy to reduce institutional rigidity, and Indoor Health and Comfort (IHC) by utilizing radial circulation and healing gardens for constant connectivity to nature. The design employs fluid-curvilinear forms to eliminate intimidating sharp corners, ensuring a psychologically secure environment. This project demonstrates that green, nature-integrated architecture can effectively reduce social stigma and accelerate the recovery process for youth patients. Keywords: Sustainable Architecture, Green Architecture, Green Hospital, Mental Health Hospital Abstrak: Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan jiwa, dengan 20% populasinya berada dalam kondisi berisiko. Di Kota Medan, kelompok usia 15–24 tahun menunjukkan prevalensi depresi tertinggi, sehingga diperlukan peralihan dari lingkungan yang bersifat membatasi menuju fasilitas psikiatri yang bersifat restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Rumah Sakit Jiwa Tipe C di Medan Polonia dengan memanfaatkan konsep Arsitektur Hijau guna menyeimbangkan keamanan klinis dengan suasana penyembuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan perancangan arsitektur yang terdiri dari enam tahapan sistematis: (1) identifikasi isu keamanan dan lingkungan; (2) tinjauan standar bangunan hijau dan psikiatri; (3) analisis kondisi tapak dan mikroklimat; (4) pemrograman ruang dan sirkulasi; (5) sintesis konsep; dan (6) transformasi konsep ke dalam desain arsitektur akhir. Integrasi kerangka kerja GREENSHIP berfokus pada Appropriate Site Development (ASD) melalui strategi multi-massa untuk mengurangi kekakuan institusional, serta Indoor Health and Comfort (IHC) dengan memanfaatkan sirkulasi radial dan taman penyembuhan (healing gardens) untuk konektivitas konstan dengan alam. Desain ini menggunakan bentuk melengkung yang dinamis, untuk menghilangkan sudut tajam yang mengintimidasi, guna memastikan lingkungan yang aman secara psikologis. Proyek ini menunjukkan bahwa arsitektur hijau yang terintegrasi dengan alam dapat secara efektif mengurangi stigma sosial dan mempercepat proses pemulihan bagi pasien remaja. Kata Kunci: Arsitektur Berkelanjutan, Arsitektur Hijau, Rumah Sakit Hijau, Rumah Sakit Jiwa
Penerapan Arsitektur Berkelanjutan pada Rusunawa Penjaringan Sari bagi Kenyamanan Penghuni Aldi Candra Ferdiansyah; Sri Suryani Yuprapti Winasih
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 5 No. 2 (2026): Arsitektur Berkelanjutan untuk Lingkungan Binaan yang Sehat dan Humanis
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v5i2.963

Abstract

Sektor konstruksi dituntut menerapkan arsitektur berkelanjutan dalam menghadapi pemanasan global, termasuk pada bangunan rusunawa sebagai hunian jangka panjang. Rusunawa Penjaringan Sari di Surabaya merupakan bangunan hunian yang menerapkan prinsip penghawaan alami, pencahayaan alami, dan penghijauan. Bukaan besar, ventilasi silang, void, dan vegetasi digunakan untuk meningkatkan kenyamanan termal, akustika, dan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan arsitektur berkelanjutan terhadap kenyamanan penghuni, khususnya pada aspek kenyamanan termal dan akustika. Tingkat kenyamanan termal diukur berdasarkan SNI dengan termometer analog. Didukung dengan wawancara terkait intensitas penggunaan pendingin ruangan dan penggunaan lampu. Sedangkan kenyamanan akustika diukur menggunakan aplikasi soundmeter untuk dibandingkan dengan SNI, didukung wawancara terkait tingkat kebisingan dari jalan, raya terutama pada saat istirahat di malam hari. Pengumpualan data digunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisa dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa keberlanjutan arsitektur berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan penghuni rusunawa, sehingga penerapannya tidak dapat diabaikan dalam perencanaan bangunan ke depan, terutama bangunan hunian.