cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Skrining Penyakit Menular dan Tidak Menular pada Ibu Hamil di Wilayah Kuta Selatan, Bali: Screening for Communicable and Non-Communicable Diseases among Pregnant Women in South Kuta, Bali Armini, Luh Nik; Made Adiantini; Prayudi, Made Aristia; Suputra, Putu Adi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4458

Abstract

The World Health Organization (WHO) recommends that every pregnant woman have a positive and fulfilling experience throughout pregnancy, childbirth, and the postpartum period. Comprehensive screening as part of integrated antenatal care (ANC) is an essential effort for early detection and prevention of complications during these stages. This study aimed to determine the proportion of integrated ANC screening results, including communicable diseases (HIV, syphilis, and hepatitis B) and non-communicable conditions (anemia, chronic energy deficiency [CED], preeclampsia, and gestational diabetes) among pregnant women in the catchment area of South Kuta Health Center, Bali. This study employed a cross-sectional design using secondary data collected between June and September 2024. A total sampling technique was applied to all records that met the inclusion criteria, resulting in 684 cases for analysis. Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. The highest proportion was anemia (36.4%), followed by CED (10.2%), underweight (8.8%), obesity (5.6%), gestational diabetes (0.4%), preeclampsia (0.9%), hepatitis B (1.3%), syphilis (0.7%), and HIV (0.4%). Most maternal health problems were related to nutritional factors, particularly anemia and CED. Although the proportions of preeclampsia, gestational diabetes, and communicable diseases were relatively low, early detection through regular and timely ANC screening remains crucial for preventing maternal and perinatal complications. Strengthening maternal nutrition programs through improved adherence to iron–folate supplementation, close monitoring of dietary intake, and continuous nutrition education is recommended to minimize the risk of anemia and CED among pregnant women.   Abstrak WHO merekomendasikan setiap ibu hamil memiliki pengalaman yang menyenangkan selama proses kehamilan, persalinan, dan nifas. Pelaksanaan skrining secara komprehensif dalam ANC terpadu merupakan upaya deteksi dini yang penting dalam mencegah komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proporsi hasil skrining ANC terpadu meliputi penyakit menular (HIV, sifilis, dan hepatitis B) dan tidak menular (anemia, KEK, preeklamsia, diabetes gestasional) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Selatan, Bali. Desain penelitian menggunakan studi pontong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder. Data sekunder yang diambil selama periode penelitian Juni-September 2024. Teknik sampling menggunakan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi yaitu memiliki data yang lengkap (n=684). Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Proporsi hasil skrining tertinggi adalah anemia (36,4%), diikuti KEK (10,2%), underweight (8,8%), obesitas (5,6%), diabetes gestasional (0,4%), preeklamsia (0,9%,     hepatitis B (1,3%), sifilis (0,7%), dan HIV (0,4%). Sebagian besar masalah kesehatan ibu hamil yang ditemukan di Puskesmas Kuta Selatan karena masalah gizi (anemia dan KEK). Walaupun proporsi preeklampsia, diabetes gestasional, dan penyakit menular relatif lebih rendah, deteksi dini melalui skrining rutin dan tepat waktu saat melakukan ANC tetap diperlukan untuk mencegah komplikasi maternal dan perinatal. Penguatan program gizi perlu dilakukan melalui peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, pemantauan asupan nutrisi, serta edukasi gizi yang berkelanjutan agar risiko anemia dan KEK dapat diminimalkan.
Kebutuhan Psikososial Ibu Hamil dalam Mencegah Hipertensi Kehamilan: Studi Eksploratif : Psychosocial Needs of Pregnant Women for the Prevention of Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP): An Exploratory Study Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putu Irma Pratiwi; Hendra Setiawan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4489

Abstract

Hypertension in pregnancy is a major contributor to maternal and neonatal morbidity and mortality. Beyond clinical risk factors, psychosocial conditions—such as stress, anxiety, and social support—are increasingly recognized as influencing pregnancy health and potentially elevating the risk of hypertension. This study explored the psychosocial needs of pregnant women served by the Sukasada I Community Health Center (Puskesmas Sukasada I) in relation to preventing hypertension during pregnancy. A qualitative exploratory design was employed. Using purposive sampling, seven pregnant women aged 20–34 years who attended antenatal care at Puskesmas Sukasada I were recruited. Data were collected through semi-structured, in-depth interviews conducted by the principal investigator and/or trained team members using an interview guide, complemented by field observations in the waiting area and antenatal examination rooms to capture interactions with health workers and the service environment. Data were analyzed using thematic analysis: verbatim transcription, data reduction, coding, clustering, theme identification, and interpretation. Trustworthiness was enhanced through source triangulation (interviews–observations) and member checking. Twenty subthemes emerged and were organized into four overarching themes: (1) emotional and psychological needs (stress and anxiety management, emotion regulation, and planned pregnancy); (2) support needs (husband, family, and coworkers); (3) service-facility–related needs (access, room comfort, privacy, and service delivery); and (4) health-information needs (clear, consistent, and contextual materials on risks and prevention of hypertension). A key finding highlights that support—particularly from husbands and family—is the most decisive psychosocial need in preventing hypertension in pregnancy. Meeting psychosocial needs is an essential component of antenatal care. Health centers should integrate routine psychosocial screening, brief counseling, strengthened partner/family engagement, peer support groups, improved comfort and privacy of services, and user-friendly educational materials with clear referral pathways for psychological care. Future studies should test family- or partner-based interventions with larger samples to strengthen and generalize these findings.   Abstrak Hipertensi dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Selain faktor klinis, kondisi psikososial—seperti stres, kecemasan, dan dukungan sosial—kian diakui berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan dan berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan psikososial ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I dalam kaitannya dengan upaya pencegahan hipertensi pada kehamilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi eksploratif. Partisipan dipilih secara purposive, terdiri dari 7 ibu hamil berusia 20–34 tahun yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Sukasada I. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur yang dilakukan peneliti utama/anggota tim terlatih berdasarkan panduan, serta observasi lapangan di ruang tunggu dan ruang pemeriksaan untuk menangkap interaksi ibu hamil dengan petugas dan lingkungan layanan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik: transkripsi verbatim, reduksi data, pengodean, pengelompokan, penentuan tema, dan interpretasi. Keabsahan data ditingkatkan melalui triangulasi sumber (wawancara–observasi) dan member checking. Hasil menunjukkan terbentuknya 20 subtema yang terhimpun dalam empat tema utama: (1) kebutuhan emosional dan psikologis (pengelolaan stres, kecemasan, regulasi emosi, kehamilan yang direncanakan); (2) kebutuhan dukungan (suami, keluarga, dan teman kerja); (3) kebutuhan terkait fasilitas layanan (akses, kenyamanan ruang, privasi, pelayanan); dan (4) kebutuhan informasi kesehatan (materi yang jelas, konsisten, dan kontekstual terkait risiko dan pencegahan hipertensi). Temuan kunci menggaris bawahi bahwa dukungan khususnya dari suami  dan keluarga merupakan kebutuhan psikososial yang paling menentukan dalam mencegah hipertensi pada kehamilan. Pemenuhan kebutuhan psikososial merupakan komponen esensial perawatan antenatal. Puskesmas disarankan mengintegrasikan skrining psikososial rutin, konseling singkat, penguatan peran pasangan/keluarga, kelompok dukungan sebaya, peningkatan kenyamanan dan privasi layanan, serta penyediaan materi edukasi yang mudah dipahami beserta alur rujukan psikologis. Penelitian lanjutan perlu menguji intervensi berbasis dukungan keluarga/pasangan dan melibatkan sampel lebih besar untuk menguatkan temuan ini.
Efektivitas PeanutBall dan Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif: Effectiveness of Peanut Ball and Deep Breathing Techniques on Labor Pain in the Active Phase of Stage I Purnama, Edy Ayu Dewi; Nasriyah; Azizah, Noor
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4342

Abstract

Labor pain is a physiological process due to uterine contractions which is often considered the most uncomfortable and frightening experience for mothers in labor. Suboptimal pain management can increase the risk of complications during labor. Non-pharmacological approaches, such as deep breathing relaxation techniques and the use of peanut balls, can be an alternative to reduce pain. This study aims to determine the effectiveness of peanut balls and deep breathing relaxation techniques on reducing labor pain in the active phase of the first stage. This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest design, and was conducted at the Ki Ageng Getas PendowoGubug Hospital in May–June 2025. A total of 50 respondents were divided into two groups purposively: the peanut ball intervention group (n=25) and the deep breathing relaxation technique group (n=25). The level of pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. The Shapiro-Wilk normality test showed that the data were not normally distributed (pretest p=0.000; posttest p=0.000), so the analysis between groups was carried out using the Mann-Whitney Test. The results showed a significant difference between the two groups (p=0.006), with the peanut ball group showing a higher average ranking. These results indicate that the peanut ball intervention is more effective in reducing labor pain than deep breathing relaxation techniques.   Abstrak Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis akibat kontraksi uterus yang kerap dianggap sebagai pengalaman paling tidak nyaman dan menakutkan bagi ibu bersalin. Pengelolaan nyeri yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko komplikasi selama proses persalinan. Pendekatan nonfarmakologis, seperti teknik relaksasi napas dalam dan penggunaan peanut ball, dapat menjadi alternatif untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peanut ball dan teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan two group pretest-posttest design, dan dilaksanakan di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug pada Mei–Juni 2025. Sebanyak 50 responden dibagi menjadi dua kelompok secara purposive: kelompok intervensi peanut ball (n=25) dan kelompok teknik relaksasi napas dalam (n=25). Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (pretest p=0,000; posttest p=0,000), sehingga analisis antar kelompok dilakukan dengan Uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,006), dengan kelompok peanut ball menunjukkan rata-rata ranking lebih tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi peanut ball lebih efektif dalam menurunkan nyeri persalinan dibandingkan teknik relaksasi napas dalam. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar tenaga kesehatan, khususnya bidan, dapat mengimplementasikan penggunaan peanut ball sebagai salah satu metode nonfarmakologis dalam manajemen nyeri persalinan.