cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Pemberian Susu Formula terhadap Kejadian Berat Badan Berlebih pada Anak Usia Kurang dari Lima Tahun: Formula Milk Provision on The Incidence of Overweight in Children Aged Less Than Five Years Risnawati; Apreliasari, Helmy; Fazar Kumaladewi Soedjarwo; Nur Sri Atik; Romdiyah; Mudy Oktiningrung; Iin Wahyuni; Tuti Susilowati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.3574

Abstract

Overweight is a common problem in both adults and children, and this problem is quite risky to health. Giving formula milk to children is one factor that can make children overweight. The purpose of this study was to determine the relationship between the history of giving formula milk and the incidence of overweight in children under five years of age. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach, conducted in Grantung Village, Bayan District, Purworejo Regency, Central Java, carried out from September to November 2023. The study was conducted after obtaining approval from the Health Research Ethics Commission of Semarang State University with Number: 335 / KEPK / EC / 2023 and had obtained a research permit from the Purworejo Regency Government through the Investment and One-Stop Integrated Service Office with Number: 562.42 / 209/2023. Research respondents have signed the consent form to become respondents before participating in the study. The results of the study showed that of the 19 respondents there were 7 respondents who had no history of being given formula milk, all of these respondents did not have problems with being overweight (0%), while of the 12 respondents who had a history of being given formula milk, 4 (33.33%) of them were overweight, although statistically there was no significant relationship (p-value: 0.0245). Suggestions for future researchers are that further research needs to be carried out using a cohort study method to obtain more complete information about giving formula milk and its relation to the risk of being overweight in children aged less than five years.      Abstrak Berat badan berlebih merupakan masalah yang sering terjadi baik pada orang dewasa maupun pada anak, dan masalah ini cukup berisiko terhadap kesehatan. Pemberian susu formula pada anak salah faktor yang dapat membuat berat badan pada anak berlebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian susu formula terhadap kejadian berat badan berlebih pada anak usia kurang dari lima tahun. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan croos sectional, dilakukan di Desa Grantung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dilaksanakan pada September sampai November 2023. Penelitian dilakukan setelah mendapat persetujuan Komisi Etik Penelitian Kesehatan Universitas Negeri Semarang dengan Nomor: 335/KEPK/EC/2023 dan telah mendapatkan ijin penelitian dari Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan Nomor: 562.42/209/2023. Responden penelitian sudah menandatangai lembar persetujuan menjadi responden sebelum mengikuti penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 responden ada 7 responden yang tidak mempunyai riwayat diberikan susu formula, kesemuanya responden tersebut tidak mempunyai masalah berat badan berlebih (0%), sedangkan 12 respoden yang mempunyai riwayat diberikan susu formula, 4 (33,33%) diantaranya mengalami berat badan berlebih, walaupun secara statistik tidak mempunyai hubungan yang bermakna (p-value: 0,0245). Saran untuk peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode lain seperti kohort study untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang pemberian susu formula dan kaitannya dengan risiko berat badan berlebih pada anak usia kurang dari lima tahun.
Efektivitas Senam Hamil dan Aromatherapy Lavender Terhadap Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III: The Effectiveness of Pregnancy Exercise and Lavender Aromatherapy on Back Pain in Third Trimester Pregnant Women Liniswatun Hasanah; Qomariyah; Maya Cobalt Angio S
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.2232

Abstract

Back pain in pregnant women can be defined as a common problem during pregnancy. This is due to weight gain during pregnancy and the abdominal diameter also increases and gravity moves to the front of the body, increasing pressure on the lower back. . Non-medical treatments that can be done with pregnancy exercise and lavender aromatherapy to minimize the intensity of back pain during pregnancy. The purpose of this study was to compare the more effective interventions of pregnancy exercise or lavender aromatherapy. This study uses a quasi-experimental design with pretest and posttest research designs. The population of this study were 40 third trimester pregnant women. The sample in this study were 40 pregnant women because they used the total sampling technique. The results of the research conducted on the pregnancy exercise intervention obtained a p value <0.001 and in lavender aromatherapy, a p value of 0.005 was obtained, both of these values were smaller than 0.05, so it was concluded that there was a significant change. significantly before and after being given the intervention of pregnancy exercise and lavender aromatherapy intervention. 40 pregnant women were divided into 2 groups: 20 pregnant women were given pregnancy exercise interventions and 20 pregnant women were given lavender aromatherapy interventions. 20 pregnant women who were given interventions during pregnancy exercise 4 times in 1 month experienced a decrease in back pain by an average of 15.4. In 20 different pregnant women who were given lavender aromatherapy intervention and given for 2 weeks experienced a reduction in back pain on average by 9.5, from these results it can be concluded that the intervention of pregnancy exercise was more effective in reducing back pain in pregnant women than the lavender aromatherapy intervention.   Abstrak Nyeri punggung pada ibu hamil dapat didefinisikan sebagai masalah umum selama kehamilan. Ini karena kenaikan berat badan selama kehamilan dan diameter perut juga meningkat dan gravitasi bergerak ke depan tubuh, meningkatkan tekanan pada punggung bawah. . Perawatan non medis yang dapat dilakukan dengan senam hamil dan aromaterapi lavender untuk meminimalisir intensitas nyeri punggung selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan lebih efektif intervensi senam hamil atau aromatherapy lavender. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian semu (Quasi eksperimental design) dengan rancangan penelitian pretest dan posttest. Populasi dari penelitian ini adalah 40 ibu hamil trimester III. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 ibu hamil karena menggunakan tekhnik total sampling Hasil dari penelitian yang dilakukan pada intervensi senam hamil didapatkan nilai p value < 0.001 dan pada aromatherapy lavender diperoleh nilai p value 0.005 kedua nilai ini lebih kecil dari 0.05 sehingga disimpulkan ada perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hamil maupun intervensi aromatherapy lavender. 40 ibu hamil di bagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 ibu hamil diberikan intervensi senam hamil dan 20 ibu hamil diberikan intervensi aromatherapy lavender.  20 ibu hamil yang diberikan intervesi senam hamil sebanyak 4 kali dalam 1 bulan mengalami penurunan nyeri punggung rata – rata sebanyak 15.4. Pada 20 ibu hamil yang berbeda diberikan intervensi aromatherapy lavender dan diberikan selama 2 minggu mengalami penurunan nyeri punggung rata – rata sebanyak 9.5, dari hasil tersebut dapat di simpulkan pada intervensi senam hamil lebih efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil dibandingkan intervensi aromatherapy lavender.
Kejadian Hiperbilirubin pada Bayi di Ruang Vinolia RS Pertamina Balikpapan: Hyperbilirubinemia Incident in Infants in the Vinolia Room of Pertamina Balikpapan Hospital Novitasari, Ika Agustina; Sofiyanti, Ida
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3440

Abstract

Hyperbilirubinemia is the excessive accumulation of bilirubin in the blood and is characterised by jaundice. Hyperbilirubinemia in neonates can be obvious if the bilirubin level in the blood is more than or equal to 5 mg/dl. The results of a preliminary study at Pertamina Balikpapan Hospital, it was found that the number of newborns for the January– August 2023 period was 358. Meanwhile, the number of newborns with hyperbilirubin was 76 (21.2%). This research aims to find out the description of the incidence of hyperbilirubin in babies in the Vinolia Room at Pertamina Hospital Balikpapan.  This type of research uses quantitative research with a descriptive research design. The research population was all newborn babies with hyperbilirubinemia in the Vinolia Room at Pertamina Hospital Balikpapan, and the sampling technique used was a total sampling of 76 people. Data collection uses data collection format sheet. Data analysisis a univariate analysis using a percentage frequency distribution test. The description of the incidence of hyperbilirubi in babies based on characteristics mostly occurs in male gender as manyas 40 people (52.6%) andgestational age < 37 weeks as many as 53 people (69.7%). The description of ABO incompatibility in babies was mostly found in the yes category, namely 51 people (67.1%). The description of low birth weight in babies was mostly found in the yes category, namely 50 people (65.8%). Most of the descriptions of prematurity in babies were in  the yes category, namely 53 people (69.7%). The description of the type of delivery for babies was mostly found in the artificial category, namely 59 people (77.6%). Based on research results, the majority of cases of hyperbilirubin in babies at Pertamina Balikpapan Hospital are pathological hyperbilirubin.   Abstrak Hiperbilirubinemia adalah akumulasi bilirubin dalam darah yang berlebihan, ditandai dengan adanya jaundice atau ikterus. Hiperbilirubinemia pada neonatus dapat terlihat nyata jika kadar bilirubin dalam darah lebih dari atau sama dengan 5 mg/dl. Hasil studi pendahuluan di RS Pertamina Balikpapan didapatkan jumlah bayi baru lahir periode Januari-Agustus 2023 sebanyak 358 bayi. Sedangkan jumlah bayi baru lahir dengan hiperbilirubin sebanyak 76 bayi (21,2%). Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui gambaran kejadian hiperbilirubin pada bayi di Ruang Vinolia RS Pertamina Balikpapan. Jenis penelitiаn menggunаkаn penelitiаn kuаntitаtif dengаn desаin penelitiаn deskriptif. Populаsi penelitiаn аdаlаh seluruh bayi dengan hiperbilirubinemia di Ruang Vinolia RS Pertamina Balikpapan dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn total sаmpling sebаnyаk 76 orаng. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar format pengumpulan data. Аnаlisis dаtа аdаlаh аnаlisis univаriаt menggunаkаn uji distribusi frekuensi. Gambaran kejadian hiperbilirubin pada bayi berdasarkan karakteristik banyak terjadi pada jenis kelamin kelamin laki-laki sebanyak 40 orang (52,6%) dan usia kehamilan < 37 minggu sebanyak 53 orang (69,7%). Gambaran inkompatibilitas ABO pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori ya sebesar 51 orang (67,1%). Gambaran berat badan lahir rendah pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori ya sebesar 50 orang (65,8%). Gambaran prematuritas pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori ya sebesar 53 orang (69,7%). Gambaran jenis persalinan pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori buatan yaitu 59 orang (77,6%). Berdasarkan hasil penelitian mayoritas kejadian hiperbilirubin di RS Pertamina Balikpapan yaitu hiperbilirubin patologis.
Menopause, Sindroma Metabolik dan Terapi Hormon: Menopause, Metabolic Syndrome and Hormone Therapy susilo, Jatmiko; Indah Kurniawati; Dedi Haswan; Al Hajar Fuadatus Zurroh; Neli Diah Pratiwi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3778

Abstract

Estrogens play a crucial role in protecting against insulin resistance (IR) by regulating metabolic processes that govern energy balance and mitigating inflammation. In postmenopausal women, the decline in estrogen levels significantly increases the risk of developing insulin resistance. This decline leads to impaired insulin action and secretion, paving the way for persistent hyperglycemia, hyperlipidemia, hypertension, and obesity—key components of metabolic syndrome (MetS). These factors not only elevate the risk of cardiometabolic disorders but also substantially increase the likelihood of developing Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) and cardiovascular disease (CVD). The protective benefits of estrogen against insulin resistance are critical, especially as these benefits diminish with menopause. However, they can be restored through hormone replacement therapy, presenting an effective strategy for mitigating these health risks. This review underscores the vital protective role of estrogen regarding insulin resistance as part of metabolic syndrome and emphasizes the importance of hormone therapy in developing proactive preventive strategies. To build on this understanding, a comprehensive search was conducted across PubMed, using MeSH terms like “Metabolic Syndrome,” “Estrogen,” “Menopause,” “Insulin Resistance,” “Type 2 Diabetes Mellitus,” “Cardiovascular,” “Dyslipidemia,” and “Hormone Therapy.” Out of 200 articles, 168 were identified as relevant to the topic, focusing on studies published between 2015 and 2025, ultimately narrowing down to 102 significant articles. This extensive research lays the groundwork for enhancing preventive measures in women’s health.   Abstrak Estrogen dapat melindungi dari perkembangan resistensi insulin (IR) dengan memodulasi proses metabolisme yang terlibat dalam keseimbangan energi dan menurunkan regulasi dan/atau menekan peradangan. Kadar estrogen yang berkurang pada wanita pascamenopause meningkatkan resiko IR. Gangguan kerja insulin dan/atau sekresi insulin berkontribusi terhadap perkembangan dan keberlanjutan hiperglikemia, hiperlipidemia, hipertensi, dan obesitas, yang merupakan ciri khas sindroma metabolik (MetS), dengan konsekuensi utama berkembangnya gangguan kardiometabolik, berupa peningkatan resiko yang signifikan terhadap perkembangan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) dan/atau penyakit kardiovaskuler (PKV). Perlindungan terhadap IR ini didorong oleh hormon estrogen, yang cenderung menghilang dengan timbulnya menopause tetapi dapat dibangun kembali dengan terapi penggantian hormon. Tinjauan ini mengevaluasi pengetahuan terkini tentang peran protektif estrogen terkait dengan IR yang merupakan komponen dari suatu kondisi yang dikenal sebagai MetS dan kaitannya dengan terapi hormon untuk mendorong pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif. Sebanyak 200 artikel PubMed dipilih menggunakan istilah MeSH seperti: “Sindrom Metabolik”, “Estrogen”, “Menopause”, “Resistensi Insulin”, “Diabetes Melitus tipe 2”, “Kardiovaskuler”. “Dislipidemia” dan “Terapi Hormon”. Seleksi relevansi dengan topik 168 artikel, seleksi tahun terbit (2015 – 2025) terpilih 102 artikel
Skrining Risiko Kehamilan dengan Kartu Skoring Poedji Rochjati: Pregnancy Risk Screening Based on Poedji Rochjati Scoring Card Gracea Petricka; Estu Lovita Pembayun; Antika, Rini; Prischa Anastasya Putri; Elsya Hilda Triana; Nabilla Ramadhani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3809

Abstract

The Poedji Rochjati scoring card is used to carry out early detection of risks in pregnant women. By knowing the category of light-risk pregnancy (KRR), high-risk pregnancy (KRT) or very high-risk pregnancy (KRST), it is able to prevent one of the causes of maternal death, such as delay in making a referral to a complete facility due to an emergency that is late in knowing during pregnancy. The purpose of this study is to determine the risk of pregnancy based on the Poedji Rochjati scoring card. The research methods used are quantitative with a descriptive analytical approach. The population in this study were 159 pregnant-women who came for a pregnancy check-up at the Puskesmas Abadi Jaya in the period August-December 2024, the sample used total sampling. The results showed that 79.2% of pregnant women were in a healthy reproductive age (20-35 years), more than 50% of pregnant women had multigravida pregnancy status with a pregnancy interval of more than 2 years and there were 91 (57,2%) pregnant women who were detected to have high-risk pregnancy (KRT) and very high-risk pregnancy (KRST).   Abstrak Kartu skoring Poedji Rochjati digunakan untuk melakukan deteksi dini risiko pada ibu hamil. Dengan mengetahui kategori kehamilan berisiko ringan (KRR), kehamilan risiko tinggi (KRT) atau kehamilan risiko sangat tinggi (KRST) mampu mencegah salah satu penyebab kematian ibu seperti keterlambatan melakukan rujukan ke fasilitas lengkap akibat kegawatdaruratan yang terlambat diketahui selama masa kehamilan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kehamilan menggunakan skoring Poedji Rochjati. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Populasi sebanyak 159 orang ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Abadijaya periode Agustus-Desember 2024, sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa 79,2% ibu hamil berada dalam usia reproduksi sehat (20-35 tahun), lebih dari 50% ibu hamil memiliki status kehamilan multigravida dengan jarak kehamilan lebih dari 2 tahun dan terdapat 91 (57,2%) orang ibu hamil yang terdeteksi memiliki kehamilan risiko tinggi (KRT) dan kehamilan risiko sangat tinggi (KRST).
Hubungan Pengetahuan Pasangan Usia Subur dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Implant di Desa Slukatan: The Relationship Between Knowledge of Fertile Age Couples and the Selection of Implant Contraceptive Devices in Slukatan Village Sri Mularsih; Romdiyah; Titi Istiqomah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3845

Abstract

Implants are contraceptives in the form of silicone rubber implants containing the hormone progesterone which have a usage period of 5-3 years. The level of use of Implant KB in the community is still relatively low compared to birth control pills and injections. One of the factors that influences the low choice of implant KB is the level of public knowledge, especially fertile couples who do not understand how it works, side effects, benefits and how to install it. Objective: To determine the relationship between knowledge of fertile couples and the choice of Implant contraceptives. Method: The method in this study used a quantitative method with a correlation design and a cross-sectional approach. Data collection was taken from KB visits in Slukatan Village in September 2024. The population in this study were fertile couples in Slukatan Village totaling 32 respondents. The sample of this study was 32 respondents with a total sampling technique. Bivariate data analysis used the chi square test (X2). Results: Based on the study according to the age of the mother, the most were aged 19-30 years, 20 respondents (62.5%), according to the Respondent's Occupation, the majority were housewives, namely 31 (96.9%), Respondents' knowledge was more on sufficient knowledge, 24 respondents (75%), and the choice of contraceptives was more non-implant, namely 20 respondents (62.2%). The results of the chi square test obtained a p Value of 0.001 <α (0.05), this indicates that there is a relationship between knowledge and the choice of using implant contraception in Slukatan Village. Suggestion: So that health workers always provide information about implant contraceptives. Abstrak Implan merupakan kontrasepsi berupa susuk karet silikon yang mengandung hormon progesteron yang jangka waktu pemakaiannya 5-3 tahun. Tingkat pengunaan KB Implant di masyarakat masih tergolong rendah dibandingkan dengan pil dan suntik KB. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya pemilihan KB implant tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya pasangan usia subur dimana belum paham mengani cara kerja, efek samping, manfaat dan cara pemasangan. Tujuan : Mengetahui Hubungan pengetahuan Pasangan usia subur dengan pemilihan alat kontrasepsi Implant. Metode : Metode dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional . Pengumpulan  data yang di ambil dari kunjungan KB di Desa Slukatan bulan September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah pasangan usia subur yang ada di Desa Slukatan sebesar 32 responden. Sampel penelitian ini sebesar 32 responden dengan teknik total sampling. Analisa data Bivariat menggunakan uji chi square (X2). Hasil: Berdasarkan penelitian menurut umur ibu yang terbanyak pada umur 19-30 tahun sebesar 20 responden (62,5%), menurut Pekerjaan Responden mayoritas IRT yaitu sebesar 31 (96,9%), Pengetahuan responden lebih banyak pada pengetahuan cukup sebesar 24 responden (75%), dan pemilihan Alat kontrasepsi lebih banyak yang Non Implant yaitu sebesar 20 responden (62,2%). Hasil uji chi square mendapatkan p Value 0,001 < α (0,05), hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan pemakaian alat kontrasepsi Implant di Desa Slukatan.Saran: Agar tenaga kesehatan untuk senantiasa memberikan Informasi tentang Alat Kontrasepsi Implant.
Korelasi Antara Pengetahuan dan Tindakan Pencarian Perawatan Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di Kabupaten Semarang: Correlation between Knowledge and Actions to Seek Treatment for Menstrual Disorders among Adolescent Girls in Semarang Regency Dewi Elliana; Dewi Puspitaningrum
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3846

Abstract

Menstruation is a physiological process experienced by adolescent girls, but common menstrual disorders often occur in adolescence, menstrual disorders such as dysmenorrhea and irregular cycles are common. These disorders can interfere with daily activities and quality of life. In Semarang Regency, the average age of menarche was reported to be 11.4 years. These menstrual disorders are often ignored, resulting in negative impacts on health. This study aimed to analyze the relationship between knowledge level and treatment-seeking actions for menstrual disorders among adolescent girls in Semarang Regency. This study used a cross-sectional design with an analytic observational approach. This study used a cross-sectional design with an analytic observational approach. A sample of 30 adolescent girls in Semarang Regency was selected using a total sampling technique, which met the criteria of already having menstruation and experiencing menstrual disorders. Data collection used a closed questionnaire that measured the level of knowledge (good/lack) and the type of care-seeking action (independent non-medical/medical self). Data were analyzed univariately for frequency distribution and bivariately using the Chi-Square test with a significance level of α=0.05. The results showed 77% of respondents had good knowledge and 67% performed non-medical self-care. There was a significant relationship between knowledge level and care-seeking behavior (p=0.011). Conclusion: Adolescents with good knowledge tend to choose more appropriate treatment actions.Reproductive health education, especially in better care-seeking behavior among adolescent girls, needs to be improved through school and family approaches.     Abstrak Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dialami remaja putri, namun gangguan menstruasi yang umum terjadi seringkali pada usia remaja, gangguan menstruasi seperti dismenore dan siklus tidak teratur banyak terjadi. Gangguan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Di Kabupaten Semarang, usia rata-rata menarche dilaporkan 11,4 tahun. Gangguan menstruasi ini seringkali diabaikan sehingga berdampak negatif pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan tindakan pencarian perawatan gangguan menstruasi pada remaja putri di Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik. Sampel sebanyak 30 remaja putri di Kabupaten Semarang dipilih dengan teknik total sampling, yang memenuhi kriteria sudah mengalami menstruasi dan mengalami gangguan menstruasi.Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup yang mengukur tingkat pengetahuan (baik/kurang) dan jenis tindakan pencarian perawatan (mandiri nonmedis/mandiri medis). Data dianalisis secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan 77% responden memiliki pengetahuan baik dan 67% melakukan perawatan mandiri nonmedis. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan tindakan pencarian perawatan (p=0,011). Kesimpulan: Remaja dengan pengetahuan baik cenderung memilih tindakan perawatan yang lebih tepat. Edukasi kesehatan reproduksi khususnya dalam perilaku pencarian perawatan yang lebih baik di kalangan remaja putri perlu terus ditingkatkan melalui pendekatan sekolah maupun keluarga.
Akupressure Titik Li4 Meningkatkan Kualitas Kontraksi pada Ibu dengan Ketuban Pecah Dini: Acupressure on The Li4 Meridian Point Improves Contraction Quality in Mothers With Premature Rupture of Membranes Evy Yuliastuti; Khayati, Yulia Nur; Vistra Veftisia
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3868

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is a complication that occurs when the amniotic sac ruptures before labor signs appear. The management of PROM includes labor induction or cesarean section if induction fails. One non-pharmacological method of labor induction is acupressure. Acupressure at the Li4 point stimulates the pituitary gland and hypothalamus to produce oxytocin, which in turn stimulates uterine contractions. With acupressure stimulation at the Li4 point as a complementary therapy alternative before medical induction, it is expected to serve as a natural labor induction and reduce dependence on pharmacological induction. The aim of this study is to determine the effectiveness of acupressure at the Li4 point on the quality of contractions in women with PROM. This research is a quantitative study with a quasi-experimental design, specifically a one-group pretest and posttest design. The sampling technique used is purpossive sampling, with a sample of 20 term pregnant women experiencing PROM at RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. The research instruments include SOP for Li4 point acupressure, SOP for contraction quality assessment, and a contraction observation sheet. The analysis used was the Wilcoxon test. The research results showed that there was an effect of acupressure at the Li4 point on contraction frequency with a p-value of 0.000 (p < 0.05), and an effect on contraction duration with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, it can be concluded that acupressure at the Li4 point affects contraction quality, as seen from the increased frequency and duration of contractions in women with PROM at RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran   Abstrak Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi yang terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum tanda persalinan muncul.Tata laksana KPD meliputi induksi persalinan atau dilakukan sectio caesaria jika induksi gagal. Penggunaan metode induksi persalinan non-farmakologi salah satunya seperti akupresur. Akupresur pada titik Li4 dapat merangsang kelenjar hipofisis dan pituitary untuk memproduksi oksitosin yang pada gilirannya merangsang kontraksi rahim. Dengan stimulasi akupresur titik Li4 sebagai alternatif terapi komplementer sebelum induksi medis diharapkan dapat menjadi induksi alami persalinan dan mengurangi ketergantungan pada induksi farmakologi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan akupresur pada titik Li4 terhadap kualitas kontraksi pada ibu dengan ketuban pecah dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment one group pretest dan posttest design, teknik pengambilan sampel purpossive sampling dengan sampel 20 ibu hamil aterm yang mengalami ketuban pecah dini di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran, Alat penelitian menggunakan SOP akupresur titik Li4, SOP penilaian kualitas kontraksi dan Lembar observasi kontraksi. Analisis yang digunakan yaitu uji willcoxon. Hasil penelitian  menunjukkan terdapat pengaruh akupresur titik LI4 terhadap frekuensi kontraksi dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) serta terdapat pengaruh terhadap durasi kontraksi dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh akupresur titik Li4 terhadap kualitas kontraksi yang dapat dilihat dengan peningkatan  frekuensi dan durasi kontraksi pada ibu dengan ketuban pecah dini di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran.
Hubungan Persepsi Mutu Pelayanan dengan Minat Kunjungan Ulang Pasien di Klinik Wahyu Medika : The Relationship Between Perceptions of Service Quality and Patient's Re-Visit Interest at The Wahyu Medika Clinic Mandala Putri, Heryn; Luvi Dian Afriyani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3901

Abstract

The quality of health services is a health service that can satisfy every user of health services in accordance with the level of community satisfaction. Good service can increase patient interest in making repeat visits. Based on the results of a preliminary study conducted at the Wahyu Medika Clinic, data on the number of patient visits in the period January-August 2024 was obtained as many as 8,254 people. The target number of patient visits was formulated in early 2024, namely 1200/month with an average of 40 patients per day, this shows that patient visits did not meet the target. The patient satisfaction survey score conducted by the Wahyu Medika Clinic was obtained 60% stated that they were satisfied and 40% stated that they were less satisfied. This study aims to determine the relationship between perceptions of service quality and patient interest in repeat visits at the Wahyu Medika Clinic. This type of research uses a quantitative method through a correlational analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were all patients at the Wahyu Medika Clinic in the period of December 2024 as many as 1,030 people and the sampling technique used accidental sampling as many as 97 people. Data collection using questionnaire sheets. Data analysis is univariate analysis using percentages and bivariate analysis using the chi square test (χ2). The description of the perception of the quality of patient service at the Wahyu Medika Clinic with a good category of 49 people (50.5%) and a less than good category of 48 people (49.5%). Description of patient's re-visit interest at Wahyu Medika Clinic with interested category, namely 61 people (62.9%) and not interested category, namely 36 people (37.1%). The results of the chi square statistical test (χ2) obtained ρ value (0.000) <α (0.05) indicating that Ha is accepted, meaning there is a relationship between the perception of service quality and patient's re-visit interest at Wahyu Medika Clinic. From this study, it can be concluded that the majority of respondents have good perceptions and are interested in making repeat visits, it is expected that the clinic will conduct a comprehensive evaluation of the aspects of appearance, friendliness, and empathy of medical personnel, and align service practices with professionalism standards.   Abstrak Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasan masyarakat. Pelayanan yang baik dapat meningkatkan minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Wahyu Medika didapatkan data jumlah kunjungan pasien pada periode Januari-Agustus 2024 sebanyak 8.254 orang. Target angka kunjungan pasien dirumuskan di awal tahun 2024 yaitu 1200/bulan dengan rata-rata perharinya 40 pasien, hal ini menunjukkan kunjungan pasien tidak memenuhi target. Skor survey kepuasan pasien yang dilakukan Klinik Wahyu Medika diperoleh 60% menyatakan puas dan 40% menyatakan kurang puas. Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui hubungan persepsi mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pasien di Klinik Wahyu Medika. Jenis penelitiаn menggunаkаn metode kuantitatif melalui desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien di Klinik Wahyu Medika periode bulan Desember 2024 sebanyak 1.030 orang dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn accidental sampling sebаnyаk 97 orаng. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar kuesioner. Аnаlisis dаtа аdаlаh аnаlisis univаriаt menggunakan persentase dаn аnаlisis bivаriаt menggunаkаn uji chi squаre (χ2). Gambaran persepsi mutu pelayanan pasien di Klinik Wahyu Medika dengan kategori baik yaitu 49 orang (50,5%) dan kategori kurang yaitu 48 orang (49,5%). Gambaran minat kunjungan ulang pasien di Klinik Wahyu Medika dengan kategori berminat yaitu 61 orang (62,9%) dan kategori tidak berminat yaitu 36 orang (37,1%). Hasil uji statistik chi square (χ2) diperoleh ρ value (0,000) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdаpаt hubungan antara persepsi mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pasien di Klinik Wahyu Medika. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi baik baik dan berminat melakukan kunjungan ulang, diharapkan agar klinik melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek penampilan, keramahan, dan empati tenaga medis, serta menyelaraskan praktik pelayanan dengan standar profesionalisme.
Pengaruh Faktor Kehamilan terhadap Panjang Badan Bayi sebagai Indikator Awal Risiko Stunting di Kabupaten Kediri: The Effect of Pregnancy Factors on Infant Body Length as an Initial Indicator of Stunting Risk in Kediri Regency Agustin, Lia; Rahmawati, Dian
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3911

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is rooted in the womb. Factors such as maternal nutritional status, iron tablet consumption, ANC visits, and diet play a role in the baby's body length at birth, which is an early indicator of stunting risk. Analyze the factors that affect the baby's body length at birth as a predictor of stunting risk. This cross-sectional quantitative study was conducted in January – March 2024, involving 250 postpartum mothers on the first day at several TPMBs and hospitals with purposive sampling. Data were collected through questionnaires and checklists of KIA books and analyzed using multiple linear regression tests. The average body length of babies is 47.2 ± 2.1 cm, with 35% of babies at risk of stunting. Bivariate analysis showed that maternal nutritional status (p = 0.002), iron tablet consumption (p = 0.005), ANC (p < 0.001), and diet (p = 0.001) had a significant relationship with infant body length. Multivariate analysis showed that ANC had the greatest influence (B = 0.25, p < 0.001), followed by diet, maternal nutritional status, and iron tablet consumption (R² =0.52). Adequate ANC, good nutritional status, a balanced diet, and adherence to the consumption of iron tablets play a role in preventing babies born with a body length at risk of stunting. Optimization of ANC services and nutrition education for pregnant women is needed to prevent stunting from an early age   Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berakar sejak dalam kandungan. Faktor seperti status gizi ibu, konsumsi tablet zat besi, kunjungan ANC, dan pola makan berperan dalam panjang badan bayi saat lahir, yang menjadi indikator awal risiko stunting. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi panjang badan bayi saat lahir sebagai prediktor risiko stunting. Penelitian kuantitatif cross-sectional ini dilakukan pada Januari – Maret 2024, melibatkan 250 ibu nifas hari pertama di beberapa TPMB dan rumah sakit dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan checklist buku KIA serta dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Rata-rata panjang badan bayi 47,2 ± 2,1 cm, dengan 35% bayi berisiko stunting. Analisis bivariat menunjukkan bahwa status gizi ibu (p = 0,002), konsumsi tablet zat besi (p = 0,005), ANC (p < 0,001), dan pola makan (p = 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan panjang badan bayi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa ANC memiliki pengaruh terbesar (B = 0,25, p < 0,001), diikuti pola makan, status gizi ibu, dan konsumsi tablet zat besi (R² = 0,52). ANC yang cukup, status gizi baik, pola makan seimbang, dan kepatuhan konsumsi tablet zat besi berperan dalam mencegah bayi lahir dengan panjang badan berisiko stunting. Optimalisasi layanan ANC dan edukasi gizi ibu hamil diperlukan untuk pencegahan stunting sejak dini