cover
Contact Name
Rismaladewi Maskar
Contact Email
risma.maskar@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wiratani.agribisnis.fp@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Wiratani : Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN : 26145928     EISSN : 26145928     DOI : -
WIRATANI adalah terbitan berkala ilmiah bidang Agribisnis yang merupakan media publikasi dan penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian dari peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa. WIRATANI diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia.
Articles 143 Documents
ANALISIS KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN LUWU TIMUR Haspika Haspika; Muhammad Salim; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.435 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dalam menyelenggarakan penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu Timur dan mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah penyuluh yang melakukan kegiatan penyuluhan pada bidang pertanian yang biasanya dilakukan di wilayah kerja penyuluh. Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode sensus atau dipilih secara keseluruhan. Jadi Penelitian ini mengambil seluruh populasi sebagai sampel di Kabupaten Luwu Timur yaitu sebanyak 137 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu Timur pada indikator persiapan penyuluhan pertanian dengan nilai skor 4,88 yang dikategorikan tinggi, pelaksanaan penyuluhan pertanian  dengan nilai skor 3,84 yang dikategorikan sedang dan evaluasi dan pelaporan penyuluhan pertanian dengan nilai skor 2,39 yang dikategorikan rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah Indikator persiapan penyuluhan pertanian terdiri dari empat parameter yaitu membuat data potensi wilayah dan agro ekosistem, memandu penyusunan RDKK, penyusunan program penyuluhan pertanian di desa dan yang terakhir membuat RKTTP, dimana aspek persiapan penyuluh pertanian memiliki skor 4,87 sehingga dikatakan sebagai kategori yang tinggi. Indikator untuk melihat kinerja penyuluh pertanian terdiri dari tiga indikator yaitu persiapan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian dan evaluasi dan pelaporan penyuluhan pertanian. Dimana rata-rata nilai skor dari ketiga indikator tersebut memiliki rata-rata 4,03 dimana nilai tersebut dikategorikan tinggi. Artinya penyuluh yang ada di Kabupaten Luwu Timur sudah mematuhi undang-undang yang terkait.
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI KELURAHAN MALAKKE, KECAMATAN BELAWA, KABUPATEN WAJO Nurhikmah, Nurhikmah; Rosada, Ida; Hasan, Iskandar
WIRATANI Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.258 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v2i2.37

Abstract

Cabai rawit yang dibutuhkan sebagai bahan memasak karena memiliki rasa yang sangat pedas dibandingkan dengan cabai besar. Selain itu, cabai rawit dapat membuat penampilan hidangan cerah dan mampu meningkatkan nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis proses produksi pertanian cabai rawit dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pemanenan, 2) menganalisis kelayakan usahatani cabai rawit. Penentuan sampel yang digunakan adalah metode simple random sampling dari populasi. Sampel diambil sebanyak 52 responden dari 110 orang yang melakukan kegiatan pertanian cabai rawit. Analisis data menggunakan analisis pendapatan, analisis regresi linier berganda dan analisis kelayakan bisnis (R / C Ratio). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi pada pertanian cabai rawit di Kelurahan Malakke dimulai dengan proses a) pengolahan tanah; b) penyemaian benih dan pembibitan proses; c) penentuan jarak dan tanam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengaruh dari faktor-faktor produksi parsial yang signifikan mempengaruhi produksi dua variabel, yaitu pestisida dan tenaga kerja. Pertanian cabai rawit di Kelurahan Malakke adalah layak untuk dibudidayakan dengan nilai R / C Ratio dari 11,12 yang berarti bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp 1 akan memberikan pendapatan atau nilai produksi Rp 11,12.
ANALISIS DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA NELAYAN Rahman, Rizka Mey Wulandari; Ilsan, Mais; Rosada, Ida
WIRATANI Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.412 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v3i1.49

Abstract

DAMPAK KEBERADAAN PERUSAHAAN KELAPA SAWIT TERHADAP KONDISI SOSIAL, EKONOMI DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT (Studi Kasus Perusahaan Kelapa Sawit di Desa Tobadak, KecamatanTobadak, Kabupaten Mamuju Tengah) Muhammad Ardi Angga; Nuraeni Nuraeni; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) Menganalisis dampak sosial masyarakat di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit. (2) Menganalisis dampak ekonomi masyarakat di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit. (3) Menganalisis dampak lingkungan sekitar perusahaan setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan Juli - Desember 2020. Responden dipilih secara purposive yaitu semua masyarakat sekitar perusahaan yang terkena dampak. Jumlah sampel dari penelitian ini sebanyak 30 orang yang berasal dari berbagi macam latar pekerjaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Untuk menjawab rumusan masalah yang ada maka penilaian dampak keberadaan perusahaan kelapa sawit terhadap kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat digunakan pembobotan dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan yaitu (1) Dampak aspek sosial yang ditimbulkan dari berdirinya perusahaan kelapa sawit berdampak positif terhadap pendidikan, kesehatan, harga tanah dan fasilitas umum. Sedangkan pada interaksi sosial berdampak negatif. (2)  Dampak aspek ekonomi yang ditimbulkan dari berdirinya perusahaan kelapa sawit yaitu berdampak positif terhadap bertambahnya lapangan pekerjaan, menurunnya angka pengangguran dan meningkatnya pendapatan masyarakat. (3) Dampak aspek lingkungan yang ditimbulkan dari berdirinya perusahaan kelapa sawit yaitu berdampak negatif terhadap pencemaran udara karena bau limbah tangkos yang mengganggu masyarakat serta alih fungsi lahan pangan yang mengakibatkan lahan pangan berkurang.
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN ON-LINE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK OLAHAN PISANG Fajriani, Nurcahya; Nurliani, Nurliani; Husain, Tsalis Kurniawan
WIRATANI Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.162 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v5i2.97

Abstract

ANALISIS SISTEM PEMASARAN CENGKEH (Studi Kasus di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng) Muhammad Ilyas Nur; Ida Rosada; Muhammad Salim
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.72 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, fungsi pemasaran, struktur pasar dan perilaku pasar. Menganalisis marjin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan, dan menganalisis efisiensi pemasaran. Populasi dalam penelitian yaitu jumlah petani serta lembaga pemasaran yang terlibat seperti pedagang pengumpul, pedagang besar, dan konsumen. Populasi petani adalah 110 orang, pengambilan sampel dilakukan Simple random sampling yaitu 30% . Jumlah responden sebanyak 33 dibulatkan menjadi 30. Sampel lembaga pemasaran terdiri dari 3 orang pengumpul dan 2 orang pedagang besar, dilakukan secara (snow ball). Hasil penelitian, melalui tiga saluran pemasaran yaitu saluran I (Petani- pengumpul-Pedagang besar-Konsumen), saluran II (Petani- pengumpul-Konsumen), dan saluran III (Petani-Pedagang besar-Konsumen). Struktur pasar pada umumnya adalah pasar oligopoli dan perilaku pasar yang terjadi pada petani, praktik penjualan dengan pembayaran tunai, sedangkan pembayaran untuk pedagang besar ke pedagang pengumpul adalah keterikatan sisa pembayaran, dengan pembayaran angsuran setelah pengiriman ke konsumen. Marjin pemasaran terkecil saluran III yaitu Rp. 12.000, karena saluran III rantai pemasaran terpendek. Analisis farmer’s share yang terbesar pada saluran III yaitu sebesar 90%. Karena perbandingan harga tingkat produsen dan di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi. Rasio keuntungan dan biaya terbesar adalah saluran I sebesar 5,04%. Hal ini terjadi karena biaya yang dikeluarkan pada saluran I lebih besar. Efisiensi pemasaran dari ketiga saluran tersebut dapat dilihat bahwa saluran III paling efisien dengan biaya yang lebih kecil.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP PRESTASI KERJA PENYULUH PERTANIAN (Desa Patobong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang) Ahmat Bahjad; Rasmeidah Rasyid; Muhammad Salim
WIRATANI Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.967 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap prestasi kerja penyuluh pertanian di Desa Patobong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang dan untuk mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan penyuluh dan BP3K Kecamatan Mattirosompe untuk menpertahankan dan meningkatkan kepuasan petani terhadap prestasi kerja penyuluh pertanian di wilayah Desa Patobong. Alat analisis yang digunakan adalah alat analisis data statistik deskriptif yang didasarkan pada pembahasan variabel penilaian kepuasan petani terhadap Prestasi Kerja penyuluh di Desa Patobong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penilaian kepuasan petani terhadap Prestasi Kerja penyuluh pertanian di di Desa Patobong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang yang  dilakukan oleh anggota kelompok tani adalah 4429 point, hal tersebut  berarti bahwa kepuasan petani terhadap Prestasi Kerja penyuluh pertanian berada pada kategori Cukup Puas. Beberapa hal yang perlu di lakukan oleh penyuluh dalam meningkatkan Prestasi Kerja agar optimal adalah  penerapan metoda penyuluhan, pengembangan wilayah, pengembangan profesi penyuluh pertanian dalam menciptakan karya tulis ilmiah agar lebih di tingkatkan dan pengembangan hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah masi perlu diperbaiki.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI HUTAN RAKYAT DENGAN POLA TANAM AGROFORESTRI Pammu, Ilham; Ilsan, Mais; Nuraeni, Nuraeni
WIRATANI Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v3i2.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis produksi dan pendapatan rumahtangga petani hutan rakyat di Desa Curio Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, Menganalisis kontribusi pendapatan hutan rakyat terhadap pendapatan rumahtangga petani di Desa Curio Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan rumahtangga petani, analisis kontribusi rumahtangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan pendapatan rumahtangga petani sudah tergolong tinggi dimana Jumlah produksi tanaman perkebunan terkhusus lada 100.100 kg/ha, cengkeh 4.885 kg/ha dan pinus 106 m3/responden. Sedangkan presentase pendapatan yang berasal dari tanaman perkebunan 91,61%, pendapatan dari tanaman kayu 1,39%. Pendapatan petani hutan rakyat pada tanaman lada Rp 100.100.000/resp, cengkeh Rp 7.816.000/resp, tanaman pinus Rp 2.850.000/resp, dengan total pendapatan keseluruhan petani hutan rakyat selama satu tahun Rp 108.151.104/responden. Kontribusi pendapatan hutan rakyat terhadap pendapatan petani adalah sebesar Rp 97,43%, sedangkan untuk tanaman hutan masih sangat rendah yaitu sebesar 2,57%. 
Hubungan Peran Penyuluh Pertanian terhadap Produktivitas Petani Padi Latif, Artati; Ilsan, Mais; Rosada, Ida
WIRATANI Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.835 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v5i1.91

Abstract

TINGKAT OKUPASI DAN PENERAPAN TEKNOLOGI PADA PENGELOLAAN USAHATANI PADI KONVENSIONAL (Studi Kasus Di Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba) Fira Apriliani Rakhman; Nurliani Nurliani; Rasmeidah Rasyid
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.291 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.11

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat okupasi lahan sawah pada pengelolaan usahatani padi secara konvensional, mengetahui penerapan teknologi budidaya pada pengelolaan usahatani padi secara konvensional, dan menganalisis tingkat produksi dan pendapatan usahatani padi yang dikelola secara konvensional. Pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhana sebanyak 45 petani. Besar jumlah produksi dan pendapatan menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat okupasi lahan sawah yang dikelola secara konvensional adalah 300 %. Penanaman dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun dengan pola tanam “padi rendengan – padi gadu – kacang hijau”. Produksi rata-rata responden adalah 5.554 kg atau produksi rata-rata per hektar lahan adalah 5.610 kg. Pendapatan rata-rata responden adalah Rp 19.439.000 atau pendapatan rata-rata per luas lahan adalah Rp 19.635.353.

Page 6 of 15 | Total Record : 143