cover
Contact Name
josephine roosandriantini
Contact Email
jose.roo@ukdc.ac.id
Phone
+628113444734
Journal Mail Official
jose.roo@ukdc.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno no. 201 Surabaya 60117
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 28289234     DOI : 10.37477/lkr.v1i2
Core Subject : Engineering,
The LingKAr Journal will be filled with scientific texts and articles relating to the field of architectural engineering which are the results of research, scientific studies, literature studies, design studies, and studies of cases. The script will be focused to Nusantara architecture, Environmental architecture, Postcolonial architecture, architectural technology, environmental architecture and the scope of research topics in other fields of architecture.
Articles 72 Documents
Analisis Potensi Agrowisata Belimbing Karangsari Sebagai Daya Tarik Di Kota Blitar Shalsabila, Nisa Najla; Istijanto, Suko; Tohar, Ibrahim
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.717

Abstract

Kota Blitar yang dikenal dengan ikon wisata kebangsaannya, oleh karena itu memerlukan pengembangan objek wisata pendukung untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Salah satu destinasi potensial adalah Agrowisata Belimbing Karangsari, berada di Kel. Karangsari, Kec. Sukorejo, sekitar 2 km dari pusat kota Blitar. Destinasi ini mengusung konsep wisata berbasis pertanian dan edukasi, menawarkan pengalaman unik berupa kegiatan memetik dan mencicipi buah belimbing langsung dari pohonnya. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi potensi wisata kawasan tersebut sebagai daya tarik utama. Analisis dilakukan dengan mengacu pada tiga aspek, meliputi hal-hal yang dapat dilihat, hal-hal yang dapat dilakukan, dan hal-hal yang dapat dibeli. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkebunan belimbing yang asri, aktivitas wisata seperti petik buah dan menikmati fasilitas, serta produk olahan belimbing menjadi daya tarik utama kawasan ini. Diharapkan bahwa peningkatan kualitas daya tarik wisata ini dapat memperbesar tingkat kepuasan pengunjung, menarik lebih banyak wisatawan, dan memperluas popularitas kawasan hingga ke tingkat internasional.
Kriteria Pemilihan Tapak Pada Perancangan Fasilitas Konservasi Terumbu Karang di Pulau Bawean Wisnu, Wisnu Gesang; Hastijanti, Retno; Rahmatullah, Febby
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.718

Abstract

Fasilitas konservasi terumbu karang di Pulau Bawean memiliki tujuan utama untuk menjaga kelestarian ekosistem laut yang memiliki nilai ekologis tinggi. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan program konservasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kriteria-kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tapak untuk fasilitas konservasi terumbu karang, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Beberapa faktor yang dianalisis mencakup aspek ekologis, sosial, aksesibilitas, infrastruktur, serta kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi desain yang dapat memaksimalkan potensi alam dan mengatasi tantangan lingkungan di lokasi terpilih, seperti pemanfaatan angin, sinar matahari, dan pengelolaan air hujan. Diharapkan, fasilitas konservasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlindungan terumbu karang, tetapi juga sebagai pusat edukasi yang melibatkan masyarakat lokal dalam upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi
Penerapan Konsep Agroeduwisata Beras Merah Sebagai Pariwisata Berkelanjutan Di Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan Shafa, Anindya; Wilfritz Soaduon Panjaitan, Tigor; Murti, Farida
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v2i4.719

Abstract

Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, merupakan kawasan yang memiliki potensi luar biasa dalam bidang alam, budaya, dan tradisi pertanian, termasuk produksi beras merah organik. Konsep agroeduwisata berbasis beras merah cocok diterapkan di desa ini karena memadukan edukasi, rekreasi, dan pertanian dengan prinsip keberlanjutan. Dengan memanfaatkan sistem irigasi Subak yang diakui UNESCO, agroeduwisata ini tidak hanya meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap pertanian organik dan pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat lokal dan melestarikan nilai budaya setempat. Melalui analisis SWOT, survei lapangan, dan studi pustaka, penelitian ini merekomendasikan penerapan arsitektur ekologis yang ramah lingkungan, efisien energi, dan harmonis dengan lanskap alam. Dengan karakteristik tersebut, agroeduwisata beras merah di Jatiluwih dapat menjadi destinasi yang relevan untuk pengembangan pariwisata berbasis keberlanjutan serta contoh yang dapat diterapkan di daerah lain.
Penerapan Prinsip Desain D.K. Ching pada Bangunan Sessat Agung Bani Safari, Ilham; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.729

Abstract

Bangunan Sessat Agung adalah pusat komunitas budaya di Islamic Center yang berada di Tubaba, Tulang Bawang Barat, Lampung. Bangunan ini merupakan salah satu contoh arsitektur tradisional yang kaya akan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip-prinsip desain D.K. Ching, yang terdapat pada bangunan Sessat Agung. Penerapan prinsip desain D.K. Ching menjadi landasan penting dalam memahami kualitas visual dan fungsional sebuah karya arsitektur. Prinsip D.K. Ching merupakan salah satu pemikiran teori barat yang cenderung penerapannya pada Arsitektur modern. Sehingga apakah pada bangunan Sessat Agung tidak ada penerapan prinsip desain D.K. Ching? Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur terutama tentang penerapan prinsip desain arsitektur D.K. Ching. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip desain D.K. Ching yaitu, keseimbangan, proporsi, kontras, dan kesatuan yang terdapat dalam bangunan Sessat Agung. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan lebih dalam tentang menghubungkan teori desain modern dengan warisan arsitektur tradisional Indonesia.
Analisis Kualitas Pelayanan dalam Pengelolaan Fasilitas di Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya Dwi Qurani Anggraini, Rheina; Kusumaningayu, Intan; Bintarjo Dwi Hersanjo, Ir. Benny
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v2i4.731

Abstract

The Gubeng Surabaya Class A Train Station is one of the main transportation hubs in the city of Surabaya. However, the facilities provided at this station still face various challenges that affect passenger comfort and service efficiency. The primary issues include accessibility for people with disabilities, inadequate pedestrian facilities, limited parking capacity, and inconsistencies in staff services.This study employs data collection methods through interviews with passengers at Gubeng Station. The collected data were systematically processed to identify deficiencies in each aspect of the facilities and services. The findings reveal that although Gubeng Station has provided basic facilities, significant improvements are still needed. For example, ramps and guiding blocks for people with disabilities are not yet fully ideal, especially in the drop-off area, restroom access, and platforms. Pedestrian facilities are poorly organized, causing confusion and additional costs for passengers. Parking areas are often insufficient, particularly during peak hours, resulting in inconvenience for private vehicle users. Moreover, while staff services are generally deemed adequate, some shortcomings remain in providing comfort and security. In conclusion, although Gubeng Station has made efforts to offer adequate facilities, further improvements are required to ensure better comfort, efficiency, and accessibility for all passengers. This study recommends upgrading facilities and providing staff training to enhance the quality of service in the future.
Tinjauan Potensi dan Tantangan Pada Penggunaan Bambu Sebagai Bahan Komposit dengan Struktur Berlapis Firdausi; Oktavania Dese, Natalia; Putra, Heristama Anugerah
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.732

Abstract

Penggunaan material bahan bangunan sebisa mungkin selalu bersifat komposit yang artinya tidak hanya dengan satu bahan saja namun lebih kepada penggabungan antar bahan material. Bambu selalu identik dengan material alam yang dapat dengan mudah untuk ditemui dan digunakan baik itu sebagai elemen struktural ataupun arsitektural. Karakteristik bambu yang memiliki kelenturan efektif dapat menjadi bahan utama dari sebuah objek bangunan. Bambu merupakan material yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta memiliki potensi tersendiri yang mempu menahan berbagai gaya. Melalui kajian potensi dan tantangan penggunaan bambu sebagai bahan komposit, bambu memiliki sifat mekanik yang unggul seperti kekuatan tarik dan modulus elastisitas yang tinggi, menjadikannya kandidat yang baik untuk bahan komposit. Dalam penelitian ini, komposit berpenguat serat bambu dengan struktur berlapis diuji untuk sifat tarik, tekan, dan impak. Metode literatur digunakan untuk menghasilkan komposit dengan berbagai konfigurasi lapisan dan ketebalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi susunan [+60/0/-60] memiliki kekuatan tarik dan tekan yang lebih baik dibandingkan konfigurasi [+45/0/-45]. Tantangan utama dalam penggunaan bambu adalah kerentanannya terhadap serangan organisme perusak seperti jamur dan serangga. Solusi yang diusulkan termasuk modifikasi permukaan serat bambu dan teknik laminasi untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan komposit. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan rekayasa material yang tepat, bambu memiliki potensi besar sebagai bahan komposit yang kuat, ramah lingkungan, dan dapat didaur ulang.
Bioklimatik Dalam Pengembangan Resort Kota: Strategi Kenyamanan Termal dan Akustik Ayustina, Shabryna; Aditya Fitriyanto, Dominikus
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i2.741

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) di kota-kota seperti Surabaya disebabkan kepadatan penduduk, minimnya ruang terbuka hijau, aktivitas penduduk, dan kondisi geografis. Dari kepadatan penduduk menyebabkan peningkatan destinasi berlibur bagi warga setempat dan wisatawan, menyediakan solusi untuk rekreasi seperti resort kota. Tantangan merancang resort tengah kota adalah menciptakan lingkungan yang nyaman secara termal, akustik dan psikologis pada pengunjung. Arsitektur bioklimatik adalah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan resort tengah kota. Mengatasi kebisingan memerlukan teori bioklimatik, yang menggunakan material bangunan peredam suara dan desain lanskap pengurang kebisingan. Penelitian ini menggunakan objek penelitian yaitu Bumi Surabaya City Resort, karena menunjukkan penerapan terhadap kenyamanan termal, akustik dan psikologis para pengunjung. Pendekatan deskriptif-kualitatif digunakan untuk memahami konsep arsitektur bioklimatik pada bangunan resort. Penerapan arsitektur bioklimatik pada resort meningkatkan kenyamanan konsumen. Terdapat tujuh prinsip-prinsip bioklimatik yang digunakan, yaitu penempatan core, penentuan orientasi, penempatan bukaan jendela, penggunaan balkon, penentuan ruang transisional, hubungan terhadap landscape dan menggunakan alat pembayang pasif . Dua faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap kenyamanan resort, yaitu penerapan kenyaman akustik dan penerapan kenyamanan psikologis. Terbukti konsep arsitektur Bioklimatik berdampak pada kenyamanan termal dan akustik pada Bumi Surabaya City Resort.
Analisa Kesesuaian Fasilitas Stasiun Kereta Api Di Kota Lamongan Dengan Standart Nasional Alfifarichatunnisa; Hastijanti, Retno; Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i2.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Stasiun Kereta Api di Kota Lamongan dengan standart nasional yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei Lapangan dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan sebagian fasilitas yang ada di Stasiun Lamongan belum memenuhi standart yang ditetapkan. Terdapat kekurangan beberapa fasilitas seperti ruang tunggu yang kurang memadahi jumlah penumpang, aksesibilitas keamanan antar penumpang dan kendaraan, belum adanya fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas, yang dimana akan berdampak pada kemanan dan kenyamanan penumpang. Penelitian ini juga mengidentifikasi dampak negatif dari fasilitas yang tidak sesuai standart terhadap pengalaman pengguna, yang dapat mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api, oleh sebab itu peneliti merekomendasikan perbaikan infrastruktur dan peningkatan pelayanan untuk memenuhi standart nasional serta untuk meningkatkan kualitas transportasi publik di Kota Lamongan. Penelitian ini diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Kota Lamongan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pengguna transportasi publik.
Analisis Atap Pada Pagoda Dan Pura Meru Dessy Arfiyanti, Lusia; Kaesar Putra Wardhana, Odo Grean; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i2.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, struktur, dan makna simbolik atap pada bangunan tradisional Pagoda di kawasan Asia Timur dan Pura Meru di Bali, Indonesia. Fokus utama terletak pada perbandingan karakteristik arsitektural kedua bangunan tersebut, khususnya pada elemen atap yang memiliki peran penting dalam aspek estetika, spiritual, dan konstruktif. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber sekunder seperti buku arsitektur, jurnal ilmiah, dokumen pelestarian cagar budaya, serta artikel terkini yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Pagoda dan Pura Meru berasal dari latar budaya yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam bentuk atap bertingkat sebagai representasi nilai spiritual dan kosmologis. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam aspek struktur, teknik konstruksi, dan penggunaan material yang dipengaruhi oleh konteks geografis serta perkembangan zaman. Studi ini juga menyoroti pentingnya pelestarian arsitektur tradisional melalui pendekatan dokumentasi yang mutakhir. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lintas budaya dalam arsitektur tradisional Asia serta menjadi referensi dalam upaya konservasi dan pengembangan desain arsitektur berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Penggunaan Dinding Material Bata Ringan dengan Lapisan Wol dan Jerami sebagai Peningkatan Peredam Suara Wijaya, Alberto David Vincentio Budi; Hermawan, Marcella Intan Kirana; Putra, Heristama Anugerah
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i2.806

Abstract

Permasalahan kebisingan dalam bangunan menjadi isu penting yang berdampak pada kenyamanan dan produktivitas pengguna ruang. Salah satu elemen bangunan yang berperan dalam meredam suara adalah dinding. Bata ringan merupakan material konstruksi yang populer karena bobotnya yang ringan dan kemudahan dalam pemasangan. Namun, kemampuan akustik dari bata ringan masih terbatas, terutama dalam meredam suara berintensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penambahan lapisan wol dan jerami sebagai material peredam suara tambahan pada dinding bata ringan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental. Sampel terdiri dari dua jenis dinding bata ringan berlapis wol dan bata ringan berlapis jerami. Pengujian dilakukan di ruang tertutup dengan sumber suara tetap, menggunakan alat sound level meter untuk mengukur tingkat kebisingan yang ditransmisikan melalui dinding. Masing-masing samp diuji sebanyak tiga kali untuk mendapatkan data yang valid. Hasilnya pengukuran dianalisis secara deskriptif dan diuji secara inferensial menggunakan uji t dua sampel independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua material tambahan memiliki kemampuan meredam suara, namun dinding bata ringan yang dilapisi woll menunjukkan tingkat peredaman suara lebih tinggi dibandingkan lapisan jerami. Dengan demikian, penggunaan wol sebagai pelapis tambahan pada dinding bata ringan dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas akustik bangunan secara efisiensi, alami, dan terjangkau.